
Sebelum kepergian Hiyo bersama Rose dan lainnya menuju Teokrasi Ziberus.
Tampak sendu wajah gadis pemalu itu ketika harus berpisah dengan Eri, Senko, Eland dan juga sosok paman Drull yang sudah dianggap olehnya sebagai ayah.
Tidak hanya Hiyo saja, semua anggota kelompok Hunter Orsinan tentu sudah menjadikan Hiyo selayaknya keluarga sendiri. Bertarung melawan banyak monster demi mendapat uang, saling melindungi dan saling menjaga, berbagi makanan hingga susah senang bersama.
Tapi kali ini mereka harus mau melepas kepergian sang adik pemalu pergi ke tempat yang lebih balik, mereka sadar, jika Hiyo tetap berada di kota kecil Ser Din, dia hanya akan berakhir menjadi Hunter miskin dan menyedihkan.
Masa depan itu terlalu buruk ketika harus menjadi nyata.
Satu persatu datang untuk memberi salam perpisahan kepada Hiyo.
"Hiyo, kau adalah sosok hebat, pahlawan utusan Dewa, tidak akan ada orang yang berani mengusik mu, jadi pergilah ke banyak tempat, lindungi manusia sebagai tanggung jawab mu." Kata Kapten Drull dengan bijaknya.
"Kau tidak boleh hidup seperti kami, Kami hanya Hunter kecil dan miskin. Terjebak di kota kecil ini sampai mati, mungkin itu sudah menjadi takdir. Tapi takdir mu bukan disini, kau harus melangkah maju." Ucap pula Eland yang merasa sedih.
"Jangan sedih, Hiyo... Apa kau tahu, aku bisa merasakan bahagia jika suatu hari nanti kau memiliki nama besar dan aku dengan bangga berkata... 'Pahlawan itu adalah adikku'." Senko pun tidak mau ketinggalan.
Eri sudah menangis bahkan sebelum bicara..."Jaga dirimu baik-baik Hiyo, aku akan selalu merindukan mu, kita pasti bertemu lagi."
"Terimakasih semuanya, aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi." Hiyo memberi jawaban perpisahan.
Selagi semua anggota kelompok Hunter Orsinan masih banyak hal yang harus di ucapkan.
Rose mendekati Zen.
"Apa kau benar-benar tidak ingin ikut bersama dengan kami." Tanya Rose.
Rumit wajah Zen karena puluhan kali Rose bertanya hal yang sama...."Sudah aku katakan sebelumnya, aku memiliki hal lain yang harus di lakukan, jadi maaf saja."
"Kalau begitu, jika di masa depan nanti kau pergi ke Teokrasi, jangan sungkan untuk menyapaku." Balasnya meski berulang kali di tolak oleh Zen.
"Sepertinya itu sulit, siapa yang akan percaya jika aku berteman dengan sosok penting di pasukan Teokrasi. Orang lain tentu menganggap ku sedang berbohong." Jawab Zen .
Rose melepas sebuah lencana kesatria yang ada di baju Zirah nya dan memberikan itu kepada Zen.
"Jika kau menyerahkan ini kepada para penjaga. Mereka akan tahu kalau kau sudah memiliki janji denganku."
"Baiklah, aku akan menyimpannya."
Setelah semua anggota kelompok Orsinan berpamitan.
Kini giliran Zen, meski pun Hiyo baru dua Minggu saling kenal, tapi karena hubungan sebagai sesama renkarnasi dari dunia sebelumnya, mereka berdua tentu merasa lebih akrab dengan rasa nostalgia ibarat teman lama.
"Jika kau merasa bingung dan mendapat masalah, kau bisa mencari Pahlawan Sena di akademi Zezzanaza. Berikan surat ini kepadanya, dia pasti akan membantumu apa pun yang terjadi." Ucap Zen dengan satu lembar kertas di tangannya.
__ADS_1
"Aku mengerti Zen."
"Kau harus berani melawan rasa takutmu itu, aku yakin kau bisa menjadi luar biasa di masa depan nanti." Ungkap Zen dengan percaya kepada Hiyo.
Lepas kepergian Hiyo di bawa oleh kereta kuda keluar gerbang kota Ser Din.
Kini giliran Zen dan Eri yang memang sudah memberi tahu kepada paman Drul, Senko dan Eland bahwa mereka berdua juga akan pergi
"Kalau begitu hati-hati lah." Kata Senko.
"Jaga dirimu baik-baik." Lanjut Eland.
"Jangan terlalu banyak menyusahkan Zen, ingat itu." Singkat puja tanggapan kapten Drull.
Sederhana, singkat dan mudah dipahami. Tapi sayangnya itu tidak seperti harapan Eri.
"Kenapa saat aku yang akan pergi, sikap kalian berbeda dengan Hiyo." Kesal Eri kepada mereka semua.
"Memang kau ingin perpisahan yang sedih dan mengharukan. Baiklah." Balas Senko memahami keinginan Eri.
Tiba-tiba saja raut wajah Senko berubah, mata mulai menatap sendu dan berkaca-kaca kepada Eri.
Berkata pula Senko dengan suara berat dan galau...."Eri. Kau itu kasar, susah diatur, seenaknya sendiri, pemarah, jarang mandi dan tidak memiliki daya tarik apa pun, tapi aku tahu jika kau sebenarnya gadis baik. Benar begitu."
