KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Para Dewan Suci


__ADS_3

Akademi Zezzanaza.....


Di kerajaan Villian, keluarga Ars tidak lebih dikenal sebagai bangsawan kelas rendah berstatus Baron, hanya memiliki kekuasaan di sebuah desa kecil yang jauh dari ibu kota.


Namun enam belas tahun lalu, ketika Sena dilahirkan dengan tanda pahlawan, sang raja memberi promosi kepada keluarga Ars menjadi seorang Earl tingkat 3 dan juga hunian rumah besar di ibu kota kerajaan Villian.


Terlebih lagi saat ini Raja Alberto Do Villian ke 5 meminta Sena untuk menjadi calon istri dari Pangeran Alvardo, karena dia ingin mengikat Sena agar tidak pergi dari kerajaan. Alasannya sederhana kehadiran seorang pahlawan utusan Dewa akan membuat kerajaan-kerajaan lain harus menaruh hormat kepada kerajaan Villian.


Hanya saja, Sena tidak memiliki niat menjalin hubungan dengan pangeran Alvardo, Erdan selaku ayah Sena pun menyadarinya dan Dia tidak ingin membuang kesempatan emas dimana keluarga Ars aman menjadi anggota keluarga kerajaan.


Saat ini, Sena sudah kembali ke akademi Zezzanaza yang berada di benua wilayah tengah.


Dia berjalan bersama satu wanita yang terlihat menawan dengan jubah putih sebagai pakaian resmi murid akademi Zezzanaza di tambah balutan kain kuning keemasan seperti syal.


"Sena, apa kau sudah tahu, kalau Teokrasi Ziberus sudah membawa satu pahlawan lagi." Ucap wanita itu bertanya.


"Aku tidak menyangka, mereka benar-benar berjuang keras untuk mengumpulkan para pahlawan, jadi sekarang ada empat orang... Siapa pahlawan yang baru mereka bawa itu, Neiya ?." Sena balik bertanya.


"Aku tidak tahu pasti, tapi kata ayahku. Dia seorang wanita yang menguasai 7 element alam tingkat tinggi." Ungkap Neiya.


Sena tersenyum sendiri, tapi itu tidak terlihat jika dia menantikannya.


"Benar-benar luar biasa, semua pahlawan memang memiliki kekuatan yang tidak biasa." Balas Sena.


Pada umumnya, para manusia hanya memiliki satu atribut elemen sihir, jika pun mereka mampu menggunakan dua atribut elemen pun itu sudah dikatakan langka, 1 : 10.000 kelahiran. Bahkan pemilik tiga atribut elemen sihir jauh lebih sulit untuk siapa pun temui. Mereka hanya ada 1 : 1.000.000 kelahiran.


Tapi semua itu tidak berlaku kepada pahlawan, sosok yang dikatakan mampu menggunakan 7 atribut elemen, hanya ada satu di seluruh dunia baru Dios.


Mendengar penjelasan Neiya, Sena tidak menyembunyikan ekspresinya. Informasi yang diberikan oleh satu teman ini adalah nyata, karena bagaimanapun juga, ayah dari Neiya memiliki jabatan khusus di Teokrasi Ziberus.


Beliau adalah pemegang status sebagai salah satu dari ketua dewan suci, Goura Ahraha sang kursi ke 5. Sena pun sudah melihat langsung sosok ayah Neiya. Dimana ayahnya ketua yang mengatur tentang perekonomian Teokrasi.


"Mungkin sebentar lagi kau juga akan dipanggil ke Teokrasi untuk bertemu dengan pahlawan yang baru." Ucap Sena.


"Aku rasa juga begitu." Neiya mengangguk setuju.

__ADS_1


Baru saja dibicarakan, beberapa orang prajurit datang mendekat dan menghentikan langkah kaki keduanya. Mereka adalah orang-orang dari Teokrasi, sosok penting di pasukan sihir, Hellen.


"Nona Sena, aku diperintahkan oleh ketua dewan suci untuk menjemput anda." Sopan Hellen bicara di depan Sena.


"Ya aku tahu kalian akan datang. Tapi bukankah ini terlalu cepat." Ungkapnya tersenyum sendiri.


"Aku hanya menjalankan perintah saja, nona Sena." Jawab Hellen.


Tidak perlu banyak bertanya kepada Hellen, Sena pun ikut bersama para prajurit menuju istana Teokrasi dewan suci.


Jarak antara Teokrasi Ziberus dan akademi Zezzanaza tidaklah terlalu jauh, hanya setengah hari perjalanan mereka sudah sampai di sana.


