
"Sabrina, Aku yakin kamu kuat. Kamu itu cewek yang paling tangguh yang Aku kenal. Cepat sembuh.." Ucap Vadim Hyung Yang seperti tidak kuat berkata-kata. Vadim pun keluar dari ruangan Sabrina.
Angela menangis karena melihat wajah Sabrina. Angela tidak tega terhadap keponakannya itu. Angela tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika Sabrina tersadar dan melihat wajahnya tidak sempurna.
Dae Hyung segera menemui Dokter. Dae Hyung pun mengonsultasikan tentang wajah Sabrina.
"Dokter, apakah wajah Sabrina bisa dilakukan dengan operasi dok?" Tanya Dae Hyung.
"Sabrina bisa sembuh, asal iya dibawa ke Singapura. Sabrina bisa melakukan operasi plastik di sana." Saran Dokter tersebut.
Membawa Sabrina melakukan operasi plastik ke Singapura adalah hal yang sangat kecil bagi Seorang Dae Hyung. Tapi masalahnya apakah Angela akan setuju dengan ini.
Dae melihat Berlin masih belum pulang. Dae menunggu Berlin pulang untuk membicarakan hal ini ke Angela.
"Mama," Panggil Dae kepada Berlin. Berlin langsung berdiri melihat Dae.
"Mama, sebaiknya pulang dulu.. Biar saya yang disini yang menjaga Sabrina." Ujar Dae.
"Dae, boleh mama bicara sebenar?" Ajak Berlin untuk berbicara empat mata.
Dan mereka pun mencari tempat untuk ngobrol.
"Dae, ada hubungan apa antara kamu dengan Sabrina?" Tanya Berlin serius.
"Dae dan Sabrina hanya berteman ma.." Ujarnya berbohong.
"Kamu yakin hanya berteman?" Tanya Berlin tidak percaya.
"Iya ma.. kita hanya berteman. Sebaiknya mama pulang saja.. Besok kan mama harus ke kampus.. Saya ga mau mama terlalu capek." Ujar Dae sedikit memberi perhatian.
Berlin tersenyum ketika Dae perhatian kepadanya. Berlin memang bukan Ibu kandung Dae, tetapi Berlin sangat menyayangi Dae seperti anaknya sendiri.
Dae memang tidak suka dengan Berlin. Tetapi Dae masih bersikap sopan dan menghormatinya. Dae tetap memanggil mama kepada Berlin.
"Ya sudah, mama pulang dulu ya.." Berlin menepuk pundak Dae Hyung. Dae Hyung memandangi Berlin sampai tidak terlihat lagi. Dan Dae pun bisa leluasa untuk berbicara dengan Angela.
"Tante, bisa bicara sebentar?" Kata Dae memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Apa Dae?" Tanya Angela.
"Tante, saya sudah konsultasi dengan Dokter.. Sabrina akan sembuh dan kembali seperti semula jika melakukan operasi ke Singapura." Kata Dae.
"Singapura?" Angela terkejut.
"Benar Tante. Tapi Tante jangan khawatir, Aku akan membawa Sabrina ke sana untuk melakukan operasi. Aku akan menanggung semua biayanya." Ujar Dae Hyung.
"Apa? Biaya operasi wajah di Singapura itu mahal Dae.. Lebih baik kamu pikir-pikir dulu.." Kata Angela.
"Tante, biaya tidak menjadi masalah bagi Aku.. Yang terpenting, Sabrina bisa sembuh. Apa tante mau, jika Sabrina sadar nanti.. Sabrina melihat wajahnya yang seperti itu? Apa tante tidak kasihan sama Dia?" Kata Dae.
Angela tidak dapat berpikir panjang lagi. Angela setuju dengan pendapat Dae Hyung. Angela berterimakasih kepada Dae Hyung karena Dia begitu perhatian terhadap Sabrina.
Angela dan Dae Hyung pun menandatangani surat persetujuan ke Singapura. Dae Hyung memasuki ruangan Sabrina. Dan duduk di sampingnya.
"Sabrina, sebentar lagi, kamu akan sembuh sayang.. Aku janji akan selalu ada di samping kamu.." Ujarnya sambil memegang tangan Sabrina. Sabrina belum sadarkan diri.
Dae tersenyum kepada Sabrina sambil mengelus kepala Sabrina. Angela yang melihat perhatian Dae terhadap Sabrina merasa curiga dengan hubungan merek.
"Masak sih, kalau cuma seorang teman dia perhatian sampai segitunya kepada Sabrina." Gumam Angela. Angela pun berjalan menghampiri Dae Hyung yang sedang menunggu Sabrina sadar.
