
Setelah puas dengan montmartre kini Gavin dan Flo beralih ke Le Jardin de Serres d' Auteuil merupakan salah satu tempat wisata diparis , yang berupa taman raya yang cantik dengan beberapa rumah kaca termasuk rumah sawit yang besar , bukan hanya itu disana juga terdapat bayak hal ditawarkan diantaranya bunga anggrek yang indah dan merupakan rumah dari burung - burung kecil , disana jug terdapat air mancur dan patung yang mengagumkan yaitu Triomphe de Bacchus .
Taman ini awalnya dibangun pada abat ke delapan -18 atas perintah raja Louis xv .
Acara liburan Gavin dan Flo yang dilakukan dengan mendatangi setiap Wisata diparis tanpa ada satu tempat yang terlewat selama Satu minggu , dan selama satu minggu itu pula Gavin selalu menahan emosinya karan ulah jail Flo , dan seperti saat ini saat dibandara Gavin yang tengah berjalan mengikuti Flo dengan dua koper yang ia bawa .
" om cepet " kata Flo yang melihat Gavin tertingal jauh darinya .
" om kenapa sangat lama sih apa tulangnya sudah encok atu memang omya aja yang lamabat " kata Flo lagi membuat Gavin ingin sekali melempar barang yang ia bawa .
Bagaimana Gavin tidak marah jika ia harus membawa dua koper milikya dan milik Flo yang besar dan sangat berat karna berisi oleh - oleh yang Flo beli kemarin . sedangkan gadis nakal itu ia hanya membawa tas yang hanya berisi dompet dan ponsel .
Apalagi gadis itu melarang Felix untuk membantu mereka dengan alasan kasian karena sudah membantu mereka selama satu minggu duapuluh empat jam , tapikan itu sudah pekerjaan Felix ! ampun dah Flo .
" om " pangil Flo lagi .
" diamlah jika kamu cerewet lebih baik kamu bawa saja kopermu sediri " marah Gavin .
" wah ... tidak bisa suamiku yang tua ups ... maaf maksut flo suami yang ganteng . kan itu sudah menjadi tugas om menjadi seorang suami pedofil " kata Flo membuat Gavin ingin meledak .
" yasudah - yasudah jangan marah lagi istri muda yang cantik ini tidak akan cerewer lagi jadi semangat bawa barang - barangnya suami " kata Flo yang berjalan lebih dulu meninggalkan Gavin dengan amarah yang membara .
Dengan sumpah serapahnya Gavin berjalan membawa dua koper , sampai diruang tunggu dan belum sempat pula ia duduk untuk menghilagkan lelahnya .Pengumuman penerbangan pesawat yang akan ditumpanginya membuatnya bernafas lemah .
" sial " guama Gavin
" sukurlah om dateng , ayok om " kata Flo dengan wajah tanpa dosa .
Tempat lain .
__ADS_1
Tee dan farel yang tengah duduk disebuah cafe tempat biasa mereka berkeumpul dengan Flo .
" gak ada Flo kagak seru ya " kata Farel sambil meletakkan kepalanya diatas meja bersandingan dengan kopi yang tadi mereka pesan .
" bener kita kayak kagak ada nyawa " jawab Tee dengan kepala yang ditopang kedua tangannya .
" hampa kita tuh " sahut Farel .
Sudah satu minggu ini mereka seperti itu , tidak ada kegiatan , tidak ada candaan , kejailan , bahkan mereka juga yang sudah mengajukan untuk menunda acara study tour kelasnya .
" kalian ngapain " tanya Mike yang baru datang dan duduk disamping Tee .
" woy .... buset dah kagak di jawab gue nanyak " kata Mike lagi yang masih tak dijawab oleh kedua teman sebayanya .
" lo lemes karena kagak ada Flo " tanya Mike yang langsung dianguki oleh keduanya .
Tenag saja karana mereka sedang dimode off jadinya bukan hal yang menakutkan bagi Mike untuk meminum kopi mereka kalo bisa sih sampek habis juga nyawanya aman - aman saja , tapi jika mereka dimode on jangan tanya nyentuh gelasnya saja tangannya mungkin bisa putus .
" kata kalian kan flo perginya cumak seminggu palingan nanti juga udah pulang " ucap Mike membuat Tee dan Farel menatapnya .
" kenapa kalian natap gue kayak gitu " tanya mike yang merasa aneh .
" bayarin kopinya " kata Tee yang langsung nyelonong keluar diikuti Farel dibelakangnya .
" sial jadi dua kopi ini kalian belum bayar " tanya Mike dengan berteriak .
" sial banget gue " gumam Mike .
Sedangkan Tee dan Farel dengan cepat mereka masuk kedalam mobil , Mereka berdua lupa jika Flo akan pulang hari ini , dengan semangat Farel mengemudikan mobilnya .
__ADS_1
" kita jemput dibandara aja kalek ya " kata Farel .
" gas .." jawab Tee semangat .
Dipesawat Gavin dengan lega duduk dengan santai untuk menghilangkan rasa lelahnya .
" om lo kenapa kok mukaknya kayak keset basah sih " kata Flo
" jangan gangu saya "
" ya elah tanya aja , dalah " kata Flo sambil menyederkan tubuhnya kembali dan mulai menutup matanya rapat .
Sempanjang perjalanan Flo dan Gavin hanya tidur hinga pramugari memberi info jika pesawat siap landas .
" om bangun lo sebentar lagi kita sampai " kata Flo yang masih belum bisa membuat Gavin terbangun .
" suamiku yang tua dan keriput bangun sayang kita sudah mau sampai bentar lagi pesawat dah mau turun " kata Flo sambil berbisik dengan suara yang dilembut - lembutkan membuat Gavin mengrinyitkan dahinya .
" sayang " pangil Flo lagi kali ini sambil menyentuh dada bidang milik sang empu dan dielus lembut , dengan terkejut Gavin terbagun dan menatap Flo tidak senag .
kok gue jadi seperti orang yang tengah dilecehkan sih batin Gavin sambil menatap Flo dengan tangan yang menutupi dadanya .
" sudah ayok turun " kata Flo saat pesawat sudah sempurna turun .
Tee dan Farel dengan sabar menunggu kedatangan Flo sudah hampir tiga jam mereka disana duduk dikursi sambil menatap orang yang berlalu lalang didepannya .
" kok lama ya "
" gue juga kagak tau " kata Farel .
__ADS_1