Akademi Zezzanaza menjadi wilayah kekuasaan yang berdiri sendiri, mereka tidak terikat oleh peraturan suatu negara atau penguasa dari kerajaan di benua tengah.


Sehingga semua orang yang berniat untuk belajar di akademi Zezzanaza tidak perlu khawatir soal diskriminasi dari pelajar dari wilayah lain. Karena Teokrasi Ziberus, kekaisaran Dordmon, Republik Salvinza, perserikatan Lomania dan kerajaan Yomna sudah membuat perjanjian yang menjadikan Akademi sebagai wilayah netral.


Meski begitu, kekuatan Akademi Zezzanaza tidaklah lemah, setiap guru pengajar dan jajaran staf non pengajar memiliki kemampuan sebagai ahli sihir tingkat tinggi. Sehingga perlu banyak pertimbangan jika ada kekuatan coba mengusik kehidupan akademi.


Berada di dalam istana dewan suci, tempat delapan ketua yang memimpin Teokrasi Ziberus, Sena berjalan masuk di dampingi oleh Hellen.


Tapi yang menjadi perhatian bagi Sena adalah tiga sosok di tengah-tengah aula, Ramzel, Haze dan satu wanita yang Sena tidak kenal.


Perasaan Sena seperti sedang di awasi oleh wanita pahlawan tidak dikenal itu. Tatapan matanya memang terlihat bingung, namun jelas sesekali dia mengarahkan pandangan kepadanya.


Hellen segera membungkuk ketika berhadapan langsung ke arah delapan ketua dewan suci.


"Ketua, Aku sudah membawa pahlawan Sena."


"Terimakasih nona Hellen, anda bisa keluar." Ucap salah satu ketua.


Setiap delapan ketua memiliki tugas masing-masing dalam menjalankan sistem kepemimpinan di Teokrasi Ziberus.


Unisza Gabriel sang kursi ke 1, pemimpin utama ketua dewan suci.


Darius Sinsazia sang kursi ke 2, Dewan pengembangan teknologi dan ilmu sihir.

__ADS_1


Afriel Quinzi sang kursi ke 3, Dewan pengatur hukum.


Xavier Carlie sang kursi ke 4, Dewan strategi perang dan komandan pasukan perang.


Goura Ahraha sang kursi ke 5, Dewan penanggungjawab di bidang ekonomi dan keuangan.


Beretta Olive sang kursi ke 6, Dewan hubungan diplomatik antar negara.


Hazzan Louis sang kursi ke 7, Dewan informasi dan pasukan rahasia.


Laila Yuria sang kursi 8, Dewan Sarana prasarana dan serba bisa.


Delapan ketua dewan suci itulah yang menjadi kekuatan utama Teokrasi Ziberus.


"Terimakasih kepada pahlawan Sena karena mau menyempatkan diri untuk datang ke tempat ini, tentunya kami ingin memperkenalkan kepada anda pahlawan yang baru saja hadir....."


Pahlawan wanita itu adalah Hiyo Aquilani, seorang pahlawan yang berasal dari kerajaan Zorgan, sang pengguna tujuh atribut elemen sihir.


Tapi tujuan delapan ketua dewan suci membawa Sena dan para pahlawan lain ke tempat ini bukan hanya sekedar saling sapa untuk mengakrabkan diri. Dimana ada informasi penting yang berkaitan dengan pergerakan dari ras iblis.


"Kami mendapat informasi dari pasukan rahasia yang sudah kami kirim ke wilayah benua timur dan barat, jika ras iblis sudah mulai bergerak."


"Apa itu artinya kami harus bersiap dalam pertempuran, aku tidak keberatan, aku selalu siap kapan pun dibutuhkan."


"Eeehhhh, ki-kita akan bertempur, aku tidak mau..." Ucap Hiyo murung.


Sena yang sejak awal diperhatikan oleh Hiyo kini sedikit bingung, dimana sikap wanita itu menunjukkan kepribadian canggung. Tapi tetap saja, Sena tidak menyukai cara Hiyo yang selalu melihat ke arahnya dengan ragu-ragu.


"Tidak, tuan Ramzel, nona Hiyo, pergerakan ras iblis terbilang kecil, kami masih bisa mengatasi mereka dengan mudah, kalian semua masih lah harus menyelesaikan tugas sebagai murid akademi, hanya saja... "


"Syukurlah..." Hiyo bisa bernafas lega.


"Seakan-akan tujuan para iblis itu bukan memulai peperangan, melainkan berkunjung ke wilayah manusia." Ucap Sena sebagai sindiran.


Sena tidak tahu tentang tujuan para iblis itu, tapi dia merasa sesuatu yang besar sedang mereka persiapkan.

__ADS_1


__ADS_2