"Mau tanya apa tante?" Tanya Dae balik.
"Dae, apakah kamu ada hubungan yang spesial dengan Sabrina? Tolong jawab jujur." Tanya Angela.
"Iya Tante.. Saya dan Sabrina sudah menjalin hubungan 5 bulan yang lalu." Jawab Dae dengan jujur.
"Kenapa Tante tidak tahu ini?" Tanya Angela.
"Saya dan Sabrina sengaja merahasiakan ini dari semua orang. Jika sudah tiba waktunya nanti, kami akan mengumumkan tentang rahasia kita nanti." Ujar Dae Hyung.
Sebenarnya Angela setuju dengan hubungan Dae Hyung dan Sabrina. Tapi bagaimana dengan Berlin, Berlin sangat menginginkan Sabrina untuk menjadi istri Vadim. Angela bingung, mana yang harus Angela pilih.
"Dae, jika seandainya.. Sabrina tidak ditakdirkan sebagai jodoh kamu bagaimana? Apakah kamu akan kecewa?" Tanya Angela memancing jawaban dari Dae Hyung.
"Kalau tidak berjodoh ya berati bukan jodohku tante.. Tante, Saya bukan anak ABG yang baru mengenal cinta monyet. Saya sudah dewasa tante.. Tante, saya mencintai Sabrina dengan tulus. Saya akan lakukan apapun asal Sabrina bahagia. Saya tidak pernah menyesal karena pernah berkorban untuk Sabrina. Mencintai itu tidak harus memiliki. Jika Sabrina bukan jodoh saya.. Cukup mencintai dia dalam hati.." Penjelasan Dae Hyung.
__ADS_1
Angela sangat kagum dengan jawaban Dae Hyung. Ternyata Dae Hyung sangatlah bijaksana. Angela sangat menyukainya.
...****************...
Vadim masih menyimpan buku milik Sabrina. Vadim penasaran dengan isi dalam diary Sabrina. Karena penasaran dengan isinya, akhirnya Vadim dengan iseng membaca diary Sabrina. Vadim dengan fokus membaca Diary Sabrina.
Vadim pun mencerna setiap perkataan yang ada di diary Sabrina. Vadim sekarang jadi tahu bahwa Sabrina pernah mengidolakan Dia. Vadim membaca semua diary Sabrina sampai akhir.
"Mungkin Aku sudah terlalu jahat kepada Sabrina sehingga Dia mengagumi pria lain. Dan kecewa kepadaku." Pikir Vadim.
Vadim senyum-senyum sendiri membaca diary Sabrina. Vadim akan berusaha mendapatkan hati Sabrina kembali. Vadim akan berusaha merebut dari tangan Dae Hyung.
...****************...
Sabrina pun diberangkatkan ke Singapura. Dae Hyung dan Angela mendampingi Sabrina ke Singapura. Angela sangat berterimakasih kepada Dae Hyung. Karena telah berkorban untuk Sabrina.
Sesampainya di Singapura, Sabrina langsung dibawa menuju ruang operasi. Dae dan Angela diharapkan untuk menunggu di luar. Dae Hyung sangat khawatir dan was was, takut operasi tidak berhasil.
Setelah sekian jam menunggu, akhirnya Dokter pun selesai melakukan operasi dan dokter pun keluar. Dae Hyung segera menghampiri Dokter tersebut.
"How did the operation go Doctor?" Tanya Dae Hyung.
"The operation went smoothly.." Jawaban Dokter itu.
"Miss Sabrina, still not aware.. and we will immediately move to the ward.." Katanya lagi.
"Ok Thank you Dok.." Ujar Dae.
Suster pun memindah Sabrina ke ruang rawat. Dae melihat wajah Sabrina yang masih diperban.
"Sabrina, sebentar lagi wajahmu akan kembali cantik lagi sayang.." Batin Dae Hyung.
Tak lama kemudian Sabrina pun tersadar. Dae melihat tangan Sabrina bergerak. Dae segera memanggil dokter. Dan dokter pun memeriksa keadaan Sabrina.
"Dae," Orang yang pertama kali Sabrina panggil.
"Sabrina.. Aku disini.." Tergesa-gesa sambil memegang tangan Sabrina.
__ADS_1
"Aku dimana?" Tanyanya.
"Kamu ada di rumah sakit Singapura.. Kamu habis melakukan operasi sayang.. Maafin Aku sekali lagi.." Mengelus kepala Sabrina dan mencium tangannya.