
Di Mobil Flo menangis dalam dia ia menyembunyikan air matanya dengan melihat kearah jendela kaca mobil , bukan berarti Kevin tidak tau itu , sungguh ia juga sangat terluka saat melihatnya Flo seperti ini .
" Flo " pangil Kevin , dengan Spontan Flo mengusap air matanya dan menoleh .
" a apa " jawab Flo terdengar suara yang sedikit bergetar dan mata yang mulai memerah .
"menangislah jangan di tahan " kata Kevin setelah menepikan mobilnya .
Hening setelah Kevin mengatakan itu , dengan lembut Kevin menarik tubuh kecil itu dan memluknya .
" menangislah akan semakin sakit jika kamu menahannya " kata Kevin lagi sambil mengelus lembut punggung Flo , mendapat perlakuan itu entah kenaoa air mata Flo pecah begitu saja ia mulai terisak di dada bidang Kevin .
" mau ke kampus " tanyanya Kevin setelah Flo menangis cukup lama , dan hanya ada keheningan di dalam mobil setelahnya .
" ...."
" mau pergi bersamaku ke suatu tempat " tawar Kevin yang tidak ada jawaban dari Flo .
Sepanjang perjalanan Flo hanya diam dengan mata kosongnya , dan Kevin ia sesekali melihat Flo yang duduk di sampingnya , di genggam tangan kecil Flo yang berada di pangkuan dan mengelus lembut tangan itu , membuat Flo terkejut dan menoleh menatap Kevin .
" kita akan sampai " kata Kevin sambil tersenyum .
" Flo tidak ke kampus " kata Tee .
" sepertinya tidak " sahut seseorang .
Tee dan Farel menoleh kearah siapa yang berbicara , bertapa terkejutnya keduanya saat tau siapa yang berdiri disana .
" lo yang waktu itu kan " tanya Farel .
" benar "
" lo ngapain disini " tanya Farel .
" gue fens berat kalian , kenalin nama gue fita biasa dipanggil ita "
" Ha .." kaget keduanya .
" jujurlah padaku kalian pasangan ..."
" jangan ngadi - ngadi lo " ketus Tee
" otak lo udah geser kalek " kata Farel dengan tangan yang menonyor kepala gadis itu .
__ADS_1
" hi ..... mening gue ke kantin " kata Tee sambil menyeret tangan Farel .
Sampai di sebuah pantai , Kevin dan Flo keluar dari mobil bersamaan dan berjalan bersama duduk di tepi pantai menikmati pemandangan pantai dengan suara ombak dan angin yang terdengar begitu menenangkan .
" aku sangat malau " ucap Flo menundukkan kepalanya .
" malu karena pa " tanya Kevin menoleh dan melihat gadis kecil di sampingnya .
" aku malu karena menangis tadi " jawab Flo , Kevin meraih wajah cantik nana menggemaskan itu untuk menghadap kearahnya , ia menatap bola mata indah itu dengan sangat lekat .
" kenapa harus malau "
" ....... "
Senyum tipis tertarik di wajah tampan Kevin entah kenapa itu membuat jantung Flo lagi - lgi di buat berdebar tak karuan .
" aku tak pernah masalah jika kamu menangis seperti tadi , namun aku tidak ingin jika kamu menangis sendiri dan menahan semuanya " kata Kevin ia melepas dekapannya di wajah Flo .
Kevin kembali menatap pemandangan di depan sana , terlihat burung - burung yang bertentangan di langit .
" aku pernah terluka karena seseorang dan bersedih karena kehilangan " kata Kevin .
" namun aku tidak pernah merasakan yang aku rasakan saat ini " kata Kevin
" cinta , aku sangat sedih melihat orang yang aku cinta terluka apa lagi menangis "kata Kevin menoleh dan menatap mata indah yang juga menatapnya .
" entah kenapa itu membuat dadaku terasa sesak "
" orang yang kamu ceritakan waktu itu " tanya Flo dan di jawab anggukan oleh Kevin .
" maka buatlah dia bahagia agar kakak tidak merasa sedih" tanya Flo .
" aku ingin melakukannya , kami dekat namun jauh dan aku hanya bisa melihatnya untuk memastikan jika ia baik - baik saja " Jawab Kevin .
Di kantor Gavin terlihat sangat m marah karena Kevin yang tidak kembali bahkan susah di hubungi , bukan marah sih tapi lebih tepatnya khawatir , karena asisten sekaligus sepupunya itu tidak memberi kabar sama sekali kepadanya setelah mengantar Flo sang istri pergi .
" kemana bocah itu " kesal Gavin .
" mungkin tuan kevin ada kepentingan mendadak " kata Felix .
" kepentingan apa " kata Gavin .
" dia memang sering seperti itu , tapi tidak dengan tidak memberi kabar seperti ini " kata Gavin merasa khawatir , mengingat pekerjaan Kevin bukan hanya sebagai asistennya tapi dia juga mengurus perusahan almarhum kedua orang tuanya .
__ADS_1
" biar aku hubungi flo " gumam Gavin yang langsung meraih ponselnya dan mencari kontak nomor milik Flo .
Tapi sayang Juga tidak ada jawaban dari Flo yang membuat Gavin kesal , ia melempar ponselnya ke meja .
" mungkin saja nona masih ad kelas kuliah " kata Felix .
" benar juga " jawab Gavin .
" haha sial ... akan aku tanya nanti jika dia sudah pulang " kata Gavin lagi .
" kalo begitu saya permisi dulu tuan "
" baiklah " jawab Gavin .
Cukup lama keduanya berada di tepi pantai menghilangkan rasa sedih , hinga hari semakin siang dengan mata hati yang terasa di atas kepala , kini keduanya memilih untuk pergi meningalakan pantai dan pergi ke tempat makan seafood yang di minta Flo .
" kamu menyukai Seafood " tanya Kevin .
" iya rasanya sangat lezat , apa kak kevin juga menyukainya "
" tidak terlalu "
" kenapa "
" terkadang makan seafood sangat merepotkan " jawab Kevin
" merepotkan "
" ya coba saja saat kita makan kerang kita harus melepas dagingnya dari cangkangnya begitupun saat makan kepiting kita akan susah payah untuk daging yang tidak seberapa , lalu udang kita harus repot mengupas kulitnya " jelas Kevin
" kalo begitu setelah ini aku kan membantu kakak mengambil daging dari cangkangnya kerang begitupun dengan kepiting , aku juga akan mengupas kulit udang , kakak tingal makan , kalo cumi dan gurita kakak bisa langsung makan kan " kata Flo .
" silahkan dinikmati " kata pelayan yang mengantar pesanan mereka .
Seperti yang di katakan Flo tadi gadis itu membantu Kevin untuk memakan seafood yang mereka pesan , dan Kevin tingal menikmatinya saja .
" bukankah sangat enak " kata Flon.
" ya sangat enak , lain kali aku kan mengajakmu jika ada acara makan dengan kolega kalo menunya seafood , sepertinya aku membutuhkan jasa mu flo " canda Kevin .
" em .... boleh tapi tidak gratis , kakak harus membayarku mahal dengan ini "
" apa kamu sedang membuka jasa sebagai pembantu makan seafood "
__ADS_1
" sepertinya bukankah aku harus membayar uang kuliah " jawab Flo yang di sambung tawa Kevin .