Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Monik ...


__ADS_3

00 : 00


Semua orang bergerak mencari keberadaan Flo . Tee , Farel , Marc , Ken , Justin , Felix , Kevin , Gavin Serta Miguel dan hampir seluruh para pengawal pilihan , tengah berpencar mencari keberadaan Flo mulai dari semua tempat yang sering Flo datangi bersama sahabatnya bersama Marc Ken dan tempat di mana Kevin dan Flo pernah kunjungi sudah mereka datangi , namun tidak menemukan keberadaan Flo ataupun petunjuk yang menunjukan titik terang pencarian .


Begitupun saat di cari ke tempat tinggalnya dulu , Miguel yang mengutus beberapa orang suruhanya untuk mencari Flo di luar kota tempat Flo dan ibunya dulu tinggal bahkan sampai ke makam sang ibu , tidak mereka temukan keberadaan Flo di sana .


" ini salahku seharusnya tadi aku mengikutinya , seharusnya aku tadi tidak membiarkan adek jalan sendiri " kata Marc yang terduduk lemah di pinggir jalan dengan air mata yang muali mengalir .


" sudahlah ini bukan salah mu " kata Mike Mencoba menenangkan Marc yang terus - terusan menyalahkan dirinya .


" kita cari lagi bersama " sahut Farel .


" benar kita tidak boleh menyerah " kata Tee .


Sedangkan disisi lain Miguel yang mencari di tempat lain di temani Jek Felix serta Ken dan para pengawal juga merasa Frustasi , di buatnya .


" kemana lagi kita harus mencarinya aku takut jika dia kenapa - napa karena hanya Florence yang aku miliki saat ini " ucap Felix .


" tenanglah kita akan menemukannya " kata Ken .


" Jek hubungi pihak berwajib "


" tapi tuan jika belum dua puluh empat jam kita tidak bisa menghubunginya " jawab Jek .


" lalu kita harus bagaimana apa kita harus diam putri ku sedang dalam bahaya " kata Miguel dengan amarah .


" tenanglah tuan saya yakin nona muda pasti baik - baik saja " kata Jek .


Sedangkan di tempat lain Gavin , Kevin dan Justin yang juga tidak menemukan keberadaan Flo , mereka yang tengah terduduk lemah di dalam mobil dengan wajah yang tampak Khawatir bercampur lelah .


" di mana kamu " gumam Kevin dengan wajah yang tampak begitu Khawatir .


" di mana kamu Flo " gumam Gavin .


Ting .... suara ponsel Gavin berbunyi namun tidak di hiraukan oleh sang empu .


" suara ponsel siapa itu " tanya Justin .


" diamlah itu tidak penting sekarang " kata Gavin .


" itu mungkin sangat penting , siapa tau yang mengirim pesan adalah Flo " jawab Justin membuat Kevin dan Gavin segera mencari ponselnya dan melihat pesan yang masuk , tapi saat Kevin melihat ponselnya ia tidak mendapatkan pesan masuk , di ponsel Gavin ... sebuah pesan masuk dari nomer yang tidak di kenal dengan segera ia membukak pesan itu dan bertapa terkejutnya saat ia tau isi pesan sebuah Foto dan pesan singkat .


" Flo " gumam Gavin yang masih terdengar jelas di telinag justin dan Kevin , kedua langsung menoleh kearah Gavin secara bersamaan .

__ADS_1


" ada apa ? Flo kenapa ? dia ada di mana ? " tanya Kevin , yang di jawab Gavin dengan memberikan ponselnya .


Foto yang memperlihatkan keadaa Flo yang terikat di kursi dengan wajah yang babak belur serta rambut yang acak - acakan , Jika kamu ingin dia selamat maka temui aku di hotel xxx di kamar 999 datanglah seorang diri jangan membawa siapapun , jika tidak aku akan melenyapkannya .


" kita ke hotel itu " kata Kevin yang langsung menancap Gas .


" Kita harus menghubungi polisi " kata Justin .


" ambil ponsel ku hubungi ayah Flo , tuan Miguel kita harus segera kesana katakan padanya untuk menyusul dengan membawa polisi " kata Kevin .


" baik " kata Justin yang langsung mengambil ponsel Kevin .


Di tempat dimana Flo berada , setelah puas membuat Flo kesakitan dengan membenturkan kepala Flo di dinding yang membuat kepala itu mengeluarkan darah dan membuat Gadis itu tidak berdaya , monik pergi meninggalkan pabrik tua itu dengan senyum puas .


