Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Gara-gara Indri


__ADS_3

"Ngapain makan di luar, disini kan ada.. hemat waktu juga bukan? Lagian kan Aku yang ngajak kamu makan bareng sama kita.. Ga baik loh nolak rejeki.. Yuk.." Ujar Sabrina sembari menarik tangan Indri.


Mereka pun makan bersama-sama.


Setiap hari Indri selalu menampakkan kebaikannya di depan Dae. Akhirnya usaha Indri tidak sia-sia. Iya berhasil membuat Dae percaya terhadap dirinya.


...****************...


"Sayang.. Hati-hati ya berangkatnya.. Oh iya, maaf ya, hari ini Aku tidak bisa nganterin makan siang untuk kamu.. soalnya Aku lagi ga enak badan.." Ucapnya.


"Iya ga apa-apa sayang.. Aku ngerti kok.. harusnya kamu itu banyakin istirahat.. kan kamu lagi hamil besar.. Aku ga mau kalau ada apa-apa dengan kamu.." Sarannya.


"Iya sayang.. Aku pasti istirahat kok.." Ucapnya.


Seperti biasa sebelum berangkat, Dae mencium kening istrinya.


Sesampainya di kantor, Dae langsung memarkirkan mobilnya. Dae pun turun dari mobil mewahnya.


Dae segera berjalan menuju ruangannya. Para karyawan menyapa Dae. Dae membalas sambutan para karyawan itu dengan ramah.


Tok


Tok


Tok


"Silahkan masuk.." Jawabnya dari dalam.


"Maaf Pak, ada yang ingin bertemu bapak.." Ucap sekertaris itu.


"Suruh masuk saja.." Jawab Dae.


Orang tersebut pun masuk ke ruangan Dae. Dae terkejut melihat siapa yang datang.


"Indri.. ngapain kamu kesini?" Tanya Dae.


"Aku ganggu ya? Maaf ya.. kalau Aku ganggu.." Ucapnya.


Dae merasa tidak enak jika harus mengatakan yang sebenarnya. Bagaimanapun, Indri banyak berjasa dalam membantu perusahaannya.


"Apa ada hal penting tentang proyek?" Tanya Dae.


"Ga ada kok.. Aku kesini cuma bawakan kamu ini.." Ucap Indri sembari membawakan sebuah bingkisan makanan untuk Dae.


"Kenapa kamu repot-repot?" Tanya Dae.


"Aku sama sekali ga direpotin kok.. kamu makan ya? kamu pasti belum makan siang kan?" Ucap Indri.


Sebenarnya Dae ingin menolak makanan pemberian Indri. Namun, Dae tidak enak hati jika harus menolaknya. karena Dae tidak ingin Indri kecewa.


"Terimakasih.. Nanti Aku makan.. Sekarang Aku lagi sibuk.." Ucap Dae.

__ADS_1


"Oh iya.. tapi jangan lupa untuk dimakan ya.. sayang loh, kalau ga dimakan." Ucapnya mengingatkan.


"Terimakasih sudah bawain Aku makanan.." Ucap Dae.


"Ya sudah, Aku pamit dulu ya.." Ucapnya.


Indri pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Dae. Dalam hati Indri tersenyum, karena Iya merasa berhasil.


"Yes, tinggal dikit lagi.. Aku pasti akan membuat Dae percaya.." Pikirnya.


Tiba-tiba saja, ada yang menarik tangan Indri menuju tempat aman. Orang tersebut menggunakan topi hitam dan jaket hitam.


"Ih, kamu apa-apaan sih?" Tanya Indri.


"Gimana rencana kamu hari ini?" Tanya Bisma.


"Bukan Indri namanya kalau gagal.." Ujarnya.


"Jadi, rencana kamu berhasil?" Tanya Bisma tidak percaya.


"Ya, iyalah.. berhasil.. Aku berhasil membuat Dae ga enak hati.. ya seenggaknya ada kata-kata Terimakasih keluar dari mulutnya.." Ucap Indri.


"Bagus.. berarti, tinggal sedikit lagi rencana kita akan berhasil.." Ujarnya.


...************...


Sudah larut malam Dae belum pulang. Sabrina menunggu suaminya pulang. Tak lama kemudian, suara mobil Dae terdengar.


"Loh, sayang.. kenapa kamu belum tidur?" Tanya Dae.


"Aku nunggu kamu sayang.." Jawab Sabrina.


