KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS

KISAH PAHLAWAN DAN IBLIS
tugas pertama


__ADS_3

Angin malam masuk melewati jendela, Zen kini merebahkan diri di atas Ranjang penginapan bernama Mouvel atas Rekomendasi Hiyo. Sebagai Hunter di kota Ser Din, Hiyo benar-benar paham tempat yang bagus untuk dia tidur malam ini.


Sejenak memejamkan mata dan mulai mengingat segala kejadian yang dia alami, sudah satu Minggu dia meninggalkan kerajaan Villian karena identitas keluarganya sebagai ras iblis kaum Ra'e terbongkar.


Sedikit melegakan karena Tifa dan Remus tidak sampai di eksekusi oleh raja, meski begitu mereka berdua harus pergi dari kerajaan Villian. Zen mendengar jika orang-orang yang pernah di tolong oleh Remus dan juga Tifa memberi pembelaan.


Ada pun tentang pangeran Alvardo yang ingin membunuh dirinya karena dia adalah iblis, itu hanya sebagai alasan agar bisa menyingkirkan Zen dari Sena. Dengan semua yang terjadi membuat Zen sadar, bahwa tidak semua manusia membenci sosok iblis. Tapi ini adalah tentang mindset.


"Apa mungkin manusia dan iblis bisa saling memahami satu sama lain." Zen tersenyum sendiri.


Dia merasa sudah berpikiran naif, ribuan tahun sejak penciptaan dunia Dios, permusuhan antara Ras iblis dan ras manusia tidak sedikit pun hilang, terlebih setelah munculnya Sepuluh pahlawan dan Sepuluh penguasa iblis, perdebatan semakin memanas.


Dewa sejati ingin kedua belah pihak berhasil menyelesaikan perintah dan mengakhiri dendam itu, tanpa peduli siapa yang menjadi pemenangnya.


Zen memejamkan mata dan tertidur pulas....


Tanpa Zen ketahui ketika dirinya sudah bermimpi indah, di alam bawah sadarnya ada setitik cahaya asing muncul.


'Soul restoration, aktif.'


Terbentuklah sebuah batu bulat sempurna keunguan. Suara-suara itu berasal darinya, seakan memiliki kesadaran sendiri yang hadir di alam bawah sadar Zen.


'Memory scan : atas subjek Zenhan Arta Mivea, selesai.'


*******


Keesokan pagi....


Bersama dengan Hiyo, Zen kembali ke guild Hunter untuk mengambil satu tugas atau permintaan dari konsumen. Di sinilah para Hunter mendapatkan uang, setiap permintaan memiliki nilai komersil tergantung kesulitannya.

__ADS_1


Ada pun seperti, permintaan memburu Black Cobra binatang iblis kategori A dengan racun pembunuh tingkat tinggi dan sisik keras minta ampun, senilai 150 koin emas. Permintaan ini biasanya berasal dari pedagang atau pengrajin untuk mendapat kulit Black Cobra yang akan dijadikan sebagai tas, sepatu, pakaian dan banyak lagi.


Produk kulit ular black cobra sangat terkenal dan berkualitas tinggi, sehingga para bangsawan tentu mau membayar mahal jika bisa memilikinya.


Namun jika itu adalah tugas, terkadang meliputi sesuatu yang berkaitan dengan serangan binatang iblis atau memusnahkan suatu kehadiran berbahaya. Misalkan, ada sebuah pemukiman goblin dan mulai menyerang para Hunter secara berkelompok di dalam hutan.


Maka diberikan tugas oleh guild untuk menyingkirkan sumber masalah, kelompok goblin dengan kehadiran jendral goblin dan raja goblin, kesulitannya hampir sama seperti memburu binatang iblis kategori A atau S.


"Apa kau tidak bersama kelompok Orsinan yang lain ?." Tanya Zen.


"Mereka sepertinya sedang bersenang-senang, kau tahu. Dengan koin emas yang kau berikan kemarin, tentu itu membuat mereka semua ingin liburan." Jawab Hiyo tertawa lemas.


"Memang selama ini, tugas seperti apa yang kalian ambil."


"Itu bukan sesuatu yang sulit, terkadang kami hanya mencari tanaman obat, memburu binatang iblis kategori C atau B, pernah juga sebagai pengantar perjalanan seorang pedagang, ya... Kau tahu, hanya tugas-tugas kecil yang bisa kami ambil."


