KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Teokrasi Ziberus


__ADS_3

Berada cukup jauh di ujung jalan setapak menuju gerbang masuk kota Ser Din. Lima sosok berada di dalam kereta kuda saling berbicara satu sama lain.


Lambang dengan gambar malaikat bersayap delapan di sisi kiri dan kanan kereta kuda itu menunjukkan asal dari suatu wilayah bernama Teokrasi Ziberus yang bertempat di benua tengah.


Teokrasi Ziberus menjalankan sistem pemerintah delapan ketua dewan suci dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dari ajaran para Dewa, sebagaimana sudah ada sejak ribuan tahun silam.


Lima orang itu terdiri dari tiga lelaki dan dua wanita, masing-masing menunjukkan aura penuh wibawa, sebagaimana sosok kesatria berperingkat tinggi.


Wanita berambut pirang dengan zirah putih keperakan itu adalah Rose Screwing, pemilik julukan sebagai kesatria putri emas.


Wanita dengan topi kerucut dan jubah biru adalah Hellen Donzolna, ahli sihir jubah raja yang menduduki jabatan penting dalam pasukan sihir Teokrasi Ziberus.


Dua lelaki dengan Zirah putih yang sama seperti Rose Screwing adalah Reo Werforg dan Gonza Karlel, bawahan dari Rose Screwing.


Dan satu lelaki yang tersisa hanya menggunakan pakaian sederhana, tidak menggunakan Zirah atau pun jubah, dia adalah Haze Ruzan. Salah satu dari kesepuluh pahlawan utusan Dewa.


Tujuan mereka ke kota Ser Din adalah menjalankan tugas dari Delapan sosok ketua dewan suci untuk mencari keberadaan para pahlawan di seluruh penjuru benua.


"Rose, apa benar salah satu pahlawan ada di kota kecil ini." Ucap Haze dengan santai dan sedikit meremehkan.


"Itu yang dikabarkan oleh para peramal di kuil suci, tuan Haze, karenanya kita harus memastikan." Jawab Rose.


Namun senyum tidak menyenangkan hadir di wajah Haze..."Aku tidak habis pikir, kenapa aku juga harus ikut dalam perjalanan ini, sungguh membosankan."


"Tolong bersabarlah tuan Haze, anda harus ikut bersama kami agar bisa meyakinkan para pahlawan lain bahwa kami ingin membawa mereka semua dalam pasukan pembasmi iblis." Rose tentu harus ekstra sabar saat menanggapi keluhan dari Haze.


"Padahal aku sendiri pun sudah cukup untuk mengalahkan mereka semua, bahkan aku pikir, pahlawan lain hanya akan menjadi beban saja." Haze tersenyum sombong.


Rose jelas tidak menyukai perkataan Haze, tapi sebagaimana dirinya memiliki tugas dari Delapan ketua dewan suci untuk menjaga para pahlawan, dia tentu harus menahan diri dengan kesombongan Haze.


"Kami percaya itu tuan Haze, anda adalah pahlawan dengan kekuatan pedang Suci Excalixer, tentu akan mudah bagi anda mengalahkan para iblis, tapi ini adalah perintah dari delapan ketua, jadi mustahil untuk kami abaikan." Jawaban Rose sangat berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan.


"Delapan ketua itu hanya sekumpulan orang lanjut usia yang takut kehilangan jabatan, dan berusaha meyakinkan orang-orang dengan membawa para pahlawan yang akan melindungi mereka dari serangan iblis." Semakin tinggi hidung Haze untuk membanggakan dirinya sendiri.


Emosi semua orang tentu sudah di ujung tenggorokan, hanya saja, mereka harus tetap menjaga Haze agar dia tidak marah.

__ADS_1


Seperti halnya Rose...."Aku mohon tuan Haze, tolong hargai para ketua suci kami, selama berpuluh tahun Teokrasi mampu bertahan dalam banyak serangan iblis adalah berkat Delapan ketua, jadi....."


"Sudahlah, jangan bicarakan hal penting.... Aku lebih senang jika kita bicara tentang rencanamu untuk nanti, kita bisa pergi ke tempat yang indah berdua saja." Balas Haze memotong perkataan Rose saat menghirup aroma wangi dari rambut pirangnya.


"Maaf tuan Haze, aku memiliki banyak hal yang harus dilakukan." Rose secara lembut menolak.


"Bukankah salah satu tugasmu adalah menyediakan segala kebutuhan bagi pahlawan."


"Tapi tidak untuk hal pribadi."


Di sisi lain Hellen yang tidak menyukai sikap Haze segera membuang muka ke arah jendela. Bukan berarti dia ingin menikmati pemandangan di luar, melainkan Hellen tidak mau berurusan dengan percakapan mereka.


