
Angel dan Charles , yang datang menemui Miguel dan Viona untuk membicarakan masalah penahanan Gavin sang putra sebagai tersangka KDRT , karena pihak berwajib sudah menetapkan Gavin Charles Andarius sebagai tersangka dan akan di tahan sebagai mana hukum yang berlaku .
Anak tunggual keluarga Andarius itu kini sudah memakai baju tahanan dua hari yang lalu , dengan wajah penuh dengan penyesalan ia meringkuk di balik pintu jeruji .
" tapi maaf tuan charles saya tidak bisa mencabutnya " jawab Miguel .
" saya tau , semua adalah kesalahan dari putraku tapi apa tidak ..."
" kami sebagai orang tua sangat menyayangkan akan kejadian ini , dan tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini , tapi di sini putri kami yang menjadi korban dan kini ia mengalami trauma yang masih di tangani oleh dokter " kata Viona .
" saya tau dan saya meminta maaf akan semuanya yang sudah terjadi " jawab Angel dengan wajah kecewa .
" anda tidak salah tuan charles nyonya Angel , dan anda juga tidak seharusnya meminta maaf kepada saya , hanya saja gavin harus mempertanggung jawabkan semua yang sudah ia lakukan " jawab Miguel .
" mungkin jika Gavin menemui Flo , dan meminta maaf masalah akan terselesaikan , mau bagai manapun semua berasal dari keduanya kami orang tua hanya bisa melihat dan menuntun ke tempat yang lebih baik " kata Viona .
" flo anak yang baik saya mengenalnya , dia anak yang pemaaf " lanjut Viona .
Di apartemen Gavin , meski Gavin kini menjadi tahanan tapi tidak meninggalkan tangung jawabnya untuk Monik , Gavin memerintah beberapa pelayan untuk mengurus dan menjaga Monik .
Ia bertangung jawab untuk istrinya juga anak yang di kandung oleh Monik , dengan memberikan Fasilitas yang diperlukan Monik dan calon bayi dalam kandungannya .
Duduk di taman bersama Kevin , menyandarkan kepalanya di dada bidang yang hangat dengan 0enuh ketenangan , dengan lembut tangan kekar Kevin mengelus puncak kepala Flo , dan tangan satunya terus menggenggam tangan Flo .
" setelah ini kita akan bersama kan " tanya Flo , Kevin menggenggam erat tagan Flo dan , merasakan itu Flo mendongakkan kepala melihat Kevin .
" kita akan bersama selamanya , dan berbahagia bersama " ucap Kevin .
" terima kasih " jawab Flo dengan senyum bahagia .
Aku tidak ingin kehilangan mu ...batin kevin .
Aku ingin selalu bersama kamu .. batin Flo .
__ADS_1
Masih duduk dengan termenung , Gavin begitu menyesali perbuatannya saat itu , perbuatan yang berakhir dia di dalam tahanan .
ada apa dengan ku saat itu
bagai mana bisa aku melakukannya
bukankah dulu aku tidak menginginkannya
tapi entah kenapa hatiku sangat sakit saat melihatnya bersama kevin
aku sangat marah dan tidak bisa mengendalikan amarah ku
hingga aku lupa dan menyakitinya
begitupun saat aku mendengar cerita kevin entah kenapa aku benar - benar merasa bersalah
" apakah aku menyukainya "
" tahanan atas nama gavin " panggil polisi yang menyadarkan Gavin dari lamuannya .
" ada yang ingin bertemu dengan anda " kata Polisi tersebut sambil membuka pintu jerujinya .
" siapa " tanya Gavin
" saya tidak tau dan lebih baik anda ikut saya " jawab Polisi dan diikuti Gavin .
Di ruang tunggu seorang lelaki berperawakan tinggi dengan rambut yang sudah mulai memutih , tengah duduk menunggu kedatangan Gavin .
Tidak lama kemudian seorang polisi masuk bersama Gavin yang berjalan di belakangnya .
" siapa anda " tanya Gavin saat baru masuk keruanggan dan melihat seorang laki - laki yang tidak ia kenali , seorang lelaki yang tampak lebih tua darinya , jika di lihat - lihat usianya jauh darinya .
" duduk lah saya ingin berbicara penting kepada anda tuan " kata orang tersebut , Gavin duduk tepat di depannya dengan rasa penasaran akan siapa orang di depannya .
__ADS_1
" waktu anda hanya dua puluh menit " ucap Polisi sebelum meninggalkan ruangan .
" siapa kamu ? dan apa yang ingin kamu katakan padaku " tanya Gavin .
" sebelumnya kenalkan nama saya hendrik seorang foto grafer , usia saya lima puluh dua tahun "
Setelah memperkenalkan diri Hendrik menyodorkan sebuah amplop putih dan coklat kedepan Gavin , yang membuat Gavin mengerutkan keningnya .
" tuan buka lah " kata orang tersebut , dan di turuti Gavin , ia mulai membuka amplop berwarna putih dan membuka isi surat yang ternyata dari rumah sakit , surat yang menjelaskan tes DNA .
" mak .. maksudnya apa ini " kata Gavin yang terkejut dengan isi surat itu .
" maaf saya sudah lancang , saya tanpa sepengetahuannya mengambil tes DNA dengan bantuan dokter saat ia masih di rawat di rumah sakit kemarin dan itu hasilnya , bahwa anak dalam kandungan itu bukanlah anak kandung anda melainkan anak saya , dan asal anda tau usia kandungannya bukan dua setengah bulan melainkan tiga setengah bulan " ucap Hendrik membuat Gavin semakin terkejut di buatnya .
" haha ... pasti kamu sedang bercanda kan " kata Gavin yang tidak percaya .
" lalu buka lah amplop coklat itu jika anda tidak percaya dengan saya "
Dengan cepat Gavin membuka amplop coklat yang di maksud Hendrik , bertapa terkejutnya saat ia mendapati beberapa Foto yang ia lihat .
" dia istri saya " kata Hendrik yang membuat Gavin terkejut bukan main .
" kami menikah saat ia masih berusia tuju belas tahun dan itu putra kami namanya Justin Hendrik , dan yang satunya adalah putra kakak ku yang kami angkat sebagai anak kami namanya Daniel Hendrik "
" dan asal anda tau sendiri saya juga tau jika kalian sudah menikah siri , hubungan pernikahan kami renggang sudah sangat lama saat di mana bisnis saya mulai runtuh dan sebelum anda menikahinya secara sirih itulah dimana usaha saya benar - benar bangkrut , dan saya baru tau jika ternyata ia memiliki hubungan gelap dengan laki - laki lain selama ini , bukan hanya dengan anda tapi juga dengan seorang desainer "
" dan sekarang anda sudah tau kenyataannya " kata Hendrik lagi membuat Gavin mengepalkan tangannya , ia benar - benar runtuh saat ini seperti di timpa balok kayu besar , ia benar - benar tidak menyangka jika wanita yang ia cintai dan ia bela - belakang hingga mendapatkan amarah dari kedua orang tuanya , mengecewakan mereka hanya demi wanita busuk .
" putra saya belajar di tempat yang sama dengan calon mantan istri anda " jelas Hendrik .
" saya mengatakan semua ini hanya karena saya tidak ingin anda tertipu , dan juga saya tidak rela jika darah daging saya memanggil laki - laki lain sebagai ayahnya " jelas Hendrik .
" waktu berkunjung sudah selesai " kata Polisi yang kembali mendekat kearah Gavin dan memborgol tangannya lagi .
__ADS_1