
" gimana keadaanmu " tanya Tee yang duduk di kursi dekat Flo .
" baik "
" sidang akan berlanjut satu bulan lagi " ucap Tee yang ditangapi Flo dengan anggukan .
" apa yang kamu pikirkan laki - laki tua itu "
" bukan entah kenapa aku merindukan seseorang "
" siapa "
" orang yang selalu membuatku gemetar dan berdebar bersemu dan tersenyum tertawa , orang yang selalu datang disaat yang tepat saat ku membutuhkan seseorang untuk didekatku "
" siapa mama kamu "
" dia seperti mama ku tapi dia seorang laki - laki dia kecewa karena waktu itu "
Sampai di rumah sakit Miguel berjalan berlari menuju kamar tempat dimana Flo di rawat , terus berlari tanpa perduli orang yang ia tabrak dari tadi.tanpa bersalah ataupun meminta maaf Miguel terus berlari , di belakang Vona dan Mark yang berlari di belakang Miguel terus meminta maaf dengan orang yang di tabrak sambil ikut terus berlari di belakang miguel .
Bayangan di mana ia tak berlaku baik kepada sang putri terus tergambar di benaknya mana kala sang putri mengais meminta tolong memohon dan berteriak kesakitan mana kala sang putri tersungkur terbayang sudut bibir dan hidung yang berdarah karena tamparannya , bayangan di mana ia mencaci makinya menyalahkan semuanya padanya padahal bukan kesalahannya .
Air mata miguel menetes di usapnya perlahan , sampai di depan ruangan tampak Ken Rose serta seseorang yang pernah murka padanya .
" di dimana flo " tanya Miguel yang membuat Ken Rose dan Felix menoleh kearah sumber suara , terlihat Miguel yang baru datang dengan wajah kacau dan disusul Viona dan Mark yang terlihat berlari .
" kak " panggil Ken dan Roes bersamaan
" mau ngapain kamu kemari " tanya Felix yang tidak senang dengan kedatangan Miguel .Ken dan Rose menoleh kearah Felix terlihat begitu banyak kebencian di mata lelaki itu .
" di dimana pu pu putri ku " jawab Miguel membuat Ken dan Rose terkejut saat mendengarnya , ini pertama kali bagi mereka mendengar sang kakak mengakui Flo .
__ADS_1
" putri ? putri kamu bilang lalu kemana kamu kemarin hinga baru sekarang kamu memanggilnya sebagai putri mu " kata Felix membuat Miguel menunduk .
" maaf ... maaf " ucap Miguel dengan penuh penyesalan .
" kamu baru datang sekarang ? dimana kamu saat aku memohon kepadamu kemarin dimana saat keponakanku membuthkanmu dia hampir sekarat saat itu kau tau ..." marah Felix yang tidak bisa terbendung lagi .
Viona dan Marc hanya bisa mendengarkan dan begitu kaget saat Felix mengatakan bahwa Flo hampir sekarat .
" apa yang terjadi " tanya Viona .
Di ruangan di mana Flo Tee dan Farel berbincang , seketika pembicaraan merela terhenti kala mendengar keributan di luar terdengar suara felix yang begitu marah Membuat ketiga bocah remaja itu penasaran apa yang terjadi .
" sebentar aku lihat dulu " kata Tee .
" tidak aku mau ikut " kata Flo menghentikan langkah Tee .
" tapi ..." ucap Tee .
" sudahlah kamu di sini saja " bujuk Farel
Gavin terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling bukan kamarnya tapi kamar Flo , ia langsung mendudukan tubuhnya di pinggir ranjang .
" aku tertidur disini " gumamnya
" bau harumnya masih tercium " gumamnya lagi dengan senyum .
