KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Budak Elf


__ADS_3

Tentu hampir semua orang terkejut bukan main, pak tua satu ini benar-benar tidak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk memiliki batu jiwa binatang iblis kategori SS yang besarnya setengah badan manusia.


Itu semua karena satu hal, yaitu untuk di jadikan patung pahatan bergambar istrinya sebagai hadiah ulang tahun.


Zen tidak tahu harus bilang apa, jika di dalam guild Hunter, harga batu jiwa binatang iblis kategori SS hanya di berikan harga 1.300 sampai 1.600 koin emas, itu pun menyesuaikan ukuran dan kualitasnya.


Dan batu jiwa yang Zen lelang, tidak hanya besar, tapi juga memiliki perpaduan warna cantik antara biru, merah dan kuning. Sehingga layak dijadikan patung meski pun itu akan dianggap orang lain kerugian.


Bagaimana tidak, batu jiwa binatang iblis biasanya digunakan oleh mereka-mereka sebagai sumber daya untuk memperkuat energi sihir, tapi pak tua ini ingin menjadikannya sebuah pahatan patung.


"Seperti biasa kau selalu membabi-buta jika menginginkan sesuatu, pak tua." Ucap iblis kaum Gouna.


"Haha haha, aku hanya malas bersaing, karena di akhir nanti aku lah yang harus mendapatkannya." Balas pak tua tertawa terbahak-bahak.


"Padahal aku pun menginginkan batu itu, tapi sudahlah aku akan membiarkan kau yang menang." Dia tidak ingin bicara panjang lebar.


"Terimakasih, terimakasih, maaf atas keegoisan orang tua ini."


Sepertinya pak tua ini memiliki nama besar sehingga seluruh tamu VIP pun tidak mau bersaing.


Tapi dari tempat VIP lain, sebuah suara bersaut di kejauhan.


"3.100 koin emas...."


"3.150 koin emas...."


"3.200 koin...."


"Ini luar biasa, ternyata persaingan belum berakhir dan tidak mau kalah meski pun harganya sudah naik tiga kali lipat. Apa ada yang berani lebih tinggi lagi ?." Pembawa acara semakin bersemangat.


"Ada orang bodoh yang ingin memilikinya juga pak tua, jadi bagaimana dengan mu ?." Ucap lelaki bertato terasa sedang mengejek.


"Mereka tidak tahu siapa aku....4.000 koin emas." Pak tua tidak ragu lagi menaikkan harga dengan gebrakan tangan di atas meja.


Di sisi lain Zen hanya bisa melongo, dia tidak menyangka harga yang dia dapatkan berada jauh melampaui ekspektasinya.


"Pak tua apa kau yakin ingin memberikan harga 4.000 koin emas ?, Itu sudah terlalu mahal." Ucap Zen walau dia pun tidak menolak.


"Hahaha, apa kau tidak tahu siapa aku, anak muda ?." Ucap pak tua membanggakan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tidak, memang siapa anda ?."


"Aku adalah...."


Sebelum pak tua bicara tentang namanya, sosok iblis Gouna memberi peringatan untuk berhenti...."Hei pak tua kau terlalu mabuk, apa kau lupa di sini kita tidak bisa mengatakan identitas diri kepada orang lain."


"Ah kau benar, aku lupa." Pak tua masih saja tertawa terbahak-bahak.


Pembawa acara, sudah mulai menghitung mundur karena tidak ada orang lain yang berani membayar lebih dari harga terakhir milik pak tua.


"Tiga... Dua... Satu... Baiklah, batu jiwa binatang iblis kategori SS terjual di harga 4.000 koin emas, selamat untuk tuan di ruang VIP 3."


Pak tua itu tidak peduli soal harga jika sudah menginginkan sebuah barang, karena memang bagi orang kaya, mereka memiliki banyak uang, bahkan terkadang tidak tahu harus digunakan untuk apa.


"Aku akan coba mengikuti ide mu anak muda, semoga saja istri ku akan senang." Ucapnya santai.


Padahal yang jauh lebih senang di sini adalah Zen, dia mendapat rejeki nomplok, 4.000 koin emas, jumlah luar biasa untuk dia miliki sekarang.


Kali ini pembawa acara mengeluarkan barang ke empat. Dimana itu adalah sebuah kurungan besi. Hingga saat penutupnya terbuka, di dalam ada sesosok bocah perempuan bertelinga panjang yang kurus dan lemah.


