
Tiga hari kemudian, dari luar dinding perbatasan utama empat sosok monster penguasa lantai kini muncul kepermukaan, mereka bergerak maju dan menyerang kerajaan Villian.
Semua ini membuat orang-orang terkejut, berbeda dengan para monster yang muncul sebelumnya, satu penguasa lantai bukan sesuatu yang bisa mereka lawan sembarangan, kini sudah menembus pertahan wilayah tengah.
Terlebih lagi penguasa lantai 30 dan 40, keduanya adalah monster yang masuk dalam kategori A hingga SS. Satu kehadiran saja sudah bisa mengguncang seisi kerajaan, tapi sekarang mereka ada empat.
Semua bergerak ke wilayah tengah, para prajurit dan Hunter sudah bersiap di posisi masing-masing.
Hantaman palu dari minotaur meruntuhkan dinding wilayah tengah, semburan api dari ular kepala dua, membakar habis rumah-rumah penduduk, hujan batu dari high Golem, memporak-porandakan pasukan yang menyerang dan raja burung Carmalin, mengacaukan seisi istana kerajaan.
Di tempat para bangsawan berkumpul, semua orang ketakutan, terlebih lagi raja burung Carmalin sudah menghancurkan beberapa bagian istana dari atas langit.
Dan benar saja, kurang dari setengah hari, keempat monster sudah melewati dinding perbatasan wilayah tengah dan kini keempatnya bergerak menuju istana kerajaan.
Orang-orang berhamburan pergi dan berusaha menyelamatkan diri, Hingga dari atas langit satu sosok monster muncul. Itu berbeda dari penguasa lantai Dungeon.
Seekor Naga dan ada satu orang berdiri di atasnya.
"Itu pahlawan Ramzel, bantuan dari akademi sihir Zezzanaza telah datang, Akhirnya kita selamat." Teriak orang-orang dengan rasa syukur di wajah mereka.
Sosok pahlawan yang ada di atas naga melompat turun, dia membiarkan binatang kontraknya menghadapi raja burung Carmalin.
Sedangkan dirinya melompat turun di halaman istana untuk masuk dan menghadap kepada sang raja.
Satu ekor Naga itu adalah makhluk panggilan dari seorang pahlawan utusan Dewa Ramzel yang datang dan menyerang raja burung Carmalin di atas langit.
Sama seperti skill sembilan senjata Dewa milik Sena. Makhluk panggilan adalah hadiah yang di berikan oleh dewa secara langsung kepada Ramzel.
Kekuatan naga panggilan itu hampir menyamai sosok nyata dari ras Naga. makhluk yang menyandang status sebagai binatang iblis kategori Legenda. Dimana satu ekor saja sudah menjadi bencana bagi kerajaan, tentu cukup mampu melawan semua penguasa lantai Dungeon.
Kehadiran Ramzel disambut hangat oleh sang raja, Alberto Do Villian ke 5. Sebagai sosok penyelamat kerajaannya yang hampir musnah oleh serbuan monster-monster dari dalam Dungeon.
Ramzel melangkah masuk kedalam istana, di sana sosok Raja Alberto Do Villian dan para bangsawan petinggi kerajaan hadir dengan senyum bahagia.
Suhor Boviel adalah orang yang menyambut Ramzel ketika memasuki pintu...
"Tuan Ramzel, terimakasih karena anda sudah mau datang untuk membantu kerajaan ku dari bencana."
"Itu bukan masalah Marquis Suhor, karena bagaimanapun aku masih pelajar di akademi Zezzanaza dan ini pun menjadi tanggung jawab ku agar bisa menyelematkan sesama murid akademi." Jawab Ramzel sopan.
Kehadiran pahlawan Ramzel sendiri karena mendapat permintaan master Ziza yang berasal langsung dari Suhor Boviel agar bisa menyelamatkan pahlawan Sena.
