
Dunia gelap adalah sebuah wilayah tersembunyi yang memberikan suatu tempat bagi para manusia dan makhluk lain untuk berinteraksi.
Tapi bukan berarti dunia gelap ini sangat aman dan damai, bahkan sebaliknya, di sini adalah tempat berbahaya, wilayah bagi para penjahat, orang buangan dan kelompok-kelompok penjahat saling berinteraksi.
Bukan hanya manusia saja kehidupan di dunia gelap, ada pula ras Elf, Dwarf, iblis, dan non human lainnya. Mereka datang ke tempat ini menggunakan rangkaian teleportasi, dimana semua saling terhubung di bermacam-macam tempat di seluruh benua agar bisa masuk ke tempat ini.
Mereka menjadikan dunia gelap untuk berbisnis, berjual beli barang-barang terlarang atau saling mengajukan permintaan . Salah satunya adalah bandit Olopus, mereka menjadikan dunia gelap sebagai markas dan menerima misi jahat dari siapa pun.
Hingga sekarang Zen baru mengetahui, bahwa Hanna, ketua bandit Olopus itu adalah ibu dari Eri.
"Sudah lama aku tidak melihat mu dan kau tidak terlihat lebih besar, Eri. Apa kau makan dengan baik ?." Tanya ibunya dengan tatapan iba.
Lirikan mata Hanna itu tidak sedang melihat tinggi badan Eri. Tapi lebih ke arah aset pribadi yang dianggapnya menyedihkan.
Eri pun sadar untuk sindiran itu, begitu juga ada perbedaan besar yang antara ibu dan anak perihal bentuk tubuh.
"Aku merasa tersinggung dengan cara ibu mengatakannya, padahal itu sudah lima tahun lalu, apa memang aku mengalami masalah pertumbuhan." Jawab Eri kesal.
"Ya aku pikir itu bukan masalah, jangan khawatirkan apa pun, kau pasti akan menjadi lebih besar setelah menikah dan memiliki anak." Ungkap Hanna tersenyum memberi semangat.
"Apa ibu yakin ?." Eri merasa dengan antusias tinggi.
"Semoga saja."
"Tolong jangan memberi harapan." Eri pun kembali lemas.
Zen yang berdiri di samping mereka tentu tidak bisa berkata apa-apa, dia menganggap bahwa ketua kelompok bandit Olopus adalah sosok merepotkan dan sombong. Tapi setelah melihat Hanna, semua imajinasinya seakan terjun bebas.
"Jadi siapa lelaki yang kau datang bersama denganmu ini ?, Teman ?, Partner bisnis ?, kekasih ? Atau calon menantu ku ?." Tanya Hanna serius.
Wajah Eri tiba-tiba berubah merah, dia tampak gugup untuk menjawab pertanyaan dari Hanna...."Jangan asal bicara ibu, dia adalah guru ku."
"Kenapa kau terlihat kebingungan, ibu hanya ingin tahu saja."
"Kalau begitu jangan memikirkan hal yang tidak berguna." Balas Eri kesal.
"Baiklah."
__ADS_1
Lepas dari percakapan antara ibu dan anak tersebut, kini Hanna pun hadir untuk tujuannya bertanya tentang urusan bisnis milik Zen.
"Jadi apa yang membawamu kemari bocah ?, Jika kau ingin mengajukan mahar untuk melamar Eri, aku belum setuju." Ungkapnya tegas.
"Itu terlalu jauh, aku datang kemari dengan tujuan meminta bantuan kepada anda agar meminjamkan rangkaian teleportasi menuju perserikatan Lomania." Jawab Zen seperti yang dia inginkan.
"Hanya itu ?." Terlihat wajah Hanna tampak kecewa.
"Aku tidak memiliki urusan lain."
Hanna tidak seperti akan menolak permintaan Zen, tapi dia juga belum menyetujuinya. Berjalan semakin dekat hingga tepat saling berhadapan langsung di depan wajah.
Ada senyum penuh makna tersirat di ekspresi Hanna... "Kau harusnya tahu, bandit Olopus tidak memberikan permintaan setiap orang secara cuma-cuma, bahkan jika kau kenalan dari Hamza atau juga calon menantu ku."
