
Makan Malam , Miguel yang batu pulang dengan Jek yang setia berjalan di belakangnya , langkah keduanya terhenti saat berada di ruang tengah hendak naik tangga , saat suara yang tidak asing bagi keduanya menyapa .
" Miguel " sapa Viola , menghentikan langkah Miguel begitupun dengan Jek .
" sayang kamu sudah pulang " kali ini suara Vioan , mendengar suara lembut sang Istri barulah Miguel menoleh dan melihat wanita pujaanya .
" ya , di mana ana.."
" yah " sapa Marc baru keluar dari lif bersama Flo dan mikael , melihat Marc berjalan mendekat dengan memegang tangan Flo membuat senyum Miguel mengembang .
" pi " panggil Mikael pada jec , membuat sosok yang berdiri di belang Miguel menatapnya .
" apa kabar lama tidak bertemu " sama Mikael lagi pada Jek dan hanya di jawab senyuman oleh sang empu .
" kamu tubuh dengan baik " ucap Jek .
" eh anak haram ngapain kamu masih di sini , bikin mood buruk saja , kamu taukan Miguel baru pulang jangan sampai membuat moodnya hancur karena keberadaanmu " ucap Viola membuat Miguel tersulut emosi .
Jika dulu Vioal mengatakan itu dan Miguel mengabaikannya seakan tidak perduli , tapi berbeda dengan sekarang ia terlihat begitu marah .
" ka .. " ucap Miguel menatap Viola dengan amarah , namun terpotong kala Flo yang langsung menyelanya , tatapannya beralih pada sang putri .
" aku mau keluar " ucap Flo yang hendak melangkah pergi namun langkahnya terhenti kala Marc menahannya .
" aku mau makan malam di luar bersama tee farel dan kak cika " ucap Flo lagi yang langsung melangkah pergi dan Marc tidak lagi menahannya , ia tampak terdiam lalu kemudian senyum sumringah terpancar di wajah tampannya .
" yah bun marc ikut adek ya " ucap Marc dengan senyum .
" eh i iya " jawab Vioana , mendengar jawaban sang bunda Marc langsung melangkah keluar .
" ada apa dengannya " gumam Miguel melihat sang putra yang berlalu pergi mengikuti Flo dengan senyum yang mengembang .
" aku ingin bersih diri " ucap Miguel melupakan amarahnya dan berlalu pergi di ikuti Viona .
Setelah Miguel pergi Jek langsung keluar menuju mobilnya , saat akan masuk kedalam mobil ia terhenti saat Mikael memanggilnya .
" papi " panggil Mikael , Jek menoleh dan melihat kearah belakang .
" ada apa " tanya Jak .
" em ..an ... lama tidak bertemu , bisakah kita makan malam bersama jika papi ada waktu " ucap Mikael
" masuklah " ucap Jak yang membuat Mikael senag dan segera masuk kedalam Mobil .
Flo sudah menghubungi kedua sahabatnya untuk makan malam di restoran yang sudah ia ser tempatnya , dan sekarang ia masih berada di perjalanan menuju rumah Cika .
" dek jangan dengarkan apa yang di katakan tante viola "
" ..... "
" em dia hanya i .."
" kenyataanya memang begitu " jawab Flo .
" dek bu .."
__ADS_1
" sudahlah kita sudah sampai " ucap Flo saat Mobil benar - benar berhenti tepat di toko bunga milik ibu Cika , dengan cepat Flo turin dari mobil dan langsung menuju toko yang sudah tutup itu , melihat sang adik Marc hanya bisa membuang nafas , lalu berjalan menyusul Flo .
Ting
tung
ting
tung
Suara bel yang di pencet berkali - kali tanpa ada jeda , membuat penghuni yang di dalam terburu - buru membukanya .
ceklik
" f flo " panggil Cika .
" ada waktu "
" ada "
" ayo " ajak Flo yang langsung menarik Cuka keluar dan menutup pintunya dengan kaki .
" flo kita mau kemana " tanya Cika tidak menyadari Marc yang juga ada di sana , yang melihat sang adik menyeret kekasihnya .
" masuk " kata Flo membuat cika bingung , lalu kemudian Cika masuk dengan wajah bingung .
Setelah Cika masuk kedalam mobil Flo langsung menutup pintu mobil , lalu ia masuk di kursi penumpang dekat kemudi , begitupun dengan Marc yang juga masuk kedalam mobil setelah sang adik .
" jalan " ucap Flo .
" flo kita mau kemana "
" makan malam bersama " bukan Flo yang menjawab tapi suara yang terdengar tidak asing berasal dari sebelahnya , dengan cepat Cika menoleh dan melihat ke arah kana , dan bertapa terkejutnya jika Marc berada di menatapnya .
