KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Soal politik


__ADS_3

Eri cukup serius memikirkan tentang pendapat dari lelaki kuli panggul yang Zen tolong sebelumnya, satu hal itu adalah tentang bandit Olopus.


Anggota bandit Olopus memang sangat terkenal di kerajaan Zorgan, walau pun pergerakan mereka sangat jarang diketahui oleh publik, tapi cukup banyak tragedi yang melibatkan nama Olopus.


"Apa kau benar-benar yakin ingin menyewa jasa bandit." Tanya Eri kepada Zen.


"Jika itu satu-satunya pilihan kenapa tidak." Jawab Zen yang hanya berpikir tentang satu kesempatan di depannya.


Namun rumit ekspresi Eri...."Tapi aku khawatir. Ada banyak berita buruk tentang kebusukan yang mereka lakukan."


"Sejak awal bandit bukan sesuatu yang di artikan sebagai orang baik, pekerjaan kotor dan jahat sudah menjadi bagian dalam hidup mereka... Tapi ada satu hal yang harus kau tahu, Eri." Ungkap Zen.


Eri mendongakkan kepalanya sebelum Zen lanjut bicara.


"Orang jahat yang menginginkan uang jauh lebih jujur, daripada calon anggota dewan yang menjanjikan hal-hal baik kepada masyarakat." Zen mengucapkan satu kalimat penuh makna.


"Apa itu... ?." Tanya Eri bingung mengartikan ucapan Zen.


"Ya apa boleh buat kau tidak pernah tahu soal politik... Jadi intinya, selama penjahat mendapat keuntungan dari kita, mereka akan melakukan semua yang kita minta... Itu adalah bisnis." Jawab Zen.


Eri mengangguk-anggukkan kepala seperti sudah paham dengan penjelasan Zen, tapi mungkin juga dia masih penasaran apa arti dari kata 'Politik' sebelumnya.


Terserahlah... Pada akhirnya Zen tidak berharap Eri akan tahu soal politik yang dia bicarakan.


Sebelum Zen pergi melakukan perjalanan menuju perserikatan Lomania nanti, dia menyempatkan diri ke kantor guild Hunter untuk sekedar berpamitan.


Hanya saja, saat mereka baru memasuki pintu, terlihat begitu banyak Hunter yang berkumpul, diantaranya ada Sabria sedang memberi arahan kepada semua orang tentang tugas khusus.


Ini seperti halnya ketika penyerbuan koloni semut yang terjadi di kota Ser Din. Dimana ada kemungkinan jika sebuah penyerangan binatang iblis kategori S atau lebih tinggi muncul.


Zen dan Eri mengambil satu kursi untuk mendengar Sabria bicara.


"Para Hunter sekalian, ini adalah tugas yang sangat penting, dimana sebuah pasukan iblis muncul di pesisir pantai wilayah Utara dan kini sedang menuju hutan Roris."


Ini sedikit membuat Zen tertarik, perihal ras iblis yang kini datang ada kaitannya dengan para pahlawan.

__ADS_1


"Ras iblis kah... Ini pertama kalinya aku mendengar jika mereka melakukan serangan." Gumam Zen sendiri.


"Kelompok iblis yang datang cukup besar, mereka terdiri dari pasukan Goblin dan juga pasukan Orc, dimana jumlahnya sekitar tiga ratus ekor. Bisa dipastikan disana juga terdapat Goblin king dan General orc." Lanjut Sabria membagi informasi lain.


Para Hunter mulai bergumam sendiri, mereka tidak menganggap jika goblin dan orc biasa adalah masalah besar, tapi dengan adanya goblin king serta General orc itu beda lagi ceritanya.


"Kalau begitu, ini akan menjadi misi khusus kategori SS. Setiap Hunter yang ikut serta dipastikan mendapat 10 koin emas jika berhasil menyelesaikan tugas." Ucap Sabria dengan jumlah imbalan untuk mereka dapatkan nanti.


Sorakan para Hunter bergemuruh di dalam ruangan. Misi khusus yang mencakup kategori SS memiliki nilai komersil tinggi, karena memang ini adalah permintaan langsung dari kerajaan.


Bukan berarti kerajaan Zorgan tidak memiliki prajurit yang bersiap menghadapi pasukan ras iblis, tapi karena sebagian besar dari prajurit kerajaan di posisikan dalam dua titik perbatasan. Bukit Ribbon dan juga zona konflik Lishare.


Tentu dengan adanya serangan mendadak dari ras iblis, membuat kerajaan Zorgan kekurangan prajurit, dimana jika mereka mengirim sisa pasukan demi melawan ras iblis, keamanan wilayah ibu kota akan longgar dan mengakibatkan para penjahat semakin berbuat seenaknya.


