Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Kevin ....


__ADS_3

Ketertarikanku kepada Flo gadis kecil berwajah cantik nan menggemaskan , saat pertama kali kami bertemu , di sebuah cafe yang terletak di tengah kota , cafe dengan desain klasik yang berdiri sejak 1990 , Cafe milik orang italia asli , cafe ini sangat di gemari para pengunjung selain kopi dan menu makanan yang enak tempatnya juga sangat mendukung .


pertemuan pertama kami Saat kak Gavin mengajak ku untuk bertemu denagn calon istri yang akan di nikahinya lebih tepatnya seorang gadis yang di jodohkan dengannya , aku sempat tertawa saat kak Gavin menceritakan gadis yang akan dinikahinya , di mana gadis itu jauh lebih muda darinya , dia baru akan berusia tuju belas tahun sedangkan kak Gavin dia sudah berusia tiga puluh empat tahun , bayangkan berapa jarak di antara keduanya .


Dan kak Gavin mengajak gadis itu bertemu di cafe untuk membicarakan kesepakatan pernikahan yang entah aku sendiri tidak tau apa isi kesepakatan namun aku juga penasaran apa yang akan mereka bicarakan , lebih penasaran lagi kepada calon nona muda Gavin .


Kling ... suara pintu yang terbuka saat ada seorang pengunjung datang , aku langsung menoleh melihat siapa yang datang di sana , berbeda dengan kak Gavin yang seakan tidak perduli .


Seorang gadis cantik dengan wajah menggemaskan dengan baju seragam sekolah menengah yang tampak sedikit tidak rapi , sepertinya ia baru pulang dari seokolah .


Gadis itu berjalan mendekat ke tempat kami duduk , sku sempat berfikir apa benar dia calon istri yang akan di nikahi kak gavin ? , dan iya memang benar gadis itu langsung duduk di kursi tepat di depan ku .


" ehem hii " sapanya padaku dengan senyum manis yang membuatku terkejut di buatnya .


" kamu sudah datang "


" apa kamu tidak punya mata om " jawabnya yang membuatku ingin tertawa , dia sangat menggemaskan dan tentunya dia masih terlihat seperti anak kecil , lalu aku menoleh kearah kak Gavin laki - laki yang sudah dewasa yang terlihat begitu menawan akan bersanding dengan gadis kecil seperti flo ,


Aku langsung mengalihkan penglihatan ku ketika kak Gavin yang melototi ku .


" kita bicara se .."


" om aku mau makan dulu " kata Flo yang langsung mengangkat tangannya .


Memesan beberapa makanan dan minuman , gadis kecil itu sempat menawariku untuk memesan makanan tapi aku menolaknya , dia makan dengan begitu lahap dan tampak lucu , semakin aku perhatikan wajahnya entah kenapa wajah itu seperti tidak asing lagi .


Ketertarikanku berubah menjadi rasa kagum , saat dimana aku yang menghadiri acara pernikahan gadis cantik dengan gaun pernikahan yang tampak seperti seorang putri senyum manis serta wajah cantiknya yang tampak begitu anggun di pandang mata .

__ADS_1


Malam itu begitu indah dengan acara bernuansa kerajaan yang berakhir aku berada di mobil mengantar pengantin baru itu di ke hotel , wajah cantik itu tampak lelah dan mengantuk sesekali ia menguap , mobil terasa begitu hening kedua pengantin itu yang tidak ada percakapan , sesekali aku melihat keduanya dati kaca , namun mataku lebih tertarik dengan gadis cantik di sana yang entah kenapa mengingatkan aku dengan seseorang .


Rasa kagum semakin bertambah kala aku membantunya memindahkan beberapa barang untuk kepindahan kak Gavin dan istrinya , dimana aku membantu gadis cantik itu membawa banyak barang untuk pindah ke apartemen , aku tau kenapa alasan kepindahan keduanya , tentu karena mereka ingin menjalani hidupnya tanpa di ketahui paman dan bibik .


