
Gavin mengikuti permaian Monik hingga wanita itu terbuai di buatnya , melihat itu dengan cepat Gavin mengambil kesempatannya dan mulai melepaskan wanita yang lebih tua lima tahun darinya itu dengan sedikit kasar .
" apa yang kamu lakukan " tanya Monik yang terkejut saat Gavin melepaskannya begitu saja .
" tenang lah " ucap Gavin .
" apa kamu mau pindah posisi "
Di luar Miguel yang baru datang bersama para polisi serta Ken Felix dan Jek yang langsung langsung menuju tempat yang sudah di sebutkan kevin .
" kalian sudah datang "
" di mana Flo "
" pelaku ada di dalam , tapi tunggu sebentar " kata Kevin yang langsung memberi kode kepada Gavin lewat telfon .
" halo "
" sudah silahkan masuk " kata Gavin sambil memperbaiki bajunya yang berantakan .
" kamu bicara dengan siapa " tanya Monik .
" aku akan memberimu kejutan " jawab Gavin
" benar kah " tanya Monik dengan senang tanpa curiga sedikit pun .
" lihatlah kearah pintu " kata Gavin .
Ceklik .... pintu terbuka Monik segera duduk melihat kerah pintu bertapa terkejutnya saat ia melihat dua polisi yang masuk kedalam bersama sosok yang ia kenal .
" momi " panggil Justin .
" j j justin " ucap Monik , putra kandungnya yang juga masuk melihatnya dalam keadaan yang tidak pantas di lihat .
" sialan kamu gavin " marah Monik yang hanya mendapatkan senyum miring dari Gavin " sangat mengejutkan bukan" jawab Gavin yang langsung keluar kamar meninggalkan Monik .
" sialan kamu gavin ...!!!!" marah Monik .
" lebih baik anda segera memakai baju yang lebih tertutup nona " kata polisi .
" sekarang kita ke sana " kata Kevin saat melihat Gavin keluar .
__ADS_1
" baiklah " jawab Gavin yang langsung berjalan mengikuti Kevin .
Dalam keadaan yang tidak pantas Monik di tangkap polisi di depan putra kandungnya sendiri Justin Hendrik yang tampak kecewa kepada sang ibuk .
" sayang nak dengerin momi , momi bisa jelasin ini semuanya sayang " kata Monik pada sang putra .
" tidak ada yang perlu di jelaskan padaku , semua yang aku dengar dan semua yang kulihat adalah kebenarannya " jawab Justin .
" aku benar - benar kecewa padamu " ucap Justi lagi yang langsung pergi .
" nak sayang dengerin momi ...!! " panggil amonik yang tidak di hiraukan oleh sang putra .
" maaf anda harus segara ikut dengan kami " kata Polisi memasang borgol di kedua tangan Monik .
Di sisi lain Flo yang ketakutan karena dua laki - laki dewasa bertubuh besar , Flo terus menangis mencoba melepaskan diri dari ikatan tali yang mengingat kedua tangan dan kakinya .
" jangan banyak berusaha , percuma kami tidak bisa kabur dari sini " kata salah satu laki - laki itu sambil melepas kaosnya yang memperlihatkan tubuh dengan perut buncitnya .
" benar kamu harus bermain - main dengan kita dulu " sahut laki - laki yang satunya .
" jangan , !!! aku mohon lepaskan aku " ucap Flo dengan tangis .
" tidak ... !! lepaskan aku "
" aku akan melepaskan mu , tapi nanti setelah kami puas " kata laki - laki pemilik perut buncit , yang mulai menyentuh wajah Flo .
" tidak tolong jangan hiks ... hiks ... hiks ..."
" brengsek " buk ...buk .... dua laki - laki itu tersungkur saat mendapat pukulan dari Kevin yang baru datang dengan penuh amarah .
" flo " panggil Gavin yang langsung mendekati Flo melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki .
" o om ga .." gumam Flo .
Kevin menghentikan pukulannya setelah kedua penjahat yang akan melecehkan Flo tersungkur tak berdaya lagi .