Karena itu, satu-satunya pilihan adalah pihak kerajaan meminta bantuan kepada para Hunter untuk menghentikan serangan ras iblis sesegera mungkin.


Selesai Sabria mengumumkan tugas, setiap Hunter yang berminat segera keluar untuk mempersiapkan diri.


Tapi di sisi lain, Sabria berjalan mendekati Zen dan juga Eri yang sejak awal sudah duduk di dalam kantor guild.


Zen tersenyum..."Tidak perlu terburu-buru, aku bisa sedikit lebih santai selagi nyonya Sabria memberi pengumuman."


"Jadi ada keperluan apa tuan Hanzen datang kemari ?." Tanya Sabria.


"Hanya ingin berpamitan, jika besok aku akan pergi dari kota Zorgan."


Sabria terkejut...."Kenapa begitu cepat ?, Apa kau tidak menyukai tinggal di sini ?."


"Tidak seperti itu, tapi tujuanku adalah mencari keberadaan kedua orang tuaku, nyatanya mereka sudah pergi, jadi aku tidak bisa berlama-lama." Jawab Zen atas alasan kepergiannya.


"Hmmm kalau boleh tahu, kemana anda akan pergi ?."


"Perserikatan Lomania."


Tentu Sabria tahu jika pergi ke Perserikatan Lomania sedikit sulit karena kerajaan Zorgan masih dalam konflik dengan Lishare.

__ADS_1


"Sepertinya itu sulit melewati perbatasan untuk kondisi sekarang." Sabria pun merasa tidak nyaman.


"Ya aku tahu nyonya Sabria, karena itu aku berniat meminta bantuan kepada bandit Olopus untuk melewati sihir teleportasi."


Sabria mengangguk paham, itu menjadi satu-satunya pilihan Zen agar bisa pergi ke perserikatan Lomania tanpa terlibat di zona konflik.


Jika hutan besar Orindo terbentang antara kerajaan Villian dan kerajaan Zorgan di wilayah timur kerajaan Zorgan. Hutan Roris masih berada di wilayah barat kerajaan Zorgan hingga wilayah utara pesisir pantai.


Lepas dari hutan Roris itu adalah padang rumput yang meliputi zona konflik negara Lishare, dimana harusnya wilayah negara Lishare masih menjadi bagian kerajaan Zorgan, namun saat ini, mereka sudah memisahkan diri dan mendeklarasi kemerdekaan.


Bagaimana pun juga kehilangan wilayah menjadi kerugian besar, karena itu kerajaan Zorgan tidak mau melepas wilayah di negara Lishare yang mengakibatkan konflik.


"Tapi tuan Zenhan, sebelum anda pergi, apa bisa aku meminta bantuan anda untuk tugas kali ini. Aku khawatir jika penyerangan besar dari para iblis itu akan memakan banyak korban." Ucap Sabria sedikit memohon.


"Hmmm aku bisa saja melakukannya, Tapi aku pikir ini bukan penyerangan pasukan iblis berskala besar."


"Kenapa anda berpikir seperti itu ?."


"Jika memang ras iblis memulai perang terhadap manusia, mereka akan mengirim lebih banyak pasukannya, puluhan ribu bahkan ratusan ribu iblis... Tapi kali ini hanya beberapa ratus ekor saja." Zen memberikan pendapatnya.


Sabria menyadari itu tapi bukan berarti dia bisa menebaknya..."Kalau memang bukan penyerangan, lantas kenapa mereka datang ke wilayah manusia."


"Aku pun tidak tahu tentang tujuan mereka, tapi .... Ya aku akan coba mencari tahu."


"Aku benar-benar berharap banyak kepada anda tuan Hanzen."


Di samping Zen, Eri tidak mengerti kenapa Zen mau menerima permintaan Sabria.


"Aku tidak menyangka kau mau melakukannya, aku pikir kita sudah memiliki banyak uang hingga tidak perlu lagi menerima tugas dari guild." Ucap Eri penasaran atas pikiran Zen.


"Kau benar, tapi anggap saja, sebagai salah satu latihan untukmu Eri." Jawab Zen mencari alasan.


"Baiklah..." Eri tidak menolak perintah Zen.


Ini bukan tentang jumlah imbalan yang akan dia dapat, sekedar 10 koin emas tidak berarti apa pun dengan total kekayaan Zen dimana sudah mencapai ribuan koin di dalam penyimpanan.

__ADS_1


Tapi pergerakan pasukan iblis lah yang membuat Zen tertarik, karena tidak mungkin mereka sekedar menyerang tanpa alasan, bahkan hanya mengirim pasukan kecil dengan persentase kemenangan sangat rendah.


__ADS_2