
Gavin
Akhirnya perjalanan yang panjang itu berakhir juga , mobil berhenti tepat didepan apartemenku lega rasanya tapi aku masih harus menggendong Flo yang masih tertidur pulas .
" biar mom bantu " tawar mom , yang hendak membantuku membawakan tas Flo .
" tidak mom lebih baik mom dan ded segera pulang dan bersiap keluar kota "
" tapi kamu keli.."
" tidak mom gavin bisa sendiri " jawabku .
" baiklah mom dan ded pulang dulu , jaga istrimu " pesan mom sebelum pergi .
" iya mom gavin keatas dulu , by mom by ded " pamitku sambil menggendong Flo .
" by " jawabnya .
Aku segera berjalan masuk kedalam lif yang untungnya terbuka karena ada orang yang hendak keluar , jujur Flo sedikit berat rasanya aku ingin segera sampai ke unit ku , tapi entah kenapa rasanya selama ini untuk sampai ke apartemen , biasanya juga tidak selama ini sungguh aku sangat menyesal memilih apartemen di lantai paling atas .
Ting .... suara pintu lif yang terdengar membuatku merasa lega ahirnya sampai juga , dengan cepat aku berjalan menuju apartemen tapi sayang sekali kesabaranku harus diuji kembali dengan sulitnya membuka pintu yang berkode , ya tuhan ingin rasanya aku mendobrak pintunya .
Hinga hampir lima belas menit baru aku berhasil membukanya dengan setok kesabaran yang mulai habis .
" sayang , kamu sudah pulang " suara Monik yang mengagetkanku , saat baru melangkah masuk .
" kamu ada disini sejak kapan " tanyaku , perasaan aku tidak bilang jika akan pulang sekarang .
" dari tadi , sini aku bantu " jawabnya sambil mengambil alih tas Flo dariku .
" makasih "
__ADS_1
" sama - sama " jawabnya sambil berjalan mengikutiku .
Segera ku bawa Flo ke kamarku , aku tau kamar Flo lebih dekat dibanding kamarku tapi entah kenapa aku malah membawanya ke kamar ku .
Aku baringkan tubuh kecil yang sudah keatas kasur , aku tarik selimut untuk menutupi tubuh mungilnya .
" pasti dia sangat lelah " kata monik
" hem "
" kamu pasti sangat menyayanginya " kata monik yang membuatku berhenti menatap wajah Flo dan menarik tanganku dati wajah Flo .
Entah apa yang aku lakukan , bisa - bisanya aku menatap dan mengelus Flo , ku tatik tangan kekasihku agar ia duduk lebih dekat denganku , cup .. satu kecupan aku daratkan di bibirnya cup ... ia membalasku dengan satu kecupan juga , senyum tertarik di wajahku ku tarik tengkuknya dam mulai menemoelkan bibirku lagi laku ku ***** bibir , entah kenapa bibir itu rasanya sangat berbeda dengan bibir ranum milik Flo .
" jangan di sini nanti dia terbangun " kata Monik melepas ciumanku dan menarikkunkeluar dari kamar .
Gavin end
Flo
senyum kecil mengembang diwajahku , aku membayangkan bagaimana om Gavin mengangkat tubuhku hinga kekamar , dan bayangan saat berada di vila saat dimana om Gavin bercanda denganku .
Entah kenapa aku melupakan kejadian waktu itu , kejadian yangbmembuatkunmerasa takut .
" om " panggilku , rasanya aku ingin sekali melihat wajah tanvannya , kecewa saat terbangun tak melihat wajahnya , tapi tak apalah aku akan melihatnya sebentar lagi .
" om " panggilku yang masih tak ada sahutan darinya .
Sepertinya kamar ini kosong , kemana om Gavin , apa dia berada diruang kerja , dengan semangat aku berdiri dan segera keluar , dengan perlahan aku melangkah keluar berjalan mendekat keruang kerja yang terletak disamping kamar tidurku .
Semakin dekat dengan ruangan itu aku semakin mendengar suara bising yang membuatku semakin penasaran , apakah didalam ada kak Kevin atau om Gavin tengah menelfon seseorang , sudahlah lebih baik aku pastikan terlebih dulu , sampai didepan pintu , aku semakin penasaran karena suara itu semakin terdengar jelas , aku mencoba untuk membuka pintu dengan pelan dan bagusnya pintu itu tidak terkunci , dengan senyum aku membuka kamar itu dengan pelan , saat pintu sedikit terbuka dan menampakkan pemandangan didalamnya , bertapa terkejutnya aku saat melihat om Gavin dan tante monik didalamnya .
__ADS_1
Sakit benar benar sakit rasanya , kututup kembali pintu itu , badanku terasa lemas hinga aku terduduk didepan ruangan itu mendengar semua apa yang terjadi didalam .
" apakah cinta itu sangat menyakitkan "
Aku masih terduduk disana dengan air mata yang entah keluar tanpa seizinku , cukup lama aku disana dan mendengar segalanya hinga suara itu benar - benar lenyap .
" aku membenci ini , tapi aku harus tetap bertahan demi ikatan suci ini "
Aku usap air mataku saat suara pintu terbuka , dengan segera aku berdiri disana , dan mencoba untuk tersenyum .
" f flo " panggil om Gavin saat melihatku berdiri didepan pintu .
Terlihat wajahnya yang terkejut saat mendapatkan aku disana .
" tante monik " panggilku saat melihat tante Monik yang baru keluar dengan merapikan bajunya .
" oh e f flo " gugupnya
" sejak kapan kamu disini " tanya Gavin padaku .
" sejak tadi " jawabku yang membuat keduanya semakin terkejut .
" d da dari ta tadi "
" tentu saja barusan , aku sangat lapar " jawabku berbohong .Terlihat keduanya bernafas lega karna jawabanku .
" kamu ini sangat menggemaskan " ucap tante Monik sambil mencubit pelan pipiku .
" sakit " jawabku .
" maaf "
__ADS_1
" aku lapar " kataku
" em baiklah tante akan memasak buat kamu " kata tante Monik sambil berjalan kedapur lebih dulu dan di ikuti om Gavin di belakangnya , kenapa rasanya sangat sakit ya .