
Setelah Felix keluar dari kantor polisis ,Viola dan para penjahat kembali di bawa ke sel mereka , sedangkan Miguel maaih terdiam membisu ditempat mencerna semua yang ia dengar hati ini , begitupun dengan viona yang berdiri disamping sang suami dengan hati yang begitu kecewa dengan Marc yang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan tadi .
Beberapa menit Miguel berdiri mematung ia muali teringat buku pink yang di lempar Felix waktu itu , tanpa banyak kata Miguel langsung berlari keluar menuju mobilnya , Viona dan Marc yang melihatnya menjadi heran apa yang tengah di lakukan Miguel yang langsung pergi begitu saja .
" bun "
" kita ikuti ayah mungkin ada sesuatu yang terjadi " ucap Viona yang langsung pergi menyusul Miguel bersama Marc sang putra .
Di sisi lain Jek yang berusaha untuk mencari tau keberadaan sang putri yang selam belasan tau tidak pernah ia lihat .
" pak boleh saya berbicara dengan ist ... maksud saya viola sang pelaku " tanya Jek
" maaf pak tapi waktu sudah habis pelaku akan di bawa ke rumah tahanan "
" tapi saya hanya ingin bertanya soal putri saya yang tidak pernah saya tau keberadaannya tolong saya pak saya mohon " mohon Jek .
" maaf seorang putri " sahut salah satu polisi yang mendengar pembicaraan jek .
" berapa usianya " tanya polisi itu
"sekitar de delapan belas tahun " jawab Jek .
" saat penagkapan pelaku kami menemukan mayat anak perempuan sekitar seusia delapan belas tahun dan sekarang ada di rumah sakit untuk di otopsi " jelas Polisi itu yang membuat Jek terkejut bukan main .
" bi bisa saya tau rumah sakit mana "
" anda bisa datang bersama petugas kepolisian "
" ba baik "
Sampai di rumah sakit terlihat Flo yang berbaring di kasur dengan selang infus yang melekat di tangannya , gadis itu tengah bersandar sambil menatap jendela yang menampakkan langit biru disana , Felix berjalan masuk lalu duduk di kursi samping Flo sang keponakan .
" florence "panggil Felix pelan membuat Flo menoleh ke arahnya menatap Felix yang menatapnya dengan senyum , tapi masih terlihat luka di matanya .
__ADS_1
" apa paman benar pamanku " tanya Flo yang di angguki Felix .
" paman kenapa baru datang , dulu mama selalu merindukan paman menceritakan tentang paman disetiap malam saat flo mau tidur , mama selalu bilang jika aku harus pandai seperti paman itulah sebabnya aku harus meraih impian ku agar mama banga padaku seperti mama banga pada paman " ucap Flo yang membuat Felix meneteskan air mata .
" mam pasti banga sama putrinya yang bik ini " ucap Felix kali ini ia duduk di kasur dan memeluk gadis kecil itu dengan tangis yang tertahan .
" paman - paman kenapa tidak datang selama ini flo selalu kesepian "
" maaf "
" paman tau mama sudah ..."
" paman tau sayang "
" paman jangan pergi ninggalin flo seperti mama flo nggak mau sendirian "
" ti tidak sayang paman akan disini menjaga florence " jawab Felix semakin memeluk erat Flo .
Ken dan Rose yang melihat momen itu hanya bisa tersenyum dengan air mata yang menetes apa lagi setelah mendengar Tee dan Farel menceritakan kejadian di penjara .
" tapi florence nya paman akan tetap menjadi bunga yang abadi "
" paman aku sangat bahagia meski flo sekarang tengah hancur karena paman datang "
" florence tidak hancur paman akan membangun florence lagi seperti yang mama mau ok paman akan membuat kakak paman tenang dengan melihat putri kecilnya ini bahagia " ucap Felix membuat flo tersenyum .
