
Bukannya kembali pulang Gavin malah pergi ke bar milik salah satu temanya , sudah beberapa gelas ia menghabiskan minum tapi masih belum saja terpengaruh dengan alkohol , dia termasuk orang yang kuat dengan alkohol .
" vin kenapa ada masalah , tidak seperti biasanya kamu datang ke mari "
" entahlah "
" oh ya beberapa hari yang lalu waktu aku mau mengantar istriku ke rumah sakit untuk cek up kehamilannya , gue lihat lo berpelukan sama istri muda lo , sepertinya pernikahan kalian sangat baik , tapi kalo mau mesra - kemesraan ya lihat tempat dong bro "
" pelukan ? "
" ya "
" di pinggir jalan ? "
" ya , lo sudah terpengaruh alkohol ya "
Tak .. suara keras dari Gavin yang meletakkan gelasnya dengan kasar di meja membuat temannya terkejut karenanya .
Rahang Gavin mengeras , entah kenapa emosi mengusai dirinya saat ini .
*Dasar gadis rubah yang licik , kau menceraikan ku karena laki - laki lain ? hem dan kamu membocorkan semua hubunganku dengan Monik demi nama baik kamu ....
Dasar wanita iblis ... murahan* ...
Kini Felix dan Flo berada di perjalanan pulang , dengan Flo yang sudah tertidur dengan lelap , wajahnya sangat menenangkan den menggemaskan .
" kamu sangat mirip dengan ibumu "
" kak aku janji akan menjaganya dan membuatnya bahagia "
Mobil terus melesat di tengah malam yang gelap dengan jalanan yang ramai dengan para pasangan yang sedang jalan - jalan di malam minggu , Felix terus mengemudikan mobilnya menuju apartemen tempatnya tinggal karena ia yidak tau rumah Ken dimana , gadis itu sudah berceritakan semua soal hubungannya dengan Gavin , ia juga mengatakan jika Ken sang paman yang sudah mengurus perceraiannya tanpa ia bersusah payah , dan ia juga mengatakan jika ia tinggal bersama Ken sekarang .
Pesawat mendarat dengan selamat , dengan Senyum kevin yang tertarik di wajah tampannya , sebenarnya sedikit kecewa karena ia harus mendarat di malam hari karena penerbangan yang tertunda karena cuaca , dan tidak mungkin juga ia bertemu sang pujaan hati di malam hari ini jadi ia hanya bisa memutuskan untuk pergi besok , meski hatinya tidak sabar lagi .
Tidak papa jika sekarang tak bisa menemui mu , aku harap mentari juga tak sabar untuk segera terbit , sama dengan hati ini yang sudah tak sabar untuk menemuinya , semoga saja ayam jago segera berkokok .
Rindu begitu berat ...
Dengan tubuh sempoyongan Gavin berjalan menuju apartemennya , membuka pintu dengan susah payah , dia terlihat sangat berantakan .
__ADS_1
Ceklik ...
" flo di mana kamu " gumamnya
" di mana anak nakal itu " gumam Gavin
" flo sini rubah kecil yang lici ..." gumanya lagi dan setelah itu ia ambruk tepat di depan pintu .
Pagi hari yang cerah , Ken dan Rose yang bingung dengan kepergian Flo , keduanya sudah menghubungi kedua sahabat Flo untuk menanyakan keberadaan Flo tapi keduanya tidak mengetahui kemana perginya gadis itu .
Rasa cemas keduanya rasakan .
" kemana dia "
" tenanglah sayang tadi Tee dan Farel akan mencarinya ke teman satu kelasnya "
" semoga saja iya "
Berkali - kali Kevin menelfon seseorang yang selalu membuat malamnya terasa panjang , seakan waktu berputar sangat lambat .
" ke nama dia " gumamnya
" halo flo bagai mana kabar mu "
" halo " jawab seseorang di sebrang sana dengan suara berat yang tidak asing di telinganya .
" halo ini siapa "
" ini aku tuan Kevin " jawab seseorang di sebarang sana yang membuat Kevin terkejut bukan main .
" kenapa flo ada bersama kamu di mana dia "
" dia di rumah ku "
" Ha ! tu rumah mu ng ngapain , jangan macam - macam kamu ya , sekarang kirim alamat rumah kamu di mana " kata Kevin .
" di kawasan xxxx " jawab Felix yang langsung di matikan tabungannya oleh kevi .
Laki - laki itu langsung menyambar kunci mobilnya dan berlari menuju garasi .
__ADS_1
Bau harum nan sedap yang menyeruak ke seluruh ruangan Flo yang mencium bau itupun juga terbangun dan segera bangkit dan berjalan keluar mencari asal bau itu .
Di dapur terlihat Felix yang tengah menyiapkan sarapan di meja dengan telaten .
" semalam aku mengnap di sini " tanya Flo yang membuat Felix menoleh dan tersenyum pada gadis kecil dengan rambut sedikit berantakan .
" ya , kamu sudah ke kamar mandi " tanya Felix dan di jawab gelengan kepala polos .
Felix hanya tersenyum melihat sang keponakan yang sangat menggemaskan .
" pergi lah ke ..."
Ting tung ting tung ting tung suara bel.rumah yang di pencet ber kali - kali .
" sebentar " kata Felix yang langsung pergi membuka pintu .
Ceklik ... " di mana flo " kata Kevin yang langsung nyelonong masuk kedalam tanpa perduli dengan Felix yang melihatnya bingung .
" flo kamu di mana " panggil Kevin .
" fl ..." panggil Kevin lagi yang terhenti saat melihat sosok di depannya .
" kakak " panggil Flo yang langsung menghambur ke dalam pelukan Kevin .
" flo " panggil Kevin .
Cukup lama keduanya berpelukan menghilangkan rasa rindu selama beberapa hati tidak ketemu , hingga suara Felix yang berdehem dengan kwras membuat keduanya terkejut dan langsung saling melepas pelukannya dan menoleh ke sumber suara , terlihat Flo yang langsung malu di buatnya tapi kevin ...?
" bagai mana bisa floada di sini ? " kesal Kevin sambil menatap Felix penuh amarah .
" apa kamu orang yang ber laku modus dengan ca..."
" saya pamanya Flo dari ibunya " jawab Felix.
" bukan kah saya sudah pernah menceritakan semuanya pada anda waktu itu " Jelas Felix membuat Kevin terdiam dan mengingat akan pengakuan Felix saat itu .
" dan florence apa kamu tidak ingin ke kamar mandi dulu membersihkan diri dan merapikan rambut yang sedikit berantakan , setelah itu kita makan bersama " Kata Felix yang membuat Flo tersadar dengan penampilan bangun tidurnya .
" PAMAN ..!!! kenapa nggak bilang " teriak Flo sambil berlari menuju kamar di mana tempat ia tidur tadi .
__ADS_1
Membuat Felix dan Kevin melihatnya hanya dengan bergeleng .