Tapi sebelum itu


" aku akan pergi kalian bisa melakukan sesuatu yang kalian mau padanya " kata Monik kepada kedua anak buahnya .


" baik bos "


" ini uang bayaran mu dan gadis itu adalah bonus " kata Monik .


" makasih boas " jawab Anak buahnya dengan senang .


Mobil melaju sangat kencang , di jalan yang sepi tidak membutuhkan waktu lama kini mobil berhenti tepat di hotel yang di maksud di pesan , dengan cepat Kevin Gavin dan Justin keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Hotel menuju kamar yang di maksud , namun langkah ketiganya berhenti saat berada di depan kamar tersebut .


" lebih baik kakak Gavin yang masuk sesuai pesan tadi , aku akan menunggu di luar "


" baiklah " jawab Gavin yang hendak masuk kedalam namun kembali di tahan oleh Kevin .


" aku menelfon mu angkatlah dan jangan kamu matikan masukkan saja ponselmu di dalam saku jas , aku akan mendengarkan apa yang ia katakan padamu nanti "


" baiklah " jawab Gavin yang langsung berjalan membuka kamar yang tidak di kunci , Gavin melangkah masuk kedalam kamar tersebut yang tampak gelap , dengan pelan Gavin menutup pintu itu tepat setelah pintu tertutup lampu menyala begitu terang membuat Gavin menoleh dan mendapati sosok yang ia kenal tengah berdiri berjalan mendekat ke arahnya dengan baju transparan .


" mo monik " ucap Gavin .


" monik " gumama Kevin yang berada di luar mendengarkan suara Gavin lewat ponselnya .


" ma ma mami " gumam Justin dengan amarah , ia langsung berdiri dan akan menuju kamar di aman Gavin dan Monik berada , namun langkahnya terhenti saat Kevin menahannya .


" jangan gegabah , jika salah langkah maka Flo yang jadi korbannya " kata Kevin membuat Justin mengurungkan niatnya .


" apa yang kamu mau " kata Gavin .

__ADS_1


" apa yang aku mau ? " tanya Monik sambil mengelus wajah Gavin dengan jari telunjuknya yang langsung di tepis oleh Gavin .


Senyum tertarik di wajah Monik , ia benar - benar tidak menyerah , hanya dengan satu langkah ia bisa berdiri merapat ke tubuh gavin dan tanpa sopan Monik mulai melancarakan aksinya menggoda laki - laki didepannya , membuat sang empu terlonjak kaget di buatnya .


" tentu saja kamu sayang " kata Monik berbisik di telinga Gavin .


" jaga batasan mu " kata Gavin sedikit mendorong tubuh Monik agar menjauh .


" kenapa ? bukannya dulu kamu menyukainya " kata Monik .


" kamu benar - benar perempuan murahan dasar ****** " marah Gavin .


" uh ... jaga omongan kamu jika tidak maka gadis kecil itu hanya akan tinggal nama "


" lepaskan dia , dia tidak ada hubungannya dengan mu "


" em tentu saja ada , gara - gara dia kamu meninggalkan ku "


" lepaskan dia atau aku ak... "


" akan apa ?


aku akan melepaskannya jika kamu menuruti kemauan ku malam ini " kata Monik lagi yang kembali menggoda Gavin .


" gimana ? kamu mau kan " kata Monik .


" jika kamu menolak maka cukup dengan hitungan menit gadis kecil itu akan mati di tangan ku " kata Monin


" ba ba baiklah aku akan melakukan apa yang kamu mau tapi beri tau aku di mana Flo berada "


" tentu , ikutlah dengan ku " ajak Monik yang langsung menarik tubuh Gavin menuju ranjang laku ia dorong tubuh Gavin hingga terduduk , tanpa berfikir panjang Monik langsung memosisikan tempatnya dan memulai aksinya yang membuat Gavin sedikit tegang di buatnya .


Mau bagai manapun Gavin pernah mencintai wanita yang tengah bermain - main di pangkuannya , ia juga pernah melakukan banyak hal denganya maka tidak di pungkiri jika ia mulai menikmati sentuhan Monik .


" kamu suka " goda Monik .


" di di mana flo berada "


" dia berada di pabrik tua tak jauh dati sini " jawab Monik , mendengar itu dengan cepat Gavin hendak mendorong Monik namun ia kalah cepat tanpa Gavin sadari Monik sudah melakukan ......


" ah ...." pekik Gavin .


" jangan bermain - main dengan ku nikmati saja apa yang aku beri saat ini .

__ADS_1


" si si sialan ..."


__ADS_2