" kenapa paman tidak bilang kalo paman pamanya flo kenapa hanya diam dan memperhatikan flo dari jauh sedangkan flo selalu sendiri "
" maaf kan paman ya "
Sampai di kantor Diikuti sang istri dan putranya Miguel menuju ruangannya mencari buku pink yang sempat ia buang ke tempat sampah tanpa mau melihat dalamnya , menoker - noker di tempat sampah membuat Vona dan Mark bingung dengan apa yag dilakukan Miguel .
Saat mendapatkan buku pink itu dengan cepat Miguel membuka buku itu dan mulai membaca dengan seksama , air amtanya menetes kala ia membaca bukh itu dan mengingat masa lalu tuju belas tahun yang lalu diaman ia memaksa seorang anak remaja untuk mengaborsi kandunganya dan dimana anak perempuan itu menolaknya dan kekeh akan melahirkan anak itu .
__ADS_1
" aku akan memebri mu uang berapapun yang kamu mau asal gugurkan kandunganmu "
" maaf tuan saya tidak bisa melakukannya saya tidak ingin menjadi seorang pembunuh anak ini tidak bersalah ia juga tidak pernah meminta untuk datang kedunia ini "
Bukan hanya itu Miguel menangis saat ini , ia juga mengingat bagaimana ia membuat anak perempuan itu menderita , bukan anak perempuan itu tapi juga darah dagingnya yang tak pernah ia anggap .
Persidangan berjalan dengan lancar sindang selanjutnya akan dilakukan beberpa satu bulan lagi .
Bukankah ini yang aku mau dulu tapi entah kenapa hatiku begitu berat .... Batin Gavin .
Kemana dia kenapa dia tidak menghadiri sidang batinya lagi ..
" sayang setelah kamu sudah resmi bercerai aku ingin pernikahan kita di ketahui banyak orang " kata Monik di sepanjang perjalanan pulang .
Wajah sedih nan kecewa Angel terlihat jelas wanita paruh baya yang masih terbaring lemah di kasur , beberapa hari ini ia kembali drob kala mendengar putranya yang sudah menikah lagi ditambah mendengar sidang perceraian putranya , kini tubuh yang sudah menua itu telah berbaring tidak berdaya .
" sayang kamu baik - baim saja "tanya Viona saat melihat pertama kalinaya sang suami menangis setelah kejadian tuju belas tahun dimana ia mengisi meminta maaf karena kesalahannya .
" bagiaman bagaiman ini terjadi aku laki laki yang buruk dan sangat buruk hiks .. hiks ... bagaimana bisa aku melukai gadis itu begituph dengan darah dagingku sendiri hiks hiks aku ayah yang buruk hiks ... hiks ... aku ayah yang buruk hiks ... hiks ..."
" apa yang aku lakukan selama ini kenapa aku begitu bodoh dalam menilai sesuatu " ucap Miguel disetap tangisnya , menyesal itulah yang miguel rasakan .
" kamu tidak bisa memutar waktu , yang aku tau sekarang kamu hanya bisa memperbaiki memulai dari awal " ucap Viona sambil memeluk sang istri .
" yah kita temui adik " ucap Marc membuat Miguel terdiam dan kembali mengingat sesuatu tenang putrinya , dengan cepat ia mengusap air matanya dan berdiri .
" kita kerumah sakit " ucap Miguel yang membuat Viona dan Marc terkejut .
" ru rumah saakit " tanya Viona dan sang putra , tanpa Menjawab Miguel sudah berjalan terlebih dulu .
Sampai di apartemen Gavin langsung menuju kamar Flo , sedangka Monik ia berhenti di tengah perjalanan untuk pergi ke agensinya hari ini wanita itu ada pemotretan .
Duduk di kasur yang berbalut seprai berwarna biru , Gavin melihat sekeliling menatap setiap sudut ruangan yang tertata begitu rapi .
__ADS_1
" kenapa secepat ini " gumamya .
" ini belum satu tahun seperti yang kita sepakati " gumamnya lagi sambil merebahkan tubuhnya di kasur empuk nan lembut itu , menatap langit - langit kamar dengan bayang - bayang Flo disana entah kenapa ia begitu merindukan gadis kecil itu .