
Di rumah sakit tepat di depan sebuah ruangan , tampak Felix yang tengah mondar mandir dengan wajah yang sangat kacau , setelah menghubungi Tee dan Farel Justin terduduk lemah dengan wajah khawatirnya .
Tidak lama kemudian Tee dan Farel datang dengan keringat dan nafas yang memburu , keduanya terlihat begitu cemas .
" ba bagaimana dengan flo " tanya Farel dengan tersengal - sengal .
ceklik ..... suara pintu ruangan terbuka mengagetkan empat laki - laki disana .
" ba bagaimana keadaan ..."
" pasien harus segera di operasi dan tengah kehabisan banyak darah ia membutuhkan donor darah segera dengan golongan darah AB- atau ABO , dan seribu disayangkan setok darah dengan golongan AB - di rumah sakit tidak ada karena darah termasuk darah langka dan hanya sekitar 0,36% populasi di dunia " ucap sang dokter membuat Felix frus tasi
" apa tidak ada cara lain "
" kami sudah menghubungi pihak rumah sakit lain tapi maaf benar tidak ada stok darah dengan golongan AB- " ucap seseorang yang baru datang sepertinya seorang perawat .
" lalu harus bagaimana " ucap Tee .
" arghhh apapun caranya kalian harus menyelamatkan ponakanku " teriak Felix .
" hanya dia yang aku miliki di dunia ini aku mohon " ucapnya lagi .
" pasien harus segera mendapatkan donor darah jika tidah maka maaf .. " jelas dokter yang semakin membuat Felix cemas di hiatnya .
" tenang lah om pasti ada cara lain " ucap Tee yang mencoba menenangkan Felix .
" paman paman migue mungkin " ucap Farel tiba - tiba .
" i iya mungkin hanya paman miguel satu - satunya yang bisa menolong di sini "
" kalo gitu rel kamu tunggu di sini baiar aku dan om felix pergi menemui paman Miguel "
" ba baiklah hati - hati "
" kami permisi " ucap Dokter yang kembali ke ruangan tempat dimana Flo yang t3ngah berbaring .
Seorang pengendara karena pengaruh obat terlarang Polisi tangkap , seorang lelaki dan wanita yang terluka di bagian kepala harus mendekam di penjara karena ulahnya , selain terkena hukuman karena pemakai narkoba keduanya juga tertangkap karena menjadi penabark Flo .
Bukan hanya itu karena kasus ini polisi bisa menemukan petunjuk kasus yang sudah di tangani sejak lama , berkat rekaman yang berada di mobil Justin .
Sampai di rumah sakit Gavin dengan lembut mencoba menyuapi Monik , meski wanita itu terus menolaknya bahkan tidak ingin menatap Gavin , tapi dengan lembut dan telaten Gabin terus mencoba menyodorkan sendok yang berisi makanan kepada Monik , ini bukan hanya soal monik tapi juga soal bayi yang di kandung monik .
Tempat pertama yang di tuju Felix dan Tee adalah perusahaan AD milik Miguel Ardinarius , ya tempat itu yang mereka tuju karena di jam segini masih jam bekerja .
Dengan langkah cepat Tee dan Farel menuju resepsionis .
" maaf pak anda tidak punya janji "
" katakan pada tuan miguel Felix sekertaris pribadi tuan Gavin " ucap Felix dan Alhirnya bagian resepsionis itu menghubungi seseorang dan beberapa detik kemudian , resepsionis itu mengantar Felux dan Tee ke lantai paling atas , lantai di mana ruangan Miguel berada .
__ADS_1
" bun bunda kenapa " tanya Marc uang melihat bundanya yang terus berdiri di teras mondar mandir disana sepert8 ada sesuatu yang mengganggunya .
" entah kenapa perasaan bunda tidak enak nak " jawab Sang budan .
" bun lebih baik masuk dan menenangakan pikiran "
" em i jya sayang " jawab sang bunda lagi yang langsung masuk bersama sang putra .
Ruangan yang luas untuk seorang pengusaha terkenal , seorang yang tercatat terkaya di negara nomor dua setelah keluarga Andarius .
Terlihat Felix yang tengah memohon untuk sang keponakan .
" saya mohon tolong flo "
" bukankah bagus jika dia pergi " ucap Miguel yang menyulut amarah Felix , tampak tangan terkepal erat terlihat otot - otot tangannya yang terlihat jelas disana .
" sialan kamu .... ayah macam apa kamu.... yang seharusnya mati itu kamu ." marah Felix yang hendak memukul Miguel namun ditahan oleh Felix .
