
Dunia gelap sangat berbeda dari peradaban permukaan luar, tidak banyak orang tahu tentang kehidupan di dalam wilayah tersembunyi, tentang siapa-siapa saja yang menjadi penghuni didalamnya atau pun rutinitas sehari-hari kegiatan mereka.
Tapi terbentuknya dunia gelap adalah keinginan dari tiga kelompok yang menyebut diri mereka sebagai penguasa dan membagi dalam tiga wilayah.
Wilayah pertama di kuasai oleh kelompok bandit Sanziu, di tempat ini juga kelompok bandit Olopus masuk dalam keanggotaan dibawah naungan bandit Sanziu.
Termasuk juga memberi kewajiban menjaga pintu teleportasi di wilayah kerajaan Zorgan agar terhubung ke dunia gelap.
Wilayah kedua di kuasai oleh ras iblis kaum Gouna, tidak seperti kaum Ra'e yang sangat menyerupai ras manusia, kaum Gouna memiliki tangan bercakar, goresan sisik di sekujur tubuhnya, sayap kelelawar dan juga gigi taring.
Bagi Zen mereka bisa di sebut sebagai sesosok Vampir dan memiliki kemampuan memanipulasi darah untuk mengubahnya menjadi senjata atau pun alat menyerang.
Wilayah ke tiga, atau bisa di sebut juga sebagai zona khusus dimana tidak bisa sembarangan untuk siapa pun masuk, tempat tinggal dari suku manusia naga, sang penguasa awal dari dunia gelap.
Suku manusia naga sendiri dikatakan bahwa mereka sebenarnya adalah naga, tapi di zaman dulu, satu dari mereka membuat murka Dewa naga dan memberi kutukan agar setiap keturunan memiliki tubuh yang hina.
Di situlah kemunculan pertama dari manusia naga di usir oleh ras mereka, mulai membentuk hidup baru untuk memiliki keluarga, terus bertambah dan kini membentuk kelompok besar.
Hingga ketiga makhluk itu, manusia iblis dan manusia naga menjalin hubungan untuk membentuk sebuah wilayah absolut yang di sebut Dunia gelap.
Sekarang Zen berjalan sendirian di dalam wilayah milik bandit Sanziu. Ada banyak pedagang dan makhluk-makhluk non human berlalu lalang di jalanan.
Mereka menyajikan bermacam-macam benda yang terbilang aneh dan jarang di temukan dalam pasar milik manusia.
Zen melihat ke tempat penjual bagian-bagian tubuh dari seekor monster dari mulai bulu, tulang, mata, ekor, tes*tis, ke maluan, organ dalam dan batu jiwanya. Semakin tinggi nilai kekuatan binatang iblis tersebut maka semakin mahal pula harga jualnya.
Tapi sebagian besar manusia biasa dan Hunter lebih menikmati daging, kulit dan juga batu jiwa mereka, karena itu yang bisa mereka jual atau pun untuk di makan.
Beda lagi ceritanya kalau semua bagian tubuh binatang iblis itu berada di tangan alkemis. Seperti mata dan tulang yang sudah di keringkan dari binatang iblis tokek besar Armadillo, dimana seorang alkemis akan menjadikan mata dan tulang itu sebagai bahan baku membuat ramuan peningkat kekuatan.
Seorang pedagang tua yang hanya memiliki satu kaki itu menawarkan barang dagangannya kepada Zen.
"Tuan apa kau tertarik dengan tes*tis Orge biru ini." Ucap pedagang itu menunjukkan bola-bola daging di dalam toples.
Zen bingung... "Kenapa kau menawarkan ini kepadaku, apa gunanya ?."
"Tes*tis Orge biru ini memiliki manfaat untuk pengobatan orang yang impoten." Ungkapnya.
__ADS_1
Tapi Zen tidak senang...."Si*al, apa kau menganggap ku sebagai lelaki impoten, padahal setiap bangun tidur teman ku ini selalu bersemangat."
"Kalau begitu, bagaimana dengan taring harimau pedang ?, Jika ini di buat sebagai senjata, kualitasnya tidak akan kalah dengan pedang logam platinum." Dia memberi penawaran lain.
"Hmmm, aku tidak membutuhkannya."
