Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
itu kebodohan ..


__ADS_3

Tee dan Farel membawa Flo kembali ke kediaman Ardinarius , dengan keadaan gadis itu yang menyedihkan , membuat Viona yang berada di rumah di buat Khawatir , ini ketiga kalinya Flo pulang dengan keadaan tidak baik - baik saja .


" ada apa ini ? " tanya Viona


" flo , sayang kamu kenapa apa yang terjadi ? apa ada yang melukai mu " tanya Viona yang tidak ada jawaban dari sang empu .


" tan mungkin lebih baik flo pergi kekamar dulu biar dia istirahat " sahut Tee .


" ba baiklah , ayo sayang kita ke kamar dulu " kata Viona merangkul Flo membawanya pergi ke kamar .


Sedangkan di dalam pesawat wajah tampan yang tengah menangis , tak bisa membendung sesak didada yang terasa begitu berat , ia benar - benar tidak peduli jika ia di lihat orang karena tangisnya , biarlah semua memanggilnya cengeng , laki - laki lemah , atau apalah itu Kevin benar - benar tidak perduli .


Melihat orang yang di dicintainya berlari dan menangis , melihatnya terjatuh tanpa ia bisa menolongnya , dan menjaganya lagi , membuat Kevin tak bisa lagi menahan air matanya , isaknya terdengar begitu perih , tampa ada yang ingin mengobati ataupun menguburnya .


Hingga ia merasakan tepukan pelan di punggungnya yang terasa lembut .


" menangislah jika ingin menangis nak " ucap suara paruh , membuat Kevin menoleh dan melihat siapa orang yang menepuk bahunya dengan pelan .Terlihat lelaki paruh baya dengan kulit yang sudah berkerut dengan rambut yang tidak lagi menghitam , kevin mengusap bekas air mata di pipinya .


" kata orang di setiap pertemuan ada perpisahan " ucap orang itu sambil melihat Kevin yang masih sedikit sesenggukan .


" dan perpisahan adalah hal yang menyakitkan bukan "


" apa dia kekasih mu ? " ucapnya lagi .


"....."


" aku melihatnya tadi , ia tidak ingin kamu pergi ia berusaha untuk menahanmu agar tetap di sisinya "


" ak ak a ku ta ta tau "


" lalu kenapa kamu meninggalkannya jika kamu juga tidak ingin pergi " tanya orang itu .

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari Kevin , hanya kesedihan yang tergambar jelas di wajahnya .


" itu pilihan terbaik " Jawab Kevin setelah terdiam cukup lama .


" apa pilihan terbaik dengan kesedihan "


" ....."


" huffff .... apa air mata adalah pilihannya "


" semua butuh pengorbanan "


" itu bukaan pengorbanan tapi kebodohan " jawab aki - laki paruh baya itu , Kevin menoleh dan menatap laki - laki yang tidak di kenalnya .


" yang di namakan pengorbanan adalah , hanya kamu yang terluka dan membiarkan ia tetap bahagia , tapi apa yang kamu lakukan tadi nak ? "


" kau bukan hanya mengorbankan perasaan mu , tapi juga menyakitinya , kamu membiarkan ia menangis dan berlarian mengejar mu seperti tadi , dia benar - benar takut kehilangan mu , dia sangat mencintai mu "


" pikirkan lagi apa yang aku katakan , aku harap kamu tidak hidup dengan pennyesalan di kemudian hari karena pilihan mu "


Di dalam kamar Flo terbaring lemah di kasurnya , dengan air mata yang masih saja menetes , isak tangisnya terdengar begitu pelan , Vino tidak tau alasannya kenapa Flo kembali dengan keadaan rapuhseperti saat ini .


Miguel yang tampak masuk kediamannya dengan wajah khawatir di temani jek di belakangnya , setelah mendapat telfon dari kedua bodyguardnya , soal kehilangan ketiga remaja yang mereka ikuti , Miguel sampai membatalkan meeting penting nya dan kembali kerumah memastikan sang putri pulang .


" kalian " ucap Miguel melihat Tee dan Farel yang berada di kediamannya .


" kalian kemana saja " tanya Miguel .


" ka ka m ..." kata Farel terpotong .


" sekarang jelaskan apa yang terjadi pada flo " Sahut Viona yang baru datang .

__ADS_1


" flo ? ada apa ? kenapa ? " tanya Miguel semakin khawatir .


" flo ..." jawab Tee yang langsung menceritakan semuanya .


Pesawat sudah mendarat , kevin melangkahkan kakinya di negara kelahirannya , jika dulu ia merindukan tempat ini dan datang dengan perasaan senang , namun kali ini ia datang dengan kesedihan ,


Wajah tampannya tampak begitu lemah .


Langkah kevin terhenti kala sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya , seorang lelaki keluar dari kemudi , menyapanya dengan sopan lalu membukakan pintu untuknya .


kemarin ia baru saja kemari dan hari ini ia kembali lagi , suasana kota masih sama tidak ada yang berubah setelah terakhir kali ia datang .


Kini aku harus berada di sini kembali ketempat asalku , tempat di mana aku lahir , tempat yang dulu aku juga pernah bahagia di sini tertawa karena cinta .


Namun tempat ini juga adalah tempat di mana aku juga pernah kehilangan cinta , tempat aku menangis tempat aku rapuh .


Dan sekarang aku kembali , kembali dengan luka , kembali dengan kesedihan dan kembali kesepian , aku kembali sendiri tanpa cinta .


Hati berganti gelap , mentari kembali meninggalkan langit tergantikan dengan rembulan , tampak wajah cantik Flo yang tengah duduk di jendela dengan pandangan kosong menatap rembulan yang bersinar terang di sana , dengan bintang yang bertabur indah , berkelap kelip menghias langit .


Rasa sedih di hati tak terobati dengan cepat , rasa bahagia yang baru saja ia rasakan kini musnah begitu saja , wajah cantik dan senyum yang manis kini tiada lagi di sana .


Kenapa semuanya terasa begitu tidak adil , aku mencintainya dan sangat mencintainya namun kenapa semua yang aku cintai selalu pergi meninggalkan ku , apa aku tak pantas di cintai ? , apa tidak pantas mencintai ? , atau aku yang tidak pantas bahagia .


Tuhan kenapa kamu hadirkan cinta jika akhirnya harus menghilang , kenapa kamu harus hadir kan luka di dalam kata cinta , kenapa harus ada kesedihan karena cinta .


Di tempat lain Gavin yang duduk di kasur di kamarnya , menatap lekat Foto pernikahannya dengan Flo , gadis kecil itu tampak begitu cantik mengunakan gaun pengantin , ia terlihat seperti seorang putri kerajaan .


Foto pernikahan yang pernah ia buang setelah mominya memberikannya , dan entah bagaimana foto itu kembali berada di dalam nakas dan tersimpan begitu rapi .


*Dulu aku tak menginginkan ini , aku pernah menolaknya dan ingin semuanya segera berakhir , namun entah kenapa tanpa aku sadari aku mulai mencintainya.

__ADS_1


Kini aku ingin memulai semuanya dari awal bersamanya , membangun rumah tangga yang pernah ia perjuangkan , namun dengan bodohnya aku menghancurkan perjuangannya , kini aku tidak akan pernah menyerah . Aku akan mendapatkannya dan berbahagia bersamanya* .


__ADS_2