Bagi Hellen meskipun Haze adalah pahlawan, tapi kesombongan karena memiliki status khusus itu selalu disalahgunakan untuk kepentingannya sendiri.


Sesampainya di gerbang masuk ke dalam kota Ser Din. Rose berjalan turun dari kereta untuk menyerahkan surat gulungan yang diberikan oleh dewan ketua suci.


Dimana untuk beberapa kerajaan atau negara-negara yang berhubungan baik dengan Teokrasi Ziberus tidak akan meminta pajak atas kehadiran mereka.


"Silakan masuk putri Rose." Para penjaga memberikan jalan.


Tapi sayangnya, Rose dan semua orang tidak memiliki informasi tentang siapa pahlawan di kota Ser Din, sehingga mereka harus mencari keberadaannya dengan ikatan antara sesama pahlawan.


Itu juga menjadi alasan, kenapa mereka harus membawa Haze dalam tugas. Namun akan percuma saja, ketika subjek yang mereka cari secara sengaja memutus sinyal ikatan sesama pahlawan.


Turun dari kereta kuda dan tujuannya adalah Guild Hunter, dimana menjadi salah satu tempat yang menyediakan banyak informasi tentang semua masalah di kota Ser Din.


Beranjak pergi ke meja administrasi, Rose Screwing bertanya.


"Nona, bisa kami bertemu dengan guild master." Ucap Rose yang menjadi penanggung jawab kelompok.


Senyum dari nona penjaga administrasi guild menyapa sebelum menjawab...."Apa nona-nona dan tuan-tuan sudah membuat janji dengan tuan Houran ?."


"Tidak, tapi kami membawa surat gulungan dari Teokrasi Ziberus." Di keluarkan pula oleh Rose gulungan yang dia simpan di dalam kantong penyimpanan.


Surat itu ibarat pelancar segala urusan kepada semua instansi yang masih berhubungan baik dengan Teokrasi Ziberus.

__ADS_1


Nyatanya memang benar, Nona Ana yang membawa gulungan itu ke lantai atas untuk diberikan langsung kepada guild master.


Tidak perlu menunggu lama, segera Ana kembali turun dan mengantar semua orang menuju kantor.


Sambutan hangat Houran membungkuk hormat dengan senyum lebar, ketika dia dan Rose Screwing saling berhadapan langsung.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kesatria putri emas, nona Rose Screwing." Sambut guild master sopan.


"Terimakasih tuan Houran, kedatangan kami ke kota Ser Din ini adalah untuk mencari pahlawan utusan Dewa."


"Ya aku sudah membaca isi surat gulungan dari ketua dewan suci, tapi sayangnya aku tidak memiliki informasi jika pahlawan ada di kota Ser Din." Jawab Houran.


"Begitu kah..." Rose berpikir rumit.


Tapi ketika Haze melihat papan informasi tentang beberapa tugas yang sudah di selesaikan, ada satu lembar kertas membuatnya tertarik.


Dia mengambil dan membawanya ke meja Houran.


"Aku melihat, jika tugas ini baru beberapa hari yang lalu di selesaikan, tambang mineral bukit Ribbon di serang oleh koloni Semut hitam, aku penasaran, apa benar tidak ada korban atas penyerangan itu ?." Ucap Haze curiga.


"Ya benar tuan, sebuah keberuntungan karena semua selesai dengan cepat."


"Tapi apa kau bodoh, apa kau tidak bisa menyadari hal ini...." Asal saja Haze memaki.


Houran merasa tersinggung atas ucapan Haze, tapi dia mencoba bersabar karena sedang berhadapan langsung dengan sosok penting dari Teokrasi Ziberus.


"Maaf tuan, tapi apa yang anda maksudkan ?."


"Tuan Haze, aku mohon untuk bersikap sopan." Rose memberi peringatan walau pun Haze tidak peduli akan hal itu.


"Mustahil jika penyerangan koloni semut hitam hanya di selesaikan oleh dua orang, sudah jelas, dua orang ini dipastikan adalah pahlawan. Siapa mereka ?." Haze menjelaskan dengan cara berpikirnya.


"Soal itu..." Houran dilanda kegalauan.


Di satu sisi Houran berjanji untuk tidak merahasiakan soal orang yang mereka maksud, tapi di sisi lain, permintaan dari Teokrasi adalah penting.

__ADS_1


Ini berhubungan dengan pahlawan utusan Dewa, dimana kehadiran mereka dibutuhkan oleh ras manusia demi melawan pada iblis.


__ADS_2