
Terhitung sudah satu bulan kepergian Kevin tapi tidak mengubah Flo untuk seperti dulu lagi , seorang anak yang peringa dan cerewet dan jahil seperti dulu , kini Flo menjadi anak yang banyak diam .
Seperti saat di kelas , ia sering tidak memperdulikan dosen pengajarnya ia malah sering melamun di kelas , meski begitu tidak membuat nilainya jatuh tetap sama Flo yang jenius , tapi tidak dengan sikapnya yang sudah berubah tak seperti dulu .
Flo sering mengurung diri di kamar tidak seperti dulu yang suka keluyuran , membuat Tee dan Farel sering merasa hambar dalam hidupnya , meski begitu keduanya tidak pernah meninggalkan Flo keduanya malah terus di samping Flo .
Untuk Gavin ia masih terus mencoba mempertahankan pernikahannya , setelah gugatan yang di ajukan oleh Gavin membuat perceraiannya dengan Flo di persulit , dan itu membuat Miguel kualahan dengan perceraian sang anak yang tidak kunjung usai dan perceraian semakin di tersulit karena pihak sang suami yang tidak ingin bercerai .
Meski ia berhasil dengan gugatan itu , Gavin masih kesulitan untuk bertemu Flo , bukan karena Miguel dan Vioan , maupun Ken Rose dan Felix , melainkan Flonya sendiri yang sangat sulit di dekati .
Gavin memang sudah Tau jika Felix paman Flo , saat ia mencoba menemui Flo ke kediaman Ardinarius ia melihat Felix yang berada disana , dan saat itu Flo keluar dan memanggil Felix dengan sebutan paman , ia sempat kaget awalnya tapi ia lebih tidak perduli dengan itu karena tujuannya untuk menemui Flo .
Begitu banyak kegagalan untuk mengambil hati Flo seperti saat ini Gavin yang berada di depan kampus menunggu sang istri yang tampak baru keluar dati universitas bersama kedua sahabatnya , Gavin dengan cepat menghampiri sang istri .
" flo " panggil Gavin saat sudah berada di dekatnaya , membuat ketiga remaja di di depannya menghentikan langkahnya .
"...." tidak ada jawaban dari sang empu hanya tatapan mata sekilas lalu hendak pergi namun langkahnya kembali terhenti saat Gavin menahannya .
" aku antar pulang ok "
" no " jawab Flo cepat lalu menghempaskan tangan Gavin dengan kasar .
" flo aku mohon " ucap Gavin dengan memelas .
" lupakan itu dan pergilah , aku lelah dan aku mau pulang jangan menganggu ku " ucap Flo yang langsung pergi di ikuti kedua sahabatnya , membuat Gavin hanya bisa membuang nafas kasar melihat punggung Flo yang semakin menjauh .
Sampai kapan , aku benar - benar mencintai mu dan aku menginginkan kamu bersama ku .
Sejak kecil Gavin tidak pernah tidak mendapatkan apa yang ia mau , dan apa yang ia inginkan selalu ia dapatkan , namun saat inilah ia merasakan bertapa sulitnya mendapatkan apa yang ia inginkan , dan selalu membuatnya Frustasi .
Di tempat lain seorang wanita dengan gaun merah merona , baru saja menginjakkan kakinya di rumah besar yang sudah lama tidak pernah ia menginjakkan kakinya di sana , bersama seorang anak laki - laki berwajah mirip dengannya .
" masih sama seperti dulu " gumamnya dengan senyum yang tidak bisa di artikan .
" mami kemana semua orang "
" mungkin masih di luar "
" nyo ...nya..vi .."
" dimana yang lain "
" siapa bik yang da... ka kak " ucap Viona yang terhenti saat melihat sang kakak bersama keponakannya .
" halo adik ku lama tidak bertemu " sapanya .
__ADS_1
" eh tante halo apa kabar " sapa anak laki - laki seusia Marc , yang di jawab senyuman kaku oleh Viona . Bertepatan dengan itu Flo baru pulang dari kampus dengan wajah lemahnya .
" nona muda " sapa seorang pelayan yang melihat Flo baru datang .
