
Saat ini hidangan utama pun akhirnya di keluarkan oleh para pelayan, bertumpuk-tumpuk rendang daging naga di dalam piring.
Mata para tamu terlihat kebingungan, mereka baru pertama kali melihat hidangan aneh dengan warna kecoklatan dan memiliki aroma tajam yang menyengat hidung.
Xin Sanziu berjalan maju dan melangkah bersama di sampingnya, tampak jelas seorang wanita cantik, muda, langsing dan juga aduhai dengan gaun indah yang mempesona.
Bahkan dari tatapan semua orang, mereka tampak takjub akan kecantikan dari salah satu istri Xin Sanziu, mereka sadar jika lelaki tua itu sangat beruntung, di usianya yang ratusan tahun, wajah keriput, mata rabun dan mungkin sering sakit pinggang.
Dia bisa mendapat satu kecantikan luar biasa yang hampir mustahil di dapatkan oleh orang lain, meski pun mereka jauh lebih tampan.
Tapi di sisi lain, tanpa di ketahui oleh Xin Sanziu, jika para tamu yang tidak terlalu senang dengan sosoknya, mulai mencibir dari belakang.
"Lihat dia... Aku yakin dia hanya menginginkan kekayaan yang di miliki oleh Xin Sanziu."
"Aku pun berpikir memang seperti itu, bagaimana bisa gadis secantik dia mau dengan orang tua bau tanah ?."
"Kecuali dia sama-sama rabun untuk melihat wajah pak tua Xin hingga dianggapnya sebagai lelaki tampan."
Xin Sanziu mulai memberikan sepatah dua patah kata untuk sambutan kepada semua tamu.
"..... Silakan kepada semua tamu menikmati hidangan spesial yang di buat langsung oleh tuan Hanzen, yaitu Rendang daging naga."
Mereka tentu bingung, nama makanan yang disebutkan oleh Xin Sanziu baru pertama kali dia dengar. Ada perasaan ragu-ragu, ada pula mengejek karena bentuk dan aroma tidak biasa.
Setiap tamu mulai mengambil setiap piring yang berisi rendang daging naga, awalnya mereka begitu meremehkan, tidak selera dan juga jijik.
Namun mereka mengganggap bahwa ini adalah bentuk penghormatan kepada tuan rumah yang sudah repot-repot menyuguhkan sebuah makanan.
Hingga satu gigitan masuk kedalam mulut, dan sontak saja, ekspresi aneh di wajah mereka berubah menjadi kejutan luar biasa.
"Ini enak, enak sekali." Ungkapnya.
"Bagaimana mungkin, daging yang berbentuk seperti kotoran hewan ini sangat luar biasa." Pujinya meski tidak enak di dengar.
"Aku baru pertama kali makan daging seenak ini, bagaimana cara dia membuatnya." Ada pula yang bertanya-tanya.
"Tolong berikan aku lagi." Mereka masih menginginkan lebih.
"Aku juga." Orang lain tidak mau kalah.
"Jika masih ada aku pun ingin lebih banyak." Begitu juga orang tidak tahu malu pun ikut antri.
__ADS_1
Kali ini semua orang saling berebut untuk mendapatkan potong rendang daging naga, hingga para pelayan sampai kebingungan melayani mereka yang begitu antusias.
Eri, Lify dan juga Hanna mendapat bagian dari para pelayan, ketiganya memiliki ekspresi sama seperti tamu lain.
Meski Eri sudah banyak menikmati makan buatan Zen, tapi masakannya sekarang seperti berada di level lebih tinggi, rendang daging naga adalah yang terbaik.
Lepas Zen menyelesaikan urusan masak kepada Sung Cheng, dia pun meninggalkan posisinya di sebelah Xin Sanziu, dan sekarang datang menyapa Eri di antara tamu yang menyantap hidangan.
"Eri, Lify apa itu enak ?." Tanya Zen.
"Sangat enak, luar biasa, aku baru pertama kali merasakan makanan ini." Jawab Eri seperti biasa.
"Kau selalu mengatakan hal yang sama setiap kali aku membuat masakan baru, aku merasa tidak aneh." Balas Zen datar.
"Tapi ini berbeda, dari semua masakan mu, daging rendang adalah keistimewaan tiada bandingnya." Ungkap Eri.
"Aku senang kau suka dengan masakan ku."
Zen berpindah ke arah Lify, dia terlihat lucu karena wajahnya penuh bumbu rendang...."Makanlah dengan santai, tidak ada orang yang mau mengambil makanan mu."
"Tapi tuan ini sudah habis, aku mau lagi." Ucapnya memohon.
"Hmmm saat pulang nanti, kau bisa makan banyak sampai kenyang." Jawab Zen tertawa kecil.
