
Setelah Houran memastikan bahwa itu adalah ratu semut hitam yang sudah dikalahkan oleh Zen. Dia menatap ke arah Zen serius, seperti sedang menilai atau pun membandingkan.
Sedikit tertawa dan mengambil kursi untuk duduk sebelum bicara.
"Aku sudah berulang kali melawan koloni pasukan semut dan hal yang sangat merepotkan adalah jumlah mereka terlalu banyak, jika penyerangan pasukan semut terjadi di dalam kerajaan, maka bisa dipastikan tugas itu akan memiliki kesulitan tingkat tinggi." Sedikit guild master bercerita tentang masa lalunya saat masih menjadi Hunter.
"Lalu bagaimana dengan Ratu semut yang aku bunuh ini." Tanya Zen untuk memastikan.
"Ratu Semut hitam sudah masuk kedalam binatang iblis kategori S, tapi ratu semut hitam yang kau bawa, sudah berevolusi ke tahap lebih kuat, aku tahu dari ketahanan kulit ini, bisa dibilang kekuatannya menyamai binatang kategori SS." Jawab Houran sembari tersenyum penuh makna.
Memang tidak ada yang salah dari pernyataan guild master, bagaimana pun Zen pernah sekali melawan penguasa lantai dasar Dungeon setara dengan binatang iblis kategori Legenda.
Kekuatannya terlalu mengerikan, itu kali pertama bagi Zen merasa takut akan mati. Namun setelah kejadian di Dungeon, membuatnya lebih berani dalam pertarungan dan bersikap bijak untuk memposisikan diri antara melawan atau tidak.
"Sepertinya aku melakukan sesuatu yang besar." Gumam Zen dengan ekspresi pahit.
"Tidak hanya besar, kau mengalahkan semua pasukan semut hitam sendirian, kau bisa mendapat lencana kehormatan kerajaan oleh sang raja." Ungkap guild master Houran seakan itu menjadi hal mudah.
"Untuk hal itu, sepertinya aku tidak mau, aku lebih senang jika hanya mendapat uang saja." Jawab Zen tanpa pikir panjang.
"Memang kenapa ?."
"Tuan Houran tahu, menjadi terkenal terkadang membuat hidup tidak nyaman." Zen menjelaskan sedikit.
Tapi untuk seorang lelaki muda seperti Zen menolak tawaran lencana kerajaan ini jelas membuat Houran bingung.
Bagaimana pun juga lencana kerajaan adalah status tertinggi yang bisa Hunter miliki atas gelar kehormatan. Tidak hanya tentang kebanggaan saja, para hunter lencana kerajaan akan mendapat kemuliaan, popularitas dan sumber daya atas prestasi mereka.
"Baiklah, aku mengerti, awalnya Raja sudah mengirimkan 2.000 koin emas untuk menjadi hadiah kepada semua Hunter yang berpartisipasi dalam menahan serangan koloni pasukan semut hitam, tapi kau melakukannya sendirian, jadi aku anggap semua hadiah ini layak diberikan kepadamu." Guild master pun bersikap adil atas keberhasilan Zen.
"Jadi apa yang harus aku lakukan dengan tubuh ratu Semut hitam, aku tidak mungkin menyimpan selamanya. Itu tidak berguna, bahkan jika di makan pun rasanya pahit."
"Kau bilang tidak berguna..." Guild master pusing sendiri, dia melihat Zen bingung atas pernyataan bahwa tubuh binatang iblis kategori SS seperti layaknya sampah.
__ADS_1
"Apa aku salah bicara ?."
"Kau tidak tahu, jika kulit ratu Semut ini sama seperti logam platinum, ketahanan fisik sangat luar biasa keras, mungkin hanya senjata Mytril atau Adamantium saja yang bisa melukainya." Perjelas guild master.
Meski pun guild master menganggap hal itu luar biasa, tapi Zen tidak membutuhkan tubuh ratu semut hitam. Jika dia ingin, segala macam bentuk senjata dari material besi platinum mudah saja di ciptakan.
"Apa bisa di jual ?." Tanya Zen.
"Biar guild ini saja yang membelinya." Guild master tidak ragu.
"Kalau begitu berapa banyak ?."
Sejenak menghitung dengan jari..."1.200 koin emas, tidak harusnya lebih mahal lagi... 1.300."
"Itu sudah cukup, 1.200 koin emas aku setuju, sisanya biar aku berikan kepada anda, dan akan aku berikan bonus 10 semut yang sudah aku bawa." Balas Zen.