Flo begitu ceria dia banyak berbicara dan cerita entah kenapa aku terhibur dengan setiap ia berbicara , semakin aku amati aku semakin teringat wajah seseorang yang pernah ada di masa lalu , tapi siapa ? akupun tidak tau .


Di buat kesal oleh nya saat ia mengotak atik ponsel ku dan berkata akan menjodohkan ku degan perempuan penjual bunga , aku sempat kesal di buatnya .


Dia yang berubah , saat kaka Gavin menyuruhku mengawasinya dengan alasan mencari tau siapa om - om yang dia suaka , perubahan darinya begitu besar , gadis yang awalnya berwajah polos berpakaian longar , kini berubah menjadi anak perempuan yang feminim dengan baju yang modis serta bermake up , ia tampak lebih cantik dari biasanya , entah kenapa saat aku melihatnya dadaku berdebar begitu cepat apa lagi saat pertama kali aku menjemputnya waktu itu , entah kenapa aku bisa terpesona dengannya , wajah cantik serta senyum yang menggemaskannya .


Terpesona dengan sosoknya , dia ceria cantik , meski terkadang ia sedikit jahil atau random tapi entah kenapa selama aku mengikuti dan mencari tau siapa om - om yang di pikir kak Gavin aku malah terhibur dengan Flo yang selalu bertingkah lucu dan melupakan tugasku , dan setiap kali kak Gavin bertanya siapa ? tentu aku tidak tau dan selalu beralasan tidak menemukan apa - apa dan berkata jika aku sangat lelah mengikutinya banyak sekali tingkah yang di miliki Flo , yang memang pada dasarnya sangat melelahkan tapi juga sangat menggemaskan .


Perasaan Flo dan perjuangan mendapatkan kak Gavin , tentu aku sudah tau jika Flo menyukai kak Gavin dan akan memperjuangkan pernikahannya bukankah itu kabar bahagia , tapi tidak kak Gavin selalu menolaknya , dan aku tau alasan Flo berubah penampilan karena ia ingin menarik perhatian kak Gavin .


Perasaan kasihan , saat aku mengantar jemput ia setiap hari dan ia selalu menanyakan di mana keberadaan kak Gavin , sungguh aku tak tega melihatnya , jujur aku harus berbohong tentang keberadaan kak Gavin meski aku tau sebenarnya dia ada di mana .


" aku takut .. aku takut jangan tinggalkan aku "


" flo kamu kenapa , jangan takut aku ada di sini "


Sepanjang malam ia terus memeluk ku dengan erat tanpa ingin melepasnya , aku membawanya duduk di sofa ruang tengah untuk memenangkannya , hujan tak kunjung reda malam itu .


" mama rence takut ma ... mama " gumamnya di sela matanya yang tertutup .


" rence takut ... "


" tenag aku ada di sini jangan takut ya " kata ku sambil menepuk pelan , ada rasa khawatir , ada rasa iba , dan tenang saat ia berada di pelukan ku .

__ADS_1


Perasaan datang seiring waktu berjalan , kak Gavin terus mengabaikannya , bahkan ia mengatakan jika mau ambil saja , sungguh ia mengatakan bukan hanya sekali dan berkali - kali , hatiku selalu menolak karena Flo yang masih memperjuangkan perasaannya , namun seiring berjalannya waktu hatiku terasa bimbang aku mulai jatuh cinta tapi aku tau diri siapa dia , tentu istri kak Gavin .


Pengakuan ku pada tuan Ken dan soal perasaanku aku kira dia akan marah padaku tapi ia tampak biasa saja , meski awalnya ia terkejut , aku sempat tak enak hati setelah mengatakan itu tapi aku tidak bisa berbohong saat ia bertanya padaku .


Aku merasa sakit hati saat ia mengatakan perasaanya dan keinginannya saat kami duduk bersama di atas padang rumput di tempat para layang , sungguh aku ingin memilikinya , namun keadaan ku seperti melihat bintang yang indah rembulan tak bisa memeluk bintang meski berdekatan .


