
Hari minggu ini adalah hari yang ditunggu - tunggu Gavin karna hari ini adalah hari dimana orang yang dirindukan akan kembali , dan pagi ini Gavin sudah bangun sebelum Flo membangunkannya bahkan dia sudah menggunakan banju rapi . cinta memang mengalahkan segalanya bahkan kemalasan sekalipun .
" om mau kamana " tanya Flo saat melihat Gavin keluar kamar dengan baju rapi , tidak seperti biasanya Flo menatap Gavin dengan tatapan heran .
" keluar , jika kamu lapar pesan online saja dan mungkin aku akan pulang malam dan itu jika tidak sibuk aku akan pulang cepat tapi jika sibuk aku mungkin pulang besok atau lusa "
" kemana apa bertemu dengan malaikat pencabut nyawa " tanya Flo
" flo ... bisa tidak kalo bertanya itu jangan membuat saya emosi "
" ya maaf lagian om sih pagi - pagi sudah bangun pakek baju rapi , ya kalik aja om mau ngerayu malaikat biar umurnya panjang dan biar flo jandanya gak cepet "
" sudah aku telat , bicara sama kamu itu bikin pusing " kata Gavin langsung keluar tanpa memperdulikana Flo .
" yasudahlah lebih baik aku belajar memasak dirumah mommy " gumam Flo .
" tapi aku kesana sama siapa " gumamnya bingung .
" tentu saja sama tefa " katanya dengan suara senag , diambilnya ponsel disakunya lalu menelfon kedua sahabatnya secara bersamaan .
" halo tefa .." sapa
" hemmm " jawab keduanya dengan suara has bangun tidur .
" jeput aku didepan apartemen , aku mau mengajak kalin jalan pasti kalian suka "
" kemana "
" cepat pokoknya ini rahasia " jawab Flo langsung mematikan telfonya , lalu ia segera bersiap .
Tak lama untuk bersiap Flo segera pergi ,
dengan hati senag Flo berjalan memasuki lif , dengan bersenandung ria .
" ddududu lalalal belajar memasak ... biar suami senag hahahaha aku seperti orang bodoh " kata Flo , untungnya dilif hanya ada flo seorang .
Sampai dilantai dasar Flo segera keluar dan menunggu temanya didepan Gedung apartemen .
Bandara ..
Gavin sampai tepat waktu , ia menunggu dengan duduk dikursi sambil memainkan ponselnya , rasa rindu selalu mendominasi perasaanya sekarang , ia benar - benar ingin segera bertemu , beberapa kali Gavin menoleh memastikan kedatangan orang yang ia tunggu .
" sayang " pangil seorang perempuan yang suaranya sangat dirindukan oleh sipenunggu .
" monik " pangil Gavin dengan wajah senag .
" sayang aku merindukanmu "
sambil memeluk erat tubuh Gavin perempuan itu seakan tak ingin melepaskannya .
__ADS_1
" aku juga lebih baik kita segera keapartemen " kata Gavin dan dianguki oleh Monik .
Mereka berjalan keluar bandara dengan terus bergandengan tangan , rasa rindu selama satu bulan telah terobati satu sama lain , dan hari ini akan memjadi hari penebusan selam satubulan .
" flo ngapain kita belanja seperti ini cobak , emang kita mau kemana mengantikan acara kemah study tour kita yang batal " kata Farel.
" sudah diamlah nanti kalin juga tau " jawab Flo , ia masih serius memilih bahan masakan meski sebenarnya dia juga kurang faham , tapi tadi saat Flo menelfon mertuanya ia hanya menyuruh membeli sifut , dan beberapa sayur katanyasih Gavin suka makan sifud .
" flo lo bangunin kita pagi - pagi buat apa jelasin dulu dari tadi mumuet - mumet di supermarket capek tau mana mata masih ngantuk lagi "
" sudah diam lebih baik kalian bantu aku cari terigu dari tadi gue cari - cari kagak ada "
" terigu " tanya Farel sambil menepuk jidatnya .
" flo tau terigu itu apa "
" ya sayur lah " jawab Flo sepontan , yang membuat Farel tepuk jidat , karna dari tadi Flo hanya mengajak kedua sahabatnya mengelilingi tempat sayur - sayuran hanya karena tepung .