"Makasih ya sayang.. kamu sudah nungguin Aku.." Ucapnya sembari mengelus rambut istrinya.


Sabrina hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Tapi, kamu harus banyak-banyak istirahat.." Ucapnya.


"Aku ga bisa tidur nyenyak.. sebelum suami Aku pulang.." Ujarnya.


Dae pun memeluk sang istri. secara tidak sengaja, Sabrina melihat suaminya suatu bingkisan makanan.


"Itu apa sayang?" Tanya Sabrina.


"Oh, ini.. tadi, aku beli makanan ini.. kebetulan ada delivery yang datang ke kantor.. salah alamat sih.. Kasian dia kena tipu orang, orang tersebut ngasih alamat kantor kita.. jadi Aku ga tega, makanya Aku beli aja makanannya.." Ucapnya berbohong.


"Oh.. kasian banget ya sayang.. tega banget orang yang nipu dia.. tapi, beruntung yang jadi bos perusahaan itu kamu.. Terimakasih ya sayang.. kamu sudah bantu orang.." Ucap Sabrina.


"Maafin Aku Sabrina, Aku terpaksa berbohong.. karena Aku ga ingin kamu emosi lagi.." Batinnya.


Dae meletakkan makanan tersebut di atas meja tamu. Iya mengajak Sabrina ke kamarnya untuk istirahat.

__ADS_1


...****************...


Pagi-pagi buta, Sabrina bangun lebih awal. Iya berjalan ke arah ruang tamu. Iya lupa bahwa semalam Dae meletakkan makanan tersebut di situ.


"Oh iya.. Dae kan meletakkan makanan disini.. kenapa ga dimakan ya? Apa makanannya ga enak?" Gumamnya.


Sabrina pun meraih makanan tersebut. Iya penasaran dengan isi makanan itu. Akhirnya Sabrina mengambil makanan tersebut dari dalam bingkisan.


Ada sebuah kertas yang ikut di dalamnya. Sabrina heran dengan kertas itu. karena kertas tersebut berbentuk sebuah surat.


"Kertas apa ini?" Tanyanya dalam hati.


Sabrina pun membuka kertas itu secara perlahan. Iya pun mulai membaca surat tersebut.


*Isi surat:


Dae, jangan lupa dimakan ya.. makanan ini.. Aku tahu, kamu pasti belum makan siang kan?


Aku sengaja mengantarkan makanan ini ke ruangan kamu. Karena Aku takut kalau kamu sampai lupa makan..


Dae, makanan ini adalah makanan sehat untukmu. Biar kamu selalu Vit.


Jaga kesehatan ya..?


By: Indri*.


Setelah Sabrina membaca isi surat tersebut, kini Sabrina menjadi tahu bahwa makanan itu ternyata dari Indri.


Sabrina jadi teringat dengan perkataan suaminya tadi malam. Bahwa makanan itu berasal dari delivery yang tertipu.


"Kenapa Dae ga jujur sama Aku ya? Kenapa Dia berbohong.. sejak kapan Dae berbohong seperti ini? Kenapa Aku ga tahu kalau Dia sedang berbohong? Apa alasan Dia tidak jujur? Biasanya Dia selalu mengatakan yang sebenarnya.." Pikirnya.


"Lebih baik Aku taruh lagi makanan ini seperti semula. Dan Aku lipat lagi surat ini dengan rapi." Gumamnya.


Sabrina mengembalikan makanan tersebut seperti semula. Iya memilih untuk pura-pura tidak tahu tentang hal ini.


Sabrina ingin tahu, apakah suaminya akan jujur ataukah akan berbohong lagi. Sabrina pun melakukan aktivitas seperti biasa.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Sabrina pun mulai menyiapkan keperluan suaminya untuk ke kantor.


Sabrina melihat suaminya yang masih terlelap. Iya menatap wajah suaminya. Sebentar, Sabrina menjadi tertunduk. Entah apa yang ada di pikirannya.


"Sayang, bangun sudah pagi..." Ucapnya lembut.


Dae pun mulai membuka mata. Iya melihat istrinya di sampingnya dan menyambutnya dengan senyuman.


Dae membalas senyuman istrinya. Iya pun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mencium kening istrinya.


Dae pun mulai pergi ke kamar mandi. Iya ingin bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Tiba-tiba HP Dae bergetar. Ada seseorang yang menelfon nya.

__ADS_1


__ADS_2