KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Tamparan keras


__ADS_3

Menggunakan sihir teleportasi, Zen dan Hiyo sampai di luar kota Ser Din untuk sekejap mata.


"Woah.... Ini sangat efektif, aku harus belajar tentang sihir teleportasi nanti." Ucap Zen mengangguk-angguk kagum.


"Bukankah itu mustahil, kau tidak memiliki atribut elemen cahaya."


"Ya tapi aku masih bisa melakukannya dengan rangkaian sihir teleportasi." Jawab Zen.


Memang benar, bagi makhluk tanpa atribut elemen cahaya menggunakan sihir sejenis teleportasi adalah hal mustahil, kecuali mereka mempelajari jenis sistem rangkaian sihir dan memposisikan di setiap tempat agar rangkaian teleportasi saling terhubung.


Mereka kini berjalan masuk dengan menunjukkan tanda pengenal kepada para penjaga gerbang seperti biasa, namun setelah lewat, ocehan dua penjaga itu terdengar.


"Hei apa kau kentut ?." Tanya penjaga itu kepada teman di sampingnya.


"Asal saja kau menuduh, aku pikir kau lah yang buang hajat di celana, baunya busuk sekali." Di balas oleh temannya keras.


Itu menjadi tamparan keras bagi Hiyo, karena sumber aroma tidak sedap yang mereka cium berasal dari sisa-sisa darah semut.


"Aku seperti ingin mati saja." Gumam Hiyo malu.


"Jangan, dunia ini masih membutuhkan mu." Jawab Zen.


Setelah mereka masuk ke dalam kota Ser Din, Hiyo memutuskan untuk pulang dan membersihkan diri.


Tapi lain halnya dengan Zen, dia pergi ke guild untuk menyerahkan laporan mengenai tugas bunga Rios dan kalivira.


Namun untuk menjual tubuh Ratu Semut merah Zen mengurungkan niatnya terlebih dahulu, karena bagaimanapun jika ada yang tahu persoalan dia sudah membunuh binatang iblis kategori SS, maka kegemparan akan terjadi.


Sehingga cara yang tepat adalah meminta bantuan kapten Drull sebagai perantara penjualan mayat Ratu Semut merah kepada guild Hunter.


Hingga sampai di kantor guild Hunter, apa yang Zen temui di sana adalah kekacauan. Ada banyak Hunter berkumpul untuk membicarakan tentang kekacauan koloni semut hitam di pertambangan mineral.


Berada di tempat administrasi, Zen berbicara kepada satu wanita penjaga di sana.


"Permisi kak."

__ADS_1


"Iya tuan ada yang bisa aku bantu ?." Wanita administrasi tersenyum menjawab panggilan Zen.


"Aku ingin menyerahkan tugas untuk mengambil bunga Rios, tapi sayangnya aku gagal dengan bunga kalivira."


Dikeluarkan setangkai bunga Rios di atas meja, wanita penjaga administrasi pun menerima lembar kertas yang Zen berikan.


Tanpa perlu menunggu waktu lama, wanita bagian administrasi sudah menghitung total upah yang Zen dapatkan, meski tugasnya hanya sebagian yang selesai.


"Karena tuan Hanzen tidak menyelesaikan semua tugas dalam misi kali ini, kami hanya bisa membayar 12 koin emas, silakan di hitung kembali." Ucap wanita administrasi menyerahkan kantong berisi uang.


"Baiklah." Zen tidak mengharap lebih, dia pun masih memiliki banyak uang dalam penyimpanan khususnya.


Setelah menghitung jumlah upah, Zen berniat untuk segera pulang, namun tepat di depan pintu kapten Drull, Senko dan Eland berjalan masuk.


Kapten Drull datang dan menyapa...."Zen, apa kau disini atas panggilan dari guild master soal penyerangan koloni semut di pertambangan ?."


"Tidak paman, aku sedang memberi laporan tentang tugas yang aku ambil." Jawab Zen.


"Oh begitu, tapi apa kau tidak tertarik untuk ikut dalam misi besar ini." Tanya Kapten Drull.


Termasuk Kapten Drull, Senko dan Eland, dimana mereka pun ingin ikut ambil bagian dalam misi ini karena upah yang di janjikan cukup besar.


Sekumpulan Hunter yang jumlahnya sekitar 50 orang terdiri dari lencana perunggu hingga gold, sudah berkumpul menunggu perintah Ratu atas laporan langsung guild master.


Tidak berselang lama, guild master beranjak turun dari lantai atas yang menjadi kantornya.


Lelaki tua bertubuh kekar itu adalah mantan Hunter lencana platinum bernama Houran, dia sudah pensiun dari pekerjaannya dan di berikan jabatan oleh asosiasi guild Hunter secara langsung untuk menjaga guild di kota Ser Din.


Houran berdiri tegak di atas podium dan menghadap ke arah hunter-hunter yang sudah berkumpul.


"Tuan-tuan maaf atas panggilan darurat yang aku kirim, tapi aku mendapat kabar terbaru, jika seluruh pasukan koloni binatang iblis semut hitam sudah di musnahkan."


Mendengar berita yang di sampaikan oleh guild master, semua Hunter kecewa.


"Bagaimana bisa begitu, ini belum lama setelah tugas darurat di umumkan."

__ADS_1


"Padahal aku sendiri sudah siap menunjukkan kemampuan bertarung yang aku miliki."


"Percuma saja aku cepat-cepat datang kemari, pada akhirnya semua sudah selesai."


"Memang apa yang terjadi guild master." Satu Hunter bertanya, terlepas dari rasa kecewanya.


"Dari orang yang aku kirim untuk memantau kondisi tambang mineral bukit Ribbon setelah kabar tentang penyerangan koloni semut, jika ada dua orang muncul dan memusnahkan semua semut dalam sekejap mata." Guild master pun menjelaskan.


Tidak ada yang bisa para Hunter lakukan sekarang kecuali pulang ke rumah atau melanjutkan rencana mereka mengambil tugas.


Tapi semua kebetulan ini membuat Kapten Drull merasa janggal, karena kejadian tentang munculnya dua orang yang membinasakan koloni semut terlalu tepat saat Zen ada di kota Ser Din.


Kapten Drull menatap tajam ke arah Zen. Begitu pula Zen merasa tidak nyaman dengan cara Kapten Drull melihatnya.


"Aku penasaran apa kau berhubungan dengan kejadian ini, Zen ?." Tanya Kapten Drull.


Tawa Zen kaku seperti maling yang ketahuan mencuri..."Sebenarnya memang begitu."


Senko dan Erlnd tertawa terbahak-bahak, sedangkan Kapten Drull tersenyum pahit karena terlalu kagum atas pencapaian besar Zen kali ini.


"Jadi paman Drull, apa aku bisa meminta bantuan anda sekali lagi." Ucap Zen memberi permintaan.


"Tentang apa itu ?." Balas kapten Drull merasa permintaan Zen tidak sederhana.


"Aku pikir bisa mendapat keuntungan dengan menjual mayat Ratu Semut hitam yang aku bawa." Santai Zen berbisik.


Semakin rumit wajah kapten mendengar kata 'mayat Ratu semut' menjadi keuntungan. Karena dia tahu untuk ukuran binatang iblis semut biasa saja sudah masuk dalam kategori B dan A, tapi ini adalah Ratu Semut, tentu setara dengan kategori S.


Itu jelas sangat luar biasa, bahkan dengan seluruh kekuatan Hunter di kota Ser Din masih belum cukup mengalahkan seekor Ratu semut hitam.


"Yang benar saja... Apa kau sebenarnya pahlawan utusan Dewa, kekuatanmu itu terlalu luar biasa Zen." Ucap Kapten Drull tersenyum sendiri.


"Aku bukan pahlawan utusan Dewa, aku hanya tidak sengaja di berikan berkah dengan kekuatan luar biasa seperti sekarang." Jawab Zen merendah hingga ke inti dunia.


Kapten Drull memang sedikit mengenal guild master, sehingga dia tidak terlalu bingung jika ingin bertemu dengan Houran. Bahkan untuk sebelumnya, ketika dia menjual puluhan mayat Binatang iblis dari Zen. Guild master bertanya tentang banyak hal.

__ADS_1


Tapi kapten Drull adalah orang yang amanah dalam menjaga rahasia, sehingga identitas Zen hanya menjadi sesosok kenalan misteriusnya saja.


__ADS_2