" lo jadi bocah soktau amat ,gue akuin lo cerdas IQ tingi tapi kok otak lo tolol kalo soal beginian taunya makan terus , gitu kok sudah berani nikah " omel Farel .
" tau tuh , sola beginian aja begoknya mintak ampun "
" sudahlah kalian jangan hanya menghina "
" lagian lo jadi cewek tau makan aja belagu pakek nikah segala , jangan - jangan kalo dirumah yang masak om gavin lagi "
" sudah gue duga pasti itu pak tua tertekan hidup sama lo gue harap umurnya panjang "
" lo ngehina gue lagi "
" sudah - suadah emang lo mau cari apa saja sih flo " kata Farel menghentikan kedua sahabatnya yang mulai adu mulut .
" ini " kata flo sambil memberikan ponselnya yang sudah ada .
Farel dengan telaten mencari bahan - bahan yang sudah tertulis rapi diponsel , sedangakan Flo dan Tee hanya mengikuti perintah Farel untuk mengambilnya , meski sedikit keributan mereka tampak lucu dimata para pembeli yang lain , semua berfikir jika ketiganya tengah diperintah ibunya .
Setelah dirasa selesai mereka bertiga , segera kekasir membayar belanjaannya , lalu keluar dengan dua kantong plastik blanjaan yang dibawa Tee dan Farel .
" flo " pangil seseorang saat berada diparkiran .
Flo dan kedua temanya segera menoleh kesumber suara , tampak seorang pria dengan mata hanzel yang baru keluar dari mobil tengah berjalan mendekat kearah mereka , membuat Tee dan farel saling bertatapan penuh tanda tanya .
" kak Felix " jawab Flo dengan senyum begitupun Felix .
Berbeda dengan Tee dan Farel yang melihat Felix berada cukup dekata dengan mereka , tanpa henti kedua remaja laki - laki itu terus memandang Felix dan Flo secara bergantian , seperti ada yang aneh dari keduannya .
" kak Felix mau berbelanja "
" iya , kamu sendiri "
__ADS_1
" sama klao flo selesai belanja " jawab Flo sambil menunjuk dua kantong plastik yang dibawa Tee dan Farel .
" emm lalu mereka " tanya Felix saat melihat si pembawa belanjaan Flo
" oh iya kak kenalin ini tee dan ini farel sahabat flo dari kecil "
" oh saya felix salam kenal "
" tee kak salam kenal juga "
" farel " sambil menjabat tangan Felix .
" kak flo wajah kalian .... " kata Fareel ia masih menatap wajah Flo dan Felix bergantian .
" kenapa " tanya Flo yang menatap kedua sahabatnya itu heran begitupun dengan Felix .
" hemm tidak - tidak " jawab Farel
" oh kirain apaan " kata Flo , yang langsung mengajak Felix berbincang .
" rel " bisik Tee sambil menyikut pelan perut Farel .
" lo ngerasa sama kayak gue ya " jawab Farel
" iya " jawab Tee , lalu salin tatap dan menganguk pelan .
" yasudah kak Flo pulang dulu sudah ditungguin soalnya "
" oh iya silahkan saya juga mau berbelanja keburu kesiangan " jawab Felix
" kalo gitu kami pergidulu " pamit Flo diangguki Felix .
" tefa ayok " pangil Flo dan diikuti keduanya
" kami balik dulu ya kaka " pamit Tee dan dibalas sneyum sama Felix .
" tuhkan senyumnya saja sangat mirip " kata keduanya , sambil berjalan dengan mata yang masih menatap Felix .Sedangkan sang empu yang ditatap hanya mengerutkan alis , melihat kedua remaja yang tengah menatapnya .
" astaga mereka itu kenapa sih " gumama Flo saat melihat keduanya .
" TEFA " teriak Flo mengagetkan kedua sahabatnya itu .
" oh i ya " jawab keduanya dan berlari memsuki mobil yang sudah ada Flo didalamnya .
" kalian kenapa naksir ya sama kak Felix "
" hhhiiii kita masih suka lawan jenis ya " jawab kedunya yang tidak terima .
" kali aja iya "
__ADS_1