Setelah terlepas dari ikatan Flo segera perdiri dan berjalan mendekat kearah Kevin , gadis itu langsung memeluk Kevin dari belakang menenggelamkan wajahnya di pungung lebar Kevin .
" kak kevin ... " panggil Flo dengan tanggis , segera Kevin melepas pelukan itu dan berbalik badan memeluk Flo balik dengan sangat erat .
" jangan takut aku ada di sini " kata Kevin mencoba menenagkan Flo .
__ADS_1
Sedangkan Gavin hanya bisa melihat Flo yang berlari memeluk Kevin , hatinya terasa begitu sakit , seakan tertusuk duri yang menancap begitu dalam .
" FLO " panggil Ken dan Felix bersamaan , mereka baru datang bersama Miguel dan para polisi .
" paman ken paman felix " jawab Flo melepas pelukannya pada Kevin dan melihat Ken yang batu datang bersama Miguel , keduanya berjalan mendekatinya .
Kevin melepas jas yang di gunakannya untuk menutup tubuh Flo yang terasa dingin dan basah .
" nak " panggik Miguel yang langsung memeluk Flo mendahului Felix dan Ken yang akan mendekat ke arah Flo , pelukan Miguel yang begitu erat membuat sang empu terkejut di buatnya .
" maaf , maafkan papa yang datang terlambat " ucap Miguel dengan terus memeluk sang putri dengan sangat erat tampak suara khawatir dati dirinya .
Ingatan Flo berputar saat malam di mana Gavin yang menyeretnya paksa menuju Hotel , di mana saat ia berhasil terlepas dari Gavin dan berlari keluar , di situlah di mana Miguel yang juga memeluknya dengan sangat erat .
" pa pa papa " ucap Flo lirih .
" sayang apa kamu baik - baik nak " ucap Miguel kali ini ia melepas pelukannya dan mengankat wajah putrinya melihat kedua pipi yang membiriu membentuk tangan di sana serta darah yang mulai mengering dari dahi sang putri .
" apa sakit " tanya Miguel lagi .
" ....."
" kita pulang bunda sudah menunggu , papa akan mengobati luka mu " kata Miguel lagi yang langsung merangkul memapah Flo untuk keluar dari pabrik tua itu .
Senyum tipis tertarik di wajah Ken melihat perubahan pada diri sang kakak .
Aku tau untuk melihat ini semua harus menunggu waktu yang lama terima kasih tuhan engkau sudah membuka kebenaran dan hati kakak ku ...
Polisi membawa kedua lelaki suruhan Monik kekantor polisi , sedangkan Justin yang berjalan di pinggir jalan di bawah sinar rembulan , yang tampak menangis ia begitu hancur saat ini , kejadian yang tidak pernah ia harapkan harus ia saksikan dengan mata dan telinganya .
Langkahnya terhenti anak remaja itu mulai mendudukkan dirinya di pinggir jalan membenamkan wajahnya di atas kedua tangannya yang bertumpu pada kedua lututnya .
Malam ini akan menjadi saksi bertapa hancurnya perasaannya saat ini .
Miguel membawa Flo kembali pulang dengan Flo yang masih terdiam tidak mengerti dengan sikap Miguel sang ayah .
Dan Felix yang terus berada di samping Flo beserta Ken , Kevin , sedangkan Gavin entah kemana , laki - laki itu pergi begitu saja setelah keluar dari pabrik tua itu .
Marc dan kedua sahabat Flo serta Mike Rose dan Viona yang berada di kediaman utama menunggu kedatangan Miguel dengan yang lainnya , tampak wajah Marc yang terduduk lemas karena ia merada bersalah dan tidak bisa menemukan Flo sang adik , tampak Viona yang terbaring lemas di sofa tak sadarkan diri setelah Marc dan yang lainnya pulang tanpa membawa Flo .
Tampak Rose yang terus memijat kaki Vioan yang mulai sadarkan diri .
__ADS_1