KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Bunga Rios


__ADS_3

Saat ini, Hiyo tidak pernah menyangka akan melihat seorang Hunter yang baru mendaftar kemarin sudah membunuh binatang iblis kelas B begitu mudah.


Kejadiannya seperti ini....


Perjalanan Zen dan Hiyo untuk mencari bunga Rios dan kalivira sudah memasuki hutan kecil di kaki bukit barisan Ribbon, meski terbilang kecil karena mencakup beberapa kilometer persegi saja, tapi Hutan itu menjadi tempat hidup beberapa binatang iblis kategori B.


Demi menghemat waktu perjalanan ke tebing untuk mengambil bunga Rios, Zen dan Hiyo memilih masuk hutan yang dimana jauh lebih efisien dari pada berjalan memutar lewat tepian hutan.


Tapi siapa sangka, keberuntungan tidak berpihak kepada mereka. Satu ekor lipan merah besar, membuat sarang di dalam hutan itu, dan Hiyo jauh lebih tidak beruntung karena telah jatuh kedalam sarangnya.


Karena ketidaksengajaan itu, lipan merah besar hendak memangsa Hiyo dan dia pun segera berlari keluar.


Semua selesai begitu cepat, tidak perlu waktu lama, Zen yang berdiri di luar lubang sarang lipan menjatuhkan sebilah pedang dan menembus kepala binatang iblis itu hingga tewas.


Mata Hiyo seperti ingin menangis, tapi setelah Zen sudah membunuh lipan, jatuh tubuh Hiyo dengan lemas.


"Nona Hiyo, bukankah harusnya kau bisa mengalahkan lipan ini dengan mudah ?."


Tapi tangan Hiyo masih gemetar, begitu juga ketika dia bicara..."A-aku tidak memiliki kesempatan untuk melawan binatang itu langsung bergerak dan ingin memakanku."


"Bagaimana saat berburu dengan kapten Drull dan lainnya." Tanya Zen.


"Ya kau tahu, jika di dalam kelompok, ada kapten Drull yang membantu menahan monster sehingga aku memiliki banyak waktu saat merapalkan mantra."


Setelah Zen memasukan tubuh lipan merah besar di dalam dimensi penyimpanan khusus, dia datang dan membantu Hiyo untuk berdiri.


Dibalik jubah hitam yang menutupi tubuh hingga kepalanya, tanpa sengaja terbuka dan mengurai rambut panjang hitam lurus milik Hiyo.


Seperti yang dirasakan oleh insting lelaki Zen, jika ada sebuah kecantikan tersembunyi dari jubah itu. Mata kuning, pipi putih, hidung mancung, rambut hitam dan bibir mungil, semua bersatu padu dalam komposisi seimbang sebagai wujud wanita sempurna.


Tidak mungkin Zen ragukan lagi, jika Hiyo bukan hanya berpotensi sebagai ahli sihir tingkat tinggi, tapi juga kecantikan seorang wanita yang mampu membuat kerajaan berperang.

__ADS_1


Sama seperti Sena, namun mereka berdua memiliki daya tarik sendiri-sendiri, jika Sena tergolong sebagai kecantikan tajam dan keras. Hiyo adalah kecantikan lembut dan lugu.


Baru sejenak Zen melihat wajah Hiyo, dia segera menutup kembali dengan Hoodie di jubahnya.


"Aku merasa kau memiliki kekuatan seperti Hunter lencana platinum. Zen." Ucap Hiyo yang memberi pujian.


Tapi dibalasnya dengan sedikit senyuman..."Entahlah, aku sendiri tidak tahu sehebat apa Hunter lencana platinum."


"Aku juga tidak pernah melihatnya, tapi menurut kabar.... Di kota kerajaan Zorgan ada satu Hunter lencana platinum yang mampu mengalahkan binatang iblis kelas S sendirian."


"Apa itu hebat ?." Zen bertanya.


Hiyo pun menjawab dengan sebuah perbandingan..."Tentu saja, binatang iblis kelas S benar-benar sulit untuk dikalahkan, bahkan untuk kelompok yang beranggotakan 10 hunter lencana gold, tapi saat Hunter lencana platinum datang, dia bisa mengalahkannya dengan mudah."


"Oh begitu." Zen hanya menganggukkan kepala.


