Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Penyerangan misterius


__ADS_3

"Tadi itu, keponakan Aku.. yang masih kecil telfon.. makanya Aku panggil baby." Jawab Dae langsung peka. Sabrina kaget mendengar ucapan Dae. Seolah-olah, Dae Hyun mengerti perasaannya.


"Oh.. iya.." Jawabnya jadi salah tingkah lagi.


Dae hanya senyum-senyum saja. Dae merasa senang ketika Sabrina cemberut seperti itu. Dae hanya memandangi Sabrina. Sebenarnya Dae ingin mengatakan kalau dirinya masih sangat mencintai Sabrina.


...****************...


Tepat satu bulan penyelidikan Sabrina. Dan kini Sabrina pun sudah berpenampilan layaknya bos. Sabrina sudah kembali seperti semula.


Sabrina memarkirkan mobilnya seperti biasa. Sabrina turun dari mobil dan langsung masuk ke kantor. Kali ini, Sabrina di dampingi oleh beberapa bodyguardnya. Semua karyawan dan bagian penting di kantor pun ikut membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Sabrina.


"Welcome Miss Sabrin****a.." Ujar sang manager. Sabrina hanya tersenyum.


"everyone's attention, can i have a moment please?" Ujarnya. Semua karyawan dan bagian penting lainnya berkumpul.


Sabrina sengaja mengumpulkan mereka semua. Karena Sabrina ingin mengucapkan terimakasih atas kerja keras karyawan dengan sungguh-sungguh.


Dan Sabrina pun memerintahkan bodyguardnya untuk menyalakan laptopnya. Sabrina pun memerintahkan untuk memutar sebuah video. Semua karyawan merasa takjub ketika melihat para karyawannya muncul.


Tapi, yang bikin takjub adalah yang terakhir. Yaitu kelakuan managernya dan beberapa orang penting lainnya. Dan tak lama, polisi pun datang. Polisi segera meringkus manager dan yang lain yang terlibat.


Mereka memberontak ketika polisi membawanya. Namun, sudah tidak ada ampun bagi Sabrina. Mereka harus segera ditindak lanjutin.


Dan Sabrina pun mengumumkan akan menaikkan suatu jabatan. Beberapa yang dipanggil oleh Sabrina. Dan terakhir, Sabrina memanggil cakra. OB yang selama ini baik kepadanya. Sabrina mengangkat cakra menjadi managernya.


Cakra sungguh tidak menyangka akan dirinya. Awalnya, cakra malu dan merasa tidak pantas menjadi manager. Namun, Sabrina meyakinkan dia dan berhasil.


Sementara Office girl yang senior itu melakukan protes terhadap Sabrina. Mengapa dirinya tidak naik pangkat. Sabrina hanya tersenyum mendengar ucapannya. Kemudian Sabrina menjelaskan kepadanya tentang perbuatannya.


tanpa basa basi lagi, Sabrina langsung memecatnya. Karena Sabrina sudah melihat semua kelakuan dia selama ini. Dan Sabrina sudah tidak bisa mentolerir.


Sabrina pun langsung masuk ke ruangannya.


Sabrina bersyukur akhirnya penjahatnya ketemu juga. Tiba-tiba, sekertaris mengetuk pintu.


"Excuseme miss, anyone want to meet you." Ujar sekertaris memberitahu.


"was there an appointment beforehand?" Ujar Sabrina.

__ADS_1


"there was none before, but this person wants to meet you.." Kata Sekertaris itu.


"Ok, tell him to come in.."


Tamu Sabrina pun masuk ke ruangan Sabrina. Sabrina kaget melihat siapa yang datang. Ternyata tamu itu adalah orang yang Sabrina kenal waktu masih di negara asalnya.


"Vino?" Sapa Sabrina.


"Hai.. apa kabar Sabrina?" Tanya Vino sambil tersenyum.


"Aku baik. Kamu apa kabar juga?" Sabrina balik bertanya sambil membalas senyum Vino.


"Aku baik, Sabrina." Ujarnya.


"By the way, kamu tahu darimana alamat Aku?" Tanya Sabrina penasaran.


"Kamu kan tahu kalau Aku punya saudara di sini.. Abang Dae Hyun." Ujar Vino. Sabrina hanya mengangguk paham.


"Sabrina, Aku mau ngajak kamu sama bang Dae untuk camping.." Ajak Vino.


"Camping? kemana?" Tanya Sabrina.


"Camping ke ini. Di sini tempatnya seru.." Sambil menunjukkan sebuah foto dan peta.


Hari sudah mulai siang, Vino pun mengajak Sabrina untuk pergi makan siang. Vino dan Sabrina selalu care di manapun mereka bertemu.