"Ya aku tahu itu, aku menawarkan 200 koin emas agar anda menerima permintaan ini."
"Kau benar-benar tahu caranya berbisnis, aku senang karena Eri menemukan lelaki yang baik." Baik dalam artian secara finansial.
Tentu sebagai ketua kelompok bandit, Hanna tidak mau melepas tawaran Zen, dua ratus koin emas adalah nilai cukup tinggi untuk sekedar mengantar mereka melewati rangkaian teleportasi.
"Meski pun aku terburu-buru, tapi aku juga ingin melihat-lihat wilayah tersembunyi ini. Aku berharap menemukan sesuatu yang menarik untuk dibeli." Ungkap Zen.
Dunia gelap menyajikan sesuatu yang berasal dari seluruh penjuru dunia, mungkin juga ada banyak item dan barang-barang langka bisa dia temukan.
"Jika kau berniat mencari sesuatu yang bagus, kau bisa pergi ke tempat pelelangan, disana mungkin ada barang menarik." Kata Hanna.
"Oh. Baguslah kalau begitu."
"Tapi aku ingatkan satu hal." Tatap Zen seperti mengancam.
"Tentang apa itu ?."
"Jangan sekali-kali kau mengusik tiga kekuatan penguasa di dunia gelap, atau kau akan menyesal." Jawabnya.
Di jelaskan secara terperinci oleh Hanna, jika dunia gelap ini di kuasai tiga kelompok yang menjadi para pendiri utama.
Pertama, kelompok bandit Sanziu yang memegang kekuatan besar dalam kejahatan di benua barat.
__ADS_1
Kedua, Ras iblis kaum Gouna, salah satu iblis tertua yang sudah ada di zaman awal penciptaan dunia Dios.
Dan ketiga, Suku manusia naga. Ini bukan tentang asal usul kehadiran mereka, tapi manusia naga memiliki kekuatan yang tidak bisa dibanding-bandingkan dengan makhluk lain.
"Apa kau mengerti ?." Keras Hanna bertanya seperti memberi peringatan.
"Ya aku mengerti." Jawab Zen mengangguk cepat.
Zen haruslah paham bahwa kelompok bandit Olopus sendiri hanya bagian kecil di dunia gelap, meski pun mereka memiliki nama terkenal di kerajaan Zorgan dan sekitarnya, tapi jika dihadapkan dengan tiga kekuatan utama, itu tidak ada artinya.
Di dalam Dunia gelap setiap makhluk dari bermacam-macam jenis itu melakukan aktivitas tidak kenal soal waktu. Di saat mereka lelah maka itu menjadi jam istirahat.
Zen tidak segera pergi keluar, dia sudah seharian menjelajahi hutan dan bertarung melawan banyak binatang iblis, sehingga kali ini dia ingin mengistirahatkan diri.
Bandit Olopus memberi satu ruangan untuk Zen dan Eri bersama-sama, di karenakan markas mereka bukan tempat penginapan sehingga setiap ruangan lain sudah di isi oleh setiap anggota yang sedang tidur.
Hingga di dalam kamar yang mereka tempati....
"Aku tidak tahu jika ibu mu adalah ketua kelompok bandit." Kata Zen tersenyum aneh.
Namun Eri mengeluh, dia seperti tidak mau mengetahuinya...."Aku pun sama tidak tahunya denganmu Zen. Dia adalah wanita misterius, aku bertemu dengan ibu ku sendiri hanya lima kali dan dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk pergi bekerja."
"Lalu bagaimana dengan ayahmu."
"Dia masih tinggal di kota Ser Din sebagai petani." Jawab Eri.
"Aku tidak menyangka kau memiliki keluarga yang rumit."
"Begitulah, aku tidak banyak berharap, jadi aku memutuskan untuk menjadi Hunter tanpa perlu persetujuan dari mereka."
"Paling tidak kau bisa bertemu dengan ibumu sekarang."
"Tapi ini pertemuan yang tidak menyenangkan." Keluh Eri.
Tanpa perlu memikirkan tentang tempat tidur, Eri pun segera merebahkan diri di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
Begitu juga dengan Zen, dia mengambil sisi sebelah kiri Eri dan mereka tidur bersama tanpa meributkan banyak hal.
__ADS_1