Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Kecurigaan Sabrina


__ADS_3

"Kalau saya kupu-kupu malam, terus kalian apa?" Ujar Sabrina balik bertanya.


"Ga malu, ngurusin hidup orang terus? Daripada kalian ngurusin hidup orang, mending kalian urus diri kalian sendiri." Ujarnya lagi. Sabrina pun langsung pergi begitu saja.


...****************...


Mendekati hari H pernikahan, Sabrina jadi tidak sabar ingin bertemu dengan calon suaminya. Ternyata begini rasanya menikah dengan proses alami, tanpa suatu paksaan.


"Cie... yang sebentar lagi ingin menikah.." Kata Yeon tiba-tiba.


"Apaan sih dek.. biasa aja kali..." Jawabnya malu-malu.


"Kita keluar yuk kak.." Ajak Yeon.


"Keluar kemana?" Tanya Sabrina.


"Kita jalan-jalan sebentar yuk.." Ajaknya.


Yeon mengajak Sabrina keluar sebentar. Yeon ingin menghabiskan waktu bersama kakaknya, sebelum kakaknya menjadi milik orang lain.


"Loh, kalian mau kemana?" Niki tiba-tiba keluar kamar melihat Yeon dan Sabrina.


"Aku sama kak Sabrina mau keluar sebentar dek.." Ucapnya.


"Oh, mau keluar.. ya sudah deh.. sana keluar!" Ucapnya tiba-tiba seperti ketus.


Yeon hanya tersenyum kepada Niki. Niki, sedikit merasa jealous terhadap mereka. Karena Yeon dan Sabrina selalu care. Niki merasa seperti tidak pernah dekat dengan mereka. Padahal kan Niki juga ingin akrab dengan mereka.


Niki juga ingin dimanja oleh Sabrina, seperti Sabrina memanjakan Yeon. Dan Niki juga ingin dekat dengan Yeon kakaknya, seperti Yeon dekat dengan Sabrina.


Niki merasa dirinya seperti adik tiri. Tapi, Niki tidak ingin berburuk sangka terlebih dahulu. Niki ingin berfikir positif thinking dulu. Menurut Niki, wajar saja kak Sabrina dan kak Yeon dekat. Karena mereka sudah lama tinggal bersama di hongkong.


...****************...


"Memangnya kita mau kemana sih dek?" Tanya Sabrina penasaran.


"Ada deh kak.. Entar kakak juga tahu kok.." Ucap Yeon dengan fokus menyetir.


Ternyata Yeon membawa Sabrina ke suatu restoran minimalis tapi pemandangannya sangat elegan. Sabrina sangat menyukai tempat itu.


"Ini restoran baru ya dek?" Tanya nya.


"Iya kak.. ini restoran baru. Dan yang punya teman Aku kak.." Jawabnya.


"Teman kamu?" Tanya Sabrina.

__ADS_1


"Iya kak.. Entar lagi kakak juga kenal sama teman Aku.." Ucapnya lagi.


Yeon pun memanggil pelayan restoran. Dan pelayan restoran itu langsung menghampiri mereka. Pelayan itu memberikan sebuah menu makanan.


Yeon dan Sabrina memesan makanan yang Sama. Pelayan tersebut segera mengantarkan pesanan yang mereka pesan.


Sabrina dan yeon menikmati makanan di restoran itu. Sabrina sangat menyukai makanan tersebut. Dengan lahap, Sabrina menyantap semua makanan Yeon sangat senang karena kakaknya menyukai makanan disitu.


"Hei bro.. sudah lama di sini." Sapa seseorang yang tiba-tiba menghampiri Yeon.


"Eh, pak bisma?" Yeon langsung berdiri dan berjabat tangan dengan Bisma.


Sabrina tiba-tiba berhenti menyendok makanan. Dan tertegun melihat temannya Yeon.


"Kak, kenalin ini teman Aku.. yang Aku ceritakan barusan." Ucapnya sambil memperkenalkan kepada kakaknya. Sabrina langsung berdiri. Dan Bisma menoleh ke arah Sabrina.


"Sabrina? Kamu Sabrina kan?" Sapanya.


Sabrina hanya mengangguk diikuti dengan senyuman.


"Apa kabar?" Tanyanya lagi.


"Baik.." Jawabnya singkat.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" Tanya Yeon sembari melihat Sabrina dan Bisma. Mereka hanya mengangguk.


Yeon dan Bisma kelihatan akrab sekali. Terlebih lagi Yeon yang terlihat begitu percaya sama Bisma. Sabrina merasa tidak nyaman berada di tempat itu. Sabrina hanya mendengarkan percakapan Bisma dan Yeon.


"Dek, kakak masih ada urusan lain nih.. Bagaimana kalau kita pulang sekarang?" Ucap Sabrina memberi alasan.