Memang harus Zen akui, taring harimau pedang sangatlah langka, mereka bisa dikatakan sebagai binatang iblis kategori S dan hidup di sebuah tempat yang bersalju. Bagi manusia untuk mendapatkan taring harimau pedang tidak mudah.
Tapi jika menyangkut tentang senjata, Zen tidak kekurangan sedikit pun, dia bisa menciptakan banyak senjata yang lebih kuat dari logam platinum dan itu gratis.
"Apa kau tidak memiliki barang lain yang menarik ?." Tanya Zen.
"Aku memang memilikinya, tapi aku tidak yakin jika anda berminat." Jawabnya.
"Kenapa begitu ?."
"Soal kualitas jangan di tanya, begitu pula dengan harganya. Aku merasa kau tidak bisa membeli barang yang aku simpan." Pedagang itu sedang menyindir.
Zen tidak menyukai perkataan dari penjual ini, dia seakan menyatakan bahwa Zen hanya orang miskin.
"Tunjukan padaku." Tegas Zen kesal dan memaksa.
Pedagang tua itu mengeluarkan sebuah kantong dari balik jubahnya, dia sedikit membuka dan memperlihatkan bola hitam sebesar kepalan tangan manusia yang mengkilap cerah kepada Zen.
"Mutiara hitam Dolam."
Tersenyum Zen menyebutkan namanya. Dia tahu seberapa berharga mutiara hitam yang di simpan oleh pedagang ini.
Tertuliskan di dalam sebuah buku, bahwa mutiara hitam adalah wujud evolusi dari mutiara biasa yang sudah menyerap banyak energi alam di dalam laut selama ribuan tahun.
Di seluruh dunia Dios, mutiara hitam hanya di temukan lima butir saja, dan karena kelangkaan itu, banyak orang mau memberikan harga tinggi agar bisa memilikinya.
"Aku akan menjualnya jika anda mau membeli dengan harga dua ribu koin emas." Ucapnya tersenyum cerah.
Tapi Zen terkejut...."Du.... Dua ribu, apa tidak terlalu mahal."
"Itulah kenapa aku tidak ingin memberi harapan kepada anda, tuan."
__ADS_1
Hanya saja Zen tidak ingin memiliki barang mahal hanya karena dia tertarik atau menjadi barang pajangan tidak berguna.
'Tuan, anda harus mendapatkan mutiara hitam Dolam.' Jiwa Dungeon pun angkat bicara.
'Kenapa ?, Apa alasannya, itu sangat mahal.'
'Di dalam mutiara hitam memiliki energi alam sangat banyak.'
'Jika hanya itu aku pun sudah tahu, tapi aku tidak mau membelinya tanpa kepentingan lain.'
'Aku bisa memanfaatkan semua energi di dalam mutiara hitam untuk meningkatkan semua skill anda, tuan.' jawabnya.
'Apa kau yakin ?.' Zen sedikit ragu.
'Sejak kapan aku mengecewakan anda.'
Zen berpikir itu memang benar, selama ini Jiwa Dungeon sudah banyak membantunya dalam keadaan sulit.
"Tuan apa kau tidak memberi potongan harga untukku." Zen meminta.
"Tidak mungkin tuan, bahkan raja bandit Sanziu, menawarkan 1.900 koin emas aku masih belum memberikannya." Pedagang itu beralasan.
Dia memang memiliki uang cukup banyak karena hadiah dari semua misi guild Hunter dan itu cukup untuk membeli dua mutiara jika pun ada.
Tapi tetap saja, dua ribu koin emas adalah nominal yang sangat besar, itu bisa memberi hidup nyaman puluhan tahun tanpa perlu lagi bekerja.
"Bagaimana jika seribu koin emas dengan tiga batu jiwa binatang iblis kategori S." Zen meletakkan tiga batu itu di atas meja.
"Itu masih belum cukup tuan."
"Tambah dua pedang platinum." Sekali lagi Zen memberi tawaran lain.
Tetap saja wajah lelaki tua itu seperti tidak berniat.
Ini adalah bisnis, jual beli, sehingga ketika satu pihak tidak mendapat kesempatan maka semua berakhir.
"Baiklah, kau yang minta pak tua." Tanpa pikir panjang, Zen menyerahkan dua ribu koin emas seperti yang penjual itu inginkan.
__ADS_1
Seperti perjanjian awal untuk dua ribu koin emas dan pedagang itu pun memberi mutiara hitam kepada Zen.