
" oh baiklah saya harus segera pergi lain kali jika ada waktu aku akan mentraktir mu untuk ucapan maaf sudah menabrak mu " kata Daniel
" ah ... tak perlu repot - repot saya sudah memaafkannya lagian kakinya juga sembuh " jawab Flo
" kalo begitu saya pergi dulu " pamit Daniel .
Belum jauh dia melangkah pergi dari tempat Flo berdiri ia kembali berhenti kala suara ponselnya yang bergetar dari saku celana , dengan cepat ia merogoh saku celananya dan segera mengangkat telfon .
" tunggu sebentar aku akan segera kesana "
" ......"
" oh benarkah "
" ...."
" baiklah kalo begitu "
" ......."
" ya "
Setelah panggilan berakhir , Daniel membalikkan tubuhnya mencari keberadaan Flo , ternyata gadis kecil itu masih berdiri disana , dengan langkah pelan Daniel berjalan kembali mendekat kearah Flo .
" flo " panggil Daniel .
" oh dokter kenapa kembali lagi apa ada yang jatuh " tanya Flo saat melihat Daniel kembali lagi
" tidak "
" lalu "
" apa kamu punya waktu luang saat ini "
" tentu saat ini aku sedang luang "
" kalo begitu maukah kamu makan siang bersama saya "
" em ta ..."
" jangan menolak "
" seharusnya tak perlu repot ... "
" tak apa , kita pergi ke restoran itu disana makanannya cukup lumayan " kata daniel sambil menunjuk restoran yang terletak disebrang jalan .
" ayo " ajak Daniel yang di ikuti Flo yang tak lagi menolak .
Gavin yang sedang melakukan makan siang dengan klien , di restoran yang sudah di tentukan sebagai tempat mereka bertemu .
__ADS_1
Ting .... suara yang terdengar dari pintu saat seseorang masuk kedalam , dan suara itu membuat Gavin melihat kearah pintu masuk .
Bertapa terkejutnya Gavin saat melihat sesosok orang yang baru saja masuk tampak seorang gadis cantik dengan seorang peria yang terlihat jauh lebih dewasa darinya tengah berjalan bersama dan duduk tepat tak jauh dati ia duduk saat ini , Flo dengan siapa dia batin Gavin dengan mata yang terus mengawasi Flo yang sekarang duduk membelakangi nya .
Apa itu om - om yang disukai flo lumayan juga tipe Flo , dilihat - lihat dia jua berkelas .. batin Gavin dengan mata yang terus menatap kearah meja yang tak jauh dari tempatnya duduk .
" tuan apa yang anda lihat " tanya klien yang melihat Gavin tengah melihat kearah lain .
" oh tidak - tidak " jawab Gavin dengan mata yang masih sesekali melirik kearah tempat Flo duduk .
ini tidak bisa dibiarkan , jika sampai dia melakukan sesuatu yang akan merugikan ku dan keluarga batin Gavin sambil mengepalkan tangannya .
Pembicaraan bisnis masih berlanjut namun dengan Gavin yang sudah tidak lagi Fokus .
" tuan Gavin apa anda baik - baik saja "
" ya saya baik - baik saja "
" kalo begitu sampai disini saja pertemuan kita , saya harus segera pergi karena masih banyak urusan saya pamit dulu tuan Gavin "
" oh baiklah silahkan , saya akan menunggu pertemuan berikutnya untuk proyek kita " jawab Gavin sambil menjabat Tangan klien yang jauh lebih tua darinya .
Setelah para klien itu pergi pergi , Gavin segera bergerak cepat , berjalan mendekat kearah meja tempat Flo duduk .
" tuan " panggil Kevin yang tak di perdulikan Gavin yang malah pergi begitu saja .
Dengan cepat Gavin berjalan mendekat dan duduk tepat di sebalah Flo , membuat kedua mahluk yang tengah duduk dan berbincang terkejut dengan kehadiran Gavin disana .
" dia om kamu Flo ? " tanya Daniel yang juga terkejut dengan kedatangan Gavin secara tiba - tiba , dan di jawab anggukan oelh Flo .
" oh kenalkan saya dok...."
" silahkan tuan nona ini pesanan anda " kata pelayan pengantar pesanan .
" oh iya terimakasih " jawab Daniel sopan .
" sama - sama tuan " jawap pelayan itu yang langsung pergi setelah meletakkan makanan di meja .
Dia cukup baik dan tanpan sepertinya usianya lebih tua dia dari pada aku batin Gavin .
" siapa nama anda dan apa pekerjaan anda " tanya Gavin , membuat lelaki di depannya tidak nyaman dengan tatapan yang di berikan oleh Gavin .
Sedangkan di tempat lain terlihat Felix dan Kevin yang melihat Gavin pergi dan duduk di tepat lain tengah di buat penasaran , karena Gavin yang duduk di tempat yang mereka yakini adalah seorang sepasang kekasih .
" bu bukankah itu Flo " ucap Kevin saat mengingat baju yang di gunakan Flo pagi tadi saat berangkat ke kampus .
" benarkah mana ? " tanya Felix pada kevin .
" ya itu baju yang di gunakan Flo tadi saat kuliah bukankah jam kuliah belum selesai " kata Kevin .
__ADS_1
" kamu tau dati mana "
" aku yang di tugaskan untuk mengantar dan menjemput flo kuliah "
" oh " jawab Felix
" oh .. apakah itu om - om yang di sukai Flo dia tampan juga meski kelihatannya lebih tua dari tuan Gavin " kata Kevin lagi saat melihat lelaki yang duduk tepat menghadap kearah nya duduk .
" ha ... om - om yang di sukai nona flo maksudnya ? " tanya Felix tak mengerti .
" apa nona berselingkuh " tebak Felix membuat Kevin menoleh ke arahnya .
" eh em maks ..yah begitulah " jawab Kevin , mana mungkin dia menjelaskan pernikahan Gavin pada Felix .
jadi ... apa yang kamu lakukan flo batin Felix dengan perasaan kecewa
Itu sesuatu yang salah batinya lagi .
" oh maaf kenalkan saya Daniel , dan saya berprofesi sebagai dokter disalah satu rumah sakit suasta yang tidak jauh dati sini " jawab Daniel yang diangguki Gavin .
Dia tidak terlihat seperti laki - laki bajingan ... tapi tetap saja itu salah batin Gavin dengan mata yang masih terus menatap Daniel .
" em apa anda mau pesan sesuatu , biar saya pansankan "
" tidak perlu "
" oh baiklah tuan "
" lebih baik kamu segera makan keburu dingin "
"i iya " jawab Daniel yang langsung menyantap makanannya dengan sedikit risih karena tatapan Gavin yang masih terus menatapnya .
Sedangkan Flo gadis itu malah asik makan tanpa perduli laki - laki dewasa yang berada didekatnya .
Tak lama kemudian Flo sudah menghabiskan makanannya begitupun dengan Daniel yang sudah selesai makan dengan keadaan tidak nyaman .
" sudah selesai " tanya Gavin .
" hemm "
" cepat keluar aku tunggu dimobil "
" ya " jawab Flo
Dia kenapa batin Flo melihat Gavin yang langsung pergi .
" dokter flo pulang dulu ya , makasih dengan makanannya kapan - kapan flo yang traktir ya "
" iya flo "
__ADS_1
" kalo begitu flo duluan ya dok da da dokter Daniel " pamit Flo dengan melambaikan tangannya , terlihat begitu menggemaskan .