" eh anak haram lama tidak berjumpa " sapa Viola dengan senyum remeh .
Tanpa menjawab Flo langsung berjalan pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan Viola , yang kesal dengan dengannya .
" HAI ANAK HARAM KAU ...!!! " teriak Viola yang masih saja tidak di perdulikan oleh Flo .
" lihatlah anak haram itu , benar - benar tidak sopan " marah Viola yang merasa kesal sudah diacuhkan oleah Flo .
" sudah lah mi " ucap Manuel sang putra .
" hais .. kenapa kamu masih membiarkan anak haram itu kemari " ucap Viola .
" mi .! " panggil Manuel .
" sudahlah ...apa kamu tidak ingin mempersilahkan kakak mu ini "
" oh i iya , bik tolong siapkan kamar tamu untuk kakak " perintah Viona .
" baiklah nyonya " jawab pelayan .
Ada rasa khawatir di hatinya , mengingaat saat Marc menjelaskan soal Viola yang pernah hampir membunuh sang istri dengan meracuninya dan menjadikan putrinya kambing hitam , untung ada Flo yang menolong Viona , tapi karena kebodohannya ia malah menyakiti Flo .
Ceklik ..
" selamat siang tuan ada apa anda memanggil saya " ucap Jak .
" apa kamu tau mantan istri dan putra mu datang " ucap Miguel , ya Viola memang mantan istri Jek dan memiliki satu orang putra yang jek sendiri masih ragu apa Manuel itu putranya atau bukan , dan jika bukan karena tuan besar Ardinarius untuk menikahi Viola ia juga tidak sudi menikahi wanita itu dulu .
" tidak "
" apa putra mu tidak mengabarinya " tanya Miguel .
" tidak "
" sudahlah , aku ingin segera pulang "
" tapi masih ada jadual untuk anda "
" undur saja , aku ingin memastikan keadaan rumah baik - baik saja "
" ini sepertinya tidak bisa di undur tuan , untuk sementara waktu lebih baik anda menghubungi tuan Marc saya yakin tuan muda bisa menjaga nyonya dan nona muda "
__ADS_1
" tapi .."
" rapat kita hanya sebentar setelah itu sudah tidak ada jadual lagi "
" baiklah aku akan menghubungi Marc untuk segera pulang untuk menjaga Flo dan bundanya "
" kamu boleh keluar dan mempersiapkan rapatnya " ucap Migeul .
Marc yang berada di depan toko bunga , sedang menjemput Cika untuk pergi jalan malam ini , harus membatalkan rencananya karena telfon dari sang ayah .
" ada apa marc " tanya Cika yang baru keluar dan toko melihat wajah Marc yang tampak bingung .
" em ..ak i " ucap Marc yang bingung harus berucap apa , ia benar - benar bingung di satu sisi dia harus pulang karena sang ayah menitipkan bunda dan adiknya kepadanya , di satu sisih Marc sudah berjanji akan mengajak jalan Cika malam ini .
" katakan saja apa yang ingin kamu katakan " ucap Cika .
" ma mafkan aku "
" untuk apa ? "
" aku harus pulang " ucap Marc .
" ...."
" aku harus menjaga bunda dan flo " ucap Marc .
" menjaga flo ? kenapa dengan flo ? apa terjadi sesuatu " tanya Cika yang tampak khawatir .
" ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan aku har .." ucap Marc yang terpotong
" cepat pulang " kata Cika sambil mendorong Marc agar segera pulang .
" ma makasih maafkan aku janji aku akan mengajakmu jalan "
" aku tau tapi bunda dan flo lebih penting " ucap Cuka .
Cup satu kecupan mendarat di kening Cika .
" makasih aku pulang dulu maaf sekali lagi " ucap Marc yang langsung berbalik berjalan menuju mobilnya .
" Marc " panggil Cika yang menghentikan Marc yang akan masuk kedalam mobil .
" em .... jangan lupa hubungi aku " ucap Cika dengan malu - malu , Marc yang melihatnya tersenyum tipis lalu menganggu .
Bertapa lengannya dia memilik Cuka yang begitu dewasa dan pengertian .
__ADS_1