Dia tidak ragu-ragu Zen mengeluarkan semuanya menjadi tumpukan mayat semut hitam.
"Kenapa kau tidak ingin mendapatkan lebih, jika aku menyampaikan ini ke asosiasi guild Hunter pusat, itu akan menjadi keuntungan besar untukmu." Ungkap Guild master.
"Baiklah, aku tidak tahu seperti apa jalan pikiran mu, kau menolak penghargaan lencana kerajaan sebagai penyelamat tambang dan kau juga tidak ingin memiliki banyak keuntungan. Apa kau bukan manusia ?."
Zen sedikit terkejut..."Kenapa tuan Houran berpikir begitu ?."
"Ya kau tahu, manusia adalah makhluk yang rakus, mereka akan mencari keuntungan dari segala macam hal."
Zen pun mengangguk setuju..." Tapi Aku hanya tidak ingin membuat keributan, aku yakin ada banyak orang yang tidak senang untuk pencapaian ku sekarang, sedangkan aku masih terlalu muda sebagai Hunter."
"Kau benar, hanya saja, aku pikir kau harus mendapat kenaikan peringkat menjadi Hunter lencana gold." Guild master memberi penawaran.
"Aku tidak masalah dengan itu. Tapi aku sedikit berharap, tuan Houran merahasiakan semua yang aku lakukan." Sekali lagi Zen meminta.
"Itu bisa diatur." Santai Guild master mengacungkan jempol.
__ADS_1
Setelah semua tubuh ratu semut di bawa pergi ke luar ruangan untuk mereka bedah dan di jual kembali ke penjual yang lain.
Tanpa perlu menunggu lama, Houran mengambil tiga kantong penuh berisi koin emas, ketika di letakan ke atas meja, bisa terdengar suara gemericik seperti isinya akan tumpah.
"Ini dia, totalnya 3.200 koin emas, aku tidak pernah menyangka melakukan transaksi yang begitu besar untuk satu orang."
Secangkir teh di hidangkan selagi Zen mulai menghitung jumlah uang di dalam kantong, dan semuanya sesuai seperti yang diberikan oleh Houran.
Guild master seperti tidak ingin membiarkan Zen pergi terlalu cepat dan menuangkan lebih banyak teh beserta kudapannya.
"Aku sudah melihat informasi tentang mu, siapa sangka, kau baru kemarin mendaftar sebagai Hunter."
"Begitulah, aku sudah banyak berlatih sihir dan ilmu pedang, tapi aku memang baru pertama kali menjadi hunter." Jawab Zen tanpa beralasan lain.
"Apa yang kau lakukan sebelum ini."
"Hanya menjadi beban keluarga." Jawab Zen dengan tawa yang di buat-buat.
Houran pun sedikit tertawa dengan alasan Zen...."Aku paham, aku pun pernah bertemu seorang anak muda yang awalnya tidak memiliki pengalaman menjadi Hunter, tapi siapa sangka, dia menyembunyikan kekuatan luar biasa."
Houran memang cukup terkenal karena dia adalah mantan Hunter lencana Platinum. Sedikit membagi pengalamannya ketika masih aktif sebagai Hunter, selama lebih dari 30 tahun berpetualang ke berbagai tempat di benua Timur.
Bercerita tentang banyak hal, hingga tanpa mereka sadari, jika cahaya bintang sudah beranjak turun ke sisi planet lain dan langit pun mulai gelap tanda malam telah datang.
"Sepertinya aku terlalu semangat untuk bercerita, tidak aku sangka hari sudah malam." ucap Houran seakan tidak ada rasa bersalah menahan Zen lama untuk bicara.
"Ya benar sekali, aku sudah menghabiskan lima cangkir kopi, ini adalah rekor terbanyak untukku..." Zen benar-benar khawatir jika nanti asam lambungnya naik, tapi itu mustahil terjadi pada tubuh pahlawan utusan Dewa.
"Itu karena jarang sekali aku bertemu sosok hebat sepertimu Zen." Puji Houran.
"Tolong jangan terlalu banyak memuji, aku belum sehebat yang tuan Houran pikiran." Zen tetap merendah.
Tapi Houran tertawa terbahak-bahak..."Jika Hunter lencana besi seperti mu yang sudah mengalahkan ratu Semut hitam dengan semua pasukannya tidak lah hebat, lalu apa kabar, aku yang mantan Hunter lencana platinum ini."
__ADS_1
"Aku tidak bisa membandingkannya."
Lepas semua percakapan panjang antara Zen dan Houran, kini Zen kembali ke penginapan untuk mengistirahatkan diri.