
Belum sampai Zen meremukkan batu jiwa itu dengan tangannya sendiri. Tiba-tiba saja suara jiwa Dungeon terdengar keras di dalam pikiran.
'Master tunggu.' Jiwa Dungeon menghentikan niat Zen.
'Ada apa ?.' Zen bertanya bingung.
'Menghancukan jiwa iblis akan menjadi kerugian.' Jawabnya.
'Memang jika aku memeliharanya akan mendapat keuntungan ?.'
'Bukan seperti itu master, tapi benih kebangkitan adalah sumber energi yang sangat besar. Jika anda bisa menyerap esensi energinya, tentu akan menjadi kekuatan luar biasa.'
'Apa maksud mu aku harus memakannya.'
'Kurang lebih seperti itu.'
Tapi rumit ekspresi wajah Zen yang tampak enggan untuk memakan batu jiwa dimana jelas-jelas isinya adalah makhluk hidup, ini sama seperti dia menjadi kanibal.
'Apa tidak bisa aku memasaknya terlebih dahulu.'
'Tidak di sarankan karena akan merusak sumber energinya.'
Zen memasukan benih kehidupan itu kedalam mulut dengan mata terpejam dan menelan begitu saja.
"Rasanya aneh, pahit dan sedikit asin, aku lebih suka rasa coklat." Gumam Zen sendiri.
Tidak berselang lama, lonjakan energi gelap muncul dari dalam tubuh Zen. Dia seperti menahan tekanan kuat hingga terjatuh.
'Benih kebangkitan iblis dalam proses ekstraksi menjadi esensi energi.'
Di dalam alam bawah sadar itu...
Satu sosok bayangan hitam dari wujud nyata iblis di benih kebangkitan pun menampakan diri.
Iblis itu tentu saja menyadari, bahwa saat ini dia berada di dalam tubuh Zen, kemarahan terlihat jelas di wajahnya, namun ketika melihat ke atas, semua berganti takjub karena alam bawah sadar Zen benar-benar tidak biasa.
Empat wujud benda terbang melayang, aura masing-masing benda itu adalah perwujudan dari setiap skill milik Zen, dan ada niat lain untuk sang iblis memanfaatkannya.
"Dia membuat kesalahan karena tidak membunuhku sebelumnya, di dalam alam bawah sadar ini, aku akan coba mengambil jiwanya agar bisa aku kendalikan."
Sang iblis mulai mengeluarkan energi besar yang menutupi langit biru di alam bawah sadar dengan kegelapan.
__ADS_1
Tapi iblis itu tidak pernah mengira bahwa kehadirannya di alam bawah sadar Zen tidak sendirian, Satu makhluk lain membuat sebuah kubah emas yang menekan balik semua energi gelap.
"Siapa kau ..." Tanya sang iblis mengarahkan pandangan ke sosok yang baru saja datang.
Sosok itu muncul dengan perwujudan gadis cantik berambut hitam lebat yang menggunakan gaun putih.
"Aku tidak bisa memperkenalkan diri, karena tuanku belum memberi nama." Jawabnya tanpa ekspresi.
"Mustahil ada jiwa lain yang hidup di dalam tubuh seseorang."
"Nyatanya aku ada disini."
Itu adalah jiwa Dungeon yang harus mengalahkan benih kebangkitan iblis agar bisa mendapat sumber energi untuk dia berikan kepada Zen.
"Tapi jangan harap kau bisa menang melawanku." Iblis itu memulai pertarungan dengan lingkaran bayangan memunculkan ratusan makhluk hitam bermacam ukuran dan bentuk tidak biasa.
Senyum di wajah jiwa Dungeon seperti mengejek, dia mengangkat tangan dan menarik turun satu benda perwujudan skill milik Zen yang berada di atas langit.
Jiwa Dungeon dan Zen telah berbagi tempat, meski pun otoritas utama adalah sang tuannya. Tapi di alam bawah sadar, dia bisa mengambil alih kekuatan agar digunakan dalam apa pun terkecuali menyerang jiwa tuan.
"Maaf saja, kau hanya setitik noda yang bisa aku lenyapkan dengan mudah." Kesombongan diperlihatkan oleh wanita itu tanpa keraguan.
