KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Tiga iblis tingkat tinggi


__ADS_3

Zen mengikuti para Hunter yang sudah bergerak menuju hutan Roris. dimana sebagian besar Hunter terdiri dari lencana perak hingga lencana platinum.


Sebenarnya dengan kehadiran Hunter lencana platinum itu sudah cukup untuk menghentikan gerak ras iblis yang hanya mengirim pasukan Goblin dan orc.


Salah satu dari Hunter itu adalah Hamza. Meski Zen tidak mau mengenalnya, tapi karena masalah yang melibatkan Eri, tentu menarik perhatian kelompok Hamza.


Melihat kehadiran Zen dan juga Eri dalam kelompok Hunter penyerang ras iblis yang di kirim oleh guild.


Hamza datang mendekat dengan senyum mengejek bersama para bawahan yang mengikuti dari belakang.


"Lihat ini, siapa yang ikut ambil bagian. Seorang pecundang." Tawa keras Hamza tidak berhenti.


Eri mendecakkan lidah, Zen tahu jika dia sudah terlalu muak menanggapi ocehan Hamza yang selalu merendahkan Zen dan juga dirinya.


"Zen untuk apa kita bersabar dan bersikap bodoh mendengar penghinaan lelaki ini, aku bisa mengirim dia ke neraka sekarang." Erat tangan Eri melampiaskan emosi kemarahan.


Tapi Zen menepuk pundak Eri dan berkata..."Aku juga sama seperti mu, aku kesal dan ingin membunuhnya, tapi untuk sekarang sebaiknya jangan lakukan apa pun."


Pergerakan para iblis terlihat, dimana satu orang Hunter lencana platinum yang berada di barisan depan memberi isyarat untuk bersembunyi di sekitar bebatuan.


Begitu juga dengan Zen yang kini berdiri di atas pohon sedang memantau langsung ratusan iblis menyusuri hutan, tapi kegiatan mereka bukan membuat kerusakan atau hal lain, hanya berjalan dengan melihat-lihat di area sekitar.


"Apa yang sebenarnya mereka lakukan disini." Ucap Eri bertanya-tanya.


"Aku juga tidak tahu, tapi mereka seperti tidak berniat berburu mangsa, jika memang ini adalah penyerangan, tentu mereka lebih memilih pergi ke kota kerajaan atau pedesaan." Jawab Zen.


"Tapi aku merasa jika para iblis itu sedang mencari sesuatu." Eri memiliki persepsinya sendiri tentang sikap aneh dari para iblis.


Iblis kelas rendah seperti goblin atau pun orc bukan makhluk cerdas, di dalam perang pun mereka hanya menjadi poin demi tujuan iblis kelas atas.


Sehingga Zen bisa menyimpulkan atas dasar ucapan Eri, jika sesuatu yang sedang mereka cari adalah sebuah perintah.


'Hei, kau.... Apa kau disana ?.' Zen memanggil melalui jiwanya.


'Apa yang dimaksud master adalah aku ?.' Suara jiwa Dungeon menjawab.

__ADS_1


'Ya kau, memang siapa lagi ?.'


'Setidaknya beri aku nama agar master bisa memanggil ku dengan jelas.' Keluhannya.


Zen merasa bersalah....'Baiklah akan aku pikirkan itu nanti.'


'Jadi apa yang master inginkan ?.'


'Apa kau bisa memantau wilayah sekitar dan mencari sesuatu yang di inginkan oleh para iblis itu.' Zen meminta.


'Perintah anda tidak spesifik.' balasnya.


Zen tidak tahu harus menjelaskan seperti apa.... 'Aku pun bingung, sudahlah. Cari saja apa yang kau anggap aneh di sekitar sini.'


'Baik master.'


Selagi Jiwa Dungeon melepaskan energi sihir ke segala arah untuk mencari keberadaan aneh yang Zen maksudkan.


Sosok pemimpin kelompok, mulai mengangkat tangan, dia memberi aba-aba untuk bergerak sebagai serangan kejutan. Dan ketika kode memberi perintah maju, semua Hunter pun segera mengikutinya.


"Zen apa kita tidak ikut menyerang ?." Tanya Eri yang sudah siap dengan busur panah di tangan.


"Aku tidak perlu, kau saja yang bertarung dan perlihatkan kepada orang-orang itu seberapa besar kemampuan mu."


