
Rulhan Sonfall, atau Jony Rohan hidup dalam lingkungan masyarakat yang membenci dirinya.
Bukan tentang tindak kejahatan yang dia lakukan, atau pun telah mencemarkan nama baik orang lain. Tapi dia dibenci karena tidak mau menerima kodratnya sebagai lelaki.
Meski itu memang hal aneh, tidak wajar atau pun menyimpang dari norma-norma sosial, keagamaan, ekonomi dan politik, tapi Jony tetap bersikeras untuk hidup seperti apa yang dia inginkan.
Hingga suatu hari ketika ada penggerebekan satpol PP di sebuah hotel, Jony berusaha kabur melewati jalan raya, dan saat itulah kejadian buruk menimpanya.
Dia tertabrak oleh truk pick up pembawa pupuk organik asli dari kandang kambing yang tanpa sengaja lewat saat menyebrang di jalan demi menghindari kejaran satpol PP.
Tapi itu juga yang membawa Jony Rohan ke renkarnasi atas ketetapan sang dewa iblis.
Jony Rohan pun dilahirkan kembali sebagai sosok iblis gagak hitam, dia tidak menyesal atau membenci sosoknya yang telah berubah menjadi iblis.
Karena di kehidupannya yang baru tidak ada satu makhluk pun mempermasalahkan tentang jenis kelamin atau penyimpangan norma, bahkan semua kaum gagak hitam memuja Jony Rohan sebagai sosok penguasa iblis.
Dia telah menikmati kehidupannya sekarang.
Hingga kini .....
Tubuh Rulhan Sonfall perlahan pudar menjadi bulu-bulu hitam kecil yang terbang tertiup angin, melayang terbang di sekitar Zen dan setiap bulu itu kini berubah menjadi burung gagak hitam berjumlah ribuan.
Jeritan suara gagak terdengar keras, mereka kini bergerak terbang di atas langit-langit dunia gelap dan perlahan turun untuk bertengger di setiap puing bangunan rumah yang sudah runtuh.
Zen sadar bahwa ini bukan sebuah ilusi, melainkan wujud Rulhan sendiri lah yang berubah menjadi ribuan burung gagak, dimana jika Zen terperangkap di dalam ilusi, jiwa Dungeon akan dengan mudah mengidentifikasi wilayah sekitarnya.
"Kau akan melihat bagaimana aku, sang penguasa iblis menghancurkan mu menjadi potongan-potongan kecil tak berbentuk lagi." Ungkap Rulhan Sonfall merasa senang.
Masing-masing burung gagak kembali berubah, dan kini di munculkan ribuan Rulhan Sonfall yang berdiri menatap tajam ke arah Zen.
Pedang Excalixer memang mampu mengatasi serangan sihir untuk di pecah kan dan juga memiliki efek serangan energi luar biasa kuat, tapi itu hanya berpengaruh saat dirinya melawan satu orang musuh.
Sedangkan ketika Zen harus berhadapan dengan lebih dari satu lawan, tentu dia cukup kesulitan untuk mengatasi keduanya, jika mereka bertarung dengan memanfaatkan dua sisi yang berbeda.
__ADS_1
Tapi sekarang, tidak hanya dua atau tiga musuh, melainkan ada ribuan Penguasa iblis Rulhan Sonfall yang memiliki aura kuat dan menakutkan.
'Tuan, mereka semua adalah tubuh asli dari penguasa iblis, hanya saja... Kekuatan utama darinya kini terbagi menjadi 1 persen per ekor."
Rumit senyum di wajah Zen...'Dia ada seribu, jika masing-masing tubuh memiliki 1 persen, itu artinya kekuatan makhluk satu ini naik 10 kali lipat.'
'Hanya saja, sepertinya penguasa iblis satu ini belum menguasai secara sempurna.'
'Apa maksud mu ?.' Zen penasaran.
'Di kekuatan di masing-masing tubuh tidak stabil, dalam jangka waktu tertentu energi penguasa itu akan habis.' Jawab jiwa Dungeon.
Meski hanya satu persen kekuatan dari tubuh kloning milik Rulhan, tapi itu sama kuatnya dengan seorang ahli sihir jubah e
Raja.
Bisa dibayangkan saat setiap kloning melepas serangan sihir tingkat raja, mereka mampu memborbardir seluruh dunia gelap dan menghancurkannya dalam waktu singkat.
Kali ini Zen mau tidak mau harus berusahan menahan semua serangan dari ribuan makhluk gagak.
Ribuan makhluk hitam bermacam ukuran muncul dari balik bayangan, mengelilingi tubuh Zen agar bisa memberi bantuan untuk bertahan dari segala serangan milik Rulhan.
Tapi lebih dari itu, Zen menciptakan zirah pelindung dan senjata platinum yang digunakan kepada setiap makhluk bayangan agar menjadi lebih kuat.