Sabrina dan Vino menikmati makanan yang ada di restoran itu. Tiba-tiba saja, Sekelompok penjahat dengan penutup kepala datang dan mengganggu acara makan siang Sabrina.


Mereka tertawa dan menaburkan pasir di atas makanan Sabrina dan Vino. Sabrina hanya memandangi mereka. Dengan segera, Sabrina dan Vino menimpuk salah satu wajah mereka.


Sabrina dan Vino pun memancing mereka untuk keluar restoran agar tidak terjadi kerusakan di restoran itu.


Sabrina dan Vino pun menghadapi mereka dengan lincah dan cekatan. Meskipun Iya seorang perempuan, tetapi Sabrina tidak pernah takut mengahadapi siapapun.


Sabrina dan Vino berhasil mematahkan mereka satu persatu. Mereka pun akhirnya terkapar. Mereka pun segera berlari menuju mobil. Dan langsung melajukan mobilnya.


Lagi-lagi Sabrina diserang. Entah siapa yang melakukannya Sabrina menjadi tidak mengerti. Vino heran juga, apa maksudnya mereka menyerang Dirinya dan Sabrina.


"Sabrina, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Vino.

__ADS_1


"Aku ga apa-apa.. Kamu sendiri?" Tanya Sabrina balik.


"Aku juga baik-baik saja. Oh iya, sebenarnya mereka itu siapa?" Vino penasaran.


"Entahlah Aku juga tidak tahu. Sudah berkali-kali mereka menyerang ku." Ujar Sabrina.


"Apa kamu punya musuh?" Vino ingin tahu.


"Saya tidak punya musuh. Karena selama ini, saya tidak pernah berseteru dengan siapapun. Tak hanya Aku yang diserang, tetapi Dae Hyun dan Yeon juga pernah diserang oleh mereka." Ucap Sabrina.


"Aneh, sungguh sangat aneh. Apa mungkin, mereka adalah orang yang kenal kamu dengan Dae Hyun waktu kalian masih berada di Indonesia? Dan apa mungkin mereka punya maksud dan tujuan tertentu?" Ujar Vino sedikit curiga. Sabrina hanya menggelengkan kepala.


Vino pun mengantar Sabrina ke kantornya lagi. Sabrina dan Vino merasa sedikit jengkel. Karena makan siang mereka sudah terganggu. Sesampainya di kantor, Sabrina masih tidak habis pikir.


Sebenarnya siapa orang yang berada di balik penyerangan. Apa tujuan mereka menyerang Sabrina. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Vino. Orang-orang tadi ada kaitannya dengan masa lalu.


...****************...


Sesampainya di rumah, Sabrina melihat Yeon babak belur dan sedang diobati oleh Dae Hyun. Sabrina langsung menghampiri adiknya itu.


"Kamu kenapa dek?" Tanya Sabrina panik.


"Yeon tadi di serang kak.." Ujarnya. Sabrina mengernyitkan dahi.


"Jadi kamu diserang juga?" Tanya Sabrina.


"Jadi, kakak juga diserang tadi?" Balik bertanya.


Sabrina pun mengangguk. Mereka semakin heran. Sebenarnya siapa orang dibalik semua ini. Apa tujuan sebenarnya.


"Dae, terimakasih karena sudah membantu adik Aku.." Ujar Sabrina. Dae hanya mengangguk.


Sabrina segera menyiapkan makan malam untuk Dae dan Yeon. Selesai menyiapkan makan malam, Sabrina pun memanggil Yeon dan Dae Hyun. Mereka menikmati makan malam bersama.


Sabrina dan Yeon masih seperti grogi dan malu-malu. Entah setiap kali berada di dekat pria satu itu Sabrina merasa ada getaran dalam hatinya.


Sesekali Sabrina dan Dae Hyun saling pandang. Yeon yang memperhatikan sikap mereka dari tadi, menjadi senyum-senyum sendiri. Sampai kapan mereka akan bersikap kaku.


Suasana makan malam sungguh hening. Kemudian Sabrina dan Dae melirik lauk yang sama. Mereka bersamaan mengambil, dan tidak sengaja Dae memegang tangan Sabrina. Dae dan Sabrina pun saling pandang. Dan mereka merasa salting lagi.

__ADS_1


Sabrina akhirnya mengalah, karena lauk itu tinggal satu. Dae juga mengalah, karena Dae merasa dirinya sebagai laki-laki harus mengalah dengan perempuan. Mereka saling mengalah dan berdebat.


"Kalau ga ada yang mau biar Aku aja yang makan." Ucap Yeon tiba-tiba mengambil lauk itu dan langsung memakannya. Sabrina dan Dae pun melihat ke arah Yeon.


__ADS_2