" m ma marc " ucap Cika .
" ya " jawab Marc dengan senyum yang juga di balas senyuman , namun sedetik kemudian Cika menyadari sesuatu , ia segera melihat penampilannya , kaos kebesaran dan celana panjang , membuat Cika membulatkan matanya , bertapa malunya dia saat ini , tampilanya sangat berbeda dari beberapa jam yang lalu saat Marc datang mengajaknya jalan di mana ia tampil anggun dengan dress berwarna putih bermotif bunga berwarna biru dengan rambut yang tertata rapi , dan sekarang ia memakai pakaian untuk tidur ditambah tadi ia habis nyuci piring , mana ia lupa nyuci piringnya belum selesai .
Di kamar setelah Miguel mandi dan berganti baju , ia bersama sang istri turun kembali menuju ruang makan , yang di sana sudah ada Viola yang menunggu mereka , membiat Miguel tidak senang melihatnya.
" kapan dia akan pulang "
" tidak tau " jawab Viona .
Di kediaman Andarisu , terlihat Gavin yang duduk di ruang makan dengan wajah kusut , ia tampak banyak pikiran .
" ada apa vin , bagaimana dengan istri mu " ucap Angel .
" entahlah "
" apa kamu akan menyerah "
" tidak " jawab Gavin .
" ded dan mom tidak akan membantu masalah mu yang ini kamu harus bisa menyelesaikan semua masalah sendiri , belajarlah mandiri dan berfikir dewasa " ucap Charles .
__ADS_1
" aku tau " jawab Gavin .
" sudahlah selesaikan makan mu " ucap Angel .
Tentu aku tidak akan menyerah aku akan mendapatkannya kembali ia masih istriku saat ini , dan aku hanya cukup membawanya kembali ke sisih ku ...
Di restoran tidak jauh dari perumahan Kediaman Ardinarius , Jek duduk bersama Mikael dengan posisi saling berhadapan .
" bagai mana kabar papi " tanya Mikael dengan canggung .
" baik , bagaimana sekolah mu "
" baik " jawab Mikael .
" aku dengar flo sudah menikah "
" sudah "
" em tapi aku tidak melihat di mana suaminya "
" cepat pesan " jawab Jek .
Sampai di restoran di mana Tee dan Farel sudah berada di sana , Flo yang berjalan lebih dulu meninggalkan Marc dan Cika , Flo langsung duduk di dekat Tee .
" mereka seperti ada sesuatu " ucap Farel saat melihat Marc dan Cika .
" kamu baik - baik saja " tanya Tee pada Flo sambil menyingkirkan rambut - rambut kecil Flo .
" sepertinya " jawab Flo meski lisannya berkata begitu tapi matanya tak pernah berbohong , ia tampak rapuh .
" kalian mendengarkan aku tau tidak " ucap Farel kesal saat merasa dirinya di abaikan .
" jangan pikirkan dia jika dia mencintai mu maka dia tidak akan meninggalkan mu , dan jika takdir berpihak pada kalian maka sejauh apapun perpisahan tuhan akan tetap menyatukan kalian mempertemukan kalian apapun caranya "
" aku mencintainya apa dan bebar - benar mencintainya , lalu apa aku boleh membencinya , kenapa ia pergi meninggalkan aku begitu saja " ucap Flo sambil menatap Tee .
" semua pasti ada alasannya "
" apa karena ia tidak mencintai ku "
" jika dia tidak mencintaimu maka dia tidak akan frustasi , khawatir , bahkan menangis saat mencarimu waktu itu " jawab Tee .
" lalu kenapa dia per ..."
" kalian sudah pesan " tanya Marc yang baru datang dan duduk tepat di dekat Flo bersama Cika .
" belum " jawab Farel dengan muka masam karena di kacangin sama kedua temannya .
Di balkon kamar , Gavin berdiri sambil menikmati angin malam .
Apa yang membuat mu terus menolak ku , bukankah saat itu kamu mengatakan jika kamu menyukai ku .
atau kamu tengah terluka dengan perlakuan ku malam itu , apa kamu masih belum memaafkan kesalahan ku
kamu bisa marah memukul ku tapi tidak dengan penolakan mu itu sangat menyakitkan .
__ADS_1
dulu aku menginginkan ini cepat berakhir tapi sekarang aku ingin ini kembali seperti semula , kembali di mana awal kita mengucapkan janji suci , di mana kamu mengungkapkan perasaan mu , di mana kamu yang ingin mempertahankan pernikahan .