Kelompok Hunter Orsinan masih terbilang amatir, diantara mereka hanya kapten Durl saja memiliki lencana perak, tentu permintaan atau tugas untuk Orsinan bukan sesuatu yang sulit, tapi itu juga memberi penghasilan seadanya.


"Apa kau tidak ingin libur juga. Bukankah kau juga mendapat bagian cukup banyak." Ucap Zen karena sekarang Hiyo lebih merepotkan diri menemani dirinya.


"Aku tidak pernah berpikir tentang hal itu, jika pun libur, aku bingung harus melakukan apa."


"Kenapa ?, Apa kau tidak menghabiskan waktu dengan kekasihmu ?." Zen bertanya sedikit menggoda.


"Wanita seperti ku, bisa mengenal seseorang saja sudah menjadi kebanggaan." Hiyo pasrah untuk kepribadiannya.


Hiyo termasuk wanita yang pemalu, kurang pandai berkomunikasi bahkan penyendiri, itu bisa Zen pahami karena setiap kali berbicara seperti ragu-ragu dan juga bingung.


Sungguh menjadi keajaiban karena Hiyo bisa masuk kedalam kelompok Hunter Orsinan. Karena bertarung dengan kelompok membutuhkan kerja sama tim yang kompak dan saling membantu.

__ADS_1


"Baiklah untuk debut pertama menjadi Hunter kita coba tugas yang sederhana." Zen tidak ingin merepotkan Hiyo karena sudah menemaninya.


Zen mengambil satu kertas, dimana itu tertulis misi yang harus dia lakukan, mencari bunga Rios dan kalivira.


Hanya untuk Rios dan kalivira dia akan mendapat 50 koin emas, tentu itu cukup menggiurkan bagi Zen.


'Tapi kenapa tidak ada Hunter yang mau mengambil permintaan ini.' pikir Zen aneh.


"A-apa kau yakin dengan itu Zen, mencari bunga Rios dan kalivira mungkin hanya akan membuang-buang waktu saja." Jawab Hiyo tentang pendapatnya.


"Kau mungkin benar, tapi aku ingin melakukan sesuatu yang mudah untuk sekarang."


"Ta-tapi permintaan itu tidak bisa dibilang mudah."


"Kenapa ?, ini hanya sebuah bunga, apa sulitnya." Sedikit Zen meremehkan.


"Ya .. aku pikir kau bisa melakukannya." Balas Hiyo.


Nyatanya memang benar, bunga Rios adalah salah satu bahan pembuat ramuan penyembuh luka tingkat menengah, tapi sayang, tempat dimana mereka harus menemukan bunga Rios adalah tebing tinggi dan curam.


Hampir semua Hunter tidak mau mengambil resiko mengambil bunga Rios, tidak hanya soal kecelakaan yang berakibat jatuh dari ketinggian.


Selain itu juga, perjalanan menuju lokasi tumbuhnya bunga Rios ada di kaki bukit barisan Ribbon. Kurang lebih setengah hari perjalanan dari kota Ser Din, tempat kedua bunga itu masih dalam satu wilayah.


Tentu antara dua tugas ini, lebih sulit adalah bunga kalivira, karena bunga itu hanya tumbuh di dalam Goa, sedangkan goa yang menjadi tempat mereka tumbuh kini menjadi sarang dari salah satu binatang iblis.


Permintaan mencari bunga kalivira sama artinya dengan membunuh binatang iblis yang menjadikan goa itu sebagai sarangnya. Yaitu semut hitam.


Dikatakan sulit, karena semut di dunia baru Dios itu sendiri memiliki tubuh sebesar gajah dan kulit yang jauh lebih keras daripada Giant red Scorpion atau pun sisik besi ular Doua. Terlebih lagi semut hitam bisa menyembur sebuah gas racun pelumpuh ketika dalam bahaya.

__ADS_1


Semut juga bisa berevolusi ketika mereka memakan mineral seperti besi, emas atau pun perak, dan itu juga akan membuat mereka semakin kuat.


Melalui jalan setapak, Zen dan Hiyo menuju ke arah utara, cukup jauh dan cukup banyak pula binatang iblis yang harus mereka hadapi di sekitar hutan kecil di bukit barisan Ribbon.


__ADS_2