KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Trending topik


__ADS_3

Di dalam penginapan. Zen kini telah selesai mandi dan mulai merebahkan diri di atas ranjang setelah banyak hal terjadi.


Sedikit rasa penasaran atas kejanggalan yang dialaminya beberapa kali, suara asing itu tiba-tiba saja muncul dalam kepala, dan tentu menjadi hal aneh.


'Hei apa kau ada disana ?.' Tanya Zen dalam pikirannya.


[Apa anda memanggil ku ?, Tuan.]


'Tuan ?, Siapa kau ?.'


[Aku adalah jiwa Dungeon yang anda kalahkan beberapa waktu lalu.]


Zen masih ingat secara jelas, jiwa Dungeon yang di maksudkan tidak lain dan tidak bukan adalah inti kehidupan dari dalam Dungeon.


Sebuah kerumitan hadir, bagaimana mungkin musuh yang jelas-jelas ingin membunuh Zen, kini berada dekat, bahkan ada di dalam tubuhnya sendiri.


'Tunggu, kenapa kau berbicara di kepalaku, dan juga bagaimana bisa kau tidak mati.'


[Saat anda menghancurkan batu jiwa milikku, aku mengirimkan sisa-sisa sihir untuk masuk kedalam tubuh anda]


'Tidak, tidak, kau pergi, aku tidak ingin kau ada di pikiran ku, cepat keluar.' Zen memaksa.


[Aku tidak mau, aku sudah melihat ingatan anda, renkarnasi pahlawan dunia lain di dalam tubuh iblis. Ini sangat menarik.]


'Apa kau tahu, kau sangat menganggu, aku tidak ingin mendengar suara lelaki di dalam pikiran setiap hari.' Tegas Zen keberatan.


[Kalau begitu.... Apa ini nyaman untuk di dengar Tuan.]


Zen tertegun, karena suara jiwa Dungeon yang ada dalam pikirannya berubah menjadi suara wanita dan itu juga mengingatkan Zen kepada seseorang dari dunianya yang lama.


'Bagaimana bisa kau melakukan itu.'


[Sejak awal, aku tidak memiliki kelamin, aku bisa menirukan suara apa pun dalam ingatan anda]


'Aaahhhh ini tidak membuatku senang.' Zen mengeluh.


[Sekali pun tuan marah, tuan tidak bisa menyingkirkan ku, karena aku sudah tertanam di tubuh anda secara permanen.]


'Baiklah apa yang kau inginkan agar keluar dari tubuhku.' Zen coba tawar menawar.


[Aku ingin melihat, bagaimana tuan menyelesaikan tugas yang di berikan oleh dewa sejati.]


'kau merepotkan, ini sangat menganggu ku.'


[Jangan pikirkan itu, aku sudah memberi bantuan kepada anda, kalau bukan karena peringatan dari ku, anda pasti tewas oleh Ratu semut hitam.]

__ADS_1


Zen tidak bisa membantahnya....'Itu .... Memang benar juga, tapi ingat kalau kau membawa masalah, aku akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan mu.'


[Aku mengerti tuan.]


Tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk.


Ketika Zen membuka pintu sosok Drul datang, dia sadar jika kehadiran Drul di tempatnya bukan sekedar bertamu tanpa alasan.


"Oh ada apa paman Drul ?." Tanya Zen.


"Bisa aku masuk, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Tentu." Zen tidak bisa menolak.


Mengambil kursi untuk Drul duduk, Zen pun membawa sedikit cemilan dan menyediakan secangkir kopi.


"Kau tidak perlu repot-repot." Paman Drull merasa kurang nyaman atas perhatian Zen.


"Ini bukan sesuatu yang merepotkan, jadi nikmati saja paman." Jawabnya.


Paman Drull mengambil cangkir yang Zen berikan, dan seteguk kopi kemudian. Zen pun bertanya.


"Jadi apa yang ingin paman bicarakan."


"Zen, apa kau akan menetap di kota Ser Din ini atau melanjutkan perjalanan ke kota lain ?." Ucap paman Drull.


Kapten Drull mengangguk paham, seakan jawaban itu yang dia harapkan...."Kalau begitu aku ingin meminta bantuan mu Zen."


"Apa yang bisa aku lakukan." Zen bertanya.


"Jika nanti kau pergi, tolong bawalah Hiyo keluar dari kota Ser Din, ajak berpetualang ke banyak tempat dan membuatnya sadar untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi." Serius Drull bicara untuk permintaan itu.


Bagi Zen permintaan Drull cukup berat, bukan tentang kesulitan untuk menjaga Hiyo, bahkan Hiyo cukup kuat menjaga diri, melainkan bepergian bersama wanita akan membuat suasana menjadi canggung.


"Aku tidak bisa menjanjikan itu, karena semua keputusan ada di tangan Hiyo."


