KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Tujuh hari...


__ADS_3

Berada di rumah pengungsian penduduk yang tempat tinggalnya hancur, mereka membuat makanan untuk di nikmati bersama.


Di sana pula ada Chef Sung Cheng dan para juru masak yang di minta oleh Xin Sanziu untuk mengawasi pasokan makanan bagi pengungsi.


Berkat pengetahuan Zen tentang kombinasi campuran bumbu yang dia tulis kedalam resep itu, Sung Cheng bisa membuat makanan lebih baik, meski ada beberapa bumbu yang hanya bisa diciptakan oleh dirinya sendiri.


Tapi bukan tujuan Zen untuk memberi komentar tentang masakan mereka, melainkan datang ke tempat pengungsian agar bisa bertemu dengan Hanna.


Kelompok bandit Olopus juga menjadi korban disini, rumah yang mereka buat sebagai markas kini hancur karena serangan sihir tingkat saint dari meriam Basoka.


"Oh, Zen apa yang kau lakukan disini." Tanya Hanna merasa senang melihat Zen sudah lebih baik.


"Aku ingin membicarakan sesuatu kepada anda." Jawab Zen.


"Tentang apa itu ?."


"Tuan Xin Sanziu dan Xeon Shiharder ingin menyerahkan wilayah kekuasaan kaum Gouna untukku." Ungkapnya.


Hanna tampak terkejut, tapi ada pula kekaguman dari ekspresinya, karena bagaimanapun Zen baru datang ke dunia gelap beberapa waktu lalu.


Tapi sekarang Zen memiliki nama besar hingga Tuan Xin Sanziu dan Xeon Shiharder pun memberi pengakuan untuk menguasai satu wilayah dari kaum Gouna.


"Aku baru mendengarnya."


"Mereka baru memberitahukan itu tadi." Santai jawaban Zen.


Rumit senyum di wajah Hanna..."Jadi apa yang kau inginkan, pamer kepadaku ?."


"Bagaimana mungkin aku melakukannya, aku ingin bandit Olopus yang mengurus keamanan di wilayah milikku nanti." Itu menjadi tujuan Zen.


Sekali lagi, Hanna tertegun, dia tampak tidak menduga jika Zen ingin meminta bantuan bandit Olopus.


"Kita bicarakan itu di tempat yang lain."


"Baiklah."


Hanna menarik tangan Zen untuk pergi ke sisi belakang kamp pengungsi, dia ingin bicara secara empat mata, dimana perihal kekuasaan wilayah dunia gelap bukan sesuatu yang sederhana.


"Apa yang kau katakan ?." Hanna meminta Zen mengulangi pertanyaannya.


"Anda tahu, aku tidak bisa menetap di satu tempat untuk sekarang, aku masih memiliki tujuan lain yang harus dilakukan, terlebih lagi kedua orang tuaku masih belum di temukan. Jadi... Selama aku pergi kelompok bandit Olopus lah yang mengatur keamanan di sana." Perjelas Zen.

__ADS_1


Hanna merasa enggan...."Tunggu, tunggu, bagaimana jika terjadi bencana besar... Misalkan penguasa iblis lain datang ke tempat ini lagi."


"Tenang saja, aku akan datang menggunakan rangkaian teleportasi, dan juga pak tua Xin Sanziu pun akan memberi bantuan." Zen sedikit berharap agar Hanna mau menerimanya.


"Hmmm aku merasa bingung." Terlihat jelas dari ekspresi Hanna.


"Kenapa harus bingung ?, Bukankah anda hanya perlu menjawab iya atau tidak." Mudah saja Zen bicara.


Tapi Hanna merasa bingung..."Ini bukan tentang iya atau tidak, tapi karena kelompok bandit Olopus bukan siapa-siapa, kami hanya penjahat kecil di benua selatan, jika dibandingkan bandit Sanziu, mereka jauh lebih besar."


Itu yang Hanna harus pikirkan, bandit Olopus bukan siapa-siapa dimana bandit Sanziu, sehingga Hanna takut jika ada masalah di masa depan, dia tidak bisa mengatasinya.


"Pak tua Xin, akan membantu anda, dia lah orang yang menjanjikan itu."


"Baiklah. Aku akan menerimanya, tapi bagaimana dengan upah yang kami terima, tentu ini bukan kerja bakti." Tanya Hanna.


"Aku sudah mengaturnya."


Pendapatan wilayah kekuasaan di dunia gelap tergantung dari pembayaran pajak para penduduknya. Semakin banyak penduduk berdatangan maka mereka bisa mengambil lebih banyak keuntungan pula.