"Baiklah." Eri pun mengikuti keinginan Zen.


Nyatanya, dalam beberapa saat setelah Eri pergi, Jiwa Dungeon memberi laporan kepada Zen.


'Master, di ujung selatan terdapat sebuah goa kecil menyimpan kekuatan energi sihir gelap, aku tidak bisa menembus lapisan segel di sekitarnya, tapi kemungkinan besar itu adalah objek yang pada iblis cari.'


'Kerja bagus, aku akan pergi ke sana.'


Mengikuti petunjuk arah yang di berikan oleh jiwa Dungeon, Zen kini bergerak ke tempat lain.


Di lokasi pada Hunter.... Mereka benar-benar berpesta, satu persatu goblin dan orc terbunuh oleh tebasan pedang.

__ADS_1


Begitu juga dengan para general orc dan goblin king, masing-masing berhadapan langsung melawan Hunter lencana platinum, salah satunya adalah Hamza.


Dengan adanya tiga Hunter lencana platinum, pertarungan ini seakan berat sebelah, meski jumlah pasukan iblis lebih banyak, tapi semua menjadi percuma.


Dimana Eri yang ikut membantu dari atas pohon menggunakan busur panah pun hanya mendapat sedikit kesempatan untuk membunuh delapan ekor orc dan dua belas goblin.


"Ini sangat mudah, apanya yang misi tingkat ss, bahkan aku sendirian pun sudah cukup." Teriak sombong Hamza penuh semangat.


"Benar sekali ketua, mereka semua hanya menjadi beban saja, jika tahu akan semudah ini, lebih baik hadiah dari kerajaan untuk kita saja."


"Sungguh, percuma aku menganggap misi kali ini akan sangat sulit." Tambah pula anggota yang lain.


Ada banyak orang di sana yang mendengar jelas penghinaan dari Hamza. Tapi mereka sadar bahwa kemampuan Hunter lencana platinum bukanlah sembarangan. Siapa pun harus menjaga sikap dan menghormatinya, karena sekali mereka marah maka habislah sudah.


Eri yang ikut mendengarkan omong kosong itu, menjadi kesal, dia seperti ingin melepas satu anak panah dan menghabisi nyawa Hamza, tapi seperti perkataan Zen, jika dia harus berusaha menahan diri agar tidak mencari masalah.


Di saat semua Hunter begitu bersemangat membunuh para iblis. Tanpa mereka sadari, di atas tebing sudah berdiri tiga sosok iblis yang melihat ke bawah.


Wujud ketiga iblis itu berbeda dari goblin atau pun Orc. Mereka menyerupai manusia namun memiliki tanduk, ekor dan juga sayap seperti kelelawar.


"Manusia rendahan, mereka berani-beraninya mengganggu tujuan kita." Satu iblis berucap marah.


"Tuan Edurali, beri kami perintah agar bisa menghabisi semua manusia hina ini." Iblis lain meminta persetujuan.


Sosok Edurali V Doomzar, tersenyum sendiri, dia merasa paham atas kekesalan dua bawahan itu ketika melihat anak buahnya di bunuh.


"Baiklah, tunjukan kepada manusia-manusia itu seberapa menakutkan kalian berdua." Perintah Edurali V Doomzar kepada dua iblis di sampingnya.


"Terimakasih tuan."


Melompat turun dari atas tebing, dua iblis mengeluarkan aura energi gelap begitu pekat dan besar. Para Hunter yang sebelumnya tertawa-tawa melihat kematian iblis kini tertegun diam.


Satu iblis mulai melepas serangan energi sihir, kobaran api membakar pepohonan dengan radius luar biasa besar, itu membuat setiap orang berusaha pergi dan menyelamatkan diri.


Tapi dari sisi lain, iblis berkekuatan tinggi pun muncul, dia menarik satu tombak trisula yang dimana satu ayunan senjatanya memberi tebasan energi dan membantai puluhan Hunter dengan mudah.

__ADS_1


Eri sadar, bahwa kehadiran dua iblis tingkat tinggi ini bukan sosok yang bisa di lawan olehnya. Sehingga tanpa perlu menunggu lama, Eri pun bergegas pergi dan menunju ke tempat Zen sekarang.


__ADS_2