Tidak hanya itu, secara khusus, sembilan bayangan terkuat yang tampak menyerupai manusia kini berdiri di barisan Tengah bersama Zen, di berikan zirah logam platinum dan juga ke sembilan senjata dari skill sembilan senjata tempur.
Untuk kemampuan Skill sembilan senjata itu sendiri yang harusnya hanya bisa digunakan oleh sang pemilik skill, kini sudah diatur oleh jiwa Dungeon, dimana Zen bisa memberikan senjata kepada bayangan dirinya sendiri.
Sembilan bayangan itu hampir mirip dengan skill seribu mata gagak milik Rulhan, tapi perbedaanya adalah tentang jumlah, dimana dia hanya mampu menciptakan sepuluh bayangan yang berasal dari esensi energi iblis di dalam tubuhnya.
Kekuatan sepuluh bayangan pun hanya mampu menampung 10 persen kekuatan nyata milik Zen, tapi keuntungannya adalah mereka tidak menyerap energi dan tidak pula mengurangi apa pun dari kekuatan utama sang tuan.
"Menarik sekali, pantas saja Edurali mengatakan bahwa kau adalah ancaman penguasa iblis di masa depan nanti... Sebagai sesama iblis, kau terlalu peduli kepada makhluk lain, hingga berani melawan ras mu sendiri." Ucap Rulhan Sonfall.
__ADS_1
"Baiklah mari kita lihat, aku yang akan membunuhmu atau kau yang akan terbunuh." Jawab Zen tersenyum sendiri.
Rulhan mengarahkan semua kloning untuk menyerang, begitu juga Zen, dia melepas para bayangan sebagai bentuk perlawanan.
Bayangan dari perwujudan skill shadow army memang memiliki jumlah yang sama, tapi kekuatan mereka jauh di bawah kloning Rulhan.
Meski begitu, Zen mempersenjatai mereka dengan zirah dan pedang platinum sehingga bisa memberi sedikit perlawanan dan menjadi tameng agar sembilan bayangan khusus milik Zen berhasil membunuh para kloning.
Xin Sanziu dan Xeon Shiharder kini menjadi penonton pertarungan antara Zenhan Arta Mivea dan Rulhan Sonfall, ekspresi di wajah mereka hampir tidak bisa percaya untuk apa yang dilihat.
Ribuan makhluk bermunculan, mereka saling baku hantam dan saling serang menyerang, ratusan energi sihir terlempar dan meledak besar, ******* para makhluk yang terkena gelombang energi itu.
Pertarungan bisa dikatakan seimbang, dimana sudah banyak makhluk hitam dan kloning tewas. Tapi semua belum berakhir, hingga Zen memberi perintah kepada bayangan utamanya untuk menggunakan meriam sihir tingkat saint.
Zen sudah memastikan bahwa wilayah tempat mereka bertarung telah kosong, setiap penduduk di sekitar pun telah pergi karena takut menjadi korban.
Rulhan merasakan sensasi energi sihir yang jelas tidak biasa dari salah satu bayangan pembawa meriam Basoka, dia tahu, jika itu adalah persiapan untuk melepas sihir tingkat tinggi.
Tidak ada kesempatan untuk Rulhan Sonfall menghindar, terlebih kekuatannya kini telah terbagi kepada seribu kloning dari skill seribu mata gagak.
Meluncurlah satu bola energi berwarna kuning keemasan yang melesat di atas langit, percikan kilat menyambar di titik ketinggian puncak, mulai membengkak dan semakin besar.
Menelan satu persatu kloning Rulhan dalam bola api keemasan yang menutupi separuh wilayah milik Xin Sanziu, ini adalah senjata dengan energi sihir setara tingkat saint.
Tidak ada satu makhluk pun bisa selamat kecuali mengerahkan seluruh energi sihir demi membentuk perisai pertahanan. Hanya saja, saat ini kekuatan Rulhan Sonfall telah terbagi, sehingga tidak mungkin membentuk lapisan pelindung tingkat tinggi.
Di sisi lain, Xin Sanziu dan Xeon Shiharder menatap lemas dari ujung perbatasan wilayah, dimana api ledakan itu sudah menghancurkan sebagian besar dunia gelap.
"Kita harus membangun ulang kota ini lagi." Ucap murung Xeon.
"Ya, tapi aku sudah mengetahui jika dalang atas kehadiran penguasa iblis itu adalah Tyuza, kepala keluarga ras iblis dari kaum Gouna." Balas Xin Sanziu.
"Setelah semua itu selesai, kita singkirkan mereka dari dunia gelap."
__ADS_1
"Aku setuju."
Dan kini, satu tubuh terlempar jauh karena efek ledakan terlalu dekat. Zen segera berdiri kembali, membersihkan debu yang menempel di tubuhnya, meski pun wajah terlihat gosong.