KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
Penguasa baru


__ADS_3

Seekor burung gagak jatuh di atas atap rumah salah satu penduduk yang berada di wilayah kekuasaan ras iblis kaum Gouna. Tubuhnya tampak sekarat, bulu rontok dan melepuh terbakar oleh ledakan api.


Sisa-sisa energi terakhir pun hampir habis, tapi hanya untuk sedikit energi yang dia miliki, perwujudan nyata iblis gagak pun kembali seperti awal. Meski efek regenerasi mulai aktif, namun itu belum cukup menyembuhkan semua luka di tubuhnya secara sempurna.


Setelah membuat kloning seribu mata gagak, hampir seluruh energinya di gunakan habis dan itu akan memperlambat proses penyembuhan.


Rulhan Sonfall masih bertahan hidup meski sudah menerima serangan tingkat saint, itu menjadi keistimewaan skill seribu mata gagak, selama ada satu gagak berhasil lolos maka nyawanya akan tetap selamat.


"Si*alan, dia benar-benar terlalu kuat, aku meremehkan perkataan Edurali. Untuk sekarang sebaiknya aku kembali ke istana iblis." Gumam Rulhan Sonfall yang menyeka darah di mulutnya.


Rulhan kini berjalan pergi menuju kediaman iblis kaum Gouna, dimana dalam kondisi seperti sekarang, dia tampak menyedihkan, compang-camping dan penuh luka.


Dua sosok iblis tua yang berada dalam satu ruangan itu melangkah bolak-balik dengan wajah rumit memikirkan sesuatu.


Mereka berdua adalah keluarga iblis dari kaum Gouna yang tahu bahwa penguasa iblis Rulhan Sonfall telah dikalahkan. Merasa khawatir jika akan ada hal buruk terjadi.


Sebagaimana diketahui iblis kaum Gouna, kelompok bandit Sanziu dan suku manusia naga menjalin perjanjian sejak awal terbentuknya dunia gelap untuk saling menghormati dan menjalin persahabatan.


Tapi karena tindakannya yang ingin menguasai seluruh dunia gelap seorang diri, kepala keluarga kaum Gouna pun menjual dunia gelap kepada Penguasa iblis Edurali V Doomzar.


Penguasa iblis bisa menjadikan dunia gelap sebagai markas, terlebih dengan fasilitas rangkaian teleportasi untuk bepergian di bermacam kerajaan menjadi satu keuntungan dalam perang.


Namun syaratnya adalah Kaum Gouna menjadi penguasa wilayah dan memiliki 70 persen pendapatan pajak dari semua penduduk yang tinggal di dunia gelap.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang kakak Tyuza." Tanya satu iblis termuda di sana.


Terhembus nafas perlahan dengan wajah berusaha tenang..."Tenang saja adik Tyuji, kita masih bisa menyembunyikan ini dan Xin Sanziu dan Xeon Shiharder. Mereka tidak akan tahu jika kita sudah mengkhianati perjanjian."


"Tapi tetap saja, ini membuatku khawatir, tidak aku sangka tuan Rulhan akan kalah. Jika Xin dan Xeon mengetahui kenyataannya, kita akan terbunuh." Tyuji tentu merasa khawatir.


Tyuza pun tidak bisa menyalahkan kekhawatiran dari adiknya..."Memang aku tidak menyangkal, bahwa ada orang kuat di dunia gelap selain Xeon Shiharder dan mampu mengalahkan seorang penguasa iblis. Tapi semoga kita bisa meminta perlindungan dari tuan Edurali."


"Aku berharap begitu kakak, aku tidak ingin keluarga kaum Gouna mendapat masalah."


Kejutan terlihat di wajah Tyuza, karena melihat sosok Rulhan yang muncul secara tiba-tiba di balik pintu ruangan itu.


"Tuan Gouna anda masih hidup." Terkejut Tyuza melihat wujud Rulhan penuh luka.


"Apa kau pikir aku akan mati dengan mudah." Rulhan merasa kesal karena dianggapnya Tyuza meremehkan dia.


Tyuza coba memperbaiki perkataannya..."Tidak bukan seperti itu tuan, tapi melihat serangan musuh yang benar-benar kuat, aku pikir anda sudah kalah."


Itu bukan meredakan emosi Rulhan tapi menyiramkan minyak ke atas api.


"Aku belum kalah..." Teriak keras Rulhan yang marah saat mendengar perkataan Tyuza hingga jatuh setelah merasakan aura tekanan.


Tyuza dan Tyuji segera bersujud untuk meminta maaf.


Aura gelap memberi tekanan mental bagi semua iblis di sekitarnya, walau kondisi Rulhan Sonfall yang begitu menyedihkan, tapi kekuatan perintah absolute masih aktif kepada mereka.


