
Seperti yang di katakan oleh Jiwa Dungeon.
Setelah Zen pergi ke arah selatan, tepat bagian terdalam hutan Roris. Dia kini menemukan sebuah goa kecil tersembunyi dengan berkamuflase diantara timbunan tanah.
Namun satu hal yang membuat Zen tertarik, dimana bagian luar goa terselimuti energi sihir untuk menyegel siapa pun agar tidak bisa masuk.
Zen bisa menganggap bahwa sesuatu di dalam sana adalah hal berharga, sehingga ratusan iblis di kerahkan demi mendapat benda itu.
Mudah bagi Zen menghancurkan segel lapisan luar mulut Goa, evolusi skill pencipta menghadirkan satu kemampuan untuk memanipulasi segala bentuk objek dengan cara mengubah struktur pembentuknya.
Tanpa perlu menunggu banyak waktu, lapisan segel sihir pun berhasil dia hancurkan, seketika itu juga Zen bisa merasakan adanya aura luar biasa yang muncul dari dalam.
Zen berjalan masuk dan mengikuti dari mana asal aura energi kuat itu datang.
Hingga berada cukup jauh masuk kedalam lambung Goa, sebuah benda bulat yang menyerupai telur berwarna ungu gelap.
"Haha, aku menemukan sesuatu yang menarik..." Meski pun Zen tidak tahu tentang benda apa yang dilihatnya sekarang, tapi ini membuatnya senang.
Di nilai dari kuat tekanan aura yang keluar di benda bulat itu, Zen merasa mirip seperti saat dia bertemu dengan inti jiwa Dungeon, atau juga bisa di setarakan binatang iblis kategori SSS.
'Master, benda itu adalah benih kebangkitan dari ras iblis....' ucap Jiwa Dungeon.
'Aku baru mendengar tentang benih kebangkitan?, Bisa kau berikan deskripsinya.'
'Baik master...'
Jiwa Dungeon memberi penjelasan secara terperinci....
'Benih kebangkitan iblis bisa di katakan dengan wujud batu kehidupan yang berisi jiwa sosok iblis dalam rangkaian evolusi ke tahap lebih tinggi... Tapi aku merasakan sesuatu yang janggal dari benih kebangkitan iblis ini."
'Hmmm, kau tidak tahu kejanggalan seperti apa ?, padahal aku pikir kalian satu kerabat.'
'Ini berbeda Master, jika sebelumnya aku batu jiwa Dungeon yang membentuk ruang bawah tanah, tapi benih kebangkitan adalah satu jiwa dengan tubuh mereka sendiri."
Zen yang masih bertanya jawab dengan jiwa Dungeon, kini benih kebangkitan iblis menunjukkan gejolak kesadaran.
"Siapa di sana..?." Ucap benih kebangkitan iblis itu.
__ADS_1
Batu jiwa bersuara, atau lebih tepatnya dia bicara kepada Zen karena sadar akan kehadiran makhluk lain di sekitarnya.
"Benda ini bicara ?." Pikir Zen.
"Kau manusia... Tidak. Hanya wujudmu saja seperti manusia, tapi aku bisa merasakan adanya aura iblis yang tersembunyi."
Zen cukup terkejut, karena dia cukup yakin dengan kemampuannya menyembunyikan aura iblis dari siapa pun. Tapi mudah saja benih kebangkitan itu mengetahui identitas yang dia sembunyikan.
"Bagaimana bisa kau tahu kalau aku ini adalah iblis." Tanya Zen.
"Kau menganggap remeh penguasa iblis yang dikirimkan oleh dewa, iblis muda." Ungkap benih kebangkitan itu memberi penjelasan.
Seperti yang di katakan oleh Jiwa Dungeon, bahwa ada kejanggalan dari benih kebangkitan iblis satu ini, nyatanya memang benar, karena benih itu adalah wujud evolusi sang penguasa.
"Tapi aku pun bisa tahu, kalau kau juga bukan iblis biasa...."
"Apa maksudmu ?." Zen sedikit khawatir akan rahasianya yang lain.
"Kau memiliki aura pahlawan... Ini aneh, kau adalah iblis, tapi kau juga pahlawan."
Sedikit Zen tersenyum...."Kau tidak salah, hanya saja memang terasa aneh, aku adalah iblis yang di jadikan pahlawan oleh para dewa."