Setelah itu ia berdiri dan hendak pergi namun terhenti kala sesuatu terjatuh karena tersenggol oleh tangannya , membuatnya menoleh dan menunduk sebuah buku dan satu lembar kertas persegi yang keluar dari buku itu , dengan cepat ia mengambilnya dan langsung ia letakkan kembali di nakas samping tempat tidur lalu kembali berjalan hendak keluar namun ia kembali berhenti dan berbalik , entah kenapa ia begitu penasaran dengan buku itu , hanya dengan dua langkah ia kembali dan mengambil buku itu .
Dengan pelan ia membuka buku itu dan melihat setiap isi buku itu .
" kosong " gumam Gavin kala yidak mendapatkan satupun coretan titnta disetiap lembar , maski begitu ia tetap penasaran dan membuka lembar berikutnya dan terlihat Sebuah lebar kertas persegi yang tadi sempat terjatuh , di buka lembaran itu sebuah Foto yang memperlihatkan seorang gadis dan seorang anak kecil di sampinganya .
__ADS_1
" siapa ini " gumama Gavin sambil mengerutkan keningnya , ia kembali terduduk di pinggir ranjang .
" em bu bukankah ini " guamam Gavin saat melihat gadis dengan mata biru dengan rambut pirang panjang dengan senyum manis yang begitu mirip dengan anak kecil di sampingnya yang memiliki rambut hitam yang di ikat kebelakang dengan mata indah coklat serta senyum yang begitu mirip dengan wajah gadis di sebelahnya , mereka sangat mirip yang membedakan hanya warna rambut dan bola mata , selain itu tampak persis .
Sekelebat Gavin teringat gadis bermata biru yang pernah ia temui sekitar tuju belas tahun yang lalu , seorang gadis penjual roti yang pernah ia lihat dengan seorang anak bayi di gendongannya , seorang gadis dengan kranjang kue yang berdiri di depan gedung pusat perusahaan AD .
" bagai mana flo bisa memiliki foto ini " gumam Gavin .
Saat keluar dari Kamar Flo di buat terkejut dengan kehadiran Miguel yang berdiri disana menatap Flo yang duduk di kursi roda dengan kepala yang diperban dengan keadaan tangan yang mengunakan Arm sling satu tangan yang di infus .
" dek apa yang terjadi " tanya Marc
" nak kenapa bisa begini " tanya Viona .
" maaf aku tidak bisa melanjutkan pernikahan itu , aku sudah memutuskannya jika anda ingin marah padaku marahlah jika anda ingan memukulku maka ..." ucapan Flo terhenti kala Miguel berjalan mendekat dan berlutut di hadapannya dengan kepala menunduk mengangkat kedua tangannya dengan air mata isaknya terdengar membuat Flo terkejut di buatnya .
" maaf maaf maafkan papa sayang maafkan papa ...hiks ... hiks .. " ucap Miguel dengan tangis membuat Flo terkejut melihat kearah Ken Rose lalu Felix dan kedua sahabatnya yang lalu kembali menatap sang ayah kemudian Viona dan Mark yang mengangguk kehadapannya .
" maaf kan papa maaf ..." ucapnya lagi .
" maaf ? lalu bagaimana dengan saudaraku lalu bagaiman trauma yang kamu ciptakan untuk keponakanku , lalu bagaiman dengan hidupnya yang telah kamu hancurka apa kamu bisa memperbaiki semuanya " sahut Felix dengan air mata yang mulai menetes .
" maaf ..hiks .. hiks " ucap miguel lagi .
Masih di kamar Gavin mulai menyadari jika anak kecil di foto itu adala Flo dan seketika ia teringat Felix laki - laki dengan mata hanzel yang mirip dengan foto wanita bermata biru .
" ada apa ini " gumamnya .
Dreeet ...dreeet ..suara ponselnya yang membuat Gavin mengalihkan perhatiannya dan mengangkat telponnya .
" halo " jawab Gavin
__ADS_1
" tuan muda ..."
" apa !! aku akan segera ke sana " ucap Gavin yang langsung berdiri dan segera berlari ke luar dengan mata yang memanas .