Tapi banyak faktor mempengaruhi jumlah penduduk di dalam suatu wilayah, seperti, penguasa kejam, nominal pajak, dan kenyaman mereka saat tinggal di sana.


Semakin banyak mereka tinggal di wilayah milik Zen, tentu ada banyak pula orang berdatangan, sehingga perputaran ekonomi akan menjamin kemakmuran semua orang.


"Aku akan memberi 30 % pajak kepada kelompok bandit Olopus." Zen menjelaskan secara rinci.


Hanna merasa bosan untuk terus terkejut setiap kali Zen membicarakan hal-hal luar biasa.


"Apa kau yakin ?." Hanna ragu-ragu.


"Memang kenapa ?, Apa itu masih kurang ?, Kalau begitu 40 %."


"Tidak, itu sudah sangat banyak, aku bingung kenapa kau dengan mudahnya memberikan bagian begitu banyak."


"Ya karena aku membutuhkan anda sebagai pengganti ku di sini." Jawab Zen.


"Baiklah, aku akan menerimanya."


Zen dan Hanna kini mengatur perjanjian.


Dia memberikan posisi wakil wilayah kepada kelompok bandit Olopus yang di pimpin oleh Hanna, tapi tetap saja ketua masih di pegang oleh Zen, meski pun dia tidak berniat untuk menetap di dunia gelap selamanya.

__ADS_1


Ini cukup menguntungkan, tidak hanya Zen mendapat uang dari pembagian hasil pajak, tapi juga sebuah tempat tinggal dan bisa digunakan untuk membawa ayah serta ibunya menetap tanpa takut sebuah diskriminasi.


*******


Selama tujuh hari ini, Xin Sanziu dan Xeon Shiharder membangun kembali wilayah yang telah hancur dengan keahlian arsitek para ahli sihir tanah.


Begitu juga untuk Zen, dia sudah mengatur sistem kepemimpinan yang diberikan oleh Xin Sanziu dan Xeon agar bisa menjaga dunia gelap sebagai seorang penguasa.


Tepat di hari ketujuh itu, Zen ingin berpamitan kepada Xin Sanziu dan Xeon Shiharder karena berniat melanjutkan perjalanan menuju perserikatan Lomania.


"Anak muda apa kau tidak berniat tinggal lebih lama lagi ?."


"Aku tidak bisa, karena aku harus menemukan kedua orang tuaku yang sekarang ada di perserikatan Lomania, aku takut jika terlalu lama mengulur waktu, mereka akan pergi ke tempat lain."


"Baiklah aku tidak akan memaksa, aku hanya merasa sayang karena tidak bisa merasakan masakanmu lebih banyak." Xin Sanziu terlihat kecewa.


"Jangan khawatir, aku sudah menuliskan banyak resep kepada Sung Cheng, jadi kau tidak akan bosan pak tua." Jawab Zen.


"Tapi tetap saja, masakanmu itu jauh lebih enak." Ungkapnya.


Tidak banyak Zen bercakap-cakap dengan Xin Sanziu, karena di sisi lain, Xeon Shiharder secara sengaja mengantar kepergiannya.


Bagi suku manusia naga, mereka jarang berinteraksi kepada makhluk lain, tapi Zen seperti menjadi tamu spesial karena sudah pernah menyelamatkan dirinya.


"Aku pergi dulu tuan Xeon." Zen berpamitan.


"Tentu saja tuan Zen, aku berterimakasih karena bantuanmu, aku masih hidup sekarang." Xeon menunduk penuh hormat.


Tapi rumit di wajah Zen..."Anda masih saja membahas itu, padahal aku sudah bilang untuk tidak menganggapnya terlalu serius."


"Tapi tetap saja... Sudahlah, semoga tujuan anda tercapai."


Setelah Zen berpamitan kepada semua orang, dia membawa Eri, tapi tidak dengan Lify. Zen ingin Hanna merawatnya saat dia pergi, dimana perjalanan dengan membawa seorang Elf di wilayah manusia akan sulit.


"Lify, jangan membuat masalah kepada ibu Hanna, kau harus banyak belajar." Zen sedikit memberi peringatan.


"Tapi aku ingin ikut dengan tuan." Lify pun enggan melepas Zen.


"Hmmm tidak sekarang, mungkin nanti, aku akan membawa mu pergi ke tempat lain." Jawabnya agar Lify bisa melepaskan Zen untuk pergi.


Sedikit murung tapi dia patuh..."Baik tuan."

__ADS_1


Lify cukup patuh, meski terlihat wajahnya miring saat mengantarkan kepergian Zen melalui rangkaian teleportasi, dan lapisan cahaya menyelimuti seluruh tubuh mereka hingga lenyap.


__ADS_2