"Ya kau benar, Senko aku setuju." Jawab Eland selagi menutup mulut dan menundukkan wajahnya seperti menahan tangis.
Namun tetap saja Eri tidak senang atas keterpaksaan mereka melepas dia pergi.
"Sudah cukup, apa yang aku dengar dari kalian lebih seperti menghinaku saja, lupakan, aku pergi." Ucap Eri semakin marah.
Dia pun berjalan pergi ke sisi Zen, dimana sudah berpamitan dengan kapten Drull dan lainnya.
"Eri jangan lupa bawa oleh-oleh saat kau kembali nanti." Teriak Senko sebagai tambahan.
"Tidak akan."
"Jangan lupa untuk mandi, kau akan membuat tuan Zen tidak nyaman." Eland tidak segan-segan mengejek Eri.
"Diam kau."
"Dan juga, jangan khawatir, kami akan baik-baik saja disini." Tambah kapten Drull.
Sekilas setelah mendengar ucapan dari paman Drul, Eri berbalik, hatinya bergetar dan ketiga sosok itu berjalan pergi dengan lambaian tangan.
Tapi itu adalah cara mereka untuk melepas kepergian Eri tanpa kesedihan, Drull dan yang lain tentu tidak ingin melihat Eri khawatir setelah meninggalkan kelompok Orsinan.
__ADS_1
*******
Di Benua hitam yang menjadi wilayah kekuasaan bagi para iblis.
Suasana di benua hitam sangatlah ekstrim, badai petir bisa saja muncul sepanjang musim, atau terik matahari menyinari daratan hingga terjadi kekeringan selama setahun penuh.
Tapi itu masih menjadi hal kecil yang sudah dianggap wajar bagi masyarakat benua gelap, dimana struktur tubuh mereka memang sudah beradaptasi dengan lingkungan ekstrim.
Di bagian Utara yang lembab dan dipenuhi pepohonan besar di sekitar rawa, terdapat sebuah kastil batu usang dengan awan-awan gelap disertai kilatan petir menyelimuti dari atas langit.
satu eksistensi berwujud menyerupai manusia dengan tanduk dan ekor di tubuhnya kini berjalan masuk ke ruang singgasana.
Puluhan makhluk tertunduk patuh menunjukkan rasa hormat kepada junjungan mereka, ketika sang penguasa iblis, Edurali V Doomzar, berjalan naik untuk duduk di kursi kekuasaan.
Berbeda dengan raja iblis yang hanya mengatur pasukan ras iblis di dalam wilayah benua Gelap atas dasar garis darah iblis kuno. Tapi Penguasa iblis memiliki status lebih mulia dari raja iblis sekali pun, dimana kebangkitan mereka secara langsung di turunkan oleh sang Dewa iblis.
Sehingga raja iblis yang berkuasa di kastil wilayah Utara itu harus menyerahkan kepemimpinannya kepada Edurali V Doomzar.
"Selamat datang kembali tuanku, bagaimana dengan wujud anda yang sekarang."
"Setelah mendapat evolusi ke tingkat sempurna, tubuh baru ini jauh lebih baik." Jawab Edurali V Doomzar.
"Aku senang mendengarnya tuan."
Bagi ras iblis, wujud awal kelahiran mereka memang layaknya seekor monster buruk rupa, kulit bersisik, cakar panjang, berekor, tanduk di kepala, gigi runcing dan ada sayapnya pula.
Namun lambat laun, ketika seekor iblis mampu hidup hingga puluhan tahun mereka akan mendapat evolusi pertama, dimana itu akan menumbuhkan kecerdasan spiritual yang bisa berpikir dan belajar bahasa.
Di saat hidup mereka semakin lama dalam hitungan ratusan tahun, evolusi kedua pun muncul. Wujud ras iblis akan menjadi lebih baik dan sedikit menyerupai manusia, meski pun beberapa bagian tubuh masih tidak bisa di ubah.
Hingga memasuki masa hidup satu abad, itu menjadi puncak evolusi seekor iblis untuk mewujudkan diri yang benar-benar mirip manusia, itu akan memberi mereka status sebagai iblis kuno.
Tapi bagi para penguasa yang di turunkan langsung oleh dewa iblis, mereka sudah melewati dua tahap evolusi secara langsung dan Edurali V Doomzar baru menyelesaikan evolusi sempurnanya.
"Jadi bagaimana dengan enam benih Penguasa iblis yang belum bangkit ?." Tanya Edurali V Doomzar kepada raja iblis itu.
Sosok raja iblis secara sopan menjawab pertanyaan sang penguasa iblis.
"Tuan Edurali, aku mendapat informasi jika sudah ada 3 penguasa iblis lain sudah baru saja bangkit, kini tinggal 3 benih iblis yang tersisa namun kita tidak tahu dimana keberadaan mereka."
Edurali V Doomzar mengangguk paham..."Begitukah, terus mencari keberadaan tiga benih Penguasa yang tersisa, aku yakin mereka turun di benua manusia."
"Pasukan iblis sedang melakukan pencarian di benua Timur, barat dan selatan."
"Aku harapkan hasil yang memuaskan."
__ADS_1
"Tentu saja tuanku."
Pergerakan para iblis di benua manusia memang bukan pasukan besar, tapi kehadiran mereka yang mencari benih Penguasa sudah menjadi masalah.