Sang iblis tersulut emosi...."Jangan bicara omong kosong..."
Namun di alam bawah sadar, ini adalah Domain kekuasaan mutlak yang diberikan kendali oleh Zen, sehingga jiwa Dungeon tidak merasa takut.
Mata iblis itu terbuka lebar, dimana ratusan ribu pedang terwujud dari skill pencipta, semua bergerak maju dan membinasakan pasukan iblis dengan mudahnya.
Seluruh tentara bayangan telah musnah, bahkan sang iblis pun tertusuk oleh puluhan pedang di sekujur tubuh.
"Tidak mungkin, penguasa iblis seperti ku dikalahkan oleh makhluk rendahan."
Sang jiwa Dungeon bergerak maju, dia mengulurkan tangannya untuk menghujam dada iblis dan menarik batu cahaya hitam di dalam genggaman.
"Aku yakin tuanku akan merasa senang mendapat kekuatan ini." Gumam jiwa Dungeon saat mengubahnya menjadi salah satu hiasan langit sebagai kekuatan baru.
Setelah menahan tekanan kuat dalam beberapa waktu, kini Zen merasa ada tambahan energi yang membuat tubuhnya semakin ringan.
'Bayangan telah selesai di ekstrak menjadi esensi energi... Kini master bisa menggunakan skill 'Shadow army'.'
'Benarkah itu.'
__ADS_1
'Jika master tidak percaya, master bisa membuktikannya sendiri.'
'Hmmm akan aku lakukan itu nanti.'
Zen berjalan keluar dari goa, tepat di sana, sosok Eri berlari mendekat dengan wajah bingung.
"Kenapa kau disini, bukankah aku minta kau membantu di barisan depan melawan para iblis...." Tanya Zen.
"Lupakan itu, Zen apa kau baik-baik saja. Aku merasakan ada aura mengerikan di dalam sana." Ungkap Eri gemetar.
"Ya itu bukan masalah aku hanya selesai bertarung dengan sesuatu." Jawab Zen.
"Sesuatu seperti apa ?."
"Itu sulit di jelaskan, tapi anggaplah sebagai seekor iblis."
Melihat bagaimana Zen menjelaskan semua dengan senyuman santai, kekhawatiran Eri pun akhirnya sirna, dia memang mengakui kekuatan Zen yang terlampau tinggi.
"Jadi bagaimana keadaan pasukan iblis yang kau lawan, apa mereka sudah selesai ?."
"Tidak, bahkan situasi semakin berbahaya, ada tiga iblis dengan kekuatan tingkat tinggi muncul."
"Seberapa kuat ketiga iblis itu." Zen penasaran.
"Entahlah, karena aku baru pertama kali merasakan ketakutan yang begitu luar biasa." Ucap Eri dengan ekspresi wajah tampak tidak senang.
Selama beberapa hari mereka melakukan perjalanan bersama menuju ibu kota kerajaan, ada banyak pertarungan melawan binatang iblis dari kategori B hingga A.
Tapi itu semua tidak membuat Eri takut, jika pun iblis yang muncul setara dengan binatang iblis kategori S, Eri tentu masih memiliki nyali untuk bertarung.
Namun berbeda ceritanya jika kekuatan iblis jauh lebih tinggi lagi.
"Baiklah, aku akan ikut bertarung, aku sudah berjanji dengan guild master."
Hingga saat Zen dan Eri akan pergi, tepat di depan jalan mereka, satu sosok kehadiran berdiri seperti menunggu.
Zen terkejut, dia tidak bisa merasakan aura kehadiran satu makhluk ini. Dimana wujudnya menyerupai manusia meski di kepala ada dua buah tanduk runcing yang melengkung ke atas.
"Eri kau tetap di belakangku...." Ditariknya tubuh Eri untuk mundur.
"Itu dia, dia salah satu dari ketiga iblis yang muncul." Ucap Eri menunjuk langsung ke arahnya.
__ADS_1
"Pantas saja kau merasa takut, dia musuh yang benar-benar kuat... Dia setara binatang iblis kategori Legenda." Ungkap Zen tersenyum pahit.
Eri kini sadar, ada kegelisahan di hati Zen ketika saling berhadapan dengan iblis yang kini berdiri di depan mereka.