" om tenang lah aku mohon .." ucap Tee yang membuat Felix tenang lelaki itu terdiam sejenak menarik nafasnya dan mengusap air matanya .
" tuan miguel yang terhormat sekali ini saja aku mohon hanya ada yang bisa menolongnya hanya anda hiks ...." ucap Tee sambil menangis namun tak merubah Miguel untuk merasa iba .
Buk ... sebuah buku berwarna pink Felix lempar kearah meja Miguel .
" aku baru sadar sekarang aku sangat menyesal sudah mengharapkan kebaikan dan belas kasih anda untuk keponakanku , jika di fikir tak pantas darah anda mengalir di tubuhnya , semoga anda tidak pernah menyesal " ucap Felix yang langsung pergi sambil menarik Tee yang masih mengusap air matanya .
Disisi lain Justin meninggalkan Farel yang masih duduk lemah di depan ruangan Flo yang masih ditangani , ia tengah menelfon seseorang disana dengan wajah dan nada yang terlihat begitu khawatir .
sampai diluar gedung pencakar langit itu Felix dan Tee terduduk dengan lemah keduanya menangis , apa yang harus meraka lakukan sekarang seperti tidak ada harapan .
Tidak lama setelah Justin kembali dua orang sepasang datang dua pengawal di belakangnya , mereka datang dengan wajah yang terlihat khawatir .
" nak " panggil seorang perempuan paruh baya .
" bunda " panggil Justin .
" gi gimana " tanya sang bunda .
" dia sedang ada disana , justin membutuhkan bantuan bunda " ucao Justin .
" baiklah nak kamu tenag disini " ucal Sang bunda .
Cukup lama Felix dan Tee manangis hingga keduanya memutuskan kembali kerumah sakit dengan tangan kosong , keduanya tidak tau harus apa , dengan Tee yang mengendarai mobilnya , dan Felux yang terduduk dengan wajah kacau ia tidak tau harus bagaimana , hinga di tengah jalan Tee menghentikan jalannya , ia baru mengingat sesuatu .
Dengan cepat ia mengambil pnselnya dan menelfon seseorang disana .
" pa "
" iya nak ada apa "
__ADS_1
" pa aku butuh bantuan "
" katakan "
" carikan pendonor darah dengan golongan AB- "
" ha ! untuk apa"
" flo hiks ... hks ..." jawab Tee lagi yang terdengar tengah menangis mengingat keadaan Flo sang sahabat saat ini
" nak jangan menangis iya papa carikan kamu tenang disana " ucap sang ayah saat mendengar putra kesayangannya menangis .
" secepatnya flo membutuhkannya di rumah sakit xxxx" ucap Tee lagi .
" i i iy iya " jawab sang ayah yang langsung mematikan sambungan telponnya .
Setelah menelfon sang ayah Tee kembali menjalankan mobilnya , menuju rumah sakit .
" kapan kamu akan menikahi ku " tanya Monik yang membuat Gavin terdiam .
" katakan aku terima kamu sudah menikah dengan Flo toh setelah ini kalian bercerai , sekarang aku butuh kepastian untuk diriku dan anak ku aku tidak ingin di gantung "
" se se secepatnya kita akan menikah "
" tidak aku ingin setelah keluar dati rumah sakit ini " ucap Monik
"....."
" demi anak kita " ucap Monik lagi sambil menatik tangan Gavin dan meletakkan di perut yang masih datar .
" ba baiklah " jawab Gavin kemudian .
Sampai dirumah sakit Felix dan Tee berlarian menuju tempat dimana Flo yang masih ditangani .
" om tee " panggil Farel yang membuat Justin dan laki - laki paruh baya yang duduk disampingnya menoleh kearah seseorang yang batu datang .
" mana om mi " tanya Farel
" tidak dia tidak ingin mendonorkan darahnya " jawab Tee yang membuat Felix semakin frustasi , laki - laki itu kembali terjatuh .
" ba bagaimana jika dia ...."
" shut om tenanglah dengarkan farel " ucap Farel yang berjalan mendekati Felux mencoba memenangkan lelaki dewasa itu .
" untung ada bunda jutin yang memiki darah yang sama dengan flo dan kini beliau tengah men..."
Ceklik ....Suara pintu kembali terbuka terlihat seorang dokter dan perawat yang keluar .
" gi gimana dok "
__ADS_1
" maaf darah yang didonorkan tidak cukup , dan pendonor tidak bisa memberikan darahnya lebih banyak lagi " jelas sang dokter , baru saja Felix akan merasa lega tapi ia dibuat kembali cemas .