"Aku tidak ingin menjadi keduanya." Jawab Zen.
"Kalau begitu, biarkan aku mengambil jiwamu agar bisa aku miliki." Tegasnya dengan satu niat.
Sehingga bukan mendapat tanggapan baik karena sama-sama sebagai ras iblis, benih kebangkitan menunjukkan niat membunuh yang kuat.
Sebuah kegelapan melingkar di atas tanah dan beberapa sosok makhluk serba hitam merangkak naik. Monster-monster itu seperti terbentuk dari kegelapan atas kendali benih kebangkitan iblis.
"Bunuh orang itu. Dan berikan jiwanya kepadaku." Perintah benih kebangkitan untuk menyerang Zen.
Kelima monster hitam mendengar perintah benih kebangkitan, mereka semua segera bergerak cepat untuk menyerang Zen.
Tapi itu bukan masalah besar bagi Zen, dia cukup melepas lima pedang yang melayang lurus dan membunuh para monster hitam hingga menjadi debu.
Belum cukup untuk lima ekor monster, benih kebangkitan pun memunculkan makhluk lain yang lebih besar dari pada sebelumnya.
__ADS_1
Sama seperti pahlawan, para penguasa iblis pun memiliki kemampuan khusus yang diberikan oleh Dewa iblis, salah satunya adalah kemampuan dari benih kebangkitan iblis satu ini.
'skill iblis : Shadow Army.'
Dia mampu memunculkan ratusan bahkan ribuan makhluk dari bayangan sebagai pasukan atas kendalinya.
Makhluk bayangan besar setinggi lima meter menampakan diri, wujudnya seperti banteng hitam dan sorot mata merah terang.
Satu pukulan keras menggetarkan seluruh dinding goa, Zen melompat mundur, tiga pedang yang melesat ke arah banteng bayangan itu tidak mampu menembus lapisan kulit.
Berbalik melawan, banteng bayangan itu melompat dan menghantamkan tanduk kepada Zen, perisai besar tercipta, saling beradu kekuatan satu sama lain.
Zen bisa menghentikan gerak tubuh dari banteng bayangan, dan dari atas langit-langit goa muncul pedang besar yang jatuh ke atas kepala makhluk itu.
Tubuh banteng terbelah dua dan jatuh menjadi debu. Meski benih kebangkitan memiliki aura kuat setara binatang iblis kategori SSS, tapi dia masih dalam proses evolusi, sehingga tidak mampu memaksimalkan kekuatan.
Ini adalah keuntungan bagi Zen, dia tidak perlu bertarung sekuat tenaga atau pun bertaruh nyawa.
Berjalan mendekati benih kebangkitan iblis, Zen seperti siap melepas pedang di tangannya dan berniat menghancurkannya.
"Aku tahu kau ingin memakan jiwaku agar menjadi lebih kuat, tapi kenapa para renkarnasi iblis dan pahlawan yang di kirimkan ke dunia Dios ini bertujuan untuk saling membunuh, padahal antara kita semua berasal dari tempat yang sama." Tanya Zen.
"Apa kau tahu, dewa iblis menjanjikan suatu hadiah jika kita berhasil menjadi pemenang." Jawabnya.
"Benarkah itu ? Apa yang dewa mu berikan ?." Zen baru mendengar tentang hadiah.
"Posisi sebagai kandidat Dewa."
Itu memang menjadi hadiah besar, status sebagai Dewa, makhluk yang mampu mengendalikan takdir di alam semesta.
"Apa kau tidak ingin mendapatkan hadiah sebagai kandidat Dewa ?."
Sebuah pertanyaan yang aneh untuk orang seperti Zen... "Maaf saja, aku bukan orang yang mau merepotkan diri untuk masalah antara pahlawan dan iblis."
Tanpa ragu Zen menusukkan pedang ke benih kebangkitan iblis, retakan demi retakan membuka cangkang setelah ledakan mendorong mundur tubuh Zen beberapa langkah.
Namun itu belum berakhir, muncul sebuah batu kecil yang menjadi inti jiwa iblis di dalamnya.
__ADS_1
Tangan Zen mengambilnya dan berniat meremas batu jiwa hingga hancur.
"Selamat tinggal."