
Tidak banyak pertimbangan untuk Kapten Drull menerima permintaan dari Zen. Ini bukan sekedar tentang bisnis atau pun keuntungan satu sama lain.
Bagi kapten Drull, apa yang Zen berikan di hari kemarin itu sudah lebih dari cukup, karena dia bisa mendapat banyak uang demi membawa putrinya ke dokter.
"Baiklah aku akan melaporkan tentang permintaan mu." Kapten Drull setuju.
Sepintas Zen merasa lega untuk kedua kali merepotkan Drull...."Semoga hal ini tidak membuat keributan."
"Ya kau tahu, penyerangan koloni semut adalah hal besar, dan kau juga tahu, di sana ada Ratu semut hitam di sana, sedikit harapan jika guild master tidak terkejut." Jawab Kapten Drull sedikit tersenyum rumit.
"Ku pun berpikir demikian, tapi apa salahnya berharap ?."
Zen melihat kapten Drull bicara dengan wanita Resepsionis di meja depan, itu adalah tentang permintaan untuk bertemu guild master. Tanpa pikir panjang dan banyak alasan, mereka berdua segera naik ke lantai dua.
Tapi tidak lama berselang, suara keras terdengar dari atas.
"APA KAU BILANG...!!!."
Itu berasal dari guild master terkejut luar biasa, bahkan Hunter di lantai bawah yang masih tenang bercengkrama sesama Hunter atau sedang santai memilih lembar tugas. Ikut terkejut mendengar gelegar suaranya.
Setelahnya, guild master sedikit tenang, tapi tidak lama berselang, kapten Drull kembali turun dan berjalan menemui Zen.
"Maaf Zen seperti harapan mu tidak terwujud, karena guild master ingin bicara denganmu." Ucap Kapten Drull.
"Kenapa ?."
Menggeleng kepala Drull selagi menepuk pundak Zen..."Aku sudah berusaha menyembunyikan identitas mu, tapi dia memaksa, kalau tidak melihat orangnya langsung, guild master tidak mau menerima penjualan mayat Ratu semut."
Sejenak Zen berpikir akan percuma jika dia menyimpan mayat Ratu semut di dalam dimensi penyimpanan khusus sedangkan itu hanya menjadi sampah tanpa memberi keuntungan.
"Baiklah, aku akan berbicara dengan guild master." Zen tidak punya pilihan.
"Jangan khawatir, tuan Houran bukan orang jahat atau sejenisnya, selama kau bisa memberi alasan, tentu tidak akan di permasalahkan." Kapten Drull sedikit memperjelas.
Zen sadar bahwa mengalahkan Ratu semut hitam adalah sesuatu yang besar, tapi dia tidak ingin merepotkan diri ketika menjadi perhatian orang lain.
__ADS_1
Hanya saja, guild master ingin melihatnya langsung, sehingga Zen harus naik ke atas dan bertemu dengan tuan Houran.
Sedikit ragu-ragu, tapi ini harus di lakukan untuk mendapat keuntungan.
Hingga ketika Zen berjalan masuk, dia melihat Sosok lelaki tua dengan tubuh kekar dan bekas luka yang tampak jelas di wajahnya itu.
Guild master bernama Houran, dia terlihat duduk tegap dan perlahan berdiri ketika menatap Zen dengan serius. Langkah kaki perlahan namun berat ketika ketukan sepatu itu berjalan di lantai kayu.
"Silakan duduk." Ucap guild master menyambut.
Zen tidak punya pilihan untuk berhadapan langsung dengan guild master... "Baiklah."
Serius dia menatap Zen yang keringat dingin karena gugup, hingga guild master pun bertanya..."Apa kau bertanya-tanya tentang luka di wajahku ini."
"Tidak juga." Jawab Zen.
"Ini aku dapatkan saat masih aktif sebagai anggota Hunter." Tapi dia tetap bicara soal luka di wajahnya.
"Padahal aku berkata tidak. Terserah lah."
Zen tidak bisa menolak, karena dia adalah tuan rumah sedangkan dirinya hanya tamu dengan urusan bisnis.
"Apa yang terjadi." Zen bertanya.
"Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita."
'Kalau memang tidak niat bercerita jangan memulai pembicaraan dengan pada suatu hari...' entah kenapa Zen berasa kesal sendiri.
Houran tidak melanjutkan cerita, dia berdiri dan berjalan mendekat untuk melihat Zen dari samping.
"Aku mendengar nama mu adalah Zenhan dari Drull, tapi kenapa di kartu anggota kau mengatasnamakan dirimu sebagai Hanzen, apa ada alasannya ?." Ucap guild master terlihat curiga.
"Apa itu dilarang ?." Zen khawatir itu menyalahi aturan.
"Tidak juga, tapi beberapa orang mengganti nama asli mereka dengan samaran karena mereka terlibat beberapa kasus dan menyembunyikan identitas agar terhindar dari masalah."
__ADS_1
Zen sedikit gugup karena penjelasan Houran benar-benar tepat dengan kasusnya sekarang.
"Sebenarnya...."
Houran memotong penjelasan Zen..."Ya kami juga tidak membuat peraturan tentang nama asli atau samaran. Jadi itu bukan masalah."
'Ini manusia kenapa sih....' Zen sedikit kesal karena Houran selalu bicara namun tidak pernah jelas untuk maksud dan tujuannya.
Kembali duduk di depan kursi, Houran masih tetap menunjukkan ekspresi serius seakan-akan menyombongkan diri tentang luka di wajahnya itu. Tapi sayang Zen sudah malas menanggapi perkataan guild master yang setengah-setengah.
"Tuan Zenhan... Maaf, haruskah aku panggil Hanzen atau Zenhan."
"Terserah anda saja pak." Zen tampak pasrah dan tidak mau repot.
"Jadi tuan Zenhan, aku sudah mendengar dari Drull, jika kau menyelesaikan tugas di bukit Ribbon dengan membunuh koloni semut hitam, apa itu benar ?." Guild master tentu penasaran.
"Jika tuan Houran ingin, aku bisa mengeluarkan sesuatu yang menjadi buktinya." Jawab Zen sudah siap untuk mengeluarkan mayat Ratu Semut.
Houran mengangguk, dan Zen membuka dimensi penyimpanan khusus untuk mengambil tubuh binatang iblis ratu Semut kategori SS yang sudah dia kalahkan.
Seketika itu, mata Houran terbuka lebar, dia benar-benar terkejut setelah Zen meletakkan mayat Ratu Semut hitam di atas meja.
"Ini..... Bukan ratu Semut hitam biasa."
"Ya benar tuan, karena ini adalah ratu Semut hitam yang sudah berevolusi dan membuka kecerdasan spiritual."
Mendengar jawaban Zen, Houran sekali lagi terkejut, kakinya seperti lemas dan hampir jatuh ke lantai.
Sebagai seorang veteran Hunter lencana platinum, tentu Houran menyadari kesulitan untuk mengalahkan binatang iblis kategori S. Tapi tidak pernah terbayang jika harus melawan ratu Semut hitam yang sudah berevolusi hingga menyamai kategori SS.
Tatapan mata Houran tegas ke arah Zen...."Kau pasti bercanda, Ratu semut yang sudah berevolusi terlalu kuat, bahkan dikatakan seperti bencana jika menyerang kota, tapi bagaimana bisa kau mengalahkannya ?."
"Bukan hal khusus, hanya aku saja sedikit lebih kuat dan dibantu oleh seorang teman yang sama kuatnya." Jawab Zen tersenyum sendiri.
Houran menyentuhnya, dia memiliki banyak pengalaman soal binatang iblis, sehingga tahu ketahanan kulit dari Ratu Semut hitam di depan matanya, berada jauh di atas binatang iblis semut hitam biasa.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama Houran membolak balik tubuh ratu Semut hitam dan memastikan bahwa itu bisa menjadi bukti kalau Zen sudah menyelesaikan kekacauan pasukan semut di bukit Ribbon.
Di dalam sebuah koloni Semut, satu kekuatan mutlak yang mengendalikan semua pasukan semut adalah sang ratu. Jika bisa membunuhnya maka itu bisa di katakan sebagai kemenangan.