Sang raja Alberto Do Villian ke 5 beranjak turun untuk ikut memberi sambutan kepada Ramzel. Dia tersenyum lepas dan memberi sedikit hormat agar terlihat berwibawa.
"Silakan masuk tuan Ramzel, kami sudah menyediakan beberapa cemilan kecil yang mungkin mengobati rasa lelah anda selama perjalanan." Ucap raja Alberto.
Hanya saja sedikit ketidaksenangan Ramzel atas sambutan raja..."Tidak perlu, aku ingin segera menyelesaikan tugasku dan kembali ke akademi. Aku tidak memiliki banyak waktu."
"Bukan masalah tuan Ramzel, kami pun bahagia dengan itu."
__ADS_1
Naga milik Ramzel masih bertarung dengan sengit di atas langit, sedangkan tiga penguasa lantai Dungeon tidak berhenti menyerang prajurit dan Hunter di sekitar halaman istana.
"Harusnya di sini ada salah satu pahlawan yang bisa mengatasinya, dimana dia ?."
"Jika yang tuan Ramzel maksud adalah Sena dia jatuh kedalam Dungeon, sampai hari ini tidak ada kabar apa pun tentang keberadaannya. Entah putri Sena masih hidup atau sudah mati kami pun tidak tahu." Ucap raja Alberto terlihat murung.
Tapi Ramzel mengangguk perlahan, dia seakan tahu tentang kondisi dari Sena...."Dia masih hidup, dan mungkin masih berada di dalam Dungeon."
"Kenapa tuan Ramzel mengetahuinya."
"Kami para pahlawan memiliki ikatan, jika salah satu dari kami tewas, maka semua pahlawan akan menyadari itu."
"Jadi begitu." Sang raja sedikit senang untuk jawaban Ramzel.
Bagaimana tidak, kehadiran pahlawan di dalam kerajaan Villian menjadi berkah tersendiri untuk kekuatan militer mereka. Dimana kerajaan lain yang ingin menyerang pun harus berpikir kembali dengan adanya sang pahlawan.
"Tapi tetap saja, kondisi sekarang sangat buruk, jika kita tidak bisa menyelesaikan Dungeon dan menghancurkannya maka semua tidak akan berakhir." Kecerdasan Ramzel memahami permasalahan yang sedang di hadapi oleh kerajaan Villian.
Barulah Ramzel mengatakannya, tiang cahaya melesat naik ke atas langit, itu berasal dari lokasi keberadaan Dungeon.
"Itu adalah tanda jika Dungeon berhasil di taklukan." Ucap Ramzel.
"Jadi maksud tuan Ramzel ada seseorang yang berhasil menaklukkan Dungeon ?."
"Itu benar."
"Tapi siapa ?."
"Jadi pahlawan Sena benar-benar mampu melakukannya. Ini luar biasa."
*******
Setelah inti jiwa Dungeon di hancurkan semua monster yang keluar untuk menyerang istana kerajaan tiba-tiba saja lenyap.
Termasuk setiap orang yang terkurung di dalam Dungeon secara otomatis di keluarkan ke atas permukaan.
Nyatanya tidak hanya Zen dan Sena saja di sana, ada beberapa pedagang dan Hunter masih terjebak di zona aman. Namun keberadaan Dungeon pun lenyap, goa yang menjadi pintu masuk kini tergantikan oleh monumen batu dimana di sana tertulis dua nama penakluk Dungeon.
"Apa yang terjadi ?, Kenapa semua orang berkumpul di sini." Zen bertanya untuk kebingungan yang dia lihat sekarang.
Hingga sosok penting yang menguasai kerajaan Villian pun ada di barisan terdepan menggunakan kereta kuda, Raja Alberto Do Villian ke 5.
Berjalan mendekati Sean yang masih terduduk lemas di samping monumen batu, para prajurit berbaris rapi seperti membuat jalan bagi sang raja untuk datang.
"Pahlawan utusan Dewa, Sena Gelael Ars, aku Raja Alberto Do Villian ke 5. percaya jika anda akan menyelamatkan kerajaan Villian ini."
