
Gavin pov
Suara lembut Monik membangunkan tidur ku, elusan lembut yang ia berikan terasa diwajah , ini yang selalu aku inginkan , menikahinya dan merasakan ini setiap pagi .
" sayang bangun " panggilnya dengan suaranya yang terdengar merdu nan lembut di telingaku .
wah sayang kau benar benar wanita ku suaramu saja membuatku bergairah .
" hemmm "
Jujur aku masih belum ingin bangun pagi ini .
" sayang " panggilnya lagi .
" ....."
Cup .... ciuman lembut mendarat dipipi pipiku .
" sayang bangun " panggilnya lagi dengan nada yang sama .
" sebentar sayang " jawabku aku masih menutup mataku , agar suara itu terus memanggilku dengan sayang .
" sayang ? " suara itu terdengar tidak asing bagiku tapi entahlah .
Cup .....cup ...cup Monik menghujani ku dengan ciuman kasar yang membuatku semakin panas dibuatnya , suaranya saja membuatku berkeringat apa lagi ciumannya , tepat diciuman ketiganya ciuman setelah pipi kiri Monik mencium bibir ku cukup lama dengan bibir yang terasa lembut . tanpa basa basi aku membalas ciuman itu aku tarik tengkuknya kulumat bibir itu , sial kenapa rasanya sangat berbeda seperti biasanya ini sangat lembut dan terasa begitu manis tanpa aba aba aku menarik tubuhnya terasa begitu pas berada dipelukanku ku perdalam ciuman ku , kulumat dan terus kulumat tapi entah kenapa Monik tidak membalas ciumannya tidak seperti biasanya apa dia sedang mengujiku , Dengan sedikit geram ku gigit lembut bibirnya agar terbukak akses masuk kedalam sana .
Aku semakin terbawa suasana hinga tanganku tak bisa diam , tapi entah kenapa seperti ingin melepas pelukanku , akubtersenyum dengan tingkah Monik yang entah kenaoa makin membuatku tergoda .
Ku eratkan pelukan ku dan memindah posisiku ku kunci tangan serta kakinya dan mulai bermain di bibir manis yang tak seperti biasanya dan entah kenapa terasa begitu semakin membuatku candu , setelah ku rasa puas dengan bibir itu aku berpindah ke leher lembut milik kekasihku ini , bau harum parfum yang berbeda tidak seperti biasanya namun semakin membuatku gila di buatnya .
__ADS_1
Tapi saat aku mulai mencium menjilat di bagian leher lembitnya aku mendengar suara yang tak asing di telingaku suara tangis .
" hiks om lepaskan aku , lepaskan flo " ucapnya yang membuat ku kaget di buatnya dan menghentikan kegiatanku yang sudah dinpuncaknya .
" lepaskan flo om hiks hiks " ku buka mataku lebar - lebar dan ku pastikan suara itu , bertapa terkejut Gavin melihat Flo di bawahnya dengan air matanya .
" f f flo " panggilku yang langsung bangkit dari atasnya .
Bodoh maki ku pada diri sendiri , terlihat Flo langsung terduduk dan melipat kedua kakinya menumpukan kedua tangannya di atas lututnya dan menenggelamkan wajahnya di sana , terdengar isak tangis darinya .
" f fff flo ma maaf a a ak .."
Ceklik .....suara pintu terbuka menampakkan sesosok perempuan yang baru saja masuk kedalam " monik " panggilku terkejut .
" iya sayang pasti kamu susah dibangun .... " kata Monik terhenti Karena Flo yang langsung keluar kamarnya .
" flo kenapa kamu " tanya Monik namun di hiraukan oleh Flo sedangkan aku masih shok dengan kejadian ini .
Pov end ....
Keluar dari kamar Gavin Flo langsung mengambil tas dan sepatunya ia langsung keluar tanpa sarapan ataupun pamit kepada Gavin .
Di luar unit apartemen Flo berjalan dengan mengusap air matanya ia masih shok dengan kejadian tadi hingga ia tak sadar jika Kevin yang baru keluar lif menyapanya .
Duk ... Flo menabrak dada bidang kevin dan membuat langkahnya terhenti .
" apa yang kamu pikirkan " tanya Kevin , Flo mendongak dan melihat wajah Kevin yang sedang menatapnya
" flo apa ada yang menggangu pikiran mu " tanya Kevin lagi .
__ADS_1
" tidak aku aku ha maaf aku tidak sengaja ... " kata Flo , ia menundukkan wajahnya melihat lantai dan berjalan mundur sedikit menjauh dari Kevin yang berada cukup dekat dengannya .
" ada apa dengan mu " tanya Kevin lagi .
Flo hanya terdiam tidak ingin menjawab pertanyaan Kevin , dengan senyum Kevin mengelus puncak kepala Flo dengan lembut , membuat gadis kecil itu mendongak dan menatapnya lagi .
" iya aku memaafkan lain kali di lihat ya kalo berjalan " kata Kevin dengan senyum .
Fli pov .
pikiranku masih berkecamuk , bukankah itu yang aku inginkan beberapa hari yang lalu saat , namum kenapa sekarang aku merasa takut badanku bergemetar saat om Gavin menyentuh ku tadi entah kenapa air mataku menetes dan membuatku terisak .
Aku berjalan tanpa perduli dengan sekitarku hinga langkahku terhenti saat aku menabrak seseorang untung aku tidak terjatuh , aku mendongak dan melihat siapa yang aku tabrak , pandangan yang pertama aku lihat , wajah tampan mata bulat hidung mancung serta bibir yang kissable .
" apa yang kamu pikirkan " tanyanya tapi tidak aku jawab .
" apa ada yang mengangu pikiran mu " tanya nya lagi .
" tidak a aku aku ha maaf aku tidak sengaja " jawabku yang tidak tau harus jawab apa , apa kau harus mengatakan dan menceritakan semuanya kepada nya tidak mana mungkin .
" ada apa dengan mu " tanya nya lagi , aku berjalan mundur dan menunduk melihat kelantai tanpa ingin aku menjawabnya .
Dia terdiam dan tak bertanya lagi hinga suara lembutnya terdengar di telingaku lagi " iya aku maafkan lain kali dilihat ya kalo jalan " ucapnya sambil mengelus lembut puncak kepalaku , membuatku berani menatapnya lagi entah kenapa dadaku berdetak begitu cepat saat melihat ia sedang tersenyum kepadaku , rasanya wajahku memerah karena itu , dan melupakan masalah yang menggangu pikiranku .
" sudah apa kamu sudah siap kuliah " ucapnya , aku langsung memalingkan wajahku yang terasa panas .
" su sudah " jawabku .
" baiklah ayo , keburu telat " ajaknya sambil menggandeng tangan ku , mengajak ku masuk kedalam lif bersama .
__ADS_1
Membuat dadaku semakin tak karuan , begitu cepat jantungku memacu seperti tengah berlari maraton .