KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Manusia naga


__ADS_3

Tapi memang tidak di ragukan lagi kemampuan bagi sesosok penguasa iblis yang datang ke dunia gelap. Dimana baru saja Zen membawa pergi Eri, Lify dan Hanna keluar dari kediaman Xin Sanziu.


Sosok Rulhan Sonfall, sang penguasa iblis keturunan siluman gagak hitam, sudah berdiri menghadang arah jalan Zen untuk pergi.


Beranjak turun dari atas langit, kaki pun menapaki tanah yang di penuhi puing-puing sisa bangunan rumah Xin Sanziu setelah terkena serangan api tingkat raja.


Itu benar-benar kuat, bahkan jika Zen tidak sempat membentuk lapisan pelindung energi sihir dan menahan bola api besar setara tingkat raja, mungkin sebagian orang di sekitarnya tewas dan bagi para tamu cukup kuat sekali pun akan menerima luka berat.


"Oh.. oh.. oh.. ternyata ada empat tikus yang coba melarikan diri dari ku, sungguh percuma." Tawa Rulhan Sonfall.


"Jangan sembarangan kalau bicara, kami tidak berniat melarikan diri ... Kami sedang mencari tempat beristirahat, kau terlalu banyak bicara sehingga membuat kaki ini pegal untuk terus berdiri." Zen pun beralasan seadanya.


Namun dia pun tidak senang..."Kalau begitu biar aku bantu untuk menyingkirkan kaki kalian itu."


Empat bulu hitam dari sayap gagak Rulhan Sonfall melayang dan terbang mendekat, kecepatan dan ketajamannya mampu memotong tiang-tiang besar diantara reruntuhan bangunan.


Hingga ketika empat bulu bergerak semakin dekat, empat pedang ciptaan Zen dengan kualitas terbaik dari logam platinum muncul, saling menghantam dan saling beradu kekuatan.


Tapi antara pedang dan bulu gagak hitam sama-sama hancur, bisa dikatakan bahwa kekuatan bulu milik Rulhan setara dengan senjata dari logam platinum.


Tersirat senyum mengejek dari Rulhan, dia tahu jika ada satu orang yang menyembunyikan kekuatan miliknya, bahkan mencium sisa energi itu, bisa Rulhan pastikan, dia adalah orang yang sudah membuat lapisan pelindung.


"Ini membuatku sedikit bersemangat, ternyata masih ada satu orang yang mungkin lebih kuat dari para sampah di dunia gelap."


Zen sadar jika dia tidak melawan penguasa iblis Rulhan, maka makhluk satu ini akan menghancurkan seluruh dunia gelap. Memang Zen tidak peduli soal dunia gelap, entah tempat ini akan hancur pun bukan urusannya.


Tapi karena tujuan Zen datang ke dunia gelap adalah untuk meminta bantuan rangakaian sihir teleportasi ke perserikatan Lomania. Mau tidak mau, dia haruslah menyingkirkan sumber masalah.


Bersiap dengan pedang Excalixer di tangan, dan hendak maju untuk melindungi Eri serta lainnya. Satu sosok orang tua melompat maju ke depan mereka tiba-tiba.

__ADS_1


Dia adalah Xin Sanziu, pak tua itu sudah membulatkan tekad untuk menghadapi seorang penguasa iblis di dalam pertarungan.


"Jangan sekali-kali kau berani mengganggu tamu ku. Lawan aku iblis." Xin Sanziu menunjukkan diri penuh keberanian.


"Hmmm pak tua harusnya kau ingat umur, kau akan mati lebih cepat nanti."


Tertawa Xin Sanziu..."Mari lebih cepat atau lebih lama, itu adalah urusanku, pada akhirnya kita semua pasti akan mati. Tapi aku adalah penguasa wilayah ini, tidak akan aku biarkan satu makhluk pun berusaha menghancurkannya."


"Untuk seukuran orang tua yang bau tanah kau benar-benar nekad, baiklah biar aku beri kau kematian dengan tenang." Rulhan Sonfall seperti tidak main-main.


Rulhan yang bersiap melepas puluhan bulu gagak hitam dari sayapnya kepada Xin Sanziu. Bulu-bulu itu bergerak cepat, menghujani tubuh Xin Sanziu tanpa ampun.


