
Setelah sarapan pagi Flo dan Gavin berpamitan , mereka harus kembali pulang dan melakukam kegiatan yang sudah mereka tinggalkan selama dua hari ini .
Setelah sampai di apartemen Flo segera bersiap untuk kuliah dan Gavin ia bersiap untuk kerja , setelah semua persiapan selesai mereka segera berangkat ketempat tujuan dengan Flo yang diantar Kevin dan juga Gavin yang akan pergi ke kantor .
Dengan kecepatan sedang Kevin mengemudikan mobilnya selama beberapa menit hinga mobil berhenti sempurna didepan gedung besar tempat Flo belajar .
" aku masuk dulu ya om cup " pamit Flo dengan kecupan dipipi mulus Gavin , membuat sang empu mengerjap kaget .
" babay suami tu... eh suami tamvan Flo " kata Flo sebelum menutup pintu mobil .
Dengan berjalan pelan dan wajah yang Sumringah , Flo berjalan memasuki kampus dengan hati yang berbunga - bunga , berbeda dengan Gavin yang masih terdiam terpaku dengan apa yang dilakukan gadis kecilnya , itu bukan pertama kalinya tapi entah itu masih mengejutkan , sedangkan Kevin ia langsung menjalankan mobilnya .
" ga gadis itu ma makin berani " gumamnya sambil menyentuh pipi bekas kecupan Flo .
Senyum indah diwajah cantik nan mengemaskan milik Flo masih terpancar jelas , membuat sang pemilik wajah terlihat semakin cantik dimata para orang yang melihatnya .
" flo " pangil Tee yang dari tadi berjalan dibelakang Flo saat gadis itu baru turun dari mobil .
" hais dari tadi bocah itu tidak mendengar kita , kenapa dia " kata Farel yang juga berjalan dibelakang Flo .
" tau kesurupan kalik " jawab Tee
" flo " pangil Tee lagi .
" yang keras ..... satu ....dua ....ti ..... tiga "
" FLORENCE LORENZO " pangil Tee dan farel bersamaan dengan suara yang cukup keras , membuat semua mahasiswa/i yang lain menoleh tak terkecuali sang empu yang langsung berjingkat menoleh .
" kalian kenapa malu - maluin sih " kata Flo dengan wajah memerah saat sadar semua orang tengah menatap kearahnya .
" ye siapa suruh dari tadi dipangil nggak nyahut - nyahut "
" iya tau apa lagi sambil senyum - senyum nggak jelas kayak orang kesurupan " sahut Farel sambil menonyor kepala Flo pelan .
" tapi nggak harus keras - keras malu tau "
" ye kamu ..."
" suuuuuut diam kita pindah tempat saja lihat semua sedang menatap kita " kata Flo sambil menarik keduanya .
Ditaman kampus taman yang sangat sejuk dengan pepohonan yang menjulang tinggi , ketiga remaja itu duduk disebuah buk bawah pohon .
" kalian itu ya bener - bener deh ka ... " omel Flo yang terpotong .
" udah jangan marah mulu , mening kamu cerita apa yang terjadi kok kamu bisa senyum - senyum kayak gitu "
" oh ... jadi sekarang aku dan om gavin udah mulai deket , sejak kemarin saat menginap dirumah mertua , dan tadi aku aja diaterin sama om "
" jadi hanya begitu "
" iya "
__ADS_1
" cinta memang gila , cumak begitu aja teman kita udah mulai nggak waras "
" farel kamu ngatain aku "
" kedengarannya "
" kamu ya ....! " 😤
" sudah - sudah jangan berantem " lerai Tee
" awas kamu " ancam Flo .
" week .. " 😝
" farel ..." 😡
" sudah kalian itu ya , jadi gimana kamu sudah punyak cara agar om gavin makin cinta sama kamu " kata Tee mengalihkan .
" emmm ... " 🤔
" lo otak ...."
" farel ..., jadi gimana "
" aku nggak tau tapi kata mama mertua hubungan suami istri biar semakin erat itu kita harus saling berhubungan , seperti berbicara bersama , meluangkan waktu dan tidur bersama " jelas Flo yang polos .
" dan kamu harus tau jika ingin membuat seseorang jatuh cinta padamu kamu harus membuatnya senag dan nyaman berada didekatmu " jelas Farel
" aku akan memulai dari tidur bersama " jawab Flo dengan wajah datar .
" HA ...! " kaget Tee dan Farel 😲
" kenapa kita sering kok tidur bersama "
" jadi kamu su su ...." kata Farel
" iya kalian tau om gavin kalo tidur itu bikn Flo capek , kadang aku sampai nggak bisa tidur dengan tingkah om gavin "
" kalian sejak kapan ngelakuin itu "
" sejak malam setelah pernikahan "
" malam pertama " kaget Tee
" iya "
" pakai pengaman kan " tanya Farel
" ya nggaklah ngapain pakai pengaman segala "
" dasar om om idung belang katanya nggak suka , terpaksa , dan akan bercerai kalo sudah satu tahun , tapi dia sudah menyentuh flo " greget Farel .
__ADS_1
" om om nggak punyak otak emang dia pikir temen gue ini tebu , habis manis sepah dibuang " marah Tee
" kalian kenapasih kok marah - marah nggak jelas "
" he bagaimana kami tidak marah sama itu orang setelah ia menyentuhmu nanti ia akan menceraikanmu begitu saja " omel Frel .
" ya makannya aku harus membuat om gavin cinta sama aku biar nanti aku nggak jadi janda kembang muda "
" ya udah lah ya kalo hari itu benar terjadi kami akan tetap disisimu , tapi semoga tidak akan terjadi "
" ya kalian harus membantuku agar tidak terjdi "
" baiklah akan kami laksanakan , kami akan membantumu "
Siang hari tepat jam makan siang , Gavin segera menelfon sang pujaan hati untuk mengajaknya makan siang dan berbelanja seperti yang ia katakan waktu itu .
" halo sayang "
" iya ada apa "
" kamu marah "
" menurut kamu "
" aku sudah siap kita makan siang terus lanjut dengan berbelanja "
" benarkah "
" iya "
" yasudah jemput aku ya sayang aku siap - siap dulu "
" ok dandan yang cantik "
" tentu "
" baiklah aku siap - siap dulu "
" ok bay "
" bay sayang ku emuah ...."
Senyum indah mekar diwajah tamvan milik Gavin setelah menelfon sang pujaan hati wajah tamvannya terus tersenyum .
Belahan lain , Ken dan Ros harus menunda keberangkatannya kembali kenegara asal gara - gara Ros yang harus pergi kerumah sakit karena Ros mengalami keguguran akibat terjatuh dari kamar mandi . rasa sedih mereka rasakan saat dokter menggatakan jika janin tidak bisa diselamatkan .
" kenapa ini bisa terjadi .. ini salahku " kata Rose denga air mata yang bercucuran membasahi pipinya .
" sudah tenaglah sayang ... kamu nggak salah "
" tapi anak kita "
__ADS_1
" sudah - sudah jangan nagis lagi "