"Menyelamatkan ? Aku tidak merasa menyelamatkan kerajaan, yang aku lakukan hanya bertahan hidup dan menaklukkan Dungeon untuk bisa keluar." Masih bingung Sean ketika mendapat jabatan tangan dari sang raja.
"Karena itulah, ketika Pahlawan Sean menaklukkan Dungeon, para yang menyerang monster di kerajaan Villian akhirnya lenyap."
__ADS_1
"Oh begitu.... Tapi tuan raja, aku tidak sendirian dalam penaklukan Dungeon, aku bersama seseorang."
"Siapa dia..."
"Zen... Zenhan." Sean menoleh namun sosok lelaki yang selalu ada di sampingnya telah lenyap.
Raja pun bingung ketika melihat Sena yang kebingungan mencari seseorang...."Baiklah. Kita bicarakan itu nanti, aku yakin untuk sekarang kau harus beristirahat."
"Terimakasih tuan raja."
Tepat di sebelah sang raja, satu sosok yang dia kenal sebagai salah satu pahlawan utusan Dewa, Ramzel Quinonez menampakkan diri.
Sena tentu mengenalnya, karena bagaimanapun juga mereka berasal dari akademi sihir Zezzanaza, tapi itu hanya sekedar kenal, tidak lebih dan tidak kurang.
"Putri Sena Gelael Ars, kau benar-benar luar biasa, aku tidak menyangka kau berhasil menyelesaikan Dungeon." Ucap Ramzel yang memberi pujian.
"Itu adalah keberuntungan, jika aku tidak bersama Zen mustahil aku bisa selamat." Jawab Sena tersenyum senang.
"Zen ?, Siapa yang kau sebut Zen ?." Namun nama dari Sena membuat Ramzel bingung.
Dia kemudian berjalan di depan monumen batu yang tertulis dua nama, dia merasa aneh, karena untuk siapa pun mereka, berhasil menaklukkan Dungeon tentu menjadi sosok luar biasa.
"Zenhan Arta Mivea ?, Apa dia orang yang maksud nona Sena ?." Tanya Ramzel.
"Ya itu dia....." Sena teringat apa yang Zen katakan.
Jika Zen tidak ingin orang lain tahu tentang asal usulnya, Bahakan jika dia adalah pahlawan itu hanya akan membuatnya kesulitan.
"Siapa dia sebenarnya ?." Ramzel penasaran.
"Salah satu Hunter yang ikut terjebak di dalam Dungeon. Kami berdua saling membantu untuk melawan semua Monster." Jawab Sena tertawa kecil.
"Aku yakin dia Hunter yang berpengalaman."
"Pastinya begitu." Bingung Sena untuk menjelaskan lebih banyak.
"Jadi dimana Zen itu." Ramzel seperti mencari.
"Maaf senior Ramzel, Zen, dia sudah pergi." Jawab Sena yang jelas-jelas tidak melihatnya.
Dibalik sikap tenang dan raut wajah tanpa ekspresi itu, Ramzel adalah sosok yang memiliki rasa penasaran tinggi, terlebih lagi, jika menyangkut soal orang-orang kuat.
"Sungguh sangat di sayangkan, dengan kontribusi besar dalam penaklukan Dungeon, raja Alberto pasti memberi banyak hadiah."
"Dia memang orang yang tidak menyukai pujian, jadi biarkan saja." Tawa Sena terlihat kaku.
Dan Ramzel merasa Sena menyembunyikan sesuatu..."Sepertinya kau sangat mengenal orang itu."
"Untuk orang yang berjuang di dalam Dungeon bersama-sama, tentu saja aku kenal." Jawab Sena.
__ADS_1
Tentu tidak hanya kenal secara sifat saja, mereka berdua sudah saling berbagi rasa sakit bersama. Sehingga Sena paham jika Zen menolak banyak hal yang akan membuatnya menjadi pusat perhatian.