
" itu sudah terlambat , sekarang om pulanglah " kata Flo .
" tidak semua belum terlambat aku masih suamimu dan kamu masih istriku , aku akan mempertahankan semua itu "
" bukanlah dulu om pernah mengatakan jika tidak mengharapkan pernikahan ini , bukankah om ingin pernikahan ini berakhir " kata Flo
" tidak flo, dulu aku memang berharap ini semua akan segera berakhir , tapi semua itu berubah entah bagaimana dan kapan perasaan ini tumbuh aku mulai mencintaimu dan tidak ingin ini berakhir " gumam Gavin .
" dan aku menginginkan hubungan ini berakhir SECEPAT MUNGKIN , dan sekarang om pergi aku tidak ingin bertemu dengan om lagi " ucap Flo .
" tidak aku tidak akan membiarkan semuanya berakhir begitu saja "
" terserah om mau bicara apa tapi aku audah tidak menginginkan pernikahan ini " ucap Flo yang langsung pergi meninggalkan Gavin yang masih berdiri menatapnya pergi .
Di bawah sianr rembulan yang terang , duduk di rumput hijau dengan pemandangan yang indah , serta angin yang terasa segar dan dingin , kini Kevin berada di tempat para layang tempat dimana ia pernah mengajak Flo duduk bersama waktu itu , tapi saat ini ia tengah duduk sendiri .
setelah pembicaraannya bersama Angel tadi , membuat Kevin tidak bisa bernafas dengan benar , dadanya terasa penuh dan berat , tangisnya pecah isaknya terdengar pelan .
Rasa berat melepaskan pujaan hati , cinta pertama yang berjalan tak lama , andai waktu bisa terhenti , mungkin Kevin ingin waktu tak berputar lagi hingga nanti , ia ingin terus bersama orang yang ia cintai , tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi , kini yang ia tau bahwa ia tidak bisa memilikinya dan itu adalah hal buruk baginya .
Terpaksa Gavin pulang dengan hati yang kecewa pembicaraannya dengan sang istri tidak berjalan baik , dengan nafas yang berat Gavin mengemudikan mobilnya untuk kembali pulang .
" aku tidak akan berhenti sampai disini " gumam Gavin .
" aku tidak akan menyerah dengan ini aku akan terus berusaha demi pernikahan kita , demi cinta " gumamnya lagi .
__ADS_1
Di luar kamar Flo , tampak Miguel berdiri di depan pintu ia begitu tak percaya diri untuk masuk dan sekedar melihat keadaan sang putri , ia tampak ragu untuk mengetuk ataupun memegang gagang pintu , hingga suara sang istri dan adiknya yang mencoba menyakinkan memberi semangat untuknya .
" masuklah " kata Ken sambil memperagakan untuk Miguel memegang gagang pintu dan segera membukanya .
" tap .." kata Miguel yang terhenti saat melihat sang istri yang seakan mengatakan jangan pernah ragu , dengan mantap Miguel menganggukan kepalnya dan mulai memegang gagang pintu , dengan pelan ia menghirup oksigen dan mengeluarkannya dengan pelan , Ceklik ... tampak kamar yang begitu gelap , dengan cepat Miguel menyalakan lampu dan melihat sang putri tengah tengkurap di atas kasur dengan wajah yang bersembunyi di atas bantal .
" f f f flo " panggil Miguel membuat Flo terkejut dan terbangun dengan cepat , melihat siapa yang datang memanggilnya dan menyalakan lampu , kepalanya menunduk setelah ia tau siapa yang datang ia beranjak dan berdiri menghadap Miguel .
" ba bag..."
" aku tidak ingin mempertahankan pernikahan ku " sahut Flo .
" apapun yang terjadi aku tidak menginginkan pernikahan ini berjalan lagi , anda boleh marah bahkan memukul ku terserah anda mau melakukan apa padaku jawabanku akan tetap sama aku tidak ingin lagi kembali dengannya " ucap Flo lagi , Mendengar itu Miguel berjalan mendekati sang putri yang tengah berdiri dengan kepala menunduk , semakin Miguel mendekat Flo semakin merapatkan matanya .
Sedetik kemudian Miguel melepaskan tangan nya dan duduk di atas ranjang .
" maafkan papa yang membuatmu takut selama ini , papa memang banyak salah padamu " kata Miguel membuat Flo mendongak lalu menoleh melihat Miguel , cukup terkejut dan sangat - sangat mengejutkan , sikap Miguel akhir - akhir ini membuat Flo tidak mengerti apa yang tengah terjadi pada ayahnya .
" apapun pilihan mu jika itu baik dan akan membuatmu bahagia papa tidak masalah akan hal itu " lanjut Miguel membuat Flo makin tidak Faham dengan Miguel .
" papa kemari hanya ingin melihat keadaanmu setelah bertemu gavin tadi , apa kamu baik - baik saja nak ? , papa lihat tadi kamu tampak begemetar saat melihatnya apa kamu masih takut "
" ......"
" jika masih papa akan menghubungi dokter varo lagi "
__ADS_1
" ak ti ...."
" maafkan perbuatan papa selama ini , ini semua salah papa coba saja papa tidak memaksakan mu untuk menerima perjodohan itu pasti semua tidak akan seperti ini " ucap Miguel , membuat Flo kembali terdiam .
Jika kevin yang tengah merana , karena ia harus melepaskan Flo cinta pertamanya , ada Gavin yang tengah kecewa karena penolakan .
Berbeda dengan seorang yang tengah duduk di sebuah Cafe menikmati makanan yang ia pesan dan sebuah lagu tentang cinta yang di nyanyikan ben penghibur di cafe tersebut .
Marc setelah dari kampus bukannya pulang ia malah pergi menemui sang kekasih , ya kekasih ... masih ingat saat berada di Vila tepatnya di malam hati di pinggir pantai , Marc mengatakan perasaannya yang sekian kalinya dan malam itulah malam dimana cintanya terbalas oelh wanita pujaannya .
Perbedaan usia bukanlah penghalang , Marc memang mencintai perempuan didepannya saat ini , perempuan yang lima tahun lebih tua darinya , seorang perempuan yang cantik yang mampu membuat Marc terjatuh dalam pesonanya .
Begitupun dengan Cika yang menerima Marc anak lelaki yang jauh lebih muda darinya , anak lelaki yang tampan dan dewasa , yang selalu berusaha mengejar cintanya meski selalu ia tolak , namun pada Akhirnya ia menerima remaja itu dengan alasan cinta .
Usaha tidak pernah membohongi hasil
memilikinya memang sangatlah sulit
namun lebih sulit lagi saat ia tidak bisa aku miliki , dan bahagia dengan yang lain
memperjuangkannya memang membutuhkan waktu , tapi waktu yang akan membalasnya ...
" kamu belum pulang setelah dari kuliah nant .."
" aku sudah izin bunda sebelum berangkat kuliah tadi " jawab Marc .
__ADS_1