Bersamanya di hujan yang deras , gadis itu memang sangat takut dengan hujan , aku membawanya kerumah ku , yang membuatku di buat tak bisa bernafas lega jantungku tak karuan detaknya seperti habis berlari maraton dak dik duk , sungguh aku tidak bisa menahan getaran hatiku , dia yang tidak pernah mau melepaskanku bahkan membiarkan tubuh ini sedikit bergeser , dia takut dan benar - benar takut .


Aku mencoba mengubur rasa tkutnya , dengan mengajak ia bermain bayang - bayang kebetulan malam itu listrik mati , dan bertapa indahnya malam itu saat aku melihat tawa dan senyumnya , ia mulai bisa melepas tangannya dan bermain melupakan rasa takutnya , ada rasa lega saat aku berhasil mengalihkan rasa takut meski sesekali ia akan memeluk ku secara tiba - tiba dan membuatku terkejut karena guntur yang menyambar .


Aku yang ingin egois , dia datang dirumahku dan menangis di pelukan ku entah mengapa apa yang terjadi padanya tapi aku merasa begitu sedih , ia tidak ingin cerita hanya tangis yang ia katan bahwa hatinya sangat terluka , sakit melihatnya seperti itu rasanya aku tak tega , benteng hatiku ingin runtuh aku ingin melihatnya bahagia dan tertawa di sampingku aku tidak ingin melihat tangisnya , tapi di sisi lain aku masih tau diri aku punya batasan mana mungkin aku mengambil hal yang bukan milik ku .


Pengungkapan perasaan , entah kepa dia bertingkah aneh saat ikut olah raga dengan ku aku sangat bingung apa aku punya salah sepertinya tidak , tapi kenapa dia tampak kesal .


Aku mengantarnya pulang bertapa kagetnya aku saat melihat kak Gavin dan wanita itu , terlihat Flo tak merubah raut wajahnya ia masih sama seperti saat di dirumahku ataupun di perjalanan , wajah mereka seperti tidak ada salah sama sekali itulah yang membuatku kesal ingin rasanya aku memukul kak Gavin dan mencoba menyadarkan jika wanita ular yang ia puja itu adalah wanita murahan yang hanya mengrogoti kekayaanya saja , aku juga ingin berteriak keras kepada wanita itu jika Flo adalah istrinya .


Saat wanita ular itu pergi Flo bertanya pada kak Gavin untuk memilih , dan jawabannya sangat membuatku marah lalu Flo pergi begitu saja tanpa peduli dengan kak Gavin dan aku langsung pergi mengikuti Flo .


Di tengah jalanlah ia marah dengan air mata yang membuatku tidak tega , dan membuatku tidak bisa menyembunyikan perasaanku padanya bahwa aku mencintainya , aku mengatakannya karena aku tidak ingin ia berfikir jika tidak ada orang yang mencintainya sedangkan orang di depannya yang tengah mendengarkannya tengah menahan perasaannya selama ini .


Dan bertapa terkejutnya aku saat ia membalas cintaku dan mengungkapkan perasaanya , aku sempat tidak percaya dengan itu aku sempat berfikir jika itu hanyalah pelarian namun hati kecilku berkata lain aku sangat bahagia saat itu .


Bukan salahku mengambilnya bukankah kak Gavin sendiri yang sudah memberikannya ?


Namun kini aku harus memutuskan pergi , karena bibi Angel dan paman Cahrles , kedua orang yang hadir di saat kedua orang tuaku sudah tiada , aku tidak bisa egois dengan perasaanku dan membuat mereka kecewa karena begitu besar pengaruh mereka padaku selama ini .


Maafkan aku Flo aku tidak bisa menepati janjiku tapi aku berharap kamu bahagia bersamanya meski tanpa aku , aku menyayanngimu mencintaimu .

__ADS_1


__ADS_2