"Aku tahu itu. Tapi aku pikir jika bersama denganmu, Hiyo tidak akan menolak."


Zen tersenyum sendiri..."Entahlah...."


Kehadiran Hiyo yang notabenenya sebagai sesama manusia renkarnasi dari bumi, tentu Zen masih bisa mempertimbangkan jika dia ingin ikut dalam perjalanan.


*******


Keesokan harinya....

__ADS_1


Dan memang benar, jika berita tentang kemunculan koloni semut hitam di bukit Ribbon menjadi trending topik pembicaraan para Hunter di guild kota Ser Din.


Setiap orang yang menjadi saksi mata atas kejadian itu berkomentar....


"Wiiisssshhhh....mengerikan sekali, aku berpikir jika tidak akan selamat, semua orang tidak tahu harus pergi kemana dan aku pun sudah membuat surat wasiat. Hingga dua sosok itu datang...."


"Tanah bergetar, kaki bukit longsor, aku sudah siap mengorbankan nyawa demi menyelamatkan semua orang.... tapi seketika itu rangkaian sihir tingkat tinggi muncul, awan yang tadinya cerah berubah mendung, kilat menyambar ke tanah yang membuat semua Semut tewas."


"Dua orang.... Hebat betul mereka hanya perlu dua gerakan habis sudah semua Semut itu, pantaslah mereka untuk jadi muridku."


Sedangkan dua orang yang mereka bicarakan kini duduk di pojok rumah makan dengan kepala tertunduk malu.


Kapten Drull dan yang lainnya melihat ke arah Hiyo dan Zen dengan tatapan aneh.


"Kalian berdua benar-benar jadi terkenal rupanya." Sindir Eri tersenyum aneh.


"Tolong jangan buat ini jadi lebih semrawut lagi, aku sudah berusaha meyakinkan guild master agar identitas kami tidak ketahuan, tapi ternyata banyak orang melihat di sana." Jawab Zen rumit.


"Sudahlah, sudah, ini tidak seburuk yang kau kira Zen." Kapten Drull coba memberi nasihat.


Senko menunjuk ke arah lain..."Hanya saja, Hiyo.... Sepertinya dia masih trauma karena hal itu."


"Memang kenapa dia ?, Bukankah koloni semut hitam berhasil di bunuh oleh kalian." Tanya Eri.


Wajah Zen terlihat bingung untuk bercerita..."Ternyata masih ada satu yang hidup, dan ketika Hiyo mendekat, Semut itu menggerayangi tubuhnya."


"Pantas saja Hiyo terlihat murung sejak semalam, ya ... walau pun setiap hari selalu murung juga sih." Sindir Eri.


Hiyo duduk dengan tatapan mata kosong...."Aku seperti di per*kosa ... Aku ingin pensiun saja."


Tapi berkat penjualan beberapa ekor Semut yang mereka berdua bawa, itu benar-benar menjadi keuntungan, dimana guild memberikan harga 2.000 koin emas karena berhasil mengamankan tambang mineral bukit Ribbon dan 1.200 koin emas dengan menjual tubuh raja Semut hitam beserta anak buahnya, sebagaimana nominal untuk binatang iblis kategori SS.


Membawa tubuh ratu semut hitam tentu menjadi bukti bahwa Zen dan Hiyo adalah orang yang sudah menyelamatkan tambang mineral dari penyerangan koloni Semut hitam.


Zen tidak perlu khawatir soal uang untuk biaya hidup selama beberapa tahun, itu pun sudah di potong separuh dan dia berikan kepada Hiyo.


"Aku tidak bisa membayangkan guild master ketika melihat tubuh Ratu semut hitam, dia pasti terkejut." Eland pun mengakui itu.


"Mungkin dia tidak hanya terkejut, guild master itu pingsan di tempat." Tambah Eri dengan bersemangat.


"Tidak sampai segitunya, dia memang terjut, tapi tetap saja mental dari mantan Hunter lencana platinum sangatlah kuat." Zen menjelaskan dari apa yang dia lihat kemarin.


Semua orang bisa membayangkan itu, tidak akan ada yang percaya jika seorang Hunter lencana besi bahkan baru kemarin mendaftar sudah mengalahkan binatang iblis kategori SS di awal debutnya.


"Sudahlah Hiyo, kau mendapat banyak uang, jadi jangan terlalu dipikirkan." Kapten Drull memberi semangat kepada Hiyo.

__ADS_1


"Tapi entah kenapa aku tidak senang sama sekali." Tawa Hiyo seperti dipaksakan dan terasa kosong.


Setelah perbincangan tanpa arah dari mereka, kini kapten Drull bersama kelompok Hunter Orsinan dan juga Zen beranjak pergi, kali ini mereka ingin menjalankan tugas bersama.


__ADS_2