
" marc sudah pulang " tanya Viola dengan senyum yang di buat - buat , saat Melihat Marc baru saja masuk kedalam rumah bersama Flo di sampingnya .
" ya " jawab Marc .
Flo yang baru saja masuk langsung pergi ke kamarmya berjalan melewati Viola tanpa kata permisi , membuat sang empu kesal di buatnya .
" he anak haram , apa kamu tidak melihat ku " kata Viola yang di abaikan oleh Flo .
" dasar anak tidak tau diri " gumam Viola dengan wajah kesal .
Marc yang melihat itu hanya bergeleng pelan lalu berjalan menyusul sang adik masuk kedalam lif menuju kamar mereka yang berada di lantai tiga .
" loh marc " panggil Viola yang juga di abaikan oleh sang empu karena lif yang sudah tertutup rapat .
" dasar anak sombong , ibu dan anak sama saja " ucap Viola .
" siapa mi " tanya Mikael yang batu datang .
" kamu , kamu dari mana saja " tanya Viola .
" ak aku batu saja makan malam bersama papi " jawab Mikael .
" papi ? "
" ya "
" siapa suruh kamu menemuinya dan memanggilnya papi "
" tap .."
" jangan sampai mami tau kamu menemui laki - laki itu lagi ingat itu ..! " Viola berlalu pergi meninggalkan putranya yang masih berdiri di tempat .
__ADS_1
" kenapa , kenapa mama melarangku bertemu papai " ucap Mikael .
Di tempat lain Miguel yang dati tadi berdiri dan melihat kejadian di lantai dasar .
Miguel yang batu keluar dati ruang kerjanya tengah berdiri dan melihat kejadian di mana saat Viola yang memanggil sang putri dengan sebutan anak Haram , matanya tampak memerah tangannya mengepal kuta .
" aku tidak alan membiarkan mu disini dan berlaku seenaknya , kamu harus bertangung jawab tas ulah yang kamu lakukan beberapa tahun yang lalu " ucap Miguel .
Perjalanan pulang Jek selalu membayangkan Mikael , anak yang dulu masih sangat kecil dan pernah sangat ia sayangi bahkan ia cintai kini tubuh menjadi seorang anak laki - laki yang tampan dan pandai .
" aku masih meragukan jika kamu putra ku "
" aku ingin melakukan tes dna namun aku takut melukai perasaan mu "
Seandainya ia tidak mengetahui hubungan Viola dengan benyak lelaki maka ia tidak akan pernah meragukan sang putra , dan mungkin ia akan membawa pergi mengambil hak asuh sang putra saat itu , namun perilaku Violalah yang membuatnya melepas semuanya .
Rasa sedih tentu ada , dulu ia mampu mempertahankan pernikahannya dengan Viola karena Mikael , tapi setelah tau jika perilaku Viola lebih buruk dari yang ia tau , seorang wanita yang suka tidur dengan berbagai lelaki , membuatnya meragukan Mikael sebagai sang putra yang ia sayangi , dan memilih bercerai dan meninggalkan anak kecil itu bersama sang ibu .
Aku tidak pernah menyangka jika cinta seindah ini , dan aku tidak pernah menyangka jika orang yang aku cintai adalah dia yang jauh lebih muda dariku . Ia begitu mempesona membuatku lupa akan usia .
Di depan kamar Flo yang akan masuk kedalam terhenti saat marc memanggilnya .
" Flo "
" hemm "
" gimana dengan kuliah mu " tanya Marc yang tidak langsung di jawab , terlihat Flo yang hanya terdiam memikirkan sesuatu .
Mengingat di mana sang rektor memanggilnya , dan medapatkan peringatan , jika ia masih ingin melanjutkan kuliah sarjana satu dengan tempuh waktu dua tahun maka ia harus bersungguh - sungguh , beberapa kali ia membolos membuatnya dalam pertimbangan saat ini .