Meski pak tua berusaha menangkis dengan pukulan berlapis energi sihir, tapi itu tidak membuatnya terlepas dari luka tusukan dan terlihat jelas ada lima bulu tertancap di tubuh Xin Sanziu .


Di usianya yang sekarang sudah tua, kemampuan Xin Sanziu tidaklah seperti masa muda dulu, tentu berakibat pula dengan pengelihatan menjadi sedikit rabun dan ketahanan fisik karena pinggangnya sering kali encok.


"Aku bahkan belum menunjukan kekuatanku, tapi ini sangat sulit." Ungkap pak tua Xin Sanziu mengeluh.


Hingga ada satu makhluk lain datang dari atas langit dan melompat jatuh untuk memberi serangan langsung.


Tapi sayap gagak di tubuh Rulhan seperti menjadi tameng, pedang besar yang makhluk itu genggam ditangkis olehnya dengan mudah, namun tanah pijakan runtuh beberapa jengkal.


Hingga dia merasa serangannya tidak berpengaruh, sosok itu menarik tubuh Xin Sanziu untuk melompat jauh ke belakang dan berdiri tepat di sebelah Zen.


"Akhirnya anda datang tuan Xeon." Ucap Xin Sanziu tersenyum lemas.


Tangguh tatapan Xeon .... "Aku segera pergi ke tempat ini setelah mendengar kabar dari Xeno jika pasukan iblis telah menyerang kediaman mu."


Dia adalah lelaki bertubuh besar tanpa pakaian dengan goresan tato di sekujur tubuhnya. Suku manusia naga, dia kini datang untuk memberi bantuan kepada Xin Sanziu mengatasi penyerangan ras iblis.

__ADS_1


"Tuan Xeon, anda harus berhati-hati, dia memiliki kekuatan sihir tingkat tinggi."


"Aku bisa merasakan itu, tidak salah lagi, hanya iblis berstatus raja saja yang mampu menahan serangan ku tanpa luka." Xeon pun mengakuinya.


Zen tidak berniat ikut serta untuk sekarang, dia belum melihat kekuatan nyata dari Rulhan Sonfall, jika dia bertindak gegabah seperti melawan Edurali, maka bisa saja ada hal buruk terjadi lagi.


Kini Zen melihat, bagaimana seorang penguasa dunia gelap yaitu suku manusia naga bertarung.


Makhluk bernama Xeon adalah pengguna pedang besar, dimana ukuran pedang itu sendiri sudah melampaui tubuhnya dan dia pegang begitu ringan untuk diayunkan.


Sebagaimana dia adalah keruntuhan dari makhluk terkuat di dunia, itu sudah menjelaskan bahwa kekuatan fisik manusia naga memang tidak biasa.


Tapi itu bukan kekuatan nyata yang di miliki oleh Xeon, karena dia baru saja melepas energi besar untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sebuah perubahan muncul, dimana tato goresan di kulit itu mulai mengeluarkan cahaya dan kini menjadi seperti lapisan sisik, ditambah lagi dengan ukuran tubuhnya semakin berkembang hingga dua kali lipat lebih besar.


Zen terkejut, karena tingkat kekuatan Xeon kini sudah menyamai aura tekanan milik para penguasanya iblis dan pahlawan.


"Ini menarik, seperti perkataannya, suku manusia naga memang tidak bisa dianggap enteng." Tersenyum bersemangat Rulhan dengan menarik dua bulu yang dijadikan pedang.


Keduanya pun mulai melancarkan serangan dengan kekuatan penuh.


Dari tempat Zen, dia meminta kepada Eri untuk membawa Lify, Hanna dan para anggota bandit Olopus lain segera pergi. Dia pun mencoba mengobati Xin Sanziu dengan sedikit kemampuan penyembuhan hingga setiap lukanya menutup kembali.


Sebuah keberuntungan karena meski fisik Xin Sanziu sudah tua tapi dia memiliki energi Sihir untuk memperkuat tubuh, sehingga bulu gagak itu tidak sampai menembus ke tulang.


"Terimakasih tuan Zen."


"Jangan khawatir, aku hanya menutup luka anda saja."

__ADS_1


Sedikit rasa tenang bagi Xin Sanziu karena penguasa wilayah manusia naga, Xeon Shiharder telah datang, dia cukup percaya diri dengan kekuatan milik manusia naga bisa menyelamatkan wilayah dunia gelap.


__ADS_2