
Sore yang begitu panas bagi kedua pasangan yang tengah memadu cinta , berbeda yang dirasakan Flo yang sendirian setelah sang kakak pulang .
Hujan semakin deras dengan petir yang terus bergemuruh dilangit malam yang gelap , sejak tadi sore hujan tak kunjung reda . Flo duduk di kasur bersandarkan kepala ranjang , takut itulah yang dirasakan Flo .
" mam ...mama " panggilnya saat suara petir terus terdengar begitu keras , air matanya menetes , bukan pertama kali bagi Flo merasakan sendiri dalam suasana seperti ini memang pernah ia rasakan .
Dek ... " ada apa denganku , kenapa aku merasa tidak enak " gumam Felix entah apa yang terjadi , tapi ia benar - benar tak merasa nyaman didadanya saat ia masih fokus dengan pekerjaannya ,iya dia masih di kantor .
Perasaan seperti itu memang sering muncul secara tiba - tiba , Felix sering merasakannya .
" kenapa perasaan ini sering muncul " gumamnya lagi .
Kevin yang baru memarkirkan mobilnya segera pergi ke unit paling atas , sampai di depan pintu unit milik Gavin Kevin memencet bel ber kali - kali namun tidak ada yang membukaknya .
" kemana flo " gumam Kevi
" ah sudahlah " gumamnya lagi yang langsung memasukan kode dan berjalan masuk setelah pintu terbuka , mendengar suara pintu dan langkah kaiki Flo langsung berlati dan keluar kamar ,Kevin yang batu masum dan hendak menaiki anak tanga di buat terkejut kala Flo yang tiba - tiba datang dan memeluknya .
" aku takut " gumam Flo dalam pelukan Kevin terdengar isak tangis dari gadis kecil itu , apa lagi saat suara petir , ia semakin mengeratkan pekukannya dan semakin terisak .
" te tenaglah jangan takut " kata Kevin sambil mengelus punggung Flo , membuat gadis kevil itu tersadar jika yang datang bukanlah Gavin , ia mendongak dan melihat siapa yang datang .
" kak kevin " panggilnya dengan posisi yang masih memeluk Kevin .
" iya ini aku tenaglah ayo duduk di sana " kata Kevin sambil mengiring tubuh kevil itu untuk duduk di sofa ruang tengah .
Duar .... suara petir kembali menyambar membuat tangis Flo semakin pecah di pelukan Kevin , dengan lembut Kevin menvoba menenangkan Flo .
Hari semakin Gelap karena mendung dan suara petir sudah tak terdengar lagi bahkan suara hujan sepertinya sudah reda , Flo tertidur dengan posisi di pelukan kevin , dari tadi ia menagis ketakutan .
" sayang " panggil monik
" hemm "
" apa kamu punyak "
" tadi , setelah bertemu denganmu aku sedikit lebih tenang "
" benarkah "
" hemmm "
" kalo boleh tau ..."
" biarkan seperti ini " sahut Gavin sambil memper erat pelukannya .
" baiklah "
__ADS_1
" makasih "
Pagi hari yang cerah Kevin terbangun dari tidurnya dengan posisi duduk badannya terasa pegal karena Flo yang tidur di sampingnya meletakkan kepalanya di dada bindangnya , Flo juga tidur dengan posisi duduk dengan terus memeluk dirinya .
" dia menangis hinga tertidur " gumam Kevin saat melihat wajah Flo , terlihat matanya yang membengkak karena menangis dan wajahnya begitu pucat membuat Kevin terkejut saat ia menyentuh dahi Flo yang terasa panas ..
" panas " gumam Kevin yang langsung di buat terkejut .
Dengan pelan ia mengeset tubuhnya agar bisa bergerak dengan leluasa intuk ia bisa mengangkat Flo memindahkan gadis itu kedalam kamar dan membaringkan tubuh kecil itu di kasur lalu menyelimuti nya dengan selimut tebal .
" aku harus apa " gumamnya dengan cemas .
" oh iya dokter " gumamnya lagi yang langsung merogoh saku celananya mengambil ponselnya dan segera menelfon seorang dokter .
hampir setengah jam dan terlihat Flo yang sudah mulai bergerak menggeliat seperti akan terbangun namun Kevin dengan cepat mengelus kepala flo dengan lembut membuat gadis itu kembali tertidur , bertepatan dengan itu dokter yang baru datang langsung memeriksa keadaan Flo .
" gimana dok " tanya Kevin .