" kenapa "
__ADS_1
" tidak " ucap Flo yang langsung memutar kenopi pintunya, namun lagi - lagi ia berhenti kala Marc mengatakan seauatu .
" flo saat ini kamu harus fokus dengan belajar , jangan memikirkan masalah yang akan membuat mimpimu berantakan , yang kakak tau saat ini kamu harus mengejar impian mu seperti yang di inginkan ibumu yang ingin sekali putrinya seperti pamannya atau lebih , jangan pikirkan hal lain selain itu ingat mimpi dan keinginan ibu mu , masalah perceraian biar di atur pengacara , dan soal kak kevin jika kalian bertakdir untuk bersama maka tuhan akan menyatukan kalian "
" sekarang bangkitlah dan ingat tujuan awal mu , selamat malam jangan lupa bersih diri dan berdoa saat akan tidur , mimpi indah kakak sangat menyayangi mu " ucap Marc , setelah itu Marc masuk kedalam kamarnya yang terletak tepat di depan kamar Flo membiarkan sang adik yang masih berdiri mematung .
Mama aku melupakan mama , dan hanya fokus dengan luka ku ... sorry mom .. Batin Flo setelah berdiri mematung cukup lama di depan pintu kamarnya .
Miguel yang masuk kedalam kamar utama dan melihat sang istri yang sudah tertidur lelap di sana , ia melangkah mendekat dan duduk di pinggir ranjang melihat wajah lembut sang istri .
" maafkan aku karena sibuk dengan pekerjaanku " ucapnya sambil menyingkirkan rambut halus yang menghalangi wajah istrinya , teringat saat akan tidur tadi ia harus pergi ke ruang kerja meninggalkan sang istri sendiri setelah mendapat telfon dari Ken adiknya soal perusahaan cabangnya .
Setelah puas menatap sang istri ia beralih menatap laci lalu membuka laci di mana terdapat buku harian berwarna pink di sana yang tertata dengan sangat rapi , dengan pelan ia mengambil buku itu dan mulai membukanya , tulisan rapi yang tampak indah mengunakan bahasa prancis .
lembar per lembar Miguel membukanya hingga di lembar tengah yang tersimpan dua lembar Foto , Felicia dan Florenze , di mana keduanya yang tampak sangat mirip namun berbeda warna iris mata , senyum keduanya terlihat begitu manis .
" pantas saja flo tampak sangat cantik , ia sangat mirip denganmu yang juga sangat cantik " gumam Miguel sambil mengelus pelan lembar foto itu .
" maafkan aku kamu bisa membenciku karena semua yang pernah aku lakukan padamu , dan terima kasih sudah meninggalkan flo untukku meski aku terlambat untuk mengakuinya menjadi seorang anak " gumam Miguel dengan terus mengagumi wajah yang berada di foto itu .
Hatimu sangatlah cantik begitupun dengan wajah mu yang begitu cantik , namun bodohnya aku yang tidak melihat kecantikan mu dan menganggap mu sebagai wanita murahan padahal kamu tak pantas menyandangnya .
Setetes air mata kembali membasahi pipi kala ia mengingat kebodohannya , dan wajah gadis cantik yang selalu berdiri agar ia melihat putrinya dengan keranjang kue di tangan kana kirinya .
Air matanya semakin pecah kala ia membuat putrinya menangis , berlaku kejam kepada sang putri selalu melampiasakan amarahnya kepada Flo meski itu bukan kesalahan putrinya .
Tanpa Miguel sadari Viona yang terbangun karenanya melihat semuanya dari awal di mana Miguel yang membuka laci , dan mendengar apa yang di katakan Miguel .
Senyum tipis tertarik di wajahnya , melihat suami yang sudah berubah dan terbuka membuatnya bahagia .
Felicia aku akan berjanji menjaga Florence seperti yang kamu minta ... dan terima kasih kamu sudah mempercayakan putri mu padaku ....
__ADS_1