"Oh.. iya sudah deh kak.. kita pulang ya.." Jawab Yeon percaya.


"Bisma, sorry ya.. soalnya Aku ada urusan lain nih.. kamu ga apa-apa kan, kita tinggal?" Ucap Sabrina.


"Oh, iya ga apa-apa kok.. silahkan.. terimakasih sudah berkunjung ke restoran Aku.." Ucapnya.


Sabrina mengangguk sembari mengulas senyum kepada Bisma. Lalu Sabrina dan Yeon langsung keluar dari restoran Bisma. Bisma mengantar mereka sampai pintu depan restoran.


Sabrina dan Yeon melambaikan tangan kepada Bisma. Bisma membalas lambaian tangan mereka.


"Sudah berapa lama berteman dengan Bisma dek?" Tanya Sabrina.


"Bisma itu teman kuliah Aku kak.. Cuma beda tingkatan saja. Dia satu kampus sama Aku.. Bisma itu orang baik kok kak.." Ujarnya.


Entah apa yang sudah Bisma perbuat. sehingga Yeon begitu percaya dengan Bisma.

__ADS_1


Sabrina khawatir kalau Yeon akan terpengaruh sifat buruk Bisma.


Sabrina tidak dapat menceritakan siapa Bisma kepada Yeon. Karena Sabrina tahu kalau Yeon tidak akan percaya. Sabrina akan memikirkan hal ini di rumah nya.


Sabrina akan memberitahu Bisma kepada Yeon dengan cara yang cantik. Untuk sementara ini, Sabrina membiarkan Yeon berteman dengan Bisma.


...****************...


Sampai di tengah jalan, tiba-tiba sebuah mobil hitam menghadang Mobil mereka. Seketika Yeon langsung rem mendadak.


Pintu mobil itu dibuka. Dan turunlah segerombolan orang yang berpakaian serba hitam dengan menggunakan kaca mata hitam. Mereka menghampiri mobil yang dinaiki oleh Sabrina dan Yeon.


"Tok tok tok.." Mengetuk pintu mobil dengan kasar.


"Ayo cepat buka pintunya!" Perintah Mereka.


Sabrina dan Yeon saling pandang. Mereka bertanya-tanya siapa mereka. Akhirnya Sabrina memberanikan diri untuk turun dari mobil. Meskipun Yeon melarangnya.


"Siapa kalian? Dan kenapa kalian menghadang jalan kami?" Tanyanya.


Tanpa menjawab, mereka langsung menyerang Sabrina. Sabrina dengan sigap dan cepat dapat menangkis serangan tersebut. Jumlah mereka terlalu banyak, sehingga Sabrina sedikit kewalahan dengan serangan mereka.


Tiba-tiba saja seseorang datang membantu Sabrina. Orang tersebut membantu Sabrina untuk melawan komplotan itu. Komplotan itu pun akhirnya dapat terkalahkan oleh mereka.


"Sabrina kamu tidak apa-apa?" Tiba-tiba Bisma menghampiri Sabrina.


"Tidak apa-apa kok.. Terimakasih sudah membantu Aku.." Ujarnya.


"Kakak ga apa-apa kan?" Tanya Yeon yang juga tiba-tiba berlari menghampiri Sabrina.


"Kakak baik-baik saja kok dek.." Ucapnya.


"Terimakasih pak Bisma sudah membantu kami." Ucap Yeon kepada Bisma.


Begitu juga dengan Sabrina mengucapkan terimakasih kepada Bisma. Sabrina mengucapkan terimakasih semata-mata ingin menghargai pertolongan orang lain saja.


Sorotan mata Sabrina tetap tertuju kepada Bisma. Sabrina merasa curiga terhadap Bisma. Sabrina merasa bahwa ini adalah kerjaan Bisma.


"Aku bukan orang bodoh yang bisa kamu bodohi Bisma, Aku tahu siapa kamu. Suatu saat Aku akan membongkar siapa kamu." Gumamnya.


Bisma menawarkan untuk mengantar mereka pulang agar lebih aman. Dengan cepat, Sabrina menolak tawaran Bisma. Sabrina merasa aman dalam perjalanan pulang.


Sabrina memberikan alasan dengan tidak merepotkan orang lain. Bisma sudah mengatakan bahwa Iya sama sekali tidak merasa direpotkan. Namun, Sabrina tetap bersikeras menolak tawaran Bisma.


Sampai pada akhirnya Bisma tidak memaksa keinginan Sabrina. Sabrina dan Yeon pun mulai memasuki mobil kembali.

__ADS_1


Meskipun Sabrina menolak untuk diantar pulang, tetapi Bisma tetap saja mengikuti mobil mereka dari belakang.


__ADS_2