"Kali ini adalah sebuah budak, dia berasal dari ras Elf, tentu kalian semua tahu seberapa berharga para Elf itu, dan kami bisa mendapatkannya untuk di jual dalam pelelangan." Pembawa acara menjelaskan deskripsinya.


Di dunia baru Dios, seorang Elf memang jarang di temui, karena mereka hidup dan tinggal di dalam hutan dan selalu menjauh dari peradaban. Terlebih lagi di sekitar Desa elf terpasang rangkaian sihir pembatas yang akan menghalangi siapa pun ketika hendak memasuki wilayah mereka.


Bisa dipastikan mereka dapatkan bocah elf itu karena dia telah keluar dari pembatas desa dan bertemu dengan seseorang, hingga pada akhirnya sekarang berakhir sebagai budak.


"Baiklah tuan-tuan, untuk budak elf kecil ini, kami membuka harga dari 1.200 koin emas."


Ada banyak orang mulai mengacungkan tangan dan memberikan harga.


"1.210."


"1.230."


"1.300."


Zen merasa tidak nyaman jika elf itu dibeli oleh orang yang salah, meski dia bukan pahlawan atau orang dermawan, tapi melihat seorang bocah lemah tersiksa sebagai budak membuatnya marah.


"1.500 koin emas." Zen mengacungkan tangan.

__ADS_1


"Oh, kau ternyata tertarik dengan budak elf kecil itu anak muda, apa kau penyuka anak kecil." Asal saja pak tua mengejek Zen.


"Jangan sembarangan bicara pak tua, Aku hanya tidak bisa melihat seorang gadis lemah seperti dia harus mendapat tuan yang biadab." Jawab Zen menolak mentah-mentah anggapan itu.


"Untuk ukuran manusia di jaman sekarang kau memiliki sifat yang baik."


"Terimakasih pak tua."


"Baiklah, biar aku lihat seberapa banyak uang yang kau miliki." Dia merasa senang untuk keberanian Zen.


Persaingan harga terus berlanjut, hingga kini nominal nya sudah mencapai 2.800 koin emas dan belum berhenti sampai disitu.


"2.900."


"3.000 koin emas." Balas Zen.


Orang lain susah menyerah di angka 2.500, sedangkan Zen dan satu lelaki di lantai bawah masih menunjukan persaingan ketat.


Tapi Zen pun memiliki batasannya, dimana uang yang dia punya kini tersisa 3.400 koin emas, jika pun lelaki di sana masih berani mengajukan harga lebih tinggi, tentu Zen tidak bisa berbuat apa-apa.


"Apa ada yang menawar dengan harga yang lebih tinggi dari 3.000 koin emas ?." Pembawa acara memanas-manasi.


"3.100 koin emas." Saut lelaki di kursi bawah.


Zen marah karena masih saja lelaki itu bersaing meski harganya sudah di atas normal.


Tentu Zen sadar bahwa ada keanehan dari sikap lelaki di kursi bawah, dia mengajukan harga dengan santai seakan sedang mempermainkan nominal demi mendapat keuntungan lebih banyak.


Hal ini tidak dilarang walau itu bisa menjadi kerugian bagi orang lain. Namun resikonya adalah dia kehilangan harga tertinggi dan harus membayar uang administrasi lebih banyak.


Satu-satunya cara adalah berdialog, karena saat ini Zen menjadi penawar tertinggi di nominal 3.000 koin emas.


"Tuan aku yakin anda sangat menginginkan budak elf yang kurus itu, jadi ini adalah tawaran terakhir dariku, lebih dari 3.200 koin emas, maka aku akan menyerah." Tegas Zen dengan bicara dari atas balkon ruang VIP.


Lelaki itu sadar, bahwa ini adalah batasan untuk uang yang bisa dia dapat sekarang.


"Baik jika tidak ada yang mau menaikan harga lagi, maka....."


Hingga ketukan palu terdengar, lelaki di bawah sana tidak berani lagi mengajukan harga di atas 3.200 koin emas dan kini Zen mendapat gadis kecil elf itu.

__ADS_1


Walau pun pada akhirnya dia harus kehilangan sebagain besar uang yang dimilikinya.


__ADS_2