Apa jadinya, jika Hiyo tahu kalau Zen sudah pernah melawan monster setingkat binatang iblis kategori Legenda di dalam Dungeon. Zen tidak bisa menceritakan hal itu karena hanya akan dianggap sebagai kebohongan belaka.


Dari bawah tebing batu itu Zen bisa melihat ada banyak bunga yang mekar, tapi menurut deskripsi di dalam lembar tugas, bunga Rios memiliki warna merah dengan bagian tengah berwarna kuning keemasan.


Cukup sulit mencari dari ratusan bunga yang hinggap di tebing itu, tapi mata Zen tajam ketika warna merah bunga Rios terlihat di sebelah batu besar.


"Apa itu disana ?." Tunjuk Zen ke arah satu bunga yang hinggap di tengah tebing.


"Ya sepertinya memang itu bunga Rios." Jawab Hiyo mengangguk.


"Ternyata cukup mudah. Aku hanya perlu mengambil bunga itu dan kita pergi ke lokasi selanjutnya." Santai Zen menjawab.


Tapi anggapan mudah yang Zen katakan tidak membuat Hiyo senang, selagi tangan Zen masih menunjuk ke atas, ekspresi Hiyo berubah, dia terlihat lemas seperti ingin menangis.


Sekelebat bayangan hitam bergerak cepat di bawah kaki mereka, Zen kembali melihat ke atas dan ternyata, kehadiran binatang iblis itulah yang menjadi kesulitan untuk tugas kali ini.

__ADS_1


"Sayangnya, ada burung Carmalin di sana." Ucap Hiyo lirih.


"Ah kau benar, pantas tidak ada yang berani menerima tugas mengambil bunga Rios."


Zen benar-benar paham sekarang, kenapa harga untuk bunga Rios terbilang mahal dari para berburu binatang iblis kategori C.


"Kalau begitu aku akan naik, kau tunggulah dan sini sebentar."


"Berhati-hatilah Zen." Ucap Hiyo sedikit khawatir.


Zen menggunakan skill pencipta, dia mengeluarkan puluhan pedang yang tertancap satu persatu menuju ke atas, masing-masing berjejer seperti tangga dan mulai melompat tanpa takut terjatuh.


Sebenarnya Zen bisa menggunakan skill element dan melayang ke atas langit dan mengambil bunga Rios itu dengan mudah.


Tapi karena di sana ada burung Carmalin, berada di wilayah alam terbuka, dia akan menjadi sasaran empuk.


Hiyo harap-harap cemas, dia merasa khawatir jika terjadi sesuatu kepada Zen, karena bagi siapa pun yang mengusik sarang burung Carmalin itu sangat berbahaya.


Hingga burung Carmalin yang beterbangan di atas tebing menyadari kehadiran Zen saat mendekati sarang mereka. Ada tiga ekor melesat turun dengan kecepatan tinggi dan mulai menghantamkan tubuh ke arahnya.


Kekuatan burung Carmalin berada di bulu mereka yang seperti pedang, batu-batuan tebing terbelah menjadi dua bagian ketika Zen berhasil menghindar.


Lincah kaki Zen melompat dari satu pedang ke pedang lain, ketika langkah berhenti karena semakin jauh dari tempat seharusnya, dia segera membentuk pedang lain sebagai pijakan.


Mengeluarkan beberapa pedang yang di lepaskan menuju burung Carmalin, itu masih bisa di hindari, sama seperti Zen terperangkap dalam Dungeon, kecepatan binatang iblis satu ini memang tidak bisa dianggap enteng.


Satu-satunya cara adalah menghujani burung Carmalin dengan ratusan pedang hingga tidak ada celah baginya untuk bisa menghindar.


Tapi belum sempat Zen menggunakan skill pencipta, sebuah energi sihir terasa jelas datang dari bawah. Itu berasal dari Hiyo, dia berniat untuk membantu Zen mengatasi gangguan burung Carmalin.


Satu ketukan tongkat di atas tanah, lingkaran sihir besar terbentuk, dan secara tiba-tiba ketiga burung yang sebelumnya beterbangan bebas kini jatuh menghantam tanah dengan keras.

__ADS_1


Zen terkejut, dia tidak pernah menyangka jika seorang wanita yang tampak lemah dan selalu ragu-ragu memiliki kemampuan sihir luar biasa. Dimana itu adalah atribut elemen sihir gelap.


__ADS_2