
Rasa kesal sudah menguasai Flo , gadis itu langsung pergi dan menaiki taksi menuju rumah Ken tanpa menunggu kedua sahabatnya yang baru keluar dari kelasnya .
" dasar kenapa orang yang gue cinta selalu saja seperti ini , pertama om gavin yang kini sudah nikah , sekarang kak kevin ya g mau di embat kak senior " omel Flo
" AA ! ...." teriak Flo dalam mobil taksi membuat sopir terkejut dengan tingkah aneh Flo yang ngomel - ngomel tidak jelas .
Di halaman Tee dan Farel mencari keberadaan sang sahabat , yang tadinya sudah mengirim pesan menunggu mereka di halaman tapi nyatanya tidak di temukan batang hidungnya .
" pak kamu lihat anak cewek yang duduk di sini "
" oh baru saja keluar dan sepertinya naik taksi "
" oh baiklah terima kasih ya pak "
" sama - sama "
Sampai di rumah besar kediaman Ken Ardinarius , Flo langsung masuk kedalam dengan sambutan para pekerja disana .
" nona muda " sapa kepala pelayan .
" di mana paman ken "
" sudah di tunggu di ruang makan nona muda " jawab kepala pelayan .
"oh , ok maksih "
" silahkan "
Flo berjalan menuju ruang makan , dimana di sana sudah ada Ken dan Rose yang menunggu nya .
" paman tante " panggil Flo .
" iya flo mana tefa "
" aku tinggal di kampus "
" loh ! terus kamu kesininya sama siapa "
" naik taksi "
__ADS_1
" flo jika pulang tidak sama tefa , lebih baik kamu telfon orang paman " sahut Ken .
" tidak kepikiran "
" sudahlah lebih baik kamu duduk dulu dan makan setelah itu segera bersih diri paman ingin berbicara serius dengan kamu "
" ya "
Di kantor pusat keluarga Ardinarius , Felix melangkahkan kakinya untuk menemui Miguel Ardinarius .
" selamat datang tuan felix anda sudah di tunggu tuan miguel di ruangannya ". sapa Jek yang awalnya sedikit terkejut saat melihat wajah Felix namun ia mencoba biasa saja .
" terima kasih " jawab Felix yang langsungbmelangkah memasuki ruangan dengan pintu besar .
Berjalan masuk dengan di temani Jek Felix masuk kedalam.ruangan besar nan luas .
" tuan miguel "
" oh ya sela .." ucap Miguel terhenti saat melihat wajah tamu yang datang , tamu yang menghubunginya satu jam sebelum ia datang kemari dengan atas nama sekertaris Gavin .
" selamat sore tuan MIGUEL " sapa Felix dengan shara yang di tekan saat menyebut nama Miguel .
" selamat sore "
" a apa itu kamu yang mengirimnya "
" ya , anak perempuan itu Felicia Lorenzo , sodara saya , kenalkan nama saya Felix lorenzo " sapa Felix .
" apa saya boleh duduk " tanya Felix
" silahkan tuan " kata Jek .
Kemudian Felix berjalan kearah sofa dan duduk disana , di susul Miguel yang menyusulnya dan duduk di sofa .
" ini " kata Felix setelah mengambil sebuah buku harian yang tersimpan di tas kerjannya , lalu menyodorkan buku itu ke depan Miguel .
" florence lorenzo , marga yang mengikuti marga kami , karena anda tidak menginginkan anak itu , boleh saya mengambil alih anak yang mau anda bunuh saat masih dalam kandungan usia dua minggu itu " kata Felix .
Tentu saja Miguel masih terkejut bahkan ia tidak bisa berkata apa - apa lagi , bayangan vidio itu masih tercetak jelas di pikirannya , dan ingatan yang sudah lama hilang juga kembali lagi , di tambah kedatangan Felix secara tiba - tiba .
__ADS_1
" bukankah kakak ku disini adalah korban bukan pelaku seperti yang kau pikirkan selama ini , ingatanmu buram karena mabuk waktu itu dan gara - gara obat perangsang , dan bukan mencoba mengingat kamu malah membuang ingatan itu dan menyalahkan semuanya kepada kakak ku " jelas Felix .
" kakak ku menjadi korban , sebelum meninggal ia sempat berfikir jika putrinya akan bahagia bersama ayahnya , tapi itu salah "
" sekarang aku datang memberi buku itu , buku yang menceritakan semua yang di rasakannya , bagaimana sakitnya kakak ku dan kehidupannya bersama putrinya selama hidupnya "
" dan aku datang kemari untuk mengambil flo " kata Felix .
" aku akan mengurus surat perpindahannya , setelah perceraiannya nanti " kata Felix
" terima kasih sudah menyambut kedatangan saya , saya permisi " kata Felix yang langsung berdiri dan melangkah pergi dari ruangan CEO yang sangat luas itu .
Meninggalkan Miguel yang masih terdiam dan mencerna semua apa yang di katakan Felix .
Selesai mandi dan berganti baju yang sudah di siapkan Rose , Flo duduk di ruang kerja ken yang di sana sudah ada pengacara serta Rose .
" flo dengarkan baik - baik paman "
" ya ada apa emangnya "
" paman dan bibi rose sudah tau kalo gavin suamimu sudah menikah lagi dengan kekasihnya yang tengah hamil "
" jadi paman sudah ta tau ... "
" paman akan mengurus semua surat perceraian untukmu , dan besok kamu akan di antar pelayan untuk mengambil semua barang - barang kamu yang berada di rumahnya "
"...."
" jangan menolak paman tidak mau kamu hidup seperti ini , sudah cukup selama ini tapi tidak sekarang flo " jelas ken .
" ak aku akan menjadi jan ..."
" pernikahnmu yidak dinketahui banyak orang hanya orang - orang tertentu , bukankah pernikahan kamu akan di umumkan setelah usia mu dua puluh tahun kamu jangan khawatir akan pandangan orang padamu "
"...."
" sekarang tidurlah besok kamu membersihkan semua barang - barang mu di sana " perintah Ken yang di turuti Flo .
Di pinggir pantai Gavin dan Monik menikmati makan malam romantis mereka , senyum senang terpancar di wajah Monik tali tidak dengan Gavin yang pikirannya terbelah menjadi dua , antara di sini dan di sana .
__ADS_1
" sayang kamu baik - baik saja "
" ya aku baik - baik saja "