"Ya tentu saja."
"Hore....." Hanya dengan jawaban Zen sudah membuat Lify senang.
Zen sengaja menyisakan beberapa potong besar rendang daging naga yang dia bawa ke dalam satu kuali besar dan tersimpan di ruang penyimpanan khusus.
Jarang untuk siapa pun memiliki daging naga, sehingga Zen ingin menyimpan itu agar bisa di buat makanan lain.
Hanna yang mendengar percakapan Zen dengan Eri serta Lify, ingin bertanya banyak hal..."Zen apa kau yang memasak daging ini." Tanya Hanna serius.
"Ya memang benar, jadi apa itu sesuai selera anda ?." Kini Zen bertanya kepada Hanna.
"Ini luar biasa, aku tidak habis pikir jika kau bisa membuat makanan seperti seorang juru masak." Balas Hanna memberi apresiasi tinggi.
"Hanya sedikit keahlian, bukan hal yang bisa aku banggakan." Zen tetap dalam setingan merendah diri.
"Tapi jika kau membuka bisnis warung makan, kau pasti akan kaya." Jawabnya dengan tujuan lain.
__ADS_1
"Aku tidak mau merepotkan diri untuk membuat makanan hanya sekedar berbisnis saja." Itu memang jawaban jujur dari Zen.
Ada sedikit kekecewaan karena Zen tidak setuju..."Aku tidak bisa memaksa mu."
*******
Di tempat lain, kediaman ras iblis kaum Gouna.
Sebuah portal terbuka di dalam istana besar milik penguasa wilayah dunia gelap.
Satu sosok berjalan keluar melewati portal rangkaian sihir teleportasi, wujud iblis sempurna menyerupai manusia dengan sorot mata merah dan dua sayap hitam tubuhnya pun mengeluarkan aura keputusasaan.
Dia bukan ras iblis sembarangan, Rulhan adalah iblis gagak hitam.
Salah satu dari kesepuluh penguasa iblis utusan Dewa, kekuatannya setara dengan Edurali V Doomzar, namun satu hal berbeda adalah kemampuan khusus yang diberikan oleh dewa iblis dan juga jenis kelaminnya.
Karena dia bukan lelaki atau pun perempuan, tapi makhluk hybrid yang menolak jenis kelaminnya sendiri sebagai seorang lelaki.
Masing-masing iblis dari kaum Gouna membungkuk di hadapan sosok itu penuh rasa ketakutan.
"Tuan penguasa iblis Rulhan Sonfall, selamat datang." Ucap ketua ras iblis kaum Gouna.
Rulhan Sonfall berjalan santai melewati para kaum Gouna dan duduk di atas kursi mewah yang di sediakan secara khusus.
Namun terlihat bagaimana wajah Rulhan Sonfall malas, bahkan dia masih bisa menguap lebar karena mengantuk.
"Apa yang sebenarnya di inginkan oleh Edurali itu, kenapa harus aku yang repot-repot datang ke dunia gelap hanya untuk menguasainya." Gumam Rulhan malas.
"Tuan penguasa iblis, maaf jika kami tidak bisa memberi sambutan layak untuk anda."
Rulhan tidak bersemangat dan sekali lagi menguap..."Itu tidak penting sekarang, apa kau bisa katakan padaku, apa yang Edurali itu ingin lakukan dengan wilayah terasing ini ."
"Tuan Edurali ingin menjadikan dunia gelap sebagai markas besar para pasukan iblis, dan kami siap membantu asalkan, kami menjadi satu-satunya penguasa wilayah yang mendominasi dunia gelap." Jawab Sang kepala keluarga ras iblis kaum Gouna.
"Aku tidak peduli apa yang kau inginkan, tapi bagaimana rencana mu." Tanya Rulhan.
Kepala keluarga ras iblis kaum Gouna memberi informasi tentang pesta hari pernikahan Xin Sanziu, dimana saat itu seluruh penguasa wilayah dunia gelap dan setiap orang penting akan berkumpul.
Jika penguasa Rulhan Sonfall mampu menaklukkan semua orang itu, maka seluruh kendali atas rangakaian sihir teleportasi dunia gelap akan berada di tangan ras iblis.
Itu menjadi salah satu cara bagi para iblis memulai serangan besar ke setiap kerajaan di seluruh tempat yang terhubung langsung dengan dunia gelap menggunakan rangkaian sihir teleportasi.
__ADS_1
"Baiklah... sekarang waktunya kita untuk berperang."
Rulhan Sonfall berdiri, ada puluhan ribu pasukan iblis sudah bersiap di kirim ke kediaman kaum Gouna demi kesuksesan penakluk wilayah dunia gelap.