" dia hanya demam , ini saya beri obat penurun panas dan juga vitamin " kata dokter
" terima kasih dok "
" sama - sama , saya harus segera pergi karena masih banyak pasien yang harus saya tangani "pamit dakoter di ikuti kevin untuk mengantarnya .
" maaf sudah membuat dokter harus jauh - jauh kemari "
" tidak apa ini juga tangung jawab saya sebagai dokter "
"i ya saya permisi dulu " jawab Dokter itu sudah berada di luar unit .
" iya dok hati - hati " kata Kevin yang hanya di jawab senyuman dan anggukan oleh sang dokter .
Kevin kembali masuk setelah melihat dokter masuk kedalam life , dan segera ia ke kamar mandi mencuci muka dan segera ke dapur membuatkan bubur untuk Flo
Flo ter bangun dan melihat kamar yang terasa sepi kepalanya terasa begitu berat dan pusing badannya terasa pegal .
" aw " rintih Flo saat ia akan berdiri dari tempat tidur , kepalanya begitu sakit terasa nyut - nyut tan .
Ceklik ... " flo " panggil Kevin yang langsung berjalan cepat meletakkan nampan berisi semangkuk bubur dan iar putih di atas nakas lalu membantu Flo kembali duduk dan bersandar di kasur .
" kamu mau kemana " tanya Kevin
" kak kevin " panggil Flo , ia kembali mengingat jika orang yang datang kemarin adalah Kevin bukan Gavin .
" iya "
" oh em aku .. "
__ADS_1
" lebih baik kamu makan bubur dulu lalu meminum obat , selagi bubur masih hangat akan lebih baik buat perut kosong " kata Kevin yang langsung mengambil semangkuk bubur yang ia buat tadi dan mulai menyuapi , namun Flo masih terdiam dan tak ingin membuka mulutnya saat kevin menyodorkan satu sendok bubur kedepan mulutnya .
" buka lah mulutmu kamu harus makan untuk meminum obat " kata Kevin setelah kevin mengatakan itu Flo langsung membuka mulutnya dan memakan bubur dengan pelan .
Dengan telaten Kevin menyuapi Flo dan membuat gadis kecil itu meminum obatnya .
" istirahatlah " kata Kevin setelah membantu Flo berbaring , ia ingin keluar untuk meletakkan mangkuk namun dicegah oleh Flo yang memegang pergelangan tangannya .
" jangan tinggalin aku sendiri " kata Flo membuat Kevin kembali terduduk .
" tidak tidurlah aku akan di sini menjaga mu " kata Kevi .
Sedangkan Felix yang sudah berada di kanyor di buat bingung dengan Gavin dan Kevin yang tidak datang hati ini , mau tidak mau ia mengundurkan beberapa jadual Gavin hari ini .
" mereka kemana , bisa - bisa nya meninggalkan pekerjaan sebanyak ini " ucap Felix sambil membolak - balikkan berkas yang menumpuk di mejanya .
" haha sial ... apa aku harus lembur lagi hari ini " gumama Felix .
Ia sudah menghubungi Gavin tapi sayang nosnya itu tak bisa di hubungi begitupun dengan Kevin yang entah kenapa ia juga tidak bisa di hubungi .
Hinga hati mulai sore Felix masih berkutat dengan berkas - berkas di mejanya dan menyiapkan beberapa jadual yang sudah ia undur , tiba - tiba ponselnya berdering Kevin is cooling .
" baru menelfon " gumam Felix yang langsung mengangkat telponnya.
" halo "
" halo tuan kevin "
" panggil aku kevin saja kita seumuran "
" em baiklah "
" file nya sudah aku kirim lewat email dan maaf aku baru mengingat sore ini soal file nya "
" hufffff... apa kamu sedang sibuk hati ini dan meninggalkan pekerjaan sangat banyak begitupun tuan gavin "
" maaf kamu kirim saja pekerjaanku lewat email aku alan mengerjakan nya nanti "
" huff baiklah "
" apa tuan gavin tidak datang hari ini "
" tidak " jawab Felix
" baiklah aku matikan sambungan telponnya "
Setelah mematikan telponnya Kevin mencoba menghubungi kevin namun tidak ada jawaban hanya satu pesan yang Kevin dapatkan dati Gavin sebuah perintah untuk membeli menyiapkan perjalanan berlibur ke korea .
__ADS_1
Sedangkan Flo kini keadaanya sudah membaik , dan ia juga terlihat kembali tersenyum karena teman - temanya yang datang menjenguknya .
Ya , Tee dan Farel datang menemui Flo saat tau teman kecilnya itu tidak masuk .