"Jadi apa yang anda akan lakukan sekarang tuanku ?. Aku yakin Xin Sanziu dan Xeon Shiharder tidak membiarkan kami untuk tetap berada di dunia gelap, jika mereka tahu kami yang sudah membawa anda." Tanya Tyuji memikirkan konsekuensi terburuk bagi kaum Gouna.


Rulhan menyandarkan diri di atas kursi, ekspresinya masih kesal... "Hmmm aku tidak bisa bertarung sekarang, jadi aku pikir akan kembali ke istana iblis."


"Bagaimana dengan kami ?." Tyuji berharap sesuatu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, lakukan saja sebisa kalian untuk bertahan hidup." Rulhan membalas dengan senyum mengejek.


Tyuza terkejut..."Ini tidak seperti pernjanjian, harusnya tuan bisa menyelamatkan kami atau meminta bantuan kepada tuan Edurali."


"Aku ?, Kau membuat janji itu dengan Edurali, bukan aku, jadi kau tidak memaksa keinginan mu dan membuatku repot."


Itu tidak membuat Tyuza senang, hingga para penjaga di luar rumah pun datang memberikan kabar, jika ada ratusan orang dari suku manusia naga berdatangan.


"Baiklah, aku akan pergi, kalian semoga beruntung." Ucapnya.


Rulhan Sonfall berubah menjadi gagak, dia segera keluar dari dunia gelap melalui portal teleportasi di kediaman kaum Gouna.


Tyuza tidak punya pilihan lain, dia harus bicara kepada para manusia naga agar diberi pengampunan atau beralasan seadanya demi mendapat keselamatan.


Di hadapan Tyuza, Xeon Shiharder menatap tajam penuh permusuhan, dia sudah menunjukkan niat membunuh yang begitu kuat.


"Aku sudah tahu, jika kau sudah menjalin hubungan dengan Penguasa iblis untuk melakukan serangan dan menguasai seluruh wilayah dunia gelap ini." Ucap Xeon seperti yang dia ketahui dari Xin Sanziu.


"Tidak tuan Xeon, anda salah, tidak seperti yang anda pikirkan, aku bisa menjelaskan semua." Tyuza berusaha membantah.


Xeon coba bersabar..."Baiklah, katakan apa yang bisa kau jelaskan kepada ku ?."


"Sebenarnya, aku di paksa, aku mendapat ancaman dari Penguasa iblis itu agar mau bekerja sama dengan mereka." Ungkapnya terlihat sedih.


Tapi tawa suara Xin Sanziu tiba-tiba saja terdengar, dia muncul dari belakang punggung Xeon untuk mengatakan apa yang dia ketahui.


"Memang kau pikir aku bodoh, aku sudah tahu semuanya, tentu ini adalah bukti nyata, bahwa kau sebenarnya ingin menguasai seluruh wilayah dunia gelap dan menyingkirkan kami dengan bantuan penguasa iblis." Ucap Xin Sanziu menyudutkan Tyuza.


Xin Sanziu memang sudah lama menyelidiki gerak gerik dari bisnis kaum Gouna, dimana mata-matanya telah mengorek informasi tentang hubungan mereka dengan penguasa iblis Edurali V Doomzar.


Siapa mata-mata Xin Sanziu adalah orang yang tahu segala sesuatu tentang kaum Gouna secara menyeluruh dari luar hingga dalam.


"Bagaimana bisa kau menuduh kami yang sudah saling kenal ratusan tahun. " Tyuza tetap berusaha.


Namun senyum di wajah Xin Sanziu mengejeknya..."Edurali V Doomzar menjanjikan kepada mu sebagai penguasa dunia gelap yang akan di jadikan markas oleh para iblis."


"Itu salah, kau hanya menuduh ku saja, pak tua busuk." Kini Tyuza marah.


"Jika semua yang kau katakan hanya tuduhan semata, bagaimana mungkin penguasa iblis tidak menghabisi orang-orang mu, sedangkan aku dan semua orang di sana hampir mati." Hal itu memang sudah menjadi bukti nyata.


Meski Tyuza tidak mau mengakui, tapi kesepakatan antara xeon dan Xin Sanziu sudah bulat, yaitu membuang kaum Gouna dari dunia gelap.


Tapi Tyuza menolak, dia tidak ingin meninggalkan dunia gelap dan mencoba melawan. Hanya saja soal kekuatan untuk berhadapan langsung dengan suku manusia naga adalah suatu kesalahan.


Belum sempat Tyuji membawa seluruh keluarganya pergi, serangan sihir berdatangan, mereka memborbardir seluruh kediaman kaum Gouna sebagai bentuk hukuman untuk mereka.


Kini tidak ada satu iblis dari kaum Gouna yang hidup, hanya menyisakan puing-puing bangunan terbakar dan mayat-mayat terbujur kaku tanpa nyawa.


*******


Di tempat lain .....


Zen kini berada di suatu tempat yang menjadi wilayah kekuasaan milik suku manusia naga. Rumah-rumah gubuk, orang-orang bertato, lelaki atau perempuan berlalu lalang dan hanya menggunakan pakaian dalam.


Ini pula sebagai tempat pengungsian untuk para penduduk setelah perang melawan penguasa iblis berakhir.

__ADS_1


Tapi Zen barulah keluar dari salah satu rumah gubuk, karena dia pun harus mendapat perawatan karena sebagian besar energinya terkuras habis.


Tepat ketika dia membuka pintu, Eri dan Lify berjalan mendekat dengan satu tong air yang sedang mereka bawa.


"Zen kau masih hidup..." Ucap Eri memeluk Zen dan tidak peduli soal tong air yang hampir tumpah.


"Tuan, hidup, hore...." Lify berteriak keras dengan wajah tersenyum senang.


Zen bingung kenapa mereka terlihat begitu emosional...."Tentu saja aku masih hidup, aku hanya kehabisan energi dan harus berisitirahat."


Eri dan Lify begitu bahagia melihat Zen sudah pulih, hanya sedikit percakapan dan mereka berdua segera pergi untuk membantu penduduk lain menyiapkan makanan.


Sebagai salah satu penguasa suku manusia naga atau pun kelompok bandit Sanziu harus menjamin keselamatan penduduknya di bawah kekuasaan mereka, termasuk untuk sekarang yang dimana kerusakan parah membuat hancur semua rumah.


Zen melihat Xin Sanziu dan Xeon Shiharder sedang bicara empat mata di depan api unggun.


"Kau sudah bangun, anak muda." Ucap Xeon Shiharder tersenyum senang.


"Ya aku merasa lebih baik sekarang." Jawab Zen.


Tidak lama, sebuah hidangan tersaji untuk diberikan kepada Zen, dia pula tidak menolak dan segera mengambil satu daging di depannya.


Tapi selagi Zen menikmati makanan yang tersedia, dia cukup terkejut karena rasanya cukup enak, dimana orang yang membuat hidangan itu adalah Sung Cheng dengan memodifikasi resep dari Zen.


Setelah selesai, Xin Sanziu dan Xeon Shiharder membicarakan tentang rencana mereka di masa depan.


Untuk memperbaiki segala kerusakan itu bukan hal sulit, karena sebagian besar rumah-rumah penduduk dibangun menggunakan sihir tanah yang dibentuk persegi agar layak disebut tempat tinggal.


Namun ada ungkapan dari Xin Sanziu yang membuat Zen terkejut....


"Jadi apa yang akan kita lakukan dengan wilayah kekuasaan milik Kaum Gouna." Tanya Xeon.


"Kenapa anda harus bingung, bukankah di sini ada orang yang pantas menjadi penguasa di sana." Jawab Xin Sanziu tertawa kecil.


"Hmmm kau benar." Xeon pun setuju.


"Siapa yang anda berdua maksud." Tanya Zen.


"Tentu saja kau tuan Hanzen." Balas Xin Sanziu.


Tersenyum keduanya selagi mengangguk-anggukkan kepala tidak jelas.


"Aku ?, Kenapa harus aku ?." Zen ingin menolak.


"Kami membutuhkan sosok kuat untuk melindungi Dunia gelap ini, jadi aku pikir kau pantas menjadi penguasa wilayah yang Kaum Gouna miliki." Jawaban Xeon memang benar.


"Itu benar, jika nanti ada masalah dengan penguasa iblis atau makhluk lain yang merepotkan, anda bisa membantu kami." Xin menambahkan alasannya.


Tawaran Xin Sanziu dan Xeon memang cukup menggiurkan, dimana ketika Zen menjadi penguasa, maka setiap orang yang tinggal di wilayahnya harus membayar pajak, dan Zen akan memiliki 80 pesen.


Zen bingung..."Sepertinya itu sulit, aku tidak berniat menetap...."


Xin Sanziu pun menjelaskan..."Kau tidak perlu menetap di sini, terserah kau mau pergi berpetualang kemana pun, kau hanya harus menunjuk seseorang sebagai seorang wakil, tapi jika ada masalah terjadi kau harus siap membantu."


"Itu terdengar bagus, baiklah biar aku pikirkan lagi." Ucap Zen.

__ADS_1


Zen memang tidak memiliki rumah untuk menetap sekarang, sehingga bukan hal buruk menjadi seorang penguasa agar tahu kemana harus pulang.


Terlebih lagi, dunia gelap tidak memandang ras atau golongan lain yang hidup di sana, itu memunculkan satu keinginan, bahwa dia bisa membawa setiap kaum Ra'e untuk tinggal di dunia gelap.


__ADS_2