Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Mengirim makanan ...


__ADS_3

Setelah makan bersama ditempat restoran pilihan Marc tempat yang tak jauh dari toko bunga Cuka , Marc kini mengantar Flo pulang setelah mengantar Cuka pulang , berada diperjalanan pulang , senyum Flo terus mengembang hati ini sangat menyenangkan dan begitu menghibur bagi nya .


Sampai didepan gedung apartemen Flo turun dan berpamitan pergi .


" tunggu " panggil Marc menghentikan langkahnya .


" kenapa " tanya Flo yang berhenti dan kembali membalikkan badannya .


" kamu tidak ingin mengajak kakak mampir " tanya Marc , Flo berfikir sejenak dengan alis yang berkerut .


" tidak , makasih makan gratis dan bunganya " jawab Flo yang langsung berjalan pergi dengan langkah cepat .


" dia benar - benar " gumam Marc melihat tingkah Flo .


Sampai di aparteman yang masih gelap , dengan cepat Flo menyalakan lampu .


" om " panggil Flo .


" bodoh sudah tentu om Gavin belum pulang , sudahlah lebih baik aku bersih diri dan segera memasak " gumamnya


Perkataan Gavin masih berputar diotak Ken , rasa kecewa dari sahabat kecilnya begitu menyakitkan . Dan rasa bersalah telah mendukung perjodohan keduanya , ia fikir jika Flo bersama Gavin , Flo akan bahagia .


" sayang kamu kenapa kok bengong " tanya Rose .


" aku merasa bersalah kepada flo "


" kenapa "


" seharusnya dulu aku tak mendukung perjodohannya , seharusnya aku mencegahnya " kata Ken dengan tagis .


Ingatannya kembali berputar .


Malam setelah kedatangan Charles Angel serta Gavin , malam dimana Flo bercekcok dengan miguel sang ayah .


" aku nggak mau menerima perjodohan itu " kata Flo .


" kamu harus mau "


" tidak " jawab Flo .


Plak ... satu pukulan keras mendarat diwajah cantik gadis itu .


" jangan pernah melawanku cukup kau lakukan perintah ku jangan jadi anak pembangkang itu juga demi kebaikan mu "


" tidak sekali tidak tetap tidak ..." jawab Flo


Plak ... lagi - lagi pukulan keras mendarat diwajah cantik Flo membuat gadis itu terjatuh kali ini , ini bukan pertama kalinya bagi Flo , dan di saat seperti itu tidak ada yang berani menolong gadis kecil itu .


" kau ... aku tidak mau tau kau harus menerimanya "


" dan ingat jangan pernah memalukanku ataupun menghancurkan segalanya " kata Miguel sebelum ia pergi .


" sayang nak kamu tidak papa "


" lepaskan aku bukan urusanmu "


" flo " panggil Marc yang tidak dipedulikan .


Di taman gadis kecil itu duduk termenung sendiri dengan air mata yang berlinang dan suara tangis yang tertahan .


" flo " pnggil Ken yang membuat gadis itu segera mengusap air matanya dan berlagak baik - baik saja .


" iya om "


" boleh om duduk "


" silahkan "


" maaf tadi om tidak ..."


" tidak papa aku tau " jawab Flo


" ini sudah biasa " ucapnya lagi .


" sini lihat wajahnya " kata Ken .


" apa terasa sakit "


" tidak " jawab Flo dengan senyum .


" ini membengkak biar om obati ya "


Dengan lembut Ken mengompres wajah lebam Flo , kulit putih yang terdapat bekas tamparan yang membiru .


" seeet "


" maaf apa sakit "


" tidak "


" jika sakit katakan "


" aku sudah terbiasa dengan rasa ini " jawabnya

__ADS_1


" em .. jika sakit katakan agar om lebih pelan "


" flo gavin adalah teman om sahabat kecil om dia orang yang sangat baik " kata Ken


" om aku tidak ingin menikah , aku masih punya banyak impian "


" om tau "


" om hanya mengatakan jika om Gavin orang yang sangat baik , om yakin jika flo bersamanya akan bahagia "


" lalu bagaimana dengan impian flo "


" dia pasti mengizinkanmu meraih impianmu meski itu setinggi langit , percayalah "


Setelah memasak beberapa menu dan menatanya rapi dimeja makan Flo segera mengambil ponselnya mencoba menelfon Gavin .


" om gavin kemana sih sudah dari tadi ditelpon nggak diangkat " gumamnya .


" apa masih sibuk "


" biarlah " gumamnya lagi .


Dengan setia gadis itu menunggu sambil duduk disofa ruang tengah .


Pagi Hari yang cerah dua insan yang masih tertidur lelap terbangun karena sinar matahari yang menyelusup masuk lewat celah jendela .


" kamu sudah bangun "


" baru saja " jawab Monik


" kenapa nggak bangunin aku "


" karena kamu sangat tampan saat tertidur " jawab Monik .


" benarkah "


" hemm " jawab Monik dengan anggukan .


" manis sekali " kata Gavin .


" bangun dan segera mandi aku akan menyiapkan sarapan "


" kita man..."


" no , aku akan menyiapkan sarapan kamu mandi dan bersiap bukankah kamu mau kekantor hari ini "


" baiklah " jawab Gavin .


Hampir setengah jam , kebiasaan Gavin yang tidak pernah bisa diubah , lelaki dewasa iu baru turun dengan baju rapi .


" ayo kita sarapan "


Dimeja makan menikmati sarapan pagi Gavin terlihat bahagia , sesekali wajahnya tersenyum .


" sayang sebenarnya aku mau menanyakan soal ..." tkata Monik yang terhenti .


" soal apa " tanya Gavin .


" ha sayang apa kamu sudah mengabari flo kalo kamu tidak pulang " kata Monik yang mengingat Flo .


" oh ... sudahlah dia pasti juga sudah tau "


" sayang tapi .."


" sudahlah pasti dia sudah tau , dan juga dia pasti menginap ditempat temannya "


" temannya "


" kenapa " tanya Gavin lagi


" kenapa ? , tentunya kenapa - napa flo "


" iya juga sih " jawab Gavin .


" kok kamu kayak nggak peduli gitu nggak ada rasa khawatirnya "


" peduli kok cuman aku sudah mengerti aja " jawab Gavin .


Flo terbangun disofa , pagi hari yang cerah tak secerah wajah Flo yang terlihat kusut , badan yang terasa pegal karena tertidur disofa , bercampur dengan rasa kecewa karena Gabin yang tak pulang .


" ternyata om nggak pulang " gumamnya


Dilihatnya masakan semalam yang berubah menjadi dingin .


" aku akan menghangatkannya " gumamnya .


Setelah menghangatkan masakan semalam , Flo beralih membersihkan seluruh apartemen mulai dari menyapu mengepel hingga mencuci kaca , setelah semua selesai tepat di siang hari , Flo segera kekamar mandi dan bersiap , hari ini rencananya Flo akan pergi kekantor Gavin mengantar makanan untuk makan sianag lalau pergi kuliah .


" semoga saja om Gavin menyukainya "


Dengan langkah penuh percaya diri , Flo berjalan tak lupa ia menyapa semua orang yang ia temui .


" selat siang "

__ADS_1


" selamat siang " .


Dengan bersenandung ria Flo berjalan , wajah cantik dan senyum merekah diwajahnya tampak terlihat semakin sempurna .


Sampai di kantor , Flo segera ke lif khusus tanpa harus ke resepsionis . Tepat dilantai paling atas pintu lif terbuka Flo segera keluar dan menunju ruangan paling ujung dengan pintu yang paling besar .


" flo " panggil kevin melihat kedatangan Flo .


" hai kak " jawab Flo


" iya , kamu ngapain kesini dan bersama siapa " tanya Kevin .


" oh ini , aku datang naik taxi " jawab Flo sambil menunjukkan kotak makan yang ia bawa .


" buat "


" buat om gavin sudahlah Flo masuk dulu ya om gavin ada kan "


" tapi flo " lagi - lagi Kevin menghentikan lagkah Flo .


" nanti aja ya kak " jawab Flo yang langsung mendekat kearah pintu besar yang sedikit terbuka , senyum manis mengembang diwajahnya . Semoga om Gavin menyukainya batinya yang penuh keyakinan , Flo melangkah hendak masuk namun tertahan saat melihat dengan jelas dicelah pintu yang terbuka sedikit , Gavin dan Monik sedang bercumbu mesra .


" sayang apa rasanya enak "


" semau makanan yang kamu masak terasa lezat "


" kamu bisa aja "


Cup satu kecupan mendarat di bibir Monik , kecupan yang sangat lama dan mendalam .


" kenapa rasanya menyakitkan " gumamnya dengan air mata yang menetes membasahi pipinya .


" tuan kev ..." panggil Felix yang baru datang .


" flo " panggilnya lagi saat melihat Flo .


Dengan cepat Flo mengusap air matanya dan mengubah wajah sedih menjadi senyum riang .


" kak felix "


" kamu ngapain ke ...." pertanyaan Felix terhenti saat melihat apa yang tengah dibawa Flo , Kesal tentu tangan kekar Felix mengepal kuat .


" kak kevin dan kak Felix udah makan " tanya Flo .


" belum " jawab keduanya .


" apa mau makan bersama flo , flo membawa banyak makanan flo sendiri juga belum makan " tawar Flo yang disetujui keduanya .


" kita makan di .." kata Flo lagi .


" diruangan kakak saja " Sahut Kevin .


Kamu sangat polos ..batin Kevin .


Aku tak pernah menyangka kamu menjalani kehidupan sesadis ini bukan suami bukan ayah semua sama saja batin Felix .


Dengan telaten Flo membuka dan menyiapkan makanan untuk kedua lelaki itu yang masih setia menatapnya dengan tatapan penuh rasa iba .


" silahkan di coba , ini flo yang memasak sendiri lo " kata Flo .


" benarkah , kamu bisa masak " tanya Felix


" aku belajar " jawab Flo dengan wajah sedih .


" biar saya coba pasti sangat lezat dari baunya saja sudah terlihat " kata Felix yang langsung menyantap satu sendok kedalam mulutnya .


" wah ini sangat lezat " kata Felix dengan senyum begitupun Flo yang juga tersenyum senag .


" kak kevin juga makan jangan melihatku terus aku tau aku memang cantik " kata Flo PD yang membuat Felix tertawa , sedangkan Kevin mengelus lembut puncak kepala Flo lalu menyantap makanannya .


" oh iya kemarin kamu gimana , kenapa tidak hubungi kakak "


" aku ketemu kak Marc disana , eh tau nggak kak .." kata Flo yang langsung menceritakan kejadian kemarin kepada Kevin .


.


" sayang aku pulang dulu " pamit Monik


" biar aku anatar "


" baiklah dengan senang hati "


Senyum mengembang dikedua pasangan itu .


Setelah mengantar Monik sampai di bawah Gavin segera kembali keruangannya tapi langkahnya terhenti saat melihat Flo baru keluar dari ruangan Kevin .


" Flo ngapain kamu ada disini " tanya Gavin .


" tadinya aku mau minta uang saku , tapi sepertinya om gavin sibuk "


" kalo begitu flo berangkat kuliah dulu ya om " ucapnya lagi .


" tunggu sebentar aku akan mengambilkan uang saku untukmu maaf aku lupa uang bulanan untukmu " kata Gavin yang terpotong .

__ADS_1


" tidak usaha flo sudah mau terlambat jadi flo pergi dulu ya " jawabnya yang langsung pergi dan masuk kedalam lif bersama Kevin .


__ADS_2