
Zen dan Hiyo turun ke bawah.
Ekspresi Hiyo jelas tidak nyaman karena ratusan mayat dari koloni Semut hitam sebesar manusia tergeletak tidak bernyawa dengan asap mengepul keluar.
"Seperti karena sambaran petir saja sudah membuat daging mereka matang, aromanya sedikit unik." Zen sedikit mengendus.
Ketika mendengar ucapan Zen, Hiyo tentu membayangkan kalau harus memakan seekor Semut dan perasaan mual membuatnya ingin mut'ah.
"Tolong jangan bicara hal yang menjijikan." Keluh Hiyo.
"Santai saja, aku tidak mungkin menyajikan semut-semut ini sebagai sup. Itu tidak bergizi." Jawab Zen.
Ketika Zen memasukan beberapa Semut untuk di jual ke guild Hunter. Hiyo berteriak keras, dia pun segera mendekat dan melihat apa yang terjadi.
"Zen tolong aku, tolong, tolong, singkirkan makhluk ini." Teriak Hiyo yang menangis ketakutan.
Ternyata satu ekor Semut masih selamat dan kini menindihi tubuh Hiyo dengan enam tangan semut mulai menggerayangi tubuhnya.
"Bukankah kau bisa mengatasinya sendiri." Sedikit Zen bercanda.
"Aku tidak mau, tolong aku." Keras pula teriakan Hiyo berusaha untuk kabur tapi tidak berhasil.
Melihat situasi Hiyo semakin banyak menangis dan juga akan membuatnya trauma dengan semut, kini Zen berniat membantu.
"Ok, baiklah, jangan bergerak."
"Cepatlah..."
Zen sudah siap dengan satu pedang di tangan. Tapi belum sempat pedang itu memotong kepala Semut yang menindih tubuh Hiyo, tiba-tiba saja terdengar sebuah suara di dalam pikirannya.
[Satu kehadiran di konfirmasi, Ratu Semut merah, bergerak mendekat].
Suara asing itu seperti sedang memberi peringatan.
Cepat gerakan Ratu Semut datang menyerang Zen sebelum dia bisa menghindar. Satu tangan runcing menembus bagian pundaknya, terseret jauh dan dilemparkan ke batu besar hingga hancur.
Rasa sakit luar biasa dengan darah hitam yang keluar dari robekan luka di pundaknya. Zen tidak memiliki kesempatan untuk menghindar. Tapi jika suara asing itu tidak memberi peringatan, sudah pasti serangan itu mengarah ke jantung.
__ADS_1
Kehadiran Ratu Semut hitam meski sudah menerima serangan petir tingkat tinggi, tapi dia masih mampu bertahan, kemungkinan itu karena tubuh Ratu Semut memiliki ketahanan yang lebih kuat dari Semut hitam biasa setelah berevolusi.
"Tidak akan aku maafkan, kau sudah membunuh semua keluarga ku." Jerit suara Ratu Semut itu keras.
Zen berusaha bangkit...."Aku baru tahu jika binatang iblis masih memikirkan keluarga."
"Akan aku bunuh, akan aku makan tubuhmu itu hingga hancur."
"Tidak semudah yang kau kira." Di tutupnya luka dengan tangan selagi dia membalas perkataan Ratu semut hitam terlihat marah-marah.
Ratu Semut datang kembali dan bersiap menghunuskan cakar tajam yang langsung di arahkan ke kepala. Cepat Zen melompat ke samping, kekuatan Sihir binatang iblis kategori SS memang tidak bisa dianggap lemah.
Serangan yang digabung dengan energi sihir membentuk satu garis lurus membelah tanah hingga ke puncak bukit.
Ketika kemampuan regenerasi selesai menyembuhkan luka di pundak Zen dan dia pun membuka ikatan pengendali jiwa mata Ra'e.
Tubuh Ratu Semut berhenti bergerak, Zen menghembuskan nafas lega, karena itu masih efektif melawan makhluk yang lebih lemah.
Namun itu tidak berselang lama, kali ini berbeda dari sebelumnya, dimana pemberontakan Ratu Semut hitam untuk melepaskan diri semakin kuat. Energi sihir meledak hingga tanah di atas pijakan runtuh akibat tekanan energi yang Ratu Semut keluarkan.
Kejadian ini diluar perkiraan, Zen tidak menyangka kekuatan Ratu Semut tumbuh terlalu besar hingga mampu melampaui batas.
Cepat Ratu Semut merah memojokkan Zen dengan ayunan cakar dari enam tangan tanpa memberi kesempatan baginya membalas dan hanya mampu bertahan.
"Sayang sekali, meski pun kau tumbuh menjadi lebih kuat, itu masih belum cukup." Ucap Zen.
Walau senyum di tunjukan di wajah Zen, tetap dia tidak bisa membalas serangan Ratu semut yang membabi buta, kecepatan luar biasa dari setiap ayunan cakar dan memotong batu-batu besar menjadi ratusan bagian kecil.
Letusan sihir element api dan element angin di lepaskan oleh Zen, membakar sekeliling untuk membuat jarak antara dia dan Ratu Semut hitam lebih jauh.
Di saat Zen memiliki kesempatan, tangan terangkat kilau cahaya merah dari skill pencipta yang aktif, dia membentuk puluhan pedang di atas langit.
Hingga saat Zen menarik tangan ke bawah, hujan pedang menusuk tubuh Ratu Semut tanpa memberi kesempatan untuknya pergi.
"Apa kau tahu, aku pernah sekali melawan makhluk yang jauh lebih kuat dari mu, itu menjadi satu-satunya momen dimana aku takut akan mati." Zen mengajak Ratu semut hitam bicara, namun dia tidak mengharapkan jawaban.
[Terimakasih]
__ADS_1
'Siapa yang berterimakasih' Zen bingung untuk suara asing muncul di dalam pikirannya.
Kembali ke Ratu Semut hitam yang tidak lagi bisa bergerak, seluruh tubuhnya kini tertusuk ratusan pedang.
"Bodohnya aku bertanya kepada mu." Sejak awal harusnya dia sadar.
Zen tidak berpikir jika seekor binatang iblis akan memahami maksud dari perkataannya.
Dia berjalan mendekat, menarik pedang yang baru tercipta, tidak ada sedikit pun keraguan, Zen segera menusuk kepala Ratu Semut hingga tembus. Darah hitam menyembur keluar dan membasahi tanah sekitar.
Ratu Semut hitam masih memiliki kesadaran..."Kau harus mati."
Tiba-tiba semburan racun diarahkan kepada Zen agar ikut tewas bersama.
"Sayang sekali, aku tidak mengatakannya, kalau aku memiliki ketahanan terhadap racun tingkat rendah." Ucap Zen masih sempat untuk menjawab.
Selama racun yang masuk atau diterima oleh Zen tidak memberi kematian instan, kemampuan tubuh pahlawan utusan Dewa masih mampu menetralisir racun itu.
Kabut racun lenyap, Ratu semut hitam pun tidak lagi bisa bergerak, nyawanya kini lenyap hanya tersisa tubuh kosong untuk Zen bawa pulang.
Dari tempat lain, Hiyo kini datang dengan kondisi yang buruk, wajahnya sudah banyak menangis, dimana seluruh tubuh Hiyo kini terguyur cairan berlendir dari darah hitam milik semut yang menindihnya.
Bahkan ketika Hiyo mendekat, Zen sedikit mundur, aromanya benar-benar tidak menyenangkan.
"Apa kau sudah selesai." Tanya Hiyo.
"Aku hanya perlu memasukkan beberapa Semut untuk di jual ke guild dan membinasakan sisanya ." Jawab Zen.
"Aku ingin cepat pulang dan mandi."
"Ya kau benar." Zen pun tidak bisa membuat Hiyo terlalu lama menunggu dengan tubuh yang dipenuhi oleh lendir itu.
Tanpa perlu waktu lama, Zen mengeluarkan satu kekuatan sihir tingkat tinggi yang dia miliki. Meski tidak sekuat sihir milik jubah Saint, tapi masih setara dengan sihir dari jubah Ratu.
Menjatuhkan pedang besar di atas langit, di lapisi pula dengan atribut elemen api tingkat tinggi. Hingga saat pedang itu menyentuh tanah, ledakan kuat ******* habis seluruh mayat dari para semut yang ada di atas bukit.
Mayat-mayat koloni semut akan menarik banyak binatang iblis, itu jelas membahayakan wilayah sekitar dan masalah lain pun bisa saja terjadi.
__ADS_1
Sehingga satu-satunya